menceritakan tentang perasaan aneh seorang pengusaha muda yang dikenal kejam pada lawan bisnisnya terhadap saudara kembarnya sendiri.
perasaan yang tak biasa itu semakin lama semakin membuatnya tidak bisa mengendalikan diri setiap dekat dengan sang adik kembar.
ada unsur adegan ***, yang Tidak nyaman bisa di skip adegan *** nya.
"kak, kita tidak seharusnya seperti ini",
"maafkan aku, tapi jujur aku mencintai mu",
"kak, ini salah, kau tidak boleh mencintaiku, aku adik kembarmu, adik kandungmu",
"aku tahu, tapi...",
sosok tegas, bengis, dengan tatapan dan aura yang begitu tajam itu hanya akan luluh pada sang adik kembar.
apakah cinta Arkana terbalaskan?
ataukan harus kandas ditentang takdir?
yuk ikuti kisah Arkana menaklukkan takdir hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
rakeela sampai di Paris pukul 8 pagi setelah menempuh perjalanan di udara kurang lebih 18 jam, karena nyatanya dia tidak berangkat pukul 7 seperti yang dia katakan pada orang tuanya, tapi dari Jakarta dia berangkat pukul 11 siang.
Dia sengaja pergi pagi agar tidak sampai bertemu dengan Arkana, karena bisa saja kakaknya itu datang kerumahnya.
setelahnya Dia beristirahat di hotel yang sudah di siapkan oleh Grace untuknya, perempuan 28 tahun itu sudah keluar dari rumah sakit, tapi masih diharuskan banyak istirahat, jadi dia masih belum bisa bertemu dengan rakeela.
Ponsel rakeela yang awalnya di mode pesawat kini mulai di aktifkan, dan langsung di berondong banyak pesan dan panggilan dari kakaknya, orang yang paling ingin dia hindari.
Arkana memberondong dengan pertanyaan menanyakan kabar, keadaan, kalau sudah sampai harus memberinya kabar, rakeela menghembuskan nafas kasar, enggan sekali dia berinteraksi dengan kakaknya itu, tapi kalau tidak di balas pasti Arkana akan terus menerornya, jadilah dia membalas dengan singkat saja, kalau dia baik baik saja dan sudah sampai dengan selamat.
rakeela merebahkan tubuhnya di atas ranjang hotel yang empuk itu, menoleh, menatap keluar jendela full kaca yang menampilkan pemandangan yang indah kota paris.
"bagaimana gue harus bersikap setelah ini pada kak Arkan?",
"bagaimana kalau mommy dan Daddy tahu kejadian malam itu?",
"kenapa kak Arkan malam itu terlihat begitu bernafsu?",
"aaaarrrgghhh, pusing gue lama lama, apa gue cari kerjaan disini aja, gak Usah kembali ke Indonesia, biar gak ketemu sama kak Arkana?", erang frustasi rakeela, dia berguling guling ke kanan dan ke kiri diatas kasur empuknya.
"lebih baik gue mandi, berendam air hangat biar nih otak gue mendingan, gak mikir berat berat lagi",
rakeela menuju ke kamar mandi dan benar benar berendam, merilekskan isi otak yang sejak kemarin mengajaknya adu mulut.
untuk hari ini dia masih free dan Grace menyuruhnya untuk istirahat dulu, besok baru mereka akan mulai bekerja, dan sepertinya hari ini rakeela akan rebahan saja, kalau ingin keluar jalan jalan ya dia akan jalan jalan, kalau mager ya tinggal tidur saja.
Sementara Arkana, pemuda itu uring uringan tidak jelas setelah mengetahui kepergian rakeela yang tidak seperti biasa, akan memberi tahu dirinya.
David yang melihat seharian ini Arkana tidak terlalu fokus menatap heran,
"Lo ada masalah?", tanya David,
"gak pa pa, lagi hawatir aja sama rakeela", jawab Arkana,
"Grace pasti akan menjaga rakeela, dia pasti akan memastikan keamanan rakeela selama disana", kata David,
"bukan hanya itu, tapi Leon Alberto selalu mengincar rakeela dimana pun rakeela berada, meskipun Daddy sudah menempatkan beberapa orang untuk menjaga rakeela, tapi disini rakeela tidak tahu kalau dirinya di incar, kalau Leon Alberto menyuruh orang untuk mendekatinya dengan pura pura ingin berteman dengan rakeela gimana?", ucap Arkana frustasi,
"lo bisa telpon Grace, Lo bilang aja yang sebenarnya agar Grace bisa memberinya pengawal dan melarang rakeela untuk bertemu atau berteman dengan siapapun", ucap David memberi ide.
" kita di Surabaya berapa lama?", tanya Arkana,
" tergantung cepat atau lambatnya masalah bisa teratasi Ar, kalau cepat paling 3 hari kita sudah bisa balik, tapi kalau lama bisa seminggu", jelas David,
"merepotkan, kalau ketahuan siapa yang berani macam macam dengan gue, akan gue babat habis semuanya sampai akar", ucap Arkana penuh emosi.
Siang tadi, David mendapat kabar kalau cabang perusahaan yang di surabaya sedang dalam masalah, proyek pembangunan pabrik baru terpaksa dihentikan karena mandor proyek tersebut melarikan diri dan membawa uang perusahaan sebesar 1 milyar,
bukan hanya itu masalahnya, ternyata bahan bahan bangunan yang di pakai untuk pembangunan pun tidak sesuai dengan perintah dan laporan, bahkan banyak yang tidak sesuai takaran dan SOP, tak heran, baru dibangun, sudah ada ada beberapa tiang yang ambruk, beruntung tidak sampai memakan korban.
Jadilah Arkana dan David terbang ke Surabaya siang itu juga, Arkana paling tidak suka kalau ada yang bermain main dengannya, apalagi ini menyangkut perusahaannya, tak peduli siapapun kalau sudah Berani bermain dan berkhianat, Arkana akan membabat habis orang itu.
setelah mendarat arkana langsung menuju pabrik yang pembangunannya berhenti itu tak peduli waktu yang sudah sore, masalah ini harus segera dia selesaikan.
Ora orang yang dipercaya Arkana untuk mengawasi jalannya perusahaan cabang juga sudah disana beserta staff lainnya.
Aura kepemimpinan Arkana yang tegas, dengan tatapan tajamnya, membuat orang orang disana menciut, jelas sekali kalau atasan mereka itu sedang marah.
"sejak kapak ini terjadi?", tanya arkana dengan nada datar,
"sejak 3 hari yang lalu tuan", jawab orang yang menjabat sebagai pemimpin perusahaan anak cabang itu,
"lalu, kenapa baru melapor hari ini?", tanya nya lagi,
"awalnya mandor itu izin sakit tuan, jadi kami tidak menaruh curiga, tapi siangnya ada pekerja yang melapor kalau beberapa tiang roboh, dan karena takut akan tertimpa para pekerja menghentikan pekerjaannya, kami menghubungi mandor itu tapi ternyata dia sudah kabur", jawab orang itu lagi, meskipun sebenarnya di takut, tapi dia berusaha tidak menunjukannya, Arkana tidak suka orang yang penakut dan tidak tegas saat berhadapan dengan dirinya.
" cari mandor baru yang benar benar bisa bertanggung jawab, dan untuk para pekerja lama kasih mereka upah layak, kalua mereka masih berkerja biarkan yang penting semua sesuai standar dan aturan", titah arkana tegas.
" baik tuan segera saya laksanakan", ucap orang itu.
setelah dari tempat proyek, arkana dan David menuju ke hotel tempat mereka akan menginap selama berada di Surabaya.
sementara itu di kediaman Bramasta, Daddy Winston mengundang sahabat lamanya untuk makan malam, yaitu keluarga Banu Cokro.
Banu datang bersama istri dan anak semata wayang mereka hexa yang malam itu berpenampilan begitu cantik dan anggun, karena dia pikir akan ada Arkana juga di acara makan malam itu.
" terima kasih atas jamuan makan malam ini Winston", ucap Banu,
" sama sama, sudah lama kita tidak makan bersama keluarga seperti ini", jawab Dady Winston,
"emmm Tante Cecilia, rakeela dan arkana kemana kok tidak ikut makan malam?", tanya hexa dengan nada lembut dan senyum yang begitu manis,
"kebetulan rakeela ke paris ada urusan pekerjaan bersama kakak seniornya, sementara Arkana tadi siang dia berangkat ke surabaya, ada Masalah sama proyek di sana", jawab mommy Cecilia ramah.
keluarga Bramasta sudah tahu kalau anak dari sahabatnya itu sejak dulu menaruh perasaan suka terhadap anak mereka arkana, tapi entah kenapa Arkana bahkan Tidak pernah mau membuka hati untuk hexa.
padahal hexa adalah perempuan yang cantik, pintar, anggun, lembut dan penyayang, tapi Entah apa yang membuat hati Arkana tak terketuk sedikitpun.
"anak anak mbak Cecilia Memang hebat, mereka sukses Dengan usaha dan kemampuan masing masing", puji lia, mamanya hexa,
" kamu bisa saja, hexa juga hebat, dia pintar dan bahkan sudah siap menjadi penerus papanya", ucap mommy Cecilia.
"Banu, setelah makan malam ini, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mu", kata Daddy Winston,
"baiklah", jawab Banu.