Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Peserta kemping mendirikan tenda mereka masing-masing . Alesya dan kedua sahabatnya saling membantu . Mereka hanya tinggal bertiga . Yang tadinya mereka berempat bersama Vina . Namun Vina tidak jadi berangkat . Tidak di perbolehkan oleh kedua orang tuanya . Tapi Bowo ikut kemping . Karena dia juga panitia dari kegiatan ini .
" Hai kak " sapa seorang gadis .
Gama , Shaka , dan Raga menatap gadis itu .
" Lo yang tadikan ?" ucap Shaka .
" Iya kak " ucapnya .
" Kakak kemping juga di sini ?" tanya nya lagi .
" Iya " jawab Raga .
Raga tahu jika gadis itu menyukai Gama . Sedari tadi dia hanya menatap ke arah Gama . Namun Gama tidak peduli . Dia melanjutkan kegiatannya .
" Kakak boleh kenalan ?" tanya gadis itu .
Shaka dan Raga tahu maksud gadis itu . Keduanya saling tatap .
" Oh iya . Aku Nadia " Nadia mengulurkan tangannya .
Tak jauh dari sana . Alesya menatap gadis pemberani itu . Tapi dia cukup salut dengan Gama . Dia sama sekali tidak menghiraukannya .
" Gue Shaka " Shaka menerima uluran tangan Nadia .
" Gue Raga dan dia Gama "ucap Raga .
" Aku boleh nggak minta nomor ponsel kakak " ucap Nadia kepada Gama .
Gama menghentikan pekerjaannya . Lalu menatap sekitar . Dan pandangannya bertemu dengan Alesya . Yang juga tengah menatapnya.
" Sorry . Gue sudah punya pacar " ucap Gama menolak halus .
" Cuma buat temen kok kak " ucap Nadia tetap kekeh berusaha .
" Kamu mending sama mereka Berdua aja . Pacar ku galak " ucap Gama.
Nadia tampak murung . Lalu meninggalkan mereka.
Alesya tersenyum tipis . Melihat cara Gama menolak gadis itu .
Gama kembali dengan pekerjaannya.
" Siapa pacar lo ?" tanya Raga .
" Cewek di malam itu ya " ucap Shaka berusaha menebak .
" Betul " ucap Gama asal .
" Gue sudah menduga kalau tampang ganteng lo ini . Pasti nggak bakal lo sia siakan" ucap Shaka .
Kini mereka sedang berada di dalam tenda.
" Gue penasaran siapa gadis beruntung itu " ucap Shaka .
" Gue keluar sebentar " ucap Raga .
Gama juga ikut keluar memastikan semua beres . Alesya dan kedua sahabatnya membuat kompor mini dari kayu . Sebenarnya mereka membawanya . Namun akan lebih terasa nyata kemping itu . Jika semua alami .
" Aw tangan gue " ucap Alesya kesakitan .
" Yah berdarah Al " ucap Kirana .
" Gue ambil obat " ucap Jeni lalu mengambil kotak obat di tas Alesya .
Gama yang melihat dari jauh . Hanya bisa mengirim pesan kepada Alesya .
Ada apa ? (Gama )
Nggak. Cuma ke tusuk kayu (Alesya)
Gama lalu menyimpan kembali ponselnya . Kedua sahabat Alesya sudah membantu mengobati luka Alesya .
Alesya , Jeni dan Kirana . Menyantap makanan di dalam tenda beserta coklat panas . Karena udara sudah mulai dingin .
" Ini gila sih . Baru jam lima sudah sedingin ini " ucap Jeni .
" Kita di minta keluar " ucap Kirana yang keluar tenda setelah membuang sampan .
" Belum habis " ucap Alesya mengangkat kopi panasnya .
Mereka berkumpul untuk membagi tugas jaga malam . Dan juga kegiatan selama kemping .
Setelah pembagian tugas . Semua kembali ke tenda . Dan akan kembali berkumpul pukul enam sore . Sekaligus mempersiapkan makan malam .
Tak jarang dari mereka ada yang bermain gitar dan bernyanyi . Ada juga yang mengabadikan moment kebersamaan mereka .
Namun Alesya lebih memilih di tenda saja . Karena sebenarnya dia tidak mau ikut . Jika bukan paksaan dari kedua sahabatnya .
" Jangan di makan terus Jeni . Nanti sebelum pulang habis semua makanan " ucap Kirana .
" Sedikit Kirana . Jangan pelit " ucap Jeni membela diri .
" Jangan makan cemilan gue . Kita butuh asupan bertahan hidup di hutan " ucap Alesya .
" Baiklah " ucap Jeni . Dia lalu keluar dari tenda .
Jeni memilih jalan keluar tenda . Di sana dia ikut duduk bersama anggota OSIS yang sedang bermain gitar .
Sedangkan kedua gadis tadi yang terserempet bis . Akibat ulahnya sendiri . Ternyata juga kemping di dekat mereka .
Gadis itu menatap kearah tempat dimana didirikannya kemping Alesya . Seperti sedang mencari seseorang.
Setelah Gama keluar . Seakan mendapat angin segar . Nadia bisa tersenyum lebar .
Nadia berjalan mendekati Gama . Namun belum juga bisa mendekati Gama . Nadia susah di hadang oleh Dinda .
" Mau kemana lo ?" tanya Dinda ketus .
" saya .mau kesana " ucap Nadia .
" Jangan mencoba untuk mengganggu dia . Aku tidak akan tinggal diam " ucap Dinda .
Dinda lalu berjalan menjauhi gadis itu . Namun Nadia menghentikannya .
" Tunggu " teriak Nadia .
Nadia berjalan mendekati Dinda. Yang berhenti menunggu apa yang akan di lakukan .
" Kamu pacarnya ?" tanya Nadia .
" Iya , gue pacarnya . Jadi jauhin Gama " Dinda mengatakan dengan penuh penekanan .
Alesya tersenyum tipis .
" Menarik " gumamnya .
" Mengusir tanpa menyentuh " pikir Alesya .
Jujur saja , gadis itu cukup mengganggu Alesya. Apalagi dengan kedekatan Gama dan Alesya saat ini .
Jam makan malam sudah tiba . Semua sudah berkumpul di luar tenda . Untuk makan malam bersama. Mereka menyantap makanan bersama .
Hawa dingin sangat terasa di puncak gunung . Beruntung Alesya membawa begitu banyak pakaian tebal .
Gama memperhatikan Alesya dari jauh . Gama selalu mendapat pesan dari Mama Gina . Mama selalu menanyakan kabar menantu kesayangannya itu .
Aku rasa aku bukan lagi anak Mama . Tulis Gama pada balasan pesannya .
Tidak tahu malu . Dia juga anak Mana dan kamu juga . Balas Mana Gina .
Tak lupa Gama diam diam memfoto Alesya . Atas permintaan Mama Gina .
Malam hari suasana justru semakin riuh . Permainan demi permainan mereka mainkan .
"Al ayo sini sama abang. Kita main truth or dare " ucap Yoga .
" Gue nggak mau " teriak Alesya .
Raga menyadari sesuatu . Ada sesuatu yang dia rasakan . Namun belum menemukan jawabannya .
Api unggun berkobar mengikuti arah angin . Beruntung Tenda Alesya sedikit lebih dekat dengan tenda . Setidaknya
" Gue mau tidur " ucap Alesya masuk ke dalam tenda .
" Kak Gama " teriak Nadia dengan berani.
Nadia berteriak di dekat tenda yang jami dirikan.
Gama hanya menoleh . Dan yang lain bersorak riuh . Alesya yang biasanya tidak penasaran . Dia keluar dari tenda .
" Kak Gama , aku suka sama kamu " teriak Nadia .
Sorak sorak suara makin riuh . Mereka berteriak memberi semangat untuk Nadia.
" Jangan halu . Dia itu es teh upas es batu " ucap seorang siswi
" Berani juga dia " ucap Dinda geram.
Gama menatap Alesya yang sedang duduk di dalam tenda . Namun pintu tenda terbuka .
" Terima kasih . Tapi aku sudah ada gadis yang aku suka " Ucap Gama kepada Nadia .
Gama lalu menatap Alesya sekilas . Sebelum kembali melanjutkan permainannya .
Nadia diam terpaku . Dinda tersenyum remeh . Nadia lalu berlari masuk ke dalam tendanya .
Alesya kembali merebahkan tubuhnya . Dia berbalas pesan dengan ibu mertuanya . Ingin sekali Alesya memejamkan mata . Namun ucapan Gama masih terdengar jelas di telinga Alesya . Membuat Alesya bertanya -tanya .