Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Efa terjerembab ditanah karena dorongan Rain, teman-teman nya yang melihat itu hanya mampu bergeming. Rain mengelus rambut halus Yasmin, kepala gadis itu menengadah, tatapan nya perlahan berkaca-kaca. Dengan bibir bergetar Yasmin buka suara, "Pak Taka"lirihnya.
Pria itu berlutut dihadapan nya, beralih mengelus pipinya yang kotor oleh tanah dan bekas cakaran. "Ya, saya disini. Maaf baru datang "
Kata-kata yang keluar itu seolah mengundang tangis nya lebih cepat, air yang menggenang dikedua matanya luruh bersama isak. Tangis nya pecah, ia membuka lebar tangannya, menyerahkan diri dengan memeluk erat Rain. Meruntuhkan semua lelah beserta emosi yang campur aduk dalam pelukan itu, seolah telah menemukan tempat pulang.
Rain mengurai pelukan sepihak Yasmin, perhatiannya berllih pada Efa yang mengesot menjauh. "Maaf, gue janji ngga bakal ganggu Yasmin lagi. Sumpah demi apapun, kalau gue langgar lo boleh siksa gue" ucap Efa.
Namun pria itu tidak menanggapi perkataannya, justru mengambil balok kayu yang tergeletak tadi. Gadis itu histeris melihat balok dan wajah dingin Rain bergantian, apalagi pria itu mendekatinya dengan langkah lebar yang memutus jarak cepat, hingga tahu-tahu sudah mencengkeram kuat rambutnya.
"Maaf, gue kan udah bilang maaf. Lo mau apalagi? Keluar dari sekolah- Hoek " belum sempat menyelesaikan ucapannya, mulut gadis itu disumpal dengan tanah.
"Pak Taka" Yasmin terkejut, yang lainnya menjerit.
Sejurus kemudian, wajah Efa didorong ke tanah, ditekan kuat sambil digesek seperti setrika. "Pak Taka hentikan! Ini keterlaluan pak Taka " Yasmin menahan tangan pria itu, panik.
Sedangkan Ketiga kawan Efa yang lainnya sudah menangis, Rain berhenti, lalu berdiri, yang akan tetapi itu tidak cukup menghilangkan kekhawatiran Yasmin tentang balok dalam genggaman pria itu, jadi... ia berusaha meraih nya dengan pelan.
Saat ujung jari nya sudah menyentuh balok, benda berat itu dilepaskan hingga tepat mengenai kepala Efa. Gadis itu menjerit sebelum jatuh tidak sadarkan diri, semua perempuan serempak berteriak kaget memangil namanya.
Yasmin hendak membantu tapi Rain lebih cepat menahan nya, "Pak Taka, kepalanya bisa saja bocor"
"Kalian urus teman kalian ini, sebelum nyawa nya tidak bisa diselamatkan "ujar Rain, menarik paksa Yasmin, membawanya pergi menjauh.
Namun sebelum itu, ia mengambil tas majikannya yang tergeletak ditanah dan disampirkan dibahu lebar nya. "Kalian boleh lapor, nanti saya siap kan teror. Dan... bilang pada teman kalian yang pingsan, jika mau dimaafkan usahakan mulutnya tersumbat, atau jika tidak saya bisa perhitungkan lagi kejadian ini" ancam nya.
Yasmin berjalan dibelakang nya dengan sedikit tertatih sambil sesekali menengok ke belakang, pada Efa yang tengah diangkat sembari ditangisi. Ia berharap Efa kapok yang berarti disisi lain Efa harus selamat, karena ia tidak mau di cap pembunuh.
Menghela napas berat, Yasmin menoleh ke depan, tanpa sengaja tatapan nya bersirobok secara bersamaan dengan Rain yang tengah menelisik keadaannya. "Kenapa?"lontar nya.
Rain tidak bersuara tapi menjawab dengan tindakan nya yang tiba-tiba menggendong Yasmin ala bridal style. Gadis itu memekik kaget, lalu menatap bingung pada Rain, "kasih aba-aba Pak Taka, izin lah permisi gitu. Aku kan kaget"
"Maaf saya lupa, saya bisa turunkan Nona untuk mengulang"
Yasmin menggeleng cepat, sembari melingkarkan kedua tangannya di leher Rain, mengendus aroma pria itu. Membuat pengawal nya menaikan kembali gendongan yang sempat mengendur, lalu melanjutkan langkah keluar dari area belakang sekolah.
"Aku takut Pak Taka, gimana kalau Efa kenapa-napa? Kita bisa masuk penjara"
"Dia akan baik-baik saja Nona, tidak perlu khawatir. Jika pun masuk penjara, anda akan tetap aman"
Yasmin melirik Rain, sedikit terkejut dengan kalimat penenang itu, lebih ketidak percaya bahwa Rain bisa juga bicara seperti itu. Tapi perlu di akui meski kalimat itu terlalu lumrah, nyatanya mampu meredam gejolak gelisah. "Terima kasih pak Taka untuk bantuannya "
"Tidak perlu Nona, itu sesuatu yang wajar karena sudah jadi tugas saya memastikan keamanan Nona, yang lagi-lagi lalai saya lakukan. "Sesal nya.
Bagaimana tidak, selama bertugas selalu totalitas dan tidak pernah gagal mengusahakan permintaan klien, bahkan jika klien nya seperti putri Vick yang membuatnya muak, yang kerap kali ingin di patahkan batang lehernya. Jadi ketika menemukan tugas nya cacat, ada rasa kecewa pada kinerja nya.
"Ngga apa-apa Pak Taka " ucap gadis itu tulus.
Setelah berminggu-minggu pria itu jadi pengawal nya, baru kali itu Yasmin bicara lembut bukan untuk menggoda. Kemudian kedua orang itu sama-sama terdiam, hanya sesekali tatapan lawan jenis itu beradu sambil jalan menuju parkiran.
"Nona luka anda harus diobati, kita ke rumah sakit sekarang" ucap Rain. Ia melihat Yasmin dari balik kaca spion tengah, gadis itu tengah mengobati luka nya sendiri.
"Ngga usah, aku ngga suka rumah sakit"mendengar jawaban itu, Rain lantas menyetujui tanpa protes.
Kendaraan yang dikemudi Rain melaju, membelah jalanan yang cukup padat. Untuk beberapa waktu terjadi keheningan yang nyaman diantara, gadis yang tengah sibuk mengelus luka-luka nya, dan pria dibalik kemudi yang sesekali melihat penumpang.
Sampai satu pertanyaan penasaran terbesit dalam benak nya, "Pak Taka, darimana anda tahu aku dibawa ke belakang?"Ungkap nya.
"Dari teman yang ada tolong malam itu Nona, dia yang beritahu kalau dia melihat mereka membawa Nona"
Yasmin mengagguk, lalu bertanya lagi dengan ekspresi tidak suka, memicing, "Kalau ngga, kamu ngga akan datang mencari ku? Ngga akan tahu aku dalam bahaya, seperti malam itu. Setelah aku pikir-pikir lagi pekerjaan kamu memang ngga beres deh Pak Taka "
"Kebetulan posisinya saat itu, saya memang tengah mencari anda,lalu dikoridor bertemu teman anda. Malam itu juga Nona, saat tahu anda tidak ditempat, saya segera mencari"
Namun rupanya mood Yasmin mendadak berubah dari diam penuh kelembutan, jadi mengomel tidak jelas, dari kata tidak apa-apa jadi menyalahkan, "Makanya kamu itu peka dikit, harus pakai insting dong pak Taka. Biar aku itu ngga dalam bahaya dulu baru kamu muncul, jangan jadi pahlawan yang datang belakangan, karena aku perlunya perisai yang bakal lindungi aku sebelum aku bisa merasakan bahaya" ucapannya panjang hanya berjeda tarikan napas.
Dan Rain hanya mengatakan kata,"iya"berulang kali. Lalu hati Rain bergumam menyesal telah sempat menyesal akan keterlambatan nya menolong majikan, Rain jadi berpikir bahwa semua tugas dari klien tidak boleh gagal, kecuali kasus ini, jadi pengawal putri klien.
Sepertinya Rksabi perlu penambahan biaya sebelum masa tugas berakhir, mungkin dengan begitu baru pekerjaan itu seimbang dengan resiko menghadapi putrinya.
"Pak Taka kamu dengar kan aku bilang?"
"Iya"