Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Terlarang (part 2)
Menerima surat dari Arjuna membuat Fiana jadi bersemangat untuk menjalani kehidupannya.
Rani yang selalu menjadi perantara untuk membawakan surat Arjuna dan mengantarkan surat balasan dari Fiana.
"Fiana ini gaun yang akan kamu gunakan malam ini." kata Wulan saat memasuki kamar Fiana.
"Gaun untuk apa? Aku tidak mau ke pesta." Fiana menolak.
"Malam ini keluarga kerajaan akan datang untuk melaksanakan lamaran."
"Apa? Aku tidak menyukai pangeran Jeremi."
"Fiana, jangan membuat papa dan kakakmu kesal. Pernikahan mu dengan pangeran akan membuat derajat keluarga kita menjadi lebih baik."
"Mama, bukan zamannya lagi untuk dijodohkan."
"Kamu harus menerimanya. Jangan membuat orang tuamu menjadi bodoh di depan keluarga kerajaan. Karena jika kamu menolaknya, kamu akan dibuang dari keluarga Adams."
Fiana menatap mamanya sambil menahan emosi. Mamanya segera meninggalkan kamar. Gadis itu langsung melampiaskan kemarahannya dengan melemparkan semua yang ada di atas tempat tidurnya. Tak lama kemudian Rani masuk. Ia memungut semua yang Fiana lemparkan lalu mengajak adik iparnya itu duduk.
"Jangan emosi. Jika emosi, kita akan mudah melakukan sesuatu yang buruk. Kamu tenang, ikuti saja permainan. Kan kalian belum bertunangan. Setelah bertunangan pun butuh waktu 6 bulan untuk menikah. Sebelum pernikahan terjadi, Arjuna sudah dibebaskan."
"Bagaimana aku bisa menerima semua ini, kak? Aku sama sekali tak menyukai pangeran."
"Kamu harus belajar menerima sesuatu yang tidak diinginkan agar bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan."
Fiana memeluk Rani sambil menangis. Ia bersyukur karena Rani selalu ada untuknya.
Malamnya......
"Jadi bagaimana? Apakah lamaran keluarga kami diterima?" tanya raja.
"Tentu saja kami menerimanya. Ini suatu kehormatan bagi keluarga kami." kata Johny dengan wajah yang berseri-seri. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya bersanding dengan anak raja?
Jeremi tersenyum senang sambil melirik ke arah Fiana yang duduk di sampingnya.
"Tapi aku ingin menyelesaikan studi S2 ku. Apakah boleh?" tanya Fiana membuat mamanya langsung melotot ke arahnya.
"Nanti proses perkuliahannya dipindahkan saja di sini. Biar nanti sekretaris kerajaan yang mengurusnya sehingga Fiana tak perlu balik lagi ke Amerika." kata menteri pendidikan yang ikut datang melamar. Menteri pendidikan ini adalah adik dari permaisuri.
"Iya. Rencananya 2 minggu lagi, raja akan berhari ulang tahun. Di ulang tahun raja, pangeran dan nona Fiana akan bertunangan." lanjut menteri pendidikan itu yang memang menjadi juru bicara kerajaan saat ini.
"Wah, itu rencana yang sangat luar biasa." kata Wulan.
Semua yang ada di ruangan itu tersenyum bahagia. Hanya Fiana saja yang nampak muram.
Saat mereka sudah selesai makan malam, Jeremi mengajak Fiana untuk bicara berdua.
"Fiana, aku tahu kalau hatimu belum untukku. Namun aku akan sabar untuk menunggu. Akan ku buktikan bahwa aku sungguh-sungguh ingin menjadikan mu sebagai wanita terbaik dalam hidupku." Jeremi meraih kedua tangan Fiana dan menggenggamnya erat. Fiana ingin menarik tangannya namun Jeremi menahannya.
"Lihat aku, Fi. Aku tak ingin kamu merasa terpaksa menerima aku."
"Pangeran, apakah tidak terlalu cepat kita akan bertunangan?"
Jeremi tersenyum. "Tak ada yang harus ditunda untuk hal yang baik. Aku janji tak akan menghalangi mu untuk terus sekolah. Tak perlu ke luar negeri. Sekolah kita di negara ini juga sangat bagus."
Fiana akan menarik tangannya namun Jeremi menahan tangannya sambil terus memperhatikan cincin yang melingkar di jari manis Fiana. "Cincin apa ini?"
"Ini cincin yang diberikan oleh kekasihku. Aku ini sudah punya pacar namun kalian semua tak pernah percaya."
Wajah Jeremi nampak cemburu apalagi saat Fiana menarik tangannya. Hati Jeremi tahu kalau itu bukan cincin biasa.
"Nanti besok kita ketemu untuk memilih cincin pertunangan kita. Jam 10 aku akan menjemputmu." kata Jeremi lalu segera meninggalkan Fiana dan kembali ke ruangan tempat keluarga mereka berkumpul.
************
Aku hendak bertunangan dengan pangeran. Namun percayalah, hatiku tetap untukmu, sayang. Aku hanya berharap kita segera bertemu dan pergi dari kerajaan ini. Aku tak bisa menolak karena aku tak ingin menyusahkan mu di sana.
Sepanggal surat dari Fiana membuat hati Arjuna menjadi gelisah.
"Jangan takut, aku percaya kalau Fiana tak akan pernah mengkhianati pernikahan kalian. Soalnya jika dia menolak, mereka akan mencari alasannya. Bahkan kehidupannya di Amerika sudah diselidiki untuk mengetahui kalau Fiana memang gadis yang cocok untuk pangeran." kata Delon.
Arjuna menarik napas panjang beberapa kali. "Aku bisa gila jika harus di sini terus."
"Sabar. Kamu sudah menjalaninya selama 1 bulan. Kamu pasti akan bisa menyelesaikannya."
"Delon, apakah tak bisa aku pinjam telepon mu sebentar saja?" tanya Arjuna dengan wajah penuh permohonan.
"Maaf, Juna. Aku tak mau membahayakan diriku sendiri. Jika sampai ketahuan, maka aku tak bisa lagi datang mengunjungimu di sini." Delon menepuk bahu Arjuna sebelum akhirnya ia pergi dengan helikopter.
Arjuna pun segera masuk ke kamar. Ia memandang foto Fiana lalu mendekapnya erat di dadanya. "Sayang, aku sangat merindukanmu."
**************
Fiana terpaksa memindahkan cincin pernikahannya dengan Arjuna ke jari manis sebelah kanan. Hari ini ia dan Pangeran Jeremi resmi bertunangan.
Ada tawa kebahagiaan dari semua orang di dalam istana. Walaupun ada juga beberapa gadis yang terlihat sangat kecewa karena pangeran kesayangan mereka akhirnya menemukan gadis yang dia sukai.
Berita pertunangan itu menjadi trending topik yang dibicarakan di mana-mana. Kini, sambil menunggu hari pernikahan yang masih 6 bulan lagi, Fiana akan belajar bagaimana tata Krama yang ada dalam istana.
Ia juga kini aktif berkuliah kembali. Namun yang membuat Fiana kesal adalah, kemana pun ia pergi, selalu ada bodyguard yang akan mengikutinya. Untungnya di kampus, Fiana masih bisa bertemu dengan Tita dan Jelita.
"Aku pusing menghadapi semua ini. Kakakku menjadi over protective, pangeran hampir setiap hari mengajak aku keluar rumah." keluh Fiana di depan Jelita dan Tita.
"Sabar, Fi." hibur Tita.
"Aku sangat merindukan Arjuna. Setiap malam aku menangis sambil menatap fotonya. Setiap minggu aku selalu menanti surat balasan darinya dengan tak sabar."
"Setidaknya kalian masih bisa saling berhubungan walaupun hanya melalui surat." ujar Jelita.
"Tempat itu diawasi CCTV di semua sudutnya. Arjuna tak pernah merasa bebas di sana. Dia kadang harus membaca surat dariku di dalam kamar mandi. Karena penjaganya suka masuk kamar secara tiba-tiba." Fiana menatap Jelita yang sejak tadi diam. "Ada apa, Lit?"
"Aku mendengar kabar kalau keluarga Arjuna sudah melamar Deissy." kata Jelita dengan wajah sedih.
"Bagaimana bisa mereka melamar Deissy sedangkan Arjuna masih di tempat pengasingan?" tanya Fiana kesal.
"Mama Arjuna pernah mendatangi aku dan bertanya tentang hubungan mu dengan Arjuna. Kamu tahu kan bibiku menikah dengan pamannya Arjuna. Aku bilang ke Tante Maura bahwa aku tak tahu apa-apa. Namun beliau nampaknya tak percaya makanya mereka berusaha menjodohkan Deissy dengan Arjuna. Apalagi raja sangat menyayangi Deissy dan menganggap kalau Deissy seperti putrinya sendiri." kata Jelita lagi.
"Kok aku merasa seperti ada persekongkolan di sini ya?" ujar Tita. Jiwa detektif nya langsung keluar. Maklumlah, sebentar lagi Tita akan menyelesaikan studinya di bidang hukum.
"Maksudnya?" tanya Fiana.
"Mengapa pangeran tiba-tiba saja melamarmu dan keluarga Arjuna langsung melamar Deissy? Apa kamu lupa kalau Pangeran Jeremi dan Deissy adalah sahabat baik?" tanya Jelita.
"Itu artinya, mereka sudah mengetahui hubungan kalian dan berusaha untuk memisahkan kalian." kata Tita.
Fiana semakin terkejut.
"Aku pikir kamu harus segera mencari cara untuk pergi dari sini, Fi. Agar begitu Arjuna keluar, kalian bisa bersama di tempat lain." kata Tita.
Fiana nampak kesal. "Sungguh jahat mereka."
"Jangan tunjukan kekesalan mu di depan mereka. Mari kita ikuti permainan mereka. Dan aku punya rencana untuk kalian." kata Jelita dengan wajah yang terlihat sangat serius.
"Apa rencanamu?" tanya Fiana.
Jelita menatap sahabatnya itu. "Seperti kisah romeo dan Juliet. Kamu harus pura-pura mati."
"Apa?"