Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.
Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.
Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.
Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:
Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.
Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.
Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 — Hadiah Tersembunyi Kedua
Fajar kembali menyapa Puncak Tianyun.
Kabut tipis menyelimuti Kuil Qingfeng.
Embun masih menempel di dedaunan.
Seperti biasanya...
Luo Ning dan Qin Xueyao telah selesai memberi hormat kepada makam Pendiri Kuil Qingfeng.
Hari ini...
Tatapan Qin Xueyao dipenuhi semangat yang sulit disembunyikan.
Karena semalam...
Guru telah mengatakan satu kalimat.
"Besok giliranmu."
Kalimat itu terus terngiang di dalam kepalanya.
Di Aula Utama.
Chu Xuan sedang bersandar santai di kursi bambu.
Di atas meja terdapat teko teh hangat.
Sesekali ia menyeruputnya perlahan.
Melihat kedua muridnya datang...
Ia mengangguk kecil.
"Duduk."
"Baik, Guru."
Luo Ning dan Qin Xueyao segera duduk bersila.
Suasana menjadi hening.
Chu Xuan menatap Qin Xueyao.
"Masih gugup?"
Qin Xueyao tersenyum malu.
"Sedikit..."
Chu Xuan meletakkan cangkir tehnya.
"Itu wajar."
"Semua orang gugup saat pertama kali melangkah ke jalan yang benar."
Qin Xueyao menarik napas panjang.
Lalu menganggukkan kepala.
"Murid siap."
Chu Xuan menutup kedua matanya.
Di dalam benaknya...
Ia memanggil sistem.
"Sistem."
"Gunakan Warisan Guru."
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Warisan Guru】
Target:
Qin Xueyao.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Memindai tubuh murid...】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Beberapa detik kemudian...
Tulisan hitam bermunculan.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Nama: Qin Xueyao.
Kultivasi: Belum Memulai.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Status Tubuh:
✔ Meridian sangat baik.
✔ Jiwa stabil.
✔ Bakat kultivasi sangat tinggi.
⚠ Masih terdapat sisa racun yang tertanam jauh di dalam tulang.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan sedikit mengangguk.
"Sama seperti sebelumnya."
"Sistem."
"Perbaiki fondasinya."
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Perintah diterima.】
【Warisan Guru】
【Perbaikan Fondasi】
Dimulai...
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
"Xueyao."
"Pejamkan matamu."
"Jangan melawan."
"Baik, Guru."
Qin Xueyao langsung memejamkan mata.
Chu Xuan mengangkat telunjuknya.
Namun...
Kali ini...
Ia tidak lagi menyentuh dahi muridnya.
Ia hanya mengarahkan satu jari ke depan.
Dalam Domain Tak Terkalahkan...
Seluruh kekuatan berada di bawah kendalinya.
Tidak perlu menyentuh.
Tidak perlu ritual.
Cukup dengan satu kehendak.
Hum...
Cahaya keemasan perlahan turun dari langit.
Cahaya itu menyelimuti tubuh Qin Xueyao.
Luo Ning yang menyaksikan di samping hanya bisa menahan napas.
Ia merasakan...
Aura Guru jauh lebih misterius dibanding sebelumnya.
Sementara itu...
Di dalam tubuh Qin Xueyao.
Sisa racun yang selama bertahun-tahun bersembunyi di dalam tulangnya...
Mulai larut sedikit demi sedikit.
Meridian yang sebelumnya memiliki cacat kecil...
Mulai kembali sempurna.
Tubuhnya menjadi semakin ringan.
Beberapa saat kemudian...
Qin Xueyao merasa seolah seluruh tubuhnya dibersihkan dari dalam.
Ia belum pernah merasakan perasaan senyaman ini.
Air mata perlahan menetes dari sudut matanya.
Bukan karena sakit.
Melainkan...
Karena terlalu nyaman.
Tak lama kemudian...
Cahaya emas perlahan menghilang.
Chu Xuan membuka matanya.
"Selesai."
Qin Xueyao perlahan membuka mata.
Tatapannya jauh lebih jernih.
Ia memandang kedua tangannya.
"Aku..."
"Merasa berbeda..."
Chu Xuan mengangguk.
"Mulai hari ini."
"Fondasimu sempurna."
Qin Xueyao segera berlutut.
"Terima kasih, Guru."
Chu Xuan hanya melambaikan tangan.
"Belum selesai."
"Masih ada satu langkah lagi."
Qin Xueyao sedikit terkejut.
"Masih ada?"
Chu Xuan tersenyum tipis.
"Tentu."
"Bagaimana mungkin seorang murid Kuil Qingfeng tidak memiliki teknik kultivasi?"
Mata Qin Xueyao langsung berbinar.
Di dalam benaknya...
Panel sistem kembali muncul.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Misi Guru II】
✔ Menyempurnakan fondasi Qin Xueyao.
Kemajuan:
1/3
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Target Berikutnya】
Mewariskan teknik kultivasi yang paling sesuai.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan melirik panel itu sekilas.
Kemudian...
Senyumnya perlahan melebar.
"Baik."
"Kalau begitu..."
"Guru akan memilihkan jalan yang paling cocok untukmu."
Di dalam Kuil Qingfeng...
Angin gunung kembali berembus lembut.
Suasana Aula Utama kembali tenang.
Qin Xueyao duduk bersila.
Fondasinya telah disempurnakan.
Kini...
Tiba saatnya membuka jalan kultivasinya.
Chu Xuan memandang murid keduanya.
"Xueyao."
"Guru."
"Kenapa kau ingin menjadi kuat?"
Qin Xueyao terdiam cukup lama.
Kemudian...
Ia menjawab dengan suara pelan.
"Aku ingin melindungi orang-orang yang penting bagiku."
"Aku tidak ingin lagi mengalami penyesalan."
"Dan..."
"Aku ingin menjadi murid yang tidak mempermalukan Guru."
Chu Xuan mengangguk.
"Jawabanmu sudah cukup."
Di dalam benaknya...
Ia memanggil sistem.
"Sistem."
"Buka Warisan Guru."
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Warisan Guru】
Target: Qin Xueyao.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Sedang memilih teknik yang paling sesuai...】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Ratusan nama teknik muncul.
Lalu menghilang.
Teknik pedang...
Tidak sesuai.
Teknik tombak...
Tidak sesuai.
Teknik tinju...
Tidak sesuai.
Teknik kapak...
Tidak sesuai.
Beberapa saat kemudian...
Panel berhenti.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
《Seni Teratai Qingfeng》
Tingkat: Langit Tingkat Menengah.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Keterangan】
Teknik kultivasi yang dibuka oleh Sistem Kuil Tak Terkalahkan.
Mulai hari ini...
《Seni Teratai Qingfeng》 resmi menjadi salah satu warisan inti Kuil Qingfeng.
Teknik ini mengutamakan ketenangan hati, pengendalian qi, dan keseimbangan.
Semakin tenang hati penggunanya...
Semakin besar kekuatan yang dapat dikeluarkan.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan tersenyum tipis.
"Bagus."
Kemudian ia memandang Qin Xueyao.
"Mulai hari ini..."
"Teknik ini akan menjadi salah satu warisan Kuil Qingfeng."
"Aku adalah orang pertama yang mewariskannya."
"Kelak..."
"Jika Kuil Qingfeng memiliki generasi berikutnya..."
"Kaulah yang akan ikut meneruskannya."
Mata Qin Xueyao langsung memerah.
Ia tidak menyangka...
Guru sudah mempercayainya sejauh itu.
Ia segera membungkuk dalam-dalam.
"Murid bersumpah..."
"Akan menjaga warisan Kuil Qingfeng."
Chu Xuan mengangguk puas.
"Duduk."
"Kosongkan pikiranmu."
"Jangan melawan."
"Baik, Guru."
Qin Xueyao segera duduk bersila.
Di dalam Domain Tak Terkalahkan...
Chu Xuan tidak perlu menyentuh muridnya.
Ia cukup mengangkat satu tangan.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Warisan Guru】
【Pewarisan Teknik】
Dimulai.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Hum...
Qi spiritual di seluruh Kuil Qingfeng mulai berkumpul.
Berbeda dengan Luo Ning yang tajam seperti angin.
Qi di sekitar Qin Xueyao terasa lembut.
Tenang.
Damai.
Di dalam lautan kesadarannya...
Sebuah danau luas perlahan muncul.
Permukaannya begitu jernih.
Tidak ada riak.
Tidak ada ombak.
Di tengah danau...
Perlahan mekar sekuntum teratai hijau.
Satu kelopak.
Dua kelopak.
Tiga kelopak.
Hingga akhirnya...
Sembilan kelopak teratai bermekaran sempurna.
Pada saat yang sama...
Suara Chu Xuan terdengar.
"Teratai..."
"Tidak memilih tempat untuk tumbuh."
"Namun..."
"Ia selalu mampu mekar dengan indah."
"Begitu pula seorang kultivator."
"Asal-usulmu..."
"Tidak menentukan seberapa tinggi kau akan melangkah."
"Yang menentukan..."
"Adalah hatimu."
Setiap kata...
Bagaikan lonceng Dao yang menggema di lautan kesadaran Qin Xueyao.
Ia perlahan mengikuti aliran qi di sekitar bunga teratai.
Semakin lama...
Semakin lancar.
Di dunia nyata...
Qi spiritual memasuki tubuhnya tanpa henti.
Meridian yang telah sempurna...
Mulai dipenuhi energi spiritual.
BOOM!
Aura lembut menyebar ke seluruh halaman.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Selamat!】
Qin Xueyao resmi memasuki...
Alam Penempaan Tubuh Tingkat Pertama.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Namun...
Karena fondasinya telah disempurnakan...
Serta teknik kultivasi yang sangat cocok...
Kultivasinya kembali meningkat.
BOOM!
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Selamat!】
Qin Xueyao menembus...
Alam Penempaan Tubuh Tingkat Kedua.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Seluruh qi kembali tenang.
Chu Xuan menurunkan tangannya.
Warisan selesai.
Qin Xueyao perlahan membuka mata.
Ia merasakan...
Seluruh tubuhnya dipenuhi tenaga.
Bahkan dunia di sekitarnya terasa jauh lebih jelas.
Air mata kembali mengalir.
Ia segera berlutut.
"Terima kasih..."
"Guru."
Chu Xuan hanya tersenyum tipis.
"Bangun."
"Jangan berterima kasih kepadaku."
"Kalau benar ingin membalasnya..."
"Teruslah berkembang."
"Dan suatu hari nanti..."
"Teruskan warisan Kuil Qingfeng kepada generasi setelahmu."
Qin Xueyao mengangguk kuat.
"Murid bersumpah."
"Selama masih hidup..."
"Murid akan menjaga nama Kuil Qingfeng."
Di sampingnya...
Luo Ning ikut tersenyum.
"Selamat."
"Mulai hari ini..."
"Kita benar-benar saudara seperguruan."
Qin Xueyao tersenyum bahagia.
"Iya, Kakak Luo."
Melihat kedua muridnya...
Chu Xuan merasa cukup puas.
Saat itulah...
Panel sistem kembali muncul.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Misi Guru II】
✔ Menyempurnakan fondasi Qin Xueyao.
✔ Mewariskan 《Seni Teratai Qingfeng》.
✔ Membantu Qin Xueyao menembus satu alam kecil.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Misi Guru II】
Selesai.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Hadiah】
✔ 10.000 Poin Tak Terkalahkan.
【Total Poin】
64.760
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Belum sempat Chu Xuan berbicara...
Seluruh panel hitam berubah menjadi emas.
Cahaya keemasan memenuhi pandangannya.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
【Selamat.】
【Tuan Rumah telah menyelesaikan Misi Guru II dengan Penilaian Sempurna.】
【Hadiah Tingkat Abadi sedang dibuka...】
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Chu Xuan menyipitkan matanya.
"Akhirnya..."
Panel emas perlahan memunculkan dua kata.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
《Mata Dao Abadi》
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Melihat nama hadiah itu...
Untuk pertama kalinya hari itu...
Rasa penasaran Chu Xuan benar-benar terusik.
Bersambung...
......................
Catatan Author:
Akhirnya hadiah tersembunyi kedua muncul...
《Mata Dao Abadi》
Kalau sebelumnya Chu Xuan mendapatkan Tubuh Abadi, kali ini giliran matanya yang akan mengalami perubahan.
Tapi...
Jangan buru-buru mengira Mata Dao Abadi hanya sekadar bisa melihat tingkat kultivasi orang lain. Kalau hanya begitu, namanya tidak pantas memakai kata "Abadi."
Mata ini mampu melihat hakikat yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun.
Apa saja kemampuannya?
Kenapa bahkan para ahli Alam Abadi pun menginginkannya?
Dan...
Apa yang akan terjadi saat Chu Xuan membuka Mata Dao Abadi untuk pertama kalinya?
Jawabannya...
Tunggu di bab berikutnya.