Alicia gadis remaja 18th yang sudah menjadi yatim pintu sejak 2th yang lalu..
Dia bekerja disebuah Cafe untuk menghidupi dirinya juga untuk membiayai kuliahnya..
Saat menyeberang jalan dia tertabrak sebuah mobil mewah milik seorang CEO muda bernama Steve..
Bagaimanakah kehidupan Alicia setelah bertemu dengan dengan Steve
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25 Berita Heboh
Alice masih terlihat duduk di sofa ruang kerja Steve, dia sengaja tetap di sana menemani suaminya yang masih mengecek email..
Steve melirik Alice yang duduk bersender di sofa dengan bermain ponsel milik Steve karena dia meminjamnya dan Steve membiarkannya karena memang dia tidak ada yang ditutupi dari Alice..
Alice membuka galeri dan terlihat di sana semua adalah foto dirinya saat mereka berlibur dan memang layar wallpapernya juga adalah foto Alice..
Alice membulatkan matanya melihat semua berita yang memberitakan kebangkrutan keluarga Alex Wahid yang tak lain adalah orang tua Nasya..
Alice masih tidak yakin dan karena penasaran dia pun membaca beritanya ternyata memang benar.
Alice langsung mengambil remot televisi dan langsung menyakannya, Steve bingung menatap tingkah Alice..
Steve kaget ternyata Alice menonton berita tentang keluarga Nasya..
Alice memandang Steve yang juga menatapnya..
Alice berjalan mendekatinya..
" Steve,, jangan bilang semua ini ulah kamu..
" Maksud kamu apa Yank,,
" Steve, kamu yang membuat keluarga Nasya seperti ini kan,,
" Sayang,, denger aku ada alasan kenapa melakukan ini semua..
" Aku gag suka kamu kayak gini Steve,, aku gag pernah dendam dengan mereka ucap Alice dengan meneteskan air matanya..
Steve langsung berdiri dan memeluknya..
" Sayang,, maafkan aku,, aku cuma bikin mereka jera sudah menghina kamu,,
" Tapi kamu gag harus seperti ini,,
" Aku bakal balikin semua aset keluarganya setelah mereka meminta maaf sama kamu Yank,,
" Aku udah maafin mereka Steve,,
" Sayang denger,, mereka seenaknya saja menghina kamu seperti itu dan membuat kamu jatuh sakit,, aku gag hanya ingin mereka merasakan apa kamu rasakan..
Alice terdiam dalam pelukan Steve, dia sama sekali tidak dendam dan sudah memaafkan Nasya namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa..
*******
Pagi Harinya Alice terlihat sudah rapi untuk berangkat ke kampusnya, badannya pun sudah kembali pulih dan Steve juga sudah mengijinkannya kembali kuliah..
Alice mengambilkan makan di piring Steve dan mengambil untuk dirinya mereka pun sarapan bersama..
" Sayang,, kamu jangan terlalu lelah,, kamu baru pulih Ok,, ucap Steve saat mereka sudaj berada dalam mobil..
" Iya Siap Bos,, ucap Alice dengan mengangkat tangannya
" Anak pinter ucap Steve dengan mengusap pipi Alice..
Steve menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang kampus Alice,,
Steve langsung menarik tangan Alice saat akan membuka pintu mobilnya..
Alice menatapnya bingung..
" Kenap Steve,, aku mau masuk
" Steve menunjuk bibirnya dengan ujung jarinya..
Alice menatapnya bingung, sebenarnya dia tau kalo Steve minta dicium namun Alice sengaja menggodanya..
" Kamu tu apa an zi,, aku gag ngerti deh..
" Cium sayang,, ucap Steve kesal..
Alice tertawa melihat tingkah Steve yang terlihat lucu, Steve yang melihatnya pun langsung mencium bibir Alice dan mencium semua sisi wajah Alice, gerakannya sangat cepat Alice sendiri tidak bisa mengelak..
Alice langsung merapikan rambutnya karena ulah Steve,,
Steve terlihat cuek dengan tingkahnya..
" Steve,, kamu tu jahat banget liat make up aku berantakan rambut juga berantakan..
" Itu hukuman buat kamu udah bikin aku kesal Yank,,
Alice pun turun dari mobilnya setelah rambutnya terlihat rapi..
Alice berjalan menuju kelasnya, dan tidak seperti biasanya semua pada membuly bahkan menghinanya namun tidak sekarang mereka terlihat biasa dan beberapa diantara mereka menyapanya..
Namun langkahnya terhenti saat dia mendengar seseorang yang memanggilnya..
" Alice,, Tunggu
Alice menoleh dan ternyata Nasya yang memanggilnya, Alice kaget melihat kondisi Nasya saat ini sangat berantakan..
" Alice,, Lo puas liat gue kayak gini, Lo puas liat keluarga gue miskin sekarang, Lo puas kan,, ucap Nasya dengan terus menangis
" Apa Maksud Kamu Sya..
" Gag usah pura-pura polos deh Lo, semua ini ulah Steve karena Lo yang memintanya kan,, Lo puas liat kedua orang tua gue sakit ha,,
" Sya,, dengerin aku,, aku,,
" Gue benci banget sama Lo, Gue gag nyangka Lo sejahat ini,, Ucap Nasya langsung meninggalkan Alice yang terdiam mematung..
Alice kembali berjalan menuju kelasnya dan di forum kampusnya pun berita kebangkrutan keluarga Nasya sudah tersebar, dia mendengar obrolan para teman-temannya tentang Steve yang yang sudah membuatnya dan beberapa diantara mereka yang merasa kasihan melihat Nasya dan menyalahkan Alice..
Tidak sedikit yang membicarakan Alice yang meminta Steve untuk menghancurkan keluarga Nasya karena ulah Nasya kepadanya..
Alice tidak tahan lagi dengan gosib semua itu, Dia pun langsung pergi dengan menggunakan taxi dan menuju kantor Steve..
Alice sudah berada di depan Sebuah gedung yang menjulang Tinggi, Dia baru pertama kalinya ke sana..
Alice berjalan menuju resepsionis..
" Siang Mba,, apa Steve ada di dalam ucap Alice
" Maaf apa anda sudah ada janji dengan Tuan Steve
Alice hanya menggelengkan kepala
" Kalo begitu saya minta maaf Mba, Karena anda harus buat janji dulu dengan Tuan
" Kalo gitu, coba anda bilang kalo Alice ingin bertemunya..
Resepsionisnya pun menurutinya, dan terlihat dia menelpon seseorang..
" Maaf Non, Silahkan Anda sudah ditunggu diatas..
" Makasih,, ucap Alice dengan langsung berjalan masuk..
Andri yang sudah diperintah Steve untuk menjemput Alice pun terlihat mencarinya..
" Maaf,, apa Anda Non Alice ucap Andri
" Iya saya Alice..
" Silahkan Non, Tuan sudah menunggu anda di ruangannya..
Alice berjalan mengikuti Andri,
Semua pandang mata menatapnya, sebagian diantaranya menanyakan tentang dirinya walaupun berbisik namun masih terdengar oleh Alice, namun Alice tidak memikirkannya dia hanya ingin bertemu dan berbicara dengan Steve..
Setelah mereka sampai di depan sebuah pintu Andri langsung meninggalkannya..
" Ini ruangan Tuan Nona, silahkan anda langsung masuk saja Tuan ada di dalam..
Alice tersenyum, dan dia pun membuka pintu dan melihat Steve yang duduk dikursi kerjanya dengan membuka berkas di mejanya..
" Sayang,, kamu tumben ke kantor kenapa ucap Steve setelah melihat Alice
Alice berjalan mendekatinya dan berdiri di depannya dengan menyilangkan kedua tangannya didada..
" Aku minta kamu balikin semua aset keluarga Nasya,,
" Lo Kenapa Yank,,
" Aku mohon Steve,, kebalikan semuanya,,
Aku gag mau di cap perempuan yang gag bener dan hanya memanfaatkan kamu untuk membalas dendam aku,,
" Maksud kamu Yank,,
" Sekarang kedua orang tua Nasya sakit, dan Nasya terlihat sangat frustasi,, aku jadi inget dengan orang tua aku, aku berpikir kalo posisi itu berada di aku Steve..
Aku mohon balikin semuanya Steve.. Ucap Alice dengan terus menangis
Steve yang melihatnya pun merasa gag tega, melihat istri yang begitu dicintainya menangis dan memohon kepadanya..
Steve langsung memeluk tubuh Alice dan mengusap bahu Alice..
" Maafin aku yank,, Aku janji bakal balikin semuanya ucap Steve
Alice terus menangis dipelukan Steve, dia jadi ingat dengan kedua orang tuanya..
Steve terus memeluk Alice yang terus terisak..
Dia pun akan menghentikan ulahnya dan akan mengembalikan semuanya seperti semula seperti ucapan Alice dan semua dia lakukan hanya karena Istri kecilnya.
g yg mau jidup midkin, susah.. begitu juga Alice ...ya semoga nasib mereka bisa ketukar.. gantian Nesya yg hidup susah..