"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia tidak bersalah!
Mendengar suara tembakan beruntun di luar sana membuat Nick seketika panik. Sedangkan, Ele tersenyum miring saat melihat Nick panik dan ketakutan.
"Nero sudah datang," ucap Ele terkekeh puas melihat Nick semakin pias.
"Diam!" bentak Nick, marah bercampur panik. Ia segera beranjak berdiri, menodongkan pisau yang ia pegang tepat di depan wajah Ele. "Tutup mulutmu!" bentaknya lagi tapi kali ini suaranya sedikit bergetar karena ketakutan.
Di luar sana. Nero dan anak buahnya berhasil melibas semua anak buah Nick. Tak ada yang tersisa, semuanya tewas.
"Kalian tunggu di sini," perintah Nero pada anak buahnya.
"Anda yakin?"
"Iya!" Nero menjawab dengan penuh keyakinan. "Tidak ada waktu lagi. Aku harus segera menyelamatkan Ele."
"Hati-Hati, Tuan. Kami akan berjaga di sini, jika Anda membutuhkan bantuan segera berikan kode pada kami!" sahut salah satu anak buahnya lalu diangguki Nero.
Nero berjalan pelan, mengendap, saat memasuki gedung tua itu. Gerakannya penuh perhitungan, terlatih dan sangat waspada menatap sekitarnya.
"Arghhh!" jerit Ele kesakitan saat wajahnya di sayat oleh Nick. Sayatan itu cukup dalam, membuat darah mengucur deras dari pipinya yang terbuka karena luka sayatan tersebut. "Wajahku!" teriak Ele meronta kesakitan, berusaha melepaskan diri tapi tangan dan kakinya di ikat di kursi tersebut.
Air mata Ele mengalir deras membasahi pipinya yang di penuhi darah. "Sakit!!!"
Nick tertawa puas melihat Ele kesakitan. "Nero tidak akan berhasil masuk ke dalam gudang ini karena anak buahku sangat banyak!" Nick penuh percaya diri tanpa tahu kalau anak buahnya sudah tewas semua.
"Kau akan mati di tangan Nero, camkan itu!" teriak Ele di sela rasa sakitnya.
Nero tersentak kaget saat mendengar suara teriakan Ele. Dia bergegas masuk lebih dalam ke gudang tua yang sangat luas itu. Tapi langkahnya tetap waspada. Ia mencari keberadaan Ele dari ruangan satu ke ruangan lain. "Sial!" umpatnya karena tak kunjung menemukan keberadaan kekasihnya.
Nafas Nick memburu, ia memantau dari lantai atas saat melihat Nero mencari keberadaan Ele. Ketakutan menjalar di sekujur tubuhnya, akan tetapi ia tidak boleh berhenti apalagi menyerah, ia harus balas dendam pada pria itu. Jika Ele kelemahan Nero, maka ia akan melakukan hal yang sama agar Nero hancur berkeping-keping.
Ele pingsan karena tak kuasa nahan rasa sakit di kedua pipinya yang di sayat dalam. Aroma anyir menyeruak di dalam ruangan lembab dan pengap itu. Tubuh Ele menyandar lemah di kursi tersebut, rambutnya yang biasa tertata rapi kini terlihat berantakan dan basah karena darahnya. Pakaian mahalnya pun sudah tercemar noda darah.
Nero mendongak ke atas, tak sengaja melihat bayangan seseorang di sana. Ia tersenyum devil. Lalu segera ke lantai atas dengan langkah pelan dan tidak menimbulkan suara.
Nick masuk ke dalam ruangan pengap tersebut. Tersenyum puas melihat Ele tak berdaya. "Setelah ini aku akan memotong jari-jari tanganmu." Nick menatap tajam Ele yang masih pingsan. Ia mendekat, meraih tangan indah Ele, tapi baru saja menempelkan pisau di jari tangan lentik itu dia di kejutkan dengan suara dobrakan pintu.
Brak!!!
Di saat bersamaan Ele sadar dari pingsannya. Pandangannya kabur dan merintih kesakitan.
Nero mengacungkan senjata apinya dengan penuh amarah, terlebih lagi saat melihat kekasihnya terluka parah membuat amarahnya semakin membumbung tinggi. Urat-urat di leher dan di wajahnya menonjol keluar, menandakan dia tidak akan mengampuni pria dihadapannya ini yang sudah berani menyakiti kekasihnya.
Nick terkejut bercampur takut, tapi ia berusaha bersikap biasa saja malah terkesan angkuh menantang Nero.
"Akhirnya kau datang juga!" Nick tersenyum iblis, menatap santai pada Nero yang melayangkan tatapan mematikan. "Hadiah untukmu. Bagaimana hasil karyaku? Bagus 'kan?" Nick menunjuk Ele yang tak berdaya dengan luka parah di kedua pipi.
"Aku tidak akan mengampunimu!" geram Nero.
Nick berdecih mendengar ucapan Nero. "Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Bukankan seperti ini saat kau melenyapkkan keluargaku?!" Nick melangkah maju seraya mengambil senjata api dari belakang pinggangnya, kemudian mengacungkan pada Nero.
"Dia tidak bersalah! Lawan aku, lampiaskan dendammu padaku!" balas Nero.
"Ha ha ha ha! Apa kau bilang?! Kau juga membunuh keluargaku yang tidak bersalah!" bentak Nick sangat emosi dan dendam yang membara di dalam dada.
"Hei, bocah! Asal kau tahu keluargamu sudah berbuat jahat pada Tuan Damon. Aku rasa kau tidak akan sanggup mendengar kejahatan mereka!"
"Omong kosong!"
"Nero ... kau kah itu?" Ele berkata lirih, menatap bayangan pria yang berdiri di dekat pintu. Pandangannya masih kabur, jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas.
fix Elle hamil🤔😁🤭
Nero lagi ngidam alias hamil simpatik...
kehamilan simpatik 🤣🤣🤣