Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Bab 14
"Xiao Yu, apa itu?"
Melihat Qian Yu mengeluarkan botol kaca kecil, Qingcheng memiringkan kepalanya dengan bingung, dengan ekspresi nya yang tidak tahu saat ini benar-benar imut, tidak peduli pria mana yang melihatnya, sekali pandang saja bisa membuat seorang pria jatuh hati.
"Qingchen tidak mengetahuinya? Nanti kakak senior kedua akan menjelaskannya padamu."
Melihat adik ketiganya yang bodoh tidak tahu apa itu Sumsum Cairan Spiritual, Li Xioya tersenyum masam.
"Baiklah, lebih baik kembali ke Sasana Bela Diri terlebih dahulu, nanti kita pikirkan cara menggunakan Sumsum Cairan Spiritual agar efeknya maksimal bagi Xiao Yu."
Yun Xian'er angkat bicara, memutuskan kembali terlebih dahulu agar lebih nyaman untuk melakukan langkah selanjutnya.
"Ah~ aku ingat sekarang itu adalah Cairan Spiritual!" Qingchen berseru seolah sudah mengetahuinya sekarang.
"Memang apa apa fungsinya?"
Wajah Qian Yu menjadi gelap, kamu, yang sudah masuk Universitas lebih dulu dariku tidak mengetahuinya?
Apakah semua perkembangan otak mu mengalir ke payudaramu?
Bahkan tidak mengetahui perbedaan besar antara Sumsum Cairan Spiritual dan Cairan Spiritual!
Itu antara membandingkan air limbah tidak berguna dengan air suci dewa!
Bahkan seribu tetes Cairan Spiritual tidak sebanding dengan satu tetes Sumsum Cairan Spiritual!
"Aduh!..."
Sasana Bela Diri Tian Jian.
Di sebuah tempat pemandian khusus.
"Baiklah, apakah kolam ini sudah memenuhi persyaratan?" Li Xioya bertanya.
Saat ini mereka berempat sedang berdiri memandang sebuah kolam yang memiliki panjang 2 meter persegi, untuk pemandian khusus satu orang, kolam berendam yang di lihat mereka berempat lumayan bagus jika hanya di gunakan oleh satu orang.
Meskipun agak sempit dan kecil, jika hanya digunakan untuk Qian Yu berendam menyerap Sumsum Cairan Spiritual, itu sudah lebih dari cukup.
Seluruh bagian pembuatan kolam menggunakan batu spiritual khusus, sehingga bahan yang akan di gunakan Qian Yu untuk menempa fisik tidak akan mudah menguap, sehingga seluruh efek obat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Kemudian, Yun Xian'er memasukkan cairan obat jamur hijau spiritual yang sudah di ekstrak semua energi murninya yang terkandung dalam jamur hijau, sehingga yang tersisa adalah efek obat yang mudah diserap.
Jamur hijau spiritual terkenal karena manfaat yang dimilikinya, terutama meningkatkan kekuatan fisik, yang sangat dibutuhkan para pemuda yang berada dalam tahap Penempaan Tubuh, sehingga potensi yang dimiliki bisa dimaksimalkan.
Setelah itu, Yun Xian'er dan Li Xioya mulai memasukkan satu persatu bahan obat yang di urutkan satu persatu, sehingga seluruh kolam yang awalnya jernih berwarna putih susu, setelah itu warannya berubah menjadi kehijauan.
Aroma obat yang wangi membuat Qian Yu menjadi rileks, bahkan dirinya yang tidak tahu apa-apa tentang jenis obat, melihat semua bahan yang dimasukkan dan dimurnikan Yun Xian'er dan Li Xioya, dirinya merasa bahwa hanya dengan menyerap semua energi tersebut, manfaat yang akan di Terima tubuhnya mungkin akan sangat luar biasa.
Beberapa saat kemudian.
"Xiao Qian, lepaskan seluruh pakaianmu, dan masuklah kedalam kolam.." Li Xioya berkata, sambil mengusap dahi indahnya yang dipenuhi keringat dengan lembut.
Meskipun dirinya di bantu Yun Xian'er dalam meracik obat, memurnikan seluruh bahan adalah tantangan tersulit.
Bahkan energi spiritual yang berada dalam tubuhnya dan Yun Xian'er sudah terkuras semuanya.
Saat ini, bahkan wajah cantik dan anggun Yun Xian'er di penuhi keringat, bergulir dan berjatuhan dari dagu indahnya.
Tapi melihat hasil kerja keras dalam membantu Qian Yu, dirinya sudah merasa puas asal itu berguna dan bermanfaat bagi adik junior kesayangannya.
"Um, apakah harus semuanya?" Qian Yu berkata ragu-ragu, seolah dirinya di manfaatkan di depan umum.
"Kenapa? Tubuh bagian mana yang kamu rasa aku tidak mengetahuinya?" Li Xioya, sang kakak senior kedua, berkata dengan nada meremehkan, seolah berkata bahwa dirinya terlalu kecil dan tidak bisa memuaskan nya.