"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
“Aku mau pergi, mau ikut nggak?” Ucap Flo yang membuka pintu kamar Ares, Dimana pria itu Tengah duduk di meja kerjanya.
“Mau kemana kamu sore-sore begini?” tanya Ares sambil berdiri dari duduknya, dia menatap Flo yang rapi dengan menenteng tas kecil di tangannya.
“Ke Mall beli baju buat kenikahan kakak ipar besok, ngomong-ngomong kakak iparku Dimana sih nggak kelihatan terus” ucap Flo.
“Kakaki par, kakak ipar. Siapa yang kakak iparmu,? “
“terserah aku, kan aku sebentar lagi jadi istrimu” ucap Flo sambil merayu Ares, tangannya menelusuri dada bidang Ares. Ares langsung menahan tangan Flo.
“Jangan mimpi, ya sudah sana pergi” ucap Ares sedikit mengempaskan tangan Flo, lalu ia akan berjalan pergi tapi ucapan Flo menghentikannya.
“emm, kau mau mengantarku?” ucap Flo penuh harap,
Ares berbalik melihat kearah Flo yang menatapnya
“Nggak, bisa pergi sendiri kan? Sana pergi” Ares menolak keras, dan dia kembali berjalan menuju meja kerjanya.
“Oke, aku bisa pergi dengan Hans. Selagi di di kota ini” ucap Flo lalu ia berbalik akan keluar dari kamar Ares.
“Hans? Dokter itu?” Ares segera berbalik menatap Flo.
‘Yups, tepat”
“Saya antar, bilang dia kalau tidak jadi pergi dengannya” tukas Ares, kembali berjalan kearah Flo. Dia melewati Perempuan itu keluar lebih dulu.
Flo tersenyum senang, rencananya berhasil
“bodoh, siapa juga yang mau keluar dengan Hans. Kau cemburu tuan?” Flo tersenyum miring melihat punggung Ares yang mulai menjauh.
“Tunggu aku, gandeng kenapa” centil Flo, menyusul Ares. Dia mengaitkan tangannya ke lengan Ares tapi Ares melepaskannya terus-terusan.
“Jalan sendiri, nggak usah pegang-pegang saya” ucap Ares melihat kesampingnya.
“Aku pengen di gandeng, kenapa? Cemburu ya..hahaha suka denganku” ucap Flo menertawakan Ares.
Ares langsung berhenti, dia menatap datar Flo yang meledeknya.
“Cemburu? Cinta saja kagak, bagaimana saya bisa cemburu”
“Yakin nggak cinta, tapi kok disini bilang cinta” ucap Flo memegang dada Ares, sontak jantung Ares langsung berdegub kencang dan Flo meresakan itu.
Ares kaget dengan respon tubuhnya, dia langsung menyingkirkan tangan Flo dari dadanya.
“Ya sudah ayok” Flo tersenyum lalu berjalan lebih dulu menuruni tangga, Ares sendiri merutuki tubuhnya yang bisa-bisanya memberikan respon pada Flo.
“Apa yang dipikirkan Perempuan itu sekarang” gumamnya lalu menyusul Flo.
………….
“Aku pakai baju ini bagus nggak?” tanya Flo sambil menaruh baju di depannya menunjukkan pada Ares yang terlihat bosan karena sedari tadi Flo hanya berjalan ke sana kemari tanpa ada baju yang di pilih.
“Ganti, nggak cocok” tukas Ares menatap tak senang kearah baju itu.
“Kenapa sih, ini bagus” protes Flo merasa tak terima.
“Kamu lupa peraturan dari saya, jangan pakai baju yang seksi”
“helow, itu peraturan Dimana? Itu peraturan di rumah. Dan disini bukan rumah ku mengerti”
“Ya tapi saya nggak suka kamu pakai baju begitu” tegas Ares.
“Nggak suka,..” lirih Flo mendekatkan dirinya pada Ares.
“Nggak suka kenapa? Takut kalau aku di lihat orang lain? Posesif banget sih ajudanku satu ini” goda Flo sambil memegang dagu Ares. Ares langsung menepisnya dan sedikit mendorong Flo agar menjauh darinya.
“Kau tidak takut dilihat orang lain? Nggak takut jadi skandal dan kau habis di tangan papamu” tukas Ares megalihkan pembicaraan.
“Pokoknya saya tidak suka kau memakai baju itu, cari yang lain” tegasnya tanpa menatap kearah Flo.
“oke, kalau calon suamiku melarangku memakai baju begini” Flo malah semakin menggoda, dia lalu melangkah pergi memilih baju lain.
Ares hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi tingkah Perempuan binal itu.
Setelah selesai berbelanja di took itu mereka langsung keluar dari situ, Saat mereka akan keluar tanpa sengaja mereka berpapasan dengan tiga orang yang akan masuk ke took tersebut.
Ares dan Flo sama terpakunya, mereka diam di tempatnya saat melihat ketiga orang yang akan masuk tersebut.
Perlahan Flo mengaitkan tangannya ke lengan Ares, Ares terkejut dia melihat tangan Flo yang sudah melingkar di lengannya lalu ia melihat Perempuan yang melihat kearahnya juga.
“Ma, ka kayo katanya kalian mau milihin baju buat aku”seorang Perempuan remaja membuyarkan lamunan mama dan kakaknya yang terpaku melihat kearah Flo dan Ares.
“Hai, tante. Flora kabarmu baik” sapa Flo sinis seolah tak terjadi apapun. Ia menyapa mamanya itu, sedangkan mamanya terlihat panik sambil memperhatikan kedua putrinya yang lain.
“ba..baik, “ jawab Flora gugup.
“Iya sih kelihat anda baik-baik saja dengan dua putri anda meskipun ada hati lain yang tersakiti. Tapi, apa kau perduli” sinis Flo. “oh iya kenalin, ini pacarku kerenkan..” ucap Flo sambil sesekali melihat kearah Farah.
Farah sendiri terlihat terkejut, dia menatap Ares yang hanya diam menatapnya.
“Ayo sayang kita pergi” ucap Flo, mengajak Ares pergi dari situ.
“Mama, kakak, ayo” remaja itu kembali mengajak mama dan kakaknya masuk. Flora dan Farah yang masih terpaku dengan mereka lihat masih tetap melihat kearah duo orang yang pergi dari hadapan mereka.
………..
Saat sudah mulai jauh Flo melepaskan tangan Ares, tangannya mengepal dengan tatapan datar. Lalu dia melihat kearah Ares.
“Kau dia diam saja, kenapa tidak menyapa manta kekasihmu itu” ucap Flo dengan dingin.
Mata Ares melebar, dia terkejut karena Flo mengetahui kalau Farah mantan kekasihnya.
“dar..darimana kau tahu dia mantan pacarku?” tanya Ares.
“Aku bukan orang bodoh yang tidak tahu,” ketus Flo lalu berjalan pergi.
“Kau kenal dengan mamanya?” tanya Ares mengejar Flo yang sudah berjalan lebih dulu. Flo menghentikan langkahnya dan langsung berbalik menatap Ares.
“Kau ingin tahu rahasia besar dariku?” ucapnya
“Rahasia besar?”
“Hemm”
“Flora mama dari kekasih tercintamu itu, adalah mama kandungku asal kau tahu. Dia Perempuan yang tidak menganggapku anak, bayangkan ibu macam apa itu”
Ares semakin di buat terkejut dengan Fakta tersebut, ia tak menyangka kalau ibu kandung dari Flo adalah mama dari mantan kekasihnya.
Setelah mengatakan itu Flo langsung pergi, dia merasa muak. Inilah yang ia benci setiap bertemu dengan Perempuan tak jelas itu. Flora seolah tak memiliki anak lain, padahal ia juga anaknya, ia iri dengan semua yang di dapatkan anak-anak Flora saat ini.
Ares langsung mengejar Flo, dia menahan tangan Perempuan itu.
“Kau..kau serius? Dia mama kandungmu?”
“apalagi yang harus aku katakan. Dia memang mama kandungku, cari saja di artkel istri pertama Victor siapa. Pasti dia yang muncul dan kau sudah tahu asal-usulku sebelumnya kan, karena kau menguping”
“Berarti, berarti kau dan Farah kakak a..”
“Kata siapa aku kakak adik dengannya, dia bukan adikku” ucap Flo memotong ucapan Ares, lalu ia melepaskan tangan Ares dan langsung pergi .Ares masih terpaku di tempatnya, ia tak pernah menyangka kalau Flo dan Farah adalah kakak adik.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔