NovelToon NovelToon
Godaan Sang Pembantu Baru

Godaan Sang Pembantu Baru

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Matcha

Cerita Dewasa‼️

Bayangan gelap menyelimuti wanita bernama Sarah. Suaminya, Bagas Aryanaka, mengalami kecelakaan tunggal dan berakhir hilang ingatan. Parahnya lagi, yang lelaki itu ingat hanyalah seberkas memori indah bersama mantan kekasihnya-adik kandung Sarah yang bernama Farah.

Hal tersebut menjadi kesempatan bagi sang ibu mertua untuk turut mengusirnya karena dianggap sebagai wanita pembawa sial.

‎Demi membalaskan dendam dan menuntut hak anaknya. Ia pun memutuskan untuk menyamar sebagai pembantu di rumah keluarga Aryanaka. Sarah berjuang untuk menyembuhkan amnesia Bagas dengan terus berada disisi pria itu, sekaligus, melancarkan aksi liar dengan menggoda sang mantan suami.

‎Apakah Bagas akan kembali?
‎atau malah keduanya akan semakin lepas kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Matcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Gundik

Selain Raska yang merasakan ketegangan diluar sana. Di dalam kamar besar yang terletak pada bagian kamar tidur sang tuan pemilik kediaman Aryanaka, nyatanya juga penuh situasi yang menegangkan.

Suasana tegang teramat Sarah rasakan ketika mendengar tawaran dari sang tuan. Bisa-bisanya mantan suaminya itu dengan santai mengucapkan tiga kata yang sangat mencoreng harga diri Sarah.

"Menjadi gundik saya."

"Cuihh," Sarah berdecih dalam hati.

Lagi dan lagi pria yang dulu teramat ia cintai, berperan menjadi musuh terbesarnya—musuh yang terus-menerus berusaha merusak martabat Sarah.

Kekesalan itu berbaur dengan rasa tegang. Sarah sungguh menyesali apa yang telah terjadi. Harusnya ia lebih berhati-hati. Bukannya memegang kendali, kini malah ia yang terjebak sendiri.

Ditengah kegugupan yang melanda, otaknya terus mencari segala cara agar mampu menghadapi Bagas yang masih menunggu jawabannya disana.

"Apa jawaban kamu Thalia? Begitu saja harus berpikir sangat lama? Bukannya, menjadi gundik adalah kebiasaan kamu," cecar Bagas dengan nada meremehkan.

Sarah mencoba tetap fokus. Ia memilih memejamkan mata dan terus berpikir dibandingkan meladeni manusia bejat yang masih berdiri sok berkuasa di sebelah bathub—tempat Sarah mengistirahatkan tubuhnya saat ini.

Kali ini ia tidak boleh salah mengambil tindakan. Karena rencana awal mereka sudah gagal tadi malam. Ia tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.

Sebenarnya, rencana awal mereka bukanlah dengan mengorbankan Sarah untuk disetubuhi oleh Bagas. Apalagi berakhir menjadi gundik dari pria lupa ingatan itu.

Sungguh Sarah merasa bersalah terhadap Rania. Entah apa yang akan terjadi jika Rania mengetahui bahwa ia merusak apa yang telah gadis itu siapkan selama ini. Sarah masih teringat saat Rania menjelaskan ide-nya dengan sangat menggebu dan bersemangat kala itu.

Flashback On

"Thalia uwes bobok tah mbak?" tanya Rania kepada Sarah yang baru saja menuju kursi ruang tamu—bergabung bersamanya setelah menidurkan Thalia.

Menghembuskan napas lelah, Sarah mengambil duduk dengan cepat, kemudian mengambil alih remote televisi di tangan Rania. "Udah tuh Ran. Syukur deh lumayan cepat tidur hari ini. Kayaknya dia kecapean karena baru pulang kegiatan pesta siaga."

Rania turut mengangguk setuju. Biasanya putri tunggal Sarah itu memang sangat sulit untuk tidur malam. Seringkali merengek meminta jam tidurnya di undur karena ingin begadang menonton TV bersamanya.

"Untung aja yo mbak. Pas banget loh malam ini aku mau presentasi tentang rencana yang udah susun mbak," celetuk Rania bersemangat.

Sarah yang tadinya disibukkan dengan menggonta-ganti channel televisi, kemudian menoleh—menjadi menghadap penuh kepada Rania. Alisnya terangkat, matanya turut mengamati binar cerah disertai raut misterius pula dari sahabatnya itu.

"Cepat banget kamu bikinnya Ran? Emang gimana rencananya?" tanya Sarah agak skeptis, tetapi disertai raut penasaran pula.

Demi meyakinkan Sarah, Rania telah menyiapkan bahan presentasi-nya malam ini. Segera perempuan itu mematikan televisi yang sedang menayangkan sinetron drama kegemaran ibu-ibu, lalu beralih mengambil buku catatan yang ia siapkan dibawah meja.

Sambil membuka buku, Rania berdiri di depan TV, kemudian menjelaskan secara seksama kepada Sarah yang sepertinya telah menaruh seluruh atensinya disana

Mengambil napas banyak, Rania pun mulai berbicara. "Baik, terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan Ibu Sarah kepada saya. Berikut ini saya akan memaparkan hasil pemikiran saya selama ini terkait rangkaian rencana misi yang akan kita laksanakan."

Melihat Rania si gadis Jawa petakilan itu bersikap serius dan formal, membuat Sarah terkekeh geli. Hingga Rania yang terdistraksi itu mengambil jeda sebentar. "Ih mba Rania, serius toh, aku mau presentasi nih."

Sesaat formalitas yang dimainkan Rania terhenti, digantikan raut kesal dan bibirnya yang mengerut maju. Sungguh lucu, dan Sarah kali ini mencoba sebaik mungkin menutupi tawa.

"Iya iya deh, maaf ya Rania. Ayok lanjut, udah gak sabar nih denger presentasi kamu," seru Sarah lebih bersemangat agar Rania tidak cemberut lagi.

Selepasnya, presentasi kembali dilanjutkan. Rania sungguh apik dan tersusun dalam menerangkannya.

"Baik, jadi untuk rencana pertama mengikuti panduan dari tiga belas kenangan yang tertulis di buku diary mbak Sarah, yang berjudul Mabuk dan One Night Stand—kita akan mengambil celah untuk membuat Bagas Aryanaka mabuk dirumahnya. Setelah itu kita buat seolah-olah beliau sudah melecehkan mbak Rania. Kemudian, Mbak Sarah akan meminta tanggung jawab untuk dinikahi. Dalam prosesnya, mbak Sarah pura-pura hamil dan meminta di asingkan sejenak. Lanjutnya—"

"Tunggu Ran! I know kita ngikutin kisah aku sama Bagas dulu. Dan, ya itu persis banget. Tapi dulu itu murni tanpa settingan. Jadi ya sejalannya aja gitu. Nah, ini semisal kita gagal gimana? Bisa aja Bagas yang sekarang karakter-nya berubah dan dia gak mau tanggung jawab."

Sarah memotong penjelasan Rania. Di satu sisi ia merasa percaya diri dengan adanya Rania dan otak cerdasnya itu. Namun, disisi lain Sarah juga merasa cukup ragu.

"Mbak Sarah tenang aja, aku udah nyiapin plan B kalau plan A kita gagal," ujar Rania menenangkan.

"Apa plan B nya Ran?"

Flashback Off

"Ikutin aja kata pak Bagas mbak, yang penting tetep bisa lanjut ke rencana di list berikutnya, beliau harus bawa mbak ke rumah tersembunyi-nya, biar mbak lebih leluasa bikin pak Bagas inget kenangan kalian di rumah itu."

Seketika segala perbicangan mereka sekaligus satu kalimat penting tentang plan B yang Rania siapkan, berputar di otak Sarah. Benar, ia sudah menemukan jawabannya.

"CEPAT JAWAB THALIA!"

Tidak sadar sedari tadi Sarah melamun—tampak terlalu larut dengan pikirannya sendiri, hingga mengabaikan Bagas disana yang masih menanti akan jawaban dari tawaran yang ia berikan sebelumnya.

"SAYA TIDAK SUKA MENUNGGU, THALIA!" Bentak Bagas lagi, sembari mencengkram erat dagu si pembantu baru.

Kepalanya terdongak kasar, Sarah meringis perih. Kedua tangannya tidak lagi menutupi bagian tubuh atas—berpindah memegang erat kedua sisi bathtub sebagai pelampiasan atas rasa terdesak dan sakit yang disebabkan oleh Bagas yang tengah meluapkan amarahnya.

"Lepaskan dulu tuan. Saya akan jawab tawaran tuan," pinta Sarah tak gentar menghadapi tatapan tajam Bagas Aryanaka.

Melihat mangsanya masih menatapnya dengan berani, Bagas semakin mengeratkan tangan pada dagu Sarah. Kepalanya menunduk—kening keduanya nyaris menyatu.

"Siapa kamu memerintah saya Thalia? Saat ini saya hanya membutuhkan satu jawaban. Hanya satu, ya atau tidak."

Tampaknya Bagas tidak mau melepaskannya terlebih dahulu. Maka dengan terpaksa, Sarah saat itu juga meyakinkan diri untuk mengutarakan jawabannya.

"Semoga pilihan-ku tepat." Sarah berdoa dalam hati sebelum dengan lirih mengucapkan satu kata yang teramat Bagas tunggu.

"Ya."

Setelah ucapan itu akhirnya sampai dengan jelas ditelinga Bagas. Saat itu-lah pria tersebut langsung menerjang Sarah dengan ciuman ganas. Pertanda, bahwa kontrak mereka telah ditekan. Sarah telah setuju menyerahkan dirinya, resmi menjadi Gundik dari mantan suami brengsek-nya itu.

"Maafkan mbak, Rania."

1
partini
waa
partini
Bagas gelo,2 th loh ngab
partini
dua tahun Weh lama banget sandiwara nya ,,agak" deh gas
partini
ayo usaha betul" Sarah biar dia ingat udah boring ini masa ga ingat"
partini
hilang ingatan Ampe tamat ini cerita kah Thor,,masa lama permanen kah
Lady Matcha: Sebentar lagi kok kak. Ditunggu ya, jangan lupa terus ikuti cerita ini, karena bakalan ada plotwist mencengangkan nanti 🤫
total 1 replies
anonim
di tunggu up nya
Ela Sari Kamaruddin
klw bisa up yg banyak2 kk
Ela Sari Kamaruddin
bgus kk
Siti Amalia
udah baguss kaaa
partini
good story
Lady Matcha
Woww
FalconSC99
Gak akan bosan baca cerita ini berkali-kali, bagus banget 👌
Syaifudin Fudin
Gila, endingnya bikin terharu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!