NovelToon NovelToon
Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:121.4k
Nilai: 5
Nama Author: GPS_17

Nadia, gadis berusia 20 tahun yang tidak tahu bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung Teratai Biru, Putri Nadi.

Saat sedang menginap di sebuah penginapan milik seorang kakek tua, Kakek San. Secara tidak sengaja Nadia telah membaca sebuah mantra yang membuat dia dan keempat sahabatnya masuk ke sebuah dunia asing.

Saat sudah mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung, Nadia harus menyelesaikan tugasnya yang belum usai, mengembalikan keseimbangan Negeri Resyam seperti sedia kala.

Di bantu keempat sahabatnya dan petunjuk dari Buku Resyana, Nadia harus membentuk kembali Pedang Emas Sang Pelindung yang terpecah.

Melewati dunia yang penuh bahaya dan melawan monster mengerikan. Bukan hanya itu, akan ada banyak misteri yang akan terpecahkan

Dimulai dari Naga kejam Man Black di Hutan Hitam, Monster Silver Death Worm di Dunia Kebalikan, hingga musuh terbesar Sang Pelindung, Perdana Menteri Basilia yang licik dan tamak. Dialah yang mengambil paksa tahta ayah Putri Nadi dan mengambil keseimbangan di Negeri Resyam.

Akankah mereka berhasil?

Skuy Simak...Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GPS_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penuh Kilas Balik

EPISODE SEBELUMNYA

Prof.Giana ikut tersedot ke dalam mulut monster mengerikan itu.

"PROFESOR!!" teriak Putri Nadi.

Tanpa basa-basi Putri Nadi langsung berlari dan melompat menyelamatkan Prof.Giana sebelum terlambat.

HAPP...

Putri Nadi berhasil menangkap tangan profesor dan menahannya untuk tersedot ke dalam mulut monster yang mengerikan itu.

ROARRRR...

"Hah?"

"Pegang tanganku dengan kuat, Profesor" kata Putri Nadi.

ZAAAAA....

"AAAA!!! tolong!!"

Para warga berlari berhamburan karena ketakutan tertangkap oleh pasukan zombie perak.

"Lepaskan aku, Putri" kata Prof.Giana pasrah.

"Apa yang kau katakan..bagaimana aku bisa melepaskanmu..aku tidak bisa membiarkan Dunia Kebalikan kehilangan ilmuwan hebat seperti dirimu, Profesor" bantah Putri Nadi.

"Lihatlah.." kata Prof.Giana melihat ke arah para warga yang satu persatu di tangkap oleh para zombie.

Putri Nadi menoleh.

"Aaaa!! tolongg!!!" teriak para warga ketakutan.

ZAAAAAA...

"Mereka lebih membutuhkan dirimu saat ini" kata Prof.Giana.

"Tapi.."

"Apa kau mau Dunia Kebalikan menjadi Dunia zombie?" kata Prof.Giana.

"Korbankanlah aku..selamatkan mereka, para generasi ilmuwan sepertiku.." kata Prof.Giana tersenyum dan mata berkaca-kaca.

"Profesor" mata Putri Nadi berkaca-kaca.

"Tolong!!!" teriak warga.

"Hah?!" Putri Nadi dan Prof.Giana menoleh.

ZAAAA...

Putri Nadi tengah berada dalam delima, oh bukan..maksunya dilema.Di satu sisi dia harus menyelamatkan warga dari pasukan zombie perak, disisi lain ia juga harus menyelamatkan Prof.Giana dari hisapan monster cacing mengerikan itu yang kian makin kuat.

"Mana? mana? mana yang akan aku selamatkan" pikir Putri Nadi dengan memainkan bola mata ke kanan dan ke kiri, seakan memilih.

"Putri, lepaskanlah aku sekarang..dan selamatkan para warga" kata Prof.Giana.

Genggaman Putri Nadia dan Prof.Giana mengendur dan Prof.Giana semakin dekat dengan mulut monster itu.

"TOLONGG!!!" teriak riuh para warga.

"Tolonglah mereka sekarang, Putri!"

Putri Nadi masih dalam kebingungan, mana yang harus ia selamatkan? andai dia bisa menyelamatkan keduanya pasti dia lakukan, namun takdir berbicara lain. Ia harus memilih salah satu antara Prof.Giana dan rakyatnya sendiri

Putri Nadi masih dalam dilemanya yang berat.

"Putri, ingatlah..jika kau menyelamatkan aku, maka rakyatmu..para generasi ilmuwan hebat selanjutnya yang akan kau korbankan" kata Prof.Giana.

"Pertimbangkanlah, Putri" katanya lagi.

"Selain pintar ternyata kau juga berhati besar, profesor" kata Putri Nadi dengan mata berkaca-kaca dan mengeluarkan air mata.

"Hemm..terimakasih atas pujiannya,Putri" Prof.Giana tersenyum tetapi matanya mengeluarkan air mata perpisahan.

Putri Nadi membalas senyuman itu.

Sementara itu, Angin hisapan semakin kuat dan genggaman Putri Nadi dan Prof.Giana juga semakin kendur bahkan genggaman mereka sekarang berada di ujung tanduk.

"Terus jaga mereka" kata Prof.Giana mulai melepas genggamannya.

"Tidak..tidak..jangan..jangan lakukan itu.." kata Putri Nadi semakin mengeluarkan air matanya.

"Tidak ada pilihan lain, Putri" Prof.Giana melepaskan genggamannya yang sudah di ujung tanduk itu.

"Tidakkk!!"

Prof.Giana sempat memberi senyuman sebelum ia tersedot kedalam mulut monster mengerikan itu.

"Profesor!!" Putri Nadi jatuh dalam kesedihannya.

"Hiks..hiks.." tangisnya dalam keadaan terpuruk.

"Tolong!!!" teriak warga.

"Hah?!"

Mendengar jeritan warganya, mau tidak mau Putri Nadi harus bangkit dari kesedihan. Ia pun berdiri penuh keyakinan.

"Benar kata profesor..aku harus menyelamatkan RAKYATKU!" kata Putri Nadi dengan kemarahan membara.

Dia mengangkat busurnya bersiap memanah para zombie menggunakan panah hutannya.

SYUTTT...

Panah Putri Nadi melesat mengarah ke para zombie itu.

ZAAAA....

Panah itu berubah menjadi tanaman merambat yang mengikat erat para Zombie itu.

ZAAA...

"Itu berhasil, sekarang aku harus mengevakuasi para warga untuk pergi dari sini" katanya pada dirinya sendiri.

Putri Nadi berlari dan segera mengevakuasi para warga.

ZAAAA..

"Sini, lewat sini!" kata Putri Nadi mengarahkan.

ZAAA..

Ternyata tanaman merambat yang mengikat erat mereka tidak bertahan lama.

ZAAAAAA....

"Hah?!" kaget Putri Nadi.

ZAAAAA...

"Oh tidak, mereka terlalu kuat" kata Putri Nadi.

"Aku harus segera menghabisi mereka..kalau tidak nyawa rakyatku dalam bahaya" kata Putri Nadi pada dirinya sendiri.

ZAAAA...

"Tapi bagaimana?" bingung Putri Nadi.

ZAAAAAA...

"Tolongg!!!" teriak para warga.

"Aha! aku tahu, mereka adalah zombie perak..jadi mereka terbuat dari logam..dan mungkin kalau aku membuat suhu yang panas..mungkin mereka akan meleleh...ya, itu yang harus aku lakukan," pikir Putri Nadi.

"Tapi...suhu yang panas akan membuat yang lain terluka dan Dunia ini akan melelah bersamaan dengan mereka ..itu akan sangat berbahaya" pikirnya lagi mengingat Dunia Kebalikan hampir sebagian besar sepenuhnya terbuat dari logam.

"Hmm..mungkin kalau mengurung mereka dan melelehkan mereka di situ maka mungkin aku akan bisa menghabisi mereka tanpa melukai dan merusak yang lainnya" kata Putri Nadi.

ZAAAA...

"Baiklah..kita mulai pertempuran ini" kata Putri Nadi dengan tatapan penuh keyakinan membara.

Matanya kembali membiru...ia kembali mengubah pakaian kesatria hutannya dengan pakaian berwarna cokelat polos tak lupa pula dengan topengnya yang berwarna cokelat berlambang tanah.

ZAAAA...

Kali ini panah hutannya berubah menjadi tombak berwarna cokelat gelap dengan ornamen gerigi berbentuk tanah.

SYUTTT...

Ia melempar tombak itu ke arah para pasukan zombie.

ZAAAAA.....JLEBBBB.....

Tombak tanah milik Putri Nadi menancap di antara para pasukan itu, sehingga tombak itu pun berubah menjadi sebuah kubah besar tebal yang mengurung para pasukan zombie itu. Melihat hal ini Putri Nadi merubah pakaiannya lagi menjadi warna kuning keemasan beserta lambang matahari. Matanya berubah menjadi kuning yang menandakan ia menggunakan elemen cahaya, tombak tanahnya berubah menjadi busur dan panah cahaya berwarna keemasan.

SYUTTTT..

Panah cahaya pun di luncurkan menembus kubah tebal yang mengurung para zombie itu.

ZAAAAA...

Tiba-tiba cahaya sangat terang dan menyilaukan datang dari arah kubah dan menyelimuti Dunia Kebalikan.

ZAAAAA....

Putri Nadi menghalangi wajahnya dengan telapak tangan agar cahaya terang itu tidak terlalu menyilaukan matanya.

ZAAAA...

Cahaya itu tiba-tiba berhenti.

BUMMMM...

"Hah?!" kagetnya mendengar suara dentuman.

ZAAAAAA....

Kubah itu pecah dan keluarlah para pasukan zombie itu lagi.

"B..b...b..bagaimana bisa ini tidak berhasil?" kata Putri Nadi tak percaya para zombie itu bisa mengalahkan kekuatannya.

ZAAA...

"Waaa!!! tolonggg!!!" teriak warga lagi

"Oh, tidak..tenang..tenang..kumohon" Putri Nadi mencoba menenangkan para warga yang panik berlari berhamburan.

"Aku harus melakukan sesuatu" pikir Putri Nadi.

ROARRRRRR....

"Aaaa!!!"

"Hah?!" sekarang Putri menoleh ke arah monster cacing itu.

ROARRRR...

Lagi-lagi Putri Nadi mendapat dilema. Di satu sisi ada monster cacing dan di sisi lain ada pasukan zombie yang mengejar para warga.

"Aaaa!! Tolongg!!" jerit para warga.

"Bagaimana ini?" pikir Putri Nadi bingung.

ZAAAAA....ROARRRR...

"Haaah!! aku muak dengan kau, monster!!" teriak Putri Nadi dalam kemarahannya.

Tanpa berpikir jernih Putri Nadi langsung menembakkan panah cahayanya ke arah monster cacing yang mengerikan itu.

SYUTTT...Ngapp..

Monster itu melahap panah Putri Nadi dengan mudahnya. Putri tersenyum tipis. Dia senang, karena memang itu rencananya.

Panah yang dilahap oleh monster itu mengeluarkan cahaya sangat menyilaukan dan berhasil membuat monster cacing itu meleleh. Tetapi, itu tak berlangsung lama. Monster itu kembali membentuk dirinya yang mengerikan itu

"Hah?!" Putri Nadi terkejut kekuatannya tak mempan dihadapan monster itu.

"Apa..apa yang bisa mengalahkan cacing itu?" pikir Putri Nadi.

"Tunggu..cacing?" Putri Nadi mendapat ide bagus.

ROARRR..

"Tolongg!!!"

ROARRR...

KUKURUYUKKK...

"Hmm..bagaimana kau bisa mengalahkan ayam jago ku sekarang" kata Putri Nadi yakin dengan ayam jago tanah buatannya.

ROARRR...

KUKURUYUK...

(Sambil mengepakkan sayapnya)

Ayam itu mulai mematuk-matuki tubuh raksasa itu menggunakan paruhnya.Lalu ayam raksasa buatan Putri Nadi mencengkeram moster itu dengan cakarnya.Monster itu seakan tidak berdaya di hadapan raksasa ayam jago milik Putri Nadi.

KUKURUYUKKK....

Ayam itu mengangkat mangsanya dan mengepakkan sayap tanda senang.

PROKK..PROK..

Suara tepuk tangan bergemuruh dimana-mana.

"Habisi dia" kata Putri Nadi pada raksasa ayamnya itu.

Raksasa Putri Nadi mengerti apa yang diinginkan pembuatnya itu.Raksasa ayam itu pun mencengkram erat cacing itu. Disaat akan melakukan itu, tiba-tiba, dengan cepatnya monster cacing perak itu mencairkan dirinya sendiri dan lari entah kemana. Bersamaan dengan itu para zombie yang memburu warga juga ikut menghilang dan warga yang terkena gigitan para zombie juga sudah kembali normal.

PROKK...PROKK..

"Yey! Sang pelindung menyelamatkan nyawa kita" senang para warga karena nyawanya selamat.

Raksasa ayam itu kembali menjadi pedang elemen milik Putri Nadi. Dan semua bersorak gembira atas kemenangan sang pelindung mereka. Bahkan mereka sampai mengangkat Putri Nadi dan mengaraknya.

"Hip..hip!"

"HOREEEE!!!" sorak gembira mereka.

Putri Nadi tersenyum bahagia.

"Andai kau masih disini, Profesor" pikir Putri Nadi teringat dengan Prof.Giana.

...Flashback End...

Bersambung...

1
Muhammad Fauzi
kebanyakan flashback thor,,, jadi teka-teki sendiri/Hey//Hey//Hey/
Muhammad Fauzi
kepalaku loading dah kalo gini bacanya.
masa baca juga sambil mikir artinya/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Muhammad Fauzi
jangan" rio dan nadia adalah sepasang kekasih di masa lalu
/Smug//Smug//Smug/
Ucy (ig. ucynovel)
wah sdh end, semangat buat karya baru thor 😊
Ucy (ig. ucynovel)
hai otor keren, aku mampir lg setelah sekian.abad 😁
silviaanugrah
follback dong kak 🙏
Pa'tam
menarik
Eva Santi Lubis
boom like
S_P astuti
mereka ternyata dimanfaatkan dikelabuhi gelem akunya...
S_P astuti
pipo... aku bersedia... dengan senang hati .

senior galak hadir lagi , maaf lama tak mampir ..
S_P astuti
ganti baju nya dulu neng...
biar syantik😍
chonurv
Wah, bukunya ternyata pakai jaringan. Haha.
KOwKen
uih udah sebanyak ini, bakalan balik lg ni dr atas
Kayuni"
mampir yok kak di novelku ketentuan Nasib, terimakasih 🙏
Raza Alfz
woah
Esa Aurelia
Maaf namanya wedus bukan medusa 🤣🤣🤣😂
Esa Aurelia
ngeri banget ada ular siluman dah 😌
Esa Aurelia
sekarang bukan keroncongan lagi ya tapi konser dangdut 🤣
Tetesan Tinta
semangat kk💪

kalau ada waktu luang mampir juga dikaryaku😅
sri har yanti
mantappp👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!