Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.
Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.
Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.
Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.
Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !
Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.
baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Sentuhan yang Mirip
...Waktu seolah melambat saat tubuh Rania ambruk. ...
...Kopi panas itu terlepas dari genggamannya, menghantam lantai dengan bunyi pecah yang memekakkan telinga, namun perhatian Arkan tidak sedikit pun beralih ke sana....
... Refleksnya bekerja melampaui logika, sebelum Rania sempat menghantam lantai, lengan Arkan sudah melingkar dengan kokoh di pinggang sekretarisnya itu....
...Hening seketika menyergap ruang kerja yang luas itu, hanya menyisakan suara napas mereka yang tidak beraturan....
...Rania terjatuh dalam posisi yang sangat intim. ...
...Tubuh mungilnya tertekuk di dalam rengkuhan Arkan, wajahnya terkubur di dada bidang sang CEO. ...
...Untuk sesaat, Rania masih berada di ambang kesadaran yang sangat tipis....
... Kepalanya berdenyut hebat, namun sensasi keras dan hangat dari dada Arkan menahan kesadarannya agar tidak benar-benar hilang....
...Di sisi lain, Arkan mematung....
... Matanya menatap lurus ke dinding dengan pandangan yang kosong, otaknya dipaksa bekerja cepat untuk memproses apa yang baru saja terjadi....
...Ada getaran aneh yang menjalar dari telapak tangannya yang menempel di pinggang Rania....
... Tubuh gadis ini... terasa sangat familiar. ...
...Begitu pas dalam dekapannya, ringan, dan memiliki lengkungan yang tidak asing....
... Begitu ia menunduk, aroma itu kembali menyerang indra penciumannya. ...
...Itu bukan sekadar aroma debu kertas atau wangi deterjen kantor yang murah. ...
...Itu adalah aroma manis dan segar, aroma yang sama dengan aroma parfum stroberi yang selalu tercium dari tubuh Milky setiap kali ia mendekat di ruangan VVIP....
...Deg....
...Jantung Arkan berdegup kencang, kali ini bukan karena amarah, melainkan karena kebingungan yang menyesakkan. ...
...Ia ingat dengan jelas sensasi ini....
... Minggu lalu, saat Milky hampir terjatuh karena roknya tersangkut kaki meja di kafe, ia menangkapnya dengan posisi yang sama. ...
...Detik di mana tangan Arkan menahan pinggang ramping Milky dan merasakan kehangatan yang sama, kini seolah terputar kembali di depan matanya....
..."Rania?" panggil Arkan....
... Suaranya terdengar serak, hampir seperti bisikan....
...Rania perlahan mengerjapkan matanya. ...
...Kesadarannya ditarik paksa kembali ke permukaan. ...
...Saat ia menyadari betapa dekat wajahnya dengan dada pria itu, dan betapa erat tangan Arkan memeluk pinggangnya, ia merasa seluruh darah di tubuhnya mendadak naik ke wajah....
...Bukan sekarang....
... Jangan sekarang! jeritnya dalam hati....
...Dengan sisa tenaga yang ada, Rania mencoba mendorong dada Arkan untuk menjauh. ...
...Ia merasa sangat terancam, jarak sedekat ini bisa membongkar penyamarannya dalam sekejap. ...
..."P-Pak... maaf... saya tidak sengaja..."...
...Ia berusaha bangkit, namun kepalanya kembali berputar hebat. ...
...Tubuhnya limbung sekali lagi, dan refleks Arkan justru menariknya semakin dekat, seolah-olah ia tidak sadar sedang memeluk sekretarisnya lebih erat daripada yang seharusnya....
...Arkan tidak melepaskannya....
... Ia justru menatap wajah Rania yang pucat dengan intensitas yang baru....
... Ia mengamati detail wajah gadis di depannya, garis hidungnya, bentuk bibirnya, dan yang paling penting, mata gadis itu saat ini tampak berkabut....
..."Kau..." Arkan menggantung kalimatnya....
... Jemarinya yang tadi berada di pinggang Rania bergerak sedikit, seolah ingin memastikan sesuatu, merasakan tulang pinggul gadis itu di balik kemeja kantor yang longgar....
... Kenapa sensasinya sama? Kenapa keberadaannya terasa sama?...
...Rania menahan napas....
... Ia bisa merasakan tatapan Arkan yang menyelidik, tatapan yang seolah-olah ingin membedah jiwa dan identitasnya saat itu juga....
... Debaran jantung Arkan yang menempel di dadanya terasa begitu kuat, seolah pria itu pun sedang merasakan keanehan yang sama....
..."Pak Arkan..." panggil Rania lagi, kali ini lebih lirih, dengan nada yang penuh akan permohonan agar dilepaskan....
...Arkan tersentak....
... Ia seolah baru tersadar dari hipnotis aneh yang menjeratnya. ...
...Dengan gerakan yang agak kasar, ia melepaskan rengkuhannya dan membaringkan Rania ke sofa di sudut ruangan....
...Arkan berdiri tegak, napasnya sedikit tidak beraturan. ...
...Ia menatap tangannya sendiri yang tadi memeluk pinggang sekretarisnya, lalu menatap Rania yang kini berbaring dengan mata terpejam karena kelelahan yang luar biasa....
...Hanya kebetulan, batin Arkan mencoba menyangkal getaran aneh yang masih terasa di telapak tangannya. ...
...Ini hanya kelelahan yang membuatku berhalusinasi....
...Namun, jauh di lubuk hatinya, sebuah rasa kecurigaan telah tertanam. ...
...Rasa itu tumbuh dengan cepat, tidak memedulikan sangkalan logika yang Arkan bangun....
... Ia menatap Rania sekali lagi dengan tatapan yang sulit diartikan, sebuah perpaduan antara rasa cemas, penasaran, dan ancaman terselubung....
... Permainan ini perlahan-lahan mulai kehilangan batasnya, dan Arkananta Narendra, sang bos kejam itu, baru saja merasakan bahwa mangsanya mungkin jauh lebih dekat dan jauh lebih berbahaya daripada yang ia duga....