NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Pisang makan pisang?

Mobil mewah Leon dan Adrian berjalan beriringan menembus jalanan kota yang tidak terlalu padat.

Pikiran keduanya kini sama-sama tidak tenang, keduanya hanya memikirkan Ivanka, Ivanka dan Ivanka, nama itu yang terus terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak mereka berdua.

Mereka kini seperti peserta ajang pencarian bakat yang berlomba-lomba untuk menjadi pemenang, semua itu Leon dan Adrian lakukan untuk memenangkan hati seorang Ivanka.

Keduanya sedang memikirkan teknik dan strategi untuk untuk mencari perhatian Ivanka.

Bila bicara tentang Adrian, entah cinta jenis apa yang Adrian miliki? Cintanya masih tetap utuh meski apapun yang terjadi.

Adrian masih bersedia menerima keadaan Ivanka meski Ivanka sudah tidak suci lagi dan bahkan lebih parah dari itu, sekarang gadis yang amat dia cintai itu kini tengah berbadan dua.

Mengandung anak dari lelaki lain yang bukan dirinya, namun Adrian tak sedikit pun ingin mundur dan pergi dari kehidupan mantan pacarnya tersebut.

Justru kini dia malah semakin terpacu untuk menjadikan Ivanka istrinya agar lebih bisa menjaga Ivanka dan anak dalam kandungannya.

Sungguh kemalangan yang menimpa Ivanka bukan menjadi masalah untuknya, kasih sayang Adrian sangat tulus untuk gadis itu. Dan mungkin beberapa orang pasti akan menganggap dia adalah lelaki yang bodoh, karena mau menerima wanita yang hamil di luar nikah dan hasil dari pemerkosaan.

Tapi Adrian tidak peduli apa kata orang. Dia berdiri berdasarkan prinsip hidupnya sendiri, bukan atas dasar omongan dari orang lain.

"Tuan, biar aku obati lukamu dulu!" kata Tama yang kini duduk di kursi belakang bersama bosnya itu.

Seorang supir perusahaan yang mengantar mereka menuju ke rumah sakit.

Tama yang gesit dan selalu cepat berpikir, langsung mengambil sekotak P3K dan ikut dia bawa masuk ke dalam mobil.

Dia berniat mengobati luka Tuannya saat perjalanan.

"Untuk apa? Ini tidak sakit! Atau kamu cuma mau cari-cari kesempatan biar bisa pegang-pegang aku? Aku pikir kamu itu gay, pisang makan pisang," ledek Leon.

Karena setahu Leon, Tama memang tidak pernah terlihat menggandeng seorang wanita.

"Idih ... saya nggak doyan pisang Tuan, apalagi yang udah keluar masuk lubang ke sana kemari seperti punya Tuan. Iyuuh ... jijay!" ledek Tama.

Wajahnya yang sebenarnya tampan itu memperlihatkan ekspresi jijik yang sangat lucu dan menggemaskan apabila dilihat. Tapi tentu tidak untuk Leon. Lelaki itu pasti kesal karena hobby Tama yang gemar mengejeknya.

"Go*blok! Kamu yang nggak normal! Cari perempuan sana! Jangan cuma ngintilin aku terus. Aku rasa bener kalau kamu itu pisang makan pisang," balas Leon masih mencela Tama.

"Eitz ... jangan salah! Saya ini mantan playboy Tuan, pacar saya banyak, satu gang itu pacar saya semua. Shela, Sheli, Lina, Dian, Juleha, Jubaedah, Juminten, Ayfie, Tiyan, Triska, itu nama-nama mantan pacar saya semua. Tapi mohon maaf, pisang saya ini mahal, Tuan. Dia milih-milih yang mana yang mau dimasukin. Bukan seperti pisang anda yang bisa keluar masuk lubang sembarangan ... hehehe " papar Tama dengan penuh percaya diri.

Dia mengabsen satu per satu mantan pacarnya. Mungkin Si Shela, Sheli dan rentetan mantan kekasih Tama lainnya pada berdengung semua telinganya karena dijadikan bahan ghibahan oleh Tama.

Tapi memang benar, Tama adalah seorang playboy insaf yang sedang berjuang untuk mencari cinta sejati.

Sementara itu Leon merasa tidak terima dengan kalimat terakhir yang dilontarkan asistennya.

"Kam*pret! Diam lu!" sentak Leon sambil mengacungkan kepalan tangannya ke wajah Tama.

Rasanya dia ingin sekali menghadiahi Tama dengan sebuah bogem mentah tepat di wajahnya, karna mulut Tama yang suka tidak pakai filter saat berbicara.

Tapi Leon sudah kalah telak beradu argumen dengan asissten pribadinya itu, dan dia sudah tidak bisa lagi mematahkan omongan Tama, karena memang semua yang Tama paparkan tentang dirinya adalah benar adanya, "Keluar masuk lubang sembarangan."

"Peace bos, hehehe ... keep calm yes!" kata Tama cengengesan seraya menyingkirkan tangan Leon yang sudah stand by di depan hidungnya.

Tama pun segera mengobati luka bosnya. Awal mula dia membersihkan luka itu dengan alkohol, setelah bersih lalu dia mengoleskan obat merah hingga Leon terlihat meringis karena rasa nyeri dan perih yang menjalar.

"Katanya nggak sakit, Bos? Kok meringis?" tanya Tama dengan nada menghina.

"Diam!" sentak Leon yang langsung membungkam mulut Tama.

Sejenak bercanda dengan Tama, kini Leon kembali teringat Ivanka.

"Tam, Ivanka hamil anak aku. Dia pasti mau kembali sama aku kan?" tanya Leon.

Harapannya sungguh sangat besar agar Ivanka mau kembali dengannya.

"Belum tentu juga, Tuan," jawab Tama dengan mudahnya mematahkan harapan Leon.

"Apa kamu nggak bisa menjawab dengan yang lebih enak di dengar dan menenangkan hati bosmu ini?" tanya Leon dengan nada protes.

"Tuan, lalu rencana apa yang akan anda lakukan jika Nona Ivanka mau kembali dengan anda?" tanya Tama. Kali ini dia berbicara dengan serius.

"Aku akan menikahinya, Tam," jawab Leon dengan serius pula.

"Anda yakin Tuan? Bukannya anda yang bilang kalau menikah itu merepotkan dan hanya akan mengekang kebebasan anda? Anda pun takut bernasib sama seperti Papi anda kan, Tuan?" Pertanyaan Tama ini begitu menusuk ulu hati Leon.

Leon Maleva memiliki kisah masa kecil yang suram. Ibunya tertangkap basah oleh Ayahnya sendiri saat sedang bercinta dengan lelaki lain di rumah mereka. Saat itu umur Leon masih sepuluh tahun. Ibunya memilih untuk pergi dengan lelaki itu. Leon kecil dan adiknya yang masih berusia lima tahun ditinggal pergi ibunya tanpa pamit meski hanya sepatah kata pun. Semakin dia dewasa, dia menjadi semakin mengerti masalah yang menimpa kedua orang tuanya. Leon menjadi takut menikah karena takut kecewa pula seperti ayahnya. Ayah dan adik Leon kini tinggal di luar negeri. Dan Leon yang bertugas untuk mengurus bisnis ayahnya di Indonesia.

"Iya kamu benar, Tam. Tapi Papi mengajarkan aku untuk menjadi lelaki yang bertanggung jawab. Aku sudah cukup baji*ngan, aku nggak mau tittle baji*nganku bertambah menjadi baji*ngan yang tidak bertanggung jawab. Dan hati kecilku berkata kalau Ivanka gadis yang baik. Aku yakin dia nggak akan seperti Mami. Semoga saja begitu," papar Leon.

Kepalanya tertunduk, wajahnya lesu. Dia teringat akan ibu kandungnya. Ibu yang sudah delapan belas tahun tidak dia jumpai. Sejujurnya Leon sangat merindukan dekapan hangat seorang ibu, tapi rasa benci masih terselip di hatinya.

Terlebih dia kini pun tidak tahu dimana ibu kandungnya itu berada.

"Lalu apa anda mencintai Nona Ivanka?" Tama masih terus bertanya, terlalu banyak bergaul dengan Detektif Fery membuat Tama semakin cerewet.

Jiwa ingin tahunya semakin menjadi-jadi.

"Iya, tentu saja. Aku nggak mau kehilangan dia."

"Tapi saya rasa, saingan anda berat, Tuan. Adrian mantan kekasih Nona Ivanka, dan bukannya Nona Ivanka pun mengakui kalau dia masih mencintai Adrian?" tanya Tama.

Perkataan Tama lagi-lagi benar dan tepat sasaran, saingan Leon memang cukup berat. Untuk usia jelas Leon lebih dewasa dan untuk harta, mereka sama-sama lelaki berduit dari keluarga terpandang.

Untuk fisik dan ketampanan, Leon dan Adrian memiliki tinggi badan yang hampir sama yaitu sekitar 180 cm.

Namun tubuh Leon lebih tegap dan atletis daripada Adrian. Wajah mereka memiliki daya pikat masing-masing namun perlu diakui kalau keduanya memang sangat mempesona. Tapi di sini posisi Adrian jauh lebih unggul mengingat statusnya adalah mantan kekasih Ivanka dan pernah menjalin cinta pertama dengan wanita itu.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa buat vote, komen dan like tekan gambar jempolnya.

Tombol ❤️ juga di tekan ya bagi yang belum ... selamat membaca

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!