NovelToon NovelToon
TEROR PARAKANG

TEROR PARAKANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Iblis / Kutukan / Roh Supernatural / Tumbal
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah ini berasal dari tanah Bugis-Sulawesi yang mengisahkan tentang ilmu hitam Parakang.

Dimana para wanita hamil dan juga anak-anak banyak meninggal dengan cara yang mengenaskan. Setiap korbannya akan kehilangan organ tubuh, dan warga mulai resah dengan adanya teror tersebut.

Siapakah pelakunya?

Ikuti Kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datuk (Sanro Tungke)

Malam yang gelap, dan diiringi rintikan hujan yang membuat suasana semakin tak nyaman.

Dua orang dewasa sedang menapaki anak tangga, dan berdiri didepan pintu sebuah rumah.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan dipintu rumah saoraja, sebuah rumah tradisional yang dikhususkan untuk bangsawan, dan jika untuk masyarakat biasa disebut rumah Bola.

Seperti biasa, rumah itu terbuat dari kayu dengan tungkai yang cukup tinggi, dan biasa disebut rumah panggung.

Kayunya berasal dari layu pilihan dan terbaik, serta diolesi dengan minyak solar, sehingga memberikan kesan warna hitam.

Seorang wanita yang terlihat kesakitan sedang menggendong anaknya yang terus saja merengek sejak kejadian yang menimpa mereka.

Dibagian tubuh sang ibu, terdapat luka robek dan lecet dibagian lutut dan sikunya.

Rasa perih tak ia hiraukan, bahkan kakinya yang terpincang juga tak lepas dari rasa abainya, ia lebih terfokus pada sang bayi.

Pria muda yang tak lain adalah Bombang, berusaha mengetuk kembali pintu rumah milik seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun.

Ia merupakan orang yang sangat disegani dan juga dihormati.

Pemilik rumah adalah orang yang dianggap sakti dan memiliki ilmu kebathinan yang cukup mumpuni, dan karena hal itu pula, warga mengangkatnya dan menyematkan gelar Sanro Tungke’ Ri Katute (Cendekiawan di Katute).

Terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah, dan pintu terbuka sebagian.

Tampak berdiri diambang pintu seorang pria yang menggunakan ikat kepala khas Bugis yang disebut passapu atau Patonro yang terbuat dari kain keras berwarna putih dengan bentuk menyerupai gelambir ayam jago.

Passapu yang dikenakannya sengaja berwarna putih khusus bagi para Sanro (Datuk/dukun).

"Masuklah." ajaknya, ia menggeser posisinya, memberi ruang pada tamunya yang datang dengan kondisi terluka.

Setelah keduanya masuk dengan langkah yang terpincang, sanro tersebut menutup pintu. Ia merasakan aura negatif baru saja mengintai ketiganya, dan ia mengikuti langkah tamunya.

"Duduklah, disana." tunjuknya pada sebuah ruangan yang dikhususkan untuk para tamu yang datang padanya, dan meminta pertolongan atas pengetahuan hal ghaib yang dimilikinya.

Tamu yang tak lain adalah Bombang dan juga Andi Anni menganggukkan kepala, lalu berjalan menuju ruang yang dimaksud.

Mereka duduk diatas sebuah tikar, dengan wajah meringis kesakitan, sedangkan Kassi masih terus merengek, sebab merasakan sebuah teror yang sangat begitu intens.

"Apa yang membuat kalian datang kemari?" tanya pria yang mengenakan pasappu putih tersebut.

Ia duduk diatas tikar yang sama. Wajahnya menghadap pada sebatang lilin yang berdiri tegak. Pria itu menghidupkan pemantik api, lalu memasang lilin dan mengambil sebuah mangkuk berbentuk bundar, yang mana sudah beri air dan beberapa minyak kelapa.

"Maaf, Sanro Tungke, kami datang untuk meminta bantuan. Karena sedang dalam masalah. Anak saya sudah disebut namanya oleh pemilik Parakang," Andi Anni angkat bicara. Ia tak perduli dengan luka parah dibagian tubuhnya akibat kecelakaan yang mereka alami.

Pria yang dipanggil Sanro Tungke itu melirik kearah Kassi yang masih tertidur. "Berikan ia padaku." pria itu mengulurkan tangannya. Lalu disambut oleh Andi Anni yang memberikan bayinya pada sang dukun.

Pria itu menatap wajah Kassi yang tampak tertidur. "Siapa namanya?" tanya Sanro Tungke pada keduanya.

"Kassi binti Bombang," sahut Andi Anni dengan cepat.

Sanro Tungke menutup matanya, lalu merapalkan sebuah mantra, dan dikejutkan oleh sesuatu yang sangat mengerikan.

Sesaat ia membuka matanya. Tampak dadanya begitu sesak, dan ia menghirup udara dengan berat lalu mengjelanya dengan perlahan.

"Sosok itu bukan saja mengincarnya." Sanro Tungke menatap pada bayi, pandangannya terlalu dalam. "Tetapi ia juga menginginkan semuanya, dan salah satunya sudah berhasil ia ambil," ucap pria yang terlihat tenang, tetapi hatinya bergolak.

Seketika wajah Andi Anni memucat, dan tampak begitu sangat bingung dan penuh kecemasan. "M-maksudnya apa?" tanya Andi Anni dengan bibir gemetar.

Sanro Tungke tak menjawab. Ia kembali menatap pada sang bayi. Ia melihat aura kegelapan sedang berusaha mengejarnya.

Sikap diam Sanro Tungke membuat Andi Anni semakin was-was. Ia menatap pria tersebut yang saat ini sedang membaringkan tubuh Kassi diatas tikar.

Perlahan pria itu mengambil beberapa bahan, berupa minyak kelapa, dan dedaunan serta rimpang kunyit bangle serta jeriango.

Tangannya terlihat cekatan untuk meracik ramuan tersebut. Kemudian merapalkan mantra untuk membuat obat yang diyakini dapat menghancurkan pengaruh buruk atau aura kegelapan yang saat ini sedang mengincar sang bayi, serta kedua orangtuanya.

Perlahan tangannya membalurkan ramuan tersebut ke tubuh sang bayi sembari terus merapalkan mantra."Bismillahirrahmanirrahim, Iko setang palele lasa. iko paluppungi parew bessie, iyya pulungngi parewe. kamemengengmu barakka." (Engkau setan (yang) menyebarkan penyakit, pergilah dan sembuh lah segala penyakit atas keberkahan-Mu [Allah]).

Perlahan bayi mungil itu mulai meredakan rengekannya, dan ia menatap pada Sanro Tungke, seolah ingin mengucapkan rasa terimakasihnya.

Tak hanya itu, Sanro Tungke mengambil kain hitam, lalu membungkus beberapa ramuan dan kembali memantrainya, dan ia menjahitnya, kemudian diikatkan pada benang tiga warna merah, hitam, dan putih, lalu ia ikatkan menjadi kalung untuk sang bayi.

"Ia sudah aman. Jangan lupa terus berdoa dan meminta perlindungan pada Rabb yang menjadi Penguasa Alam, dan balurkan ramuan ini ke tubuh kalian." Sanro Tungke memberikan sisa ramuan tersebut kepada Andi Anni dan juga Bombang.

Pria itu menatap Bombamg, dan ia melihat jika ada pengaruh mantra yang dirapalkan oleh Daeng Cening.

Hanya saja, Bombang masih menggunakan akalnya, dan berusaha melawan pengaruhnya, sehingga ia dapat melewatinya.

Andi Anni mengambil mangkuk yang disodorkan oleh Sanro Tungke, lalu menatap.pada suaminya.

"Sanro Tungke, siapa korban yang Sanro maksudkan?" tanya Andi Anni dengan nada hati-hati. Ia begitu sangat cemas dan penasaran.

Bud bud bud bud

Terdengar suara nyanyian burung bud bud yang tiba-tiba saja berada disamping rumah.

Sanro Tungke menatap Andi Anni dengan tatapan yang setenang mungkin.

"Pakai saja dulu ramuannya, nanti saya akan beritahu," titah Sanro Tungke, dan hal itu semakin membuat hati Andi Anni tak tenang.

Meskipun begitu, ia mencoba untuk tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh Sanro Tungke.

Jenis-jenis Sanro (Dukun/Datuk) Terdapat beberapa jenis Sanro yang dibedakan berdasarkan keahlian dan spesialisasi mereka:

~Sanro Pakdettek Lolo: Sanro yang membantu proses persalinan. Mereka memiliki pengetahuan tentang teknik pijatan dan ramuan khusus untuk memudahkan kelahiran.

~Sanro Pakbura-bura: Sanro yang mengobati berbagai jenis penyakit umum, seperti demam, sakit perut, atau penyakit kulit.

~Sanro Pajjappi: Sanro yang menggunakan mantra atau doa-doa dalam pengobatannya. Mereka percaya bahwa penyakit juga dapat disebabkan oleh gangguan makhluk halus atau kekuatan gaib.

~Sanro topolo yaitu sanro yang dapat mengobati patah tulang.

~Sanro pattirotiro adalah sanro yang ahli dalam hal meramal tentang nasib dan penyakit

1
Yeni Nofiyanti
cerita nya luar biasa. bukan karangan semata tp berhubungan dengan kejadian sesungguhnya.. terus berkarya author yg hebat
neni nuraeni
lnjuuut atuh thorr seruu ini
FiaNasa
semoga itu penolongmu phuang yg dikirim Tuhan untukmu
V3
semoga seseorang yg datang itu adalah Sanro Tungke 🤗
V3
mati sdh si walang sangit ,kini puang sdh bebas beroperasi tnpa ada yg mengendalikan nya
V3
pembalasan puang lebih kejam yaa daeng 🤣
kini mlh Daeng yg di seret dan di hakimi warga , bahkan mau di bakar jg ,, seperti yg pernah terjadi PD Daeng Cening 🤣
V3
akhirnya si Andre di buru jg oleh si parakang puang ,,, dg hati nya yg teramat sakit akibat pengkhianatan nya mereka 😤
smg si walang sangit jg bisa mati di tangan puang lewat bantuan Sanro Tungke 🤗
V3
puang dengar kan apa yg di katakan oleh mereka ,,,, bahwa mereka itu mmg hanya ingin memanfaatkan mu saja ,, kamu yg mjd iblis dan kamu jg yg membunuh tp kamu TDK bisa menikmati jerih payahnya mu sndri ,,, mlh hanya membuat mereka semakin kaya 😏😏😤😤😤
V3
laaah baru nyadar mmg kau Puang kalau si walang sangit mmg hanya memanfaatkan mu saja untuk membuat nya kaya raya 🤣
psti Romy menemukan sidik jari nya puang jg 🤣
V3: hp aku baru sehat kak ,, skrg dh gak nebeng lg di hp anak-anak.
kan aku sdh lama muncul di parakang , kak.
walaupun kemarin-kemarin nebeng hp anak aku ttp baca novel kok , kak
total 2 replies
Reni
puang datangi santri tungke biar dibantu lepas
Desyi Alawiyah
Semoga ada yang menolongmu Puang, semoga Allah memberikan kesempatan kamu untuk bertobat...

Siapa itu yang datang menemui Puang... 😒
neni nuraeni
lnjuttt
kinoy
tobat puang tobat ..biarin ditangkap polisi jg asal jgn JD iblis aj kau
Nurr Tika
seru lanjut thor
Desyi Alawiyah
Kira-kira Puang setelah ini gimana yah? Dia bertobat atau melanjutkan jalan sesatnya 😩
kinoy
end jg si Welang..g tau nih gmn si puang ending y
Reni
habis sudah pembuat masalah tinggal puang
Reni
kapokkkkk nggak kau walang sangit akhirnya kejayaan runtuh juga dasar
tehNci
Inikah akhir kisah Daeng Welang? Kalo Daeng Welang mati, gimana nasib si puang? Siapa yg bisa membebaskannya dari pengaruh ilmu parakang? Oh iya, Daeng yg dulu menghancurkan parakang Cening ya .. Puang jangan dulu mati yaa, hrs ada yg bersihin nama Daeng Cening, wlpn Ceng tetep pernah salah
FiaNasa
sebenarnya tidak bisa juga menyalahkan warga,Karna perbuatan daeng Welang ini sudah keterlaluan Lo,menghancurkan hidup dua gadis.belum lagi perbuatannya pada phuang..tp juga tidak dibenarkan main hakim sendiri sih,,antara logika & emosi ini mah😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!