NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Brondong

Terpikat Pesona Suami Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti / Cinta Paksa
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Gagal menikah dengan calon tunangannya tidak membuatnya putus asa dan tetap kuat menghadapi kenyataan.

Kegagalan pertunangannya disebabkan karena calon suaminya ternyata hanya memanfaatkan kebaikannya dan menganggap Erina sebagai wanita perawan tua yang tidak mungkin bisa hamil.

Tetapi suatu kejadian tak terduga membuatnya harus menikahi pemuda yang berusia 19 tahun.

Akankah Erina mampu hidup bahagia dengan pria yang lebih muda darinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

Arshaka akhir-akhir ini jadi candu ketika melihat hidung mancung sedikit bangir milik istrinya. Dia akan menoel-noel hidungnya Erina sebelum bepergian meski hanya sekadar ke masjid.

“Mas, ke masjid dulu sambil nunggu shalat dzuhur sekalian bantu-bantu orang-orang membersihkan masjid,” ucapnya Arshaka yang berpamitan kepada istrinya.

Erina tersenyum sambil meraih tangannya suaminya kemudian dicium punggung tangan itu dengan takzim.

“Hati-hati suamiku, doakan aku juga yah semoga kita barengan nanti masuk surgaNya,” ucapnya Erina.

“Insha Allah, amin ya rabbal alamin,” Arshaka mengecup keningnya Erin penuh kasih sayang.

Erina menatap kepergian suaminya,” ya Allah, mungkin inilah takdir terbaik yang digariskan oleh Allah SWT dalam hidupku, semoga cinta kami hingga til Jannah.”

Erina berjalan ke arah bagian paling dalam rumah kedua mertuanya, dia berniat ingin membantu sekaligus belajar memasak dari ibu mertuanya.

“Bunda, masak apaan?” Tanyanya Erina ketika sudah duduk di balai-balai belakang rumah.

Arsyila dan Bu Ulfa melihat ke arah kedatangan Erina,” masak makanan biasa saja persiapan untuk makan siang kita.”

“Aku kirain Mbak lagi rebahan siap-siap bocan tau-taunya muncul dimari,” Arsyila kembali melanjutkan pekerjaannya mengulek bumbu.

“Aku jarang tidur siang, capek juga kalau harus rebahan mulu. Aku bantuin bunda yah,” pintanya Erina yang sudah mengambil sebuah pisau.

“Mbak, sudah bisa pegang pisau kan? Jangan kayak kemarin-kemarin salah pegang pisau malah terbalik,” ucap Arsyila sambil terkikik geli mengingat waktu pertama kali Erina menyambangi dapur mertuanya.

Erina tersenyum malu-malu karena kejadian beberapa hari lalu niatnya tulus mau bantuin malah berakhir malu-maluin waktu itu padahal niatnya tulus membantu malah bikin ngakak orang-orang yang ada di dapur.

“Insha Allah kali ini bisa,” ucapnya serius Erina.

“Kalau gitu bantuin aku kupas bawangnya terus aku yang ulek,” pinta Arsyila.

Erina melakukan apapun yang dikatakan oleh kakak iparnya itu dan cepat paham jika ada yang dicontohkan oleh Arsyila.

“Bun, tungku kayunya bagus yah, lebih modern gak kayak yang pernah aku lihat di televisi,” ujarnya Erina.

Dia terkagum-kagum melihat tungku kayu yang modelnya bagus, unik dan aesthetic berbeda dari tungku kebanyakan yang orang pakai di daerah pedesaan.

“Alhamdulillah kalau kamu memujinya, ngomong-ngomong yang buat tungku ini suamimu loh,” ngaku Bu Ulfa.

Erina sampai terbelalak mendengar kalau tungku kayu itu adalah buatan tangan suaminya sendiri.

“Wow Bunda seriusan kalau Mas Shaka yang buat?” Tanyanya Erina sambil mengelilingi tungku kayu tersebut.

“Iya, masa sih gak percaya dengan kemampuan suami sendiri? Arshaka itu pemuda desa Mekarjaya yang paling kreatif dan produktif. Bahkan hasil karyanya ini menjadi salah satu produk yang sekarang diproduksi di kampung kita paling bangganya lagi tungku ini sudah diekspor ke berbagai negara tetangga,” jelasnya Arsyila.

“Masya Allah Allahu Akbar, semakin sayang kalau gini sama Paksu,” gumamnya Erina.

“Arshaka melakukan pelatihan khusus ke beberapa warga masyarakat kampung Mekarjaya agar mereka mandiri dan bisa membuat sendiri meski Shaka ada di kota,” jelas Bu Ulfa yang berbicara begitu bangga dan bahagia karena putranya bisa berguna untuk banyak orang.

Sebaik-baiknya orang yang paling baik adalah orang yang berguna untuk orang lain.

Tungku kayu itu nyaman dipakai oleh para ibu-ibu karena hemat kayu bakar, tidak buat pantat panci hitam dan tidak menimbulkan banyak asap sehingga ramah lingkungan.

“Terbaik memang suami brondongku,” cicitnya Erina.

Arsyila dan Bu Ulfa tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya Erina.

“Alhamdulillah, kayaknya mereka memang menikah karena saling mencintai tidak seperti yang pak Ridwan katakan waktu di Jakarta kalau menikah karena digerebek karena kedapatan berduaan di dalam rumah-rumah kecil,” batinnya Bu Ulfa.

“Aku doakan semoga pernikahan mbak Erina dengan Shaka langgeng dan bahagia selalu. Saling menjaga yah,” ucapnya Arsyila sambil sesekali menyeka keringatnya karena cuaca siang itu cukup panas.

“Erina, ini adalah menu makanan suamimu kalau kamu punya waktu luang dan pengen memasak untuk Arshaka silahkan nanti dipraktekkan langsung kalau pulang ke Jakarta,” ujarnya Bu Ulfa sambil menunjukkan beberapa menu makanan yang sudah dibuatnya.

“Insha Allah, tadi aku sudah catat di hp semua resep dan cara-cara memasaknya, paling utama harus bisa masak nasi karena menurut aku gampang-gampang susah masaknya,” ngakunya Erina sambil tersenyum malu-malu.

Bu Ulfa mengusap lengannya Erina yang hanya memakai pakaian rumahan khas emak-emak yaitu pakain paling simpel dan harganya sangat ekonomis terjangkau bagi seluruh kalangan yaitu daster.

Pakaian rumahan itu tidak mengurangi kecantikan alami dari Erina padahal hari ini adalah kali pertama Erina memakai pakaian seperti itu tapi nyaman dipakai bahkan katanya Arshaka menyukai kalau Erina memakai daster.

“Insha Allah, kalau kamu ada niat dan tulus melakukannya pasti lambat laun kamu bakal bisa, kalau gitu kamu mandi sana enggak enak kalau suamimu pulang kamu malah bau bawang,” imbuhnya Bu Ulfa mengakhiri ucapannya sambil bercanda.

“Nanti udahan masaknya Bunda tanggung soalnya,” tolaknya Erina secara halus sambil mengupas wortel dan memotong kacang yang tak pernah pendek meski sudah potong-potong beberapa bagian.

Adem yah lihat menantu, mertua, ipar akur kayak mereka. Semoga kasih sayang diantara mereka semakin erat tak terputus meskipun banyak cobaan yang nantinya mereka hadapi.

“Mbak Erina seriusan tadi itu nyatat apa yang bunda katakan?” Tanyanya Arsyila.

Arsyila masih mengacungi jempol dua kepada adik iparnya karena begitu seriusnya belajar memasak sehingga bela-belain merekam dan mencatat apa yang dijelaskan oleh mertuanya. Arsyila tidak mengetahui kalau diam-diam adik iparnya melakukannya.

Erina manggut-manggut sambil tersenyum malu-malu,” iya, aku akan berusaha untuk menyenangkan hati suamiku salah satu caranya melalui memasak makanan kesukaannya meksipun kayaknya bakal sulit,” jujurnya Erina.

“Aku yakin Mbak pasti bisa melakukannya yang paling penting sudah ada niat dulu masalah praktek berhasil atau gagal itu urusan belakangan, aku Shaka memaklumi kondisinya Mbak,” imbuhnya Arsyila.

Ketiganya kembali melanjutkan membuat menu masakan sayur urap, ikan bakar gurame, ikan goreng tepung nila dan tahu tempe.

Ketika Bu Ulfa menggoreng ikan nila tiba-tiba minyak goreng meletup hingga ada percikan minyak goreng yang hampir mengenai wajahnya sampai-sampai ia berteriak-teriak.

“Ahh! Apa itu!? Ada petasan!” teriaknya histeris Erina sambil melompat-lompat.

Arsyila tertawa terbahak-bahak melihat kelucuan wanita yang usianya lebih tua darinya,tapi statusnya sebagai adik ipar.

“Berlindung Mbak! Kayaknya ada anak kecil yang buang petasan,” Arsyila tersenyum smirk.

Erina tanpa pikir panjang langsung bersembunyi di bawah kolong meja makan.

“Ahh!” Pekik Erina yang masih ketakutan dan menutup mata, telinga dan wajahnya secara bergantian saking takutnya.

“Hahaha! Astaganaga ibu Polwan ternyata takut sama letupan minyak goreng toh,” ejek Arsyila.

Bu Ulfa geleng-geleng kepala melihat keisengan belaka Arsyila kepada menantunya itu.

“Astaghfirullah aladzim, Arsyila! Mbakmu itu ketakutan malah kamu ledekin,” Bu Ulfa berjalan ke arah Erina yang masih menutup telinga rapat-rapat sambil memejamkan matanya.

“Hahaha! Mbak Erina lucu soalnya Bunda,” Kelik Arsyila yang memegangi perutnya saking besarnya suara tawanya.

“Erina, itu hanya suara minyak goreng Nak. Biasa memang kalau menggoreng ikan atau apapun kedengeran bunyi kayak gitu. Jadi, nanti kalau goreng apapun harus hati-hati yah,” Bu Ulfa mengulurkan tangannya ke arah Erina.

Erina bisa bernafas lega karena apa yang ditakutinya itu adalah hanya candaannya Arsyila. Raut wajah pias pucat pasi membayangkan petasan.

Erina trauma dengan petasan dan kembang api ketika waktu kecilnya ada pengalaman yang buruk mengenai dua benda yang seringkali ada ketika tahun baru dan Imlek.

Erina tersenyum canggung karena sisi lain dari dirinya diketahui oleh kedua keluarga suaminya. Dia berjuang keras melawan rasa takutnya tapi dirinya semakin ketakutan. Peluh keringat bercucuran membanjiri wajahnya dan tubuhnya yang terlihat di balik kain daster yang dipakainya.

Arsyila menyesali perbuatannya setelah melihat apa yang terjadi pada Erina. Tubuhnya gemetaran, tangannya tremor hingga butuh ditenangkan oleh keduanya.

“Maafkan aku yah, gak bermaksud untuk menyakiti Mbak,” sesalnya Arsyila.

Bu Ulfa memeluk tubuhnya Erina yang masih gemetaran,” kamu baik-baik saja kan Nak?”

Erina didudukkan di balai-balai agar kondisinya membaik. Arsyila mengambil segelas air putih kemudian memberikan kepada adik iparnya itu.

Erina meminumnya sedikit dan berusaha untuk tersenyum agar keduanya tidak terlalu mengkhawatirkannya.

“Alhamdulillah, aku baik-baik saja. Kalian tidak perlu mencemaskanku,” lirih Erina.

Sedangkan di tempat lain…

Arshaka baru saja memakai sendalnya dan hendak pulang ke rumahnya, tapi langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara seseorang.

“Abang Shaka kayak pohon pisang!”

Arshaka memicing matanya melihat siapa sosok orang yang berbicara padanya,dia hanya menatap datar ke arah perempuan itu.

“Punya jantung tapi nggak punya hati tega membatalkan rencana perjodohan kita!” Ucapnya lagi.

“Saya tidak pernah menganggap kamu sebagai calon istriku apalagi berniat untuk menikahimu. Maut, jodoh, rezeki semuanya Allah SWT yang mengatur kita sebagai manusia hanya bisa berencana kalaupun gagal rencana perjodohan yang diinginkan oleh kedua orang tua dan kamu berarti kita tidak berjodoh!”

Arshaka gegas meninggalkan area masjid karena dia merindukan istrinya. Pasha baru dalam hitungan jam saja mereka berpisah tapi sudah merindukan Erina.

“Gue sudah benar-benar jatuh cinta kepadamu istriku.”

Nafisah menghentakkan kakinya ke atas lantai,” gue nggak akan mundur untuk mendapatkan dirimu Abang Shaka karena hanya kamu pria yang aku cintai!”

Nafisah memandangi kepergian pemuda yang dicintainya itu,” Erina itu tidak pantas untuk Abang! Gue yang lebih cocok menjadi istrinya Abang! Bukan wanita tua itu!”

Dia selalu menganggap Erina adalah wanita tua yang tidak layak mendampinginya. Padahal umurnya juga tidak jauh berbeda dengan Erina bahkan lebih tua dari Arsyila yaitu 28 tahun tapi kelakuannya seperti childish.

“Ini semua gara-gara rekaman video itu! Gue heran kok bisa yah pria yang gue ajak kerjasama waktu itu salah putar video jelas-jelas gue kasih flashdisk yang sudah benar,” Nafisah mengingat-ingat apa yang dilakukannya kala itu.

Nafisah sesekali terlihat marah-marah, ketawa-ketawa, dan dia juga menendang apapun yang ditemuinya di jalan. Sehingga membuat beberapa orang memandanginya dengan keheranan.

“Kenapa bisa berubah menjadi videonya ayah dengan wanita durjana itu,” gumamnya.

Dia tidak habis pikir dengan rencana briliannya sudah disusunnya rapi dan aman hasilnya gagal total dan mempermalukan ayahnya sehingga harus mendekam di dalam penjara.

Nafisah dan Olivia terkaget-kaget melihat rekaman tempo hari, karena mereka berdua yakin kalau Erina dan keluarga besarnya yang datang dari ibu kota Jakarta pasti akan kecewa dan memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka.

“Kayaknya ada yang tidak beres, gak mungkin kan rekamannya berubah sendiri. Jelas-jelas gue sendiri lihat langsung kalau Shaka tidur dengan Olivia tapi malahan berubah jadi ayah dengan selingkuhannya! Apa gue cari pria yang bernama Tono waktu itu yah? Karena dia pasti tahu kenapa bisa berubah kacau.”

Nafisah berencana akan mencari pria yang bernama Tono yang bekerja sebagai teknisi waktu acara pesta pernikahan Arshaka yang diadakan oleh Pak Raffi.

1
Nurul cahyani
kuis kali
Karmila
hahaha kaget
Karmila
cowok makondo
nuraeinieni
kwkwkw,,,ada saja arshaka,,,tuh ibu yg punya warung udah jelaskan tuh,,kalau yg bersayap itu lebih bagus.
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: haha maklum kagak pernah beli malah beli demi istri 🤣
total 1 replies
Zaini
sabar
nuraeinieni
adem juga hati kalau ipar dan mertua baik dan mau mengajari memasak.
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: ga kayak author nya ehh malah curhat 🤣😂
total 1 replies
nuraeinieni
ya allah kasian erina,,,ternyata trauma dgn sura petasan dan kembang api karna kejadian masa kecilnya
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: hehehe 🤭
total 1 replies
Fitry Resky Nero
hahaha 😂
Inha Khaerunnisa
gawat darurat kalau gini
Inha Khaerunnisa
Badas juga Bu polwan
Inha Khaerunnisa
semoga samawa pengantin baru
Inha Khaerunnisa
sederhana tapi megah dan mewah yah
Inha Khaerunnisa
anak yang baik
Fia ismail
dasar wanita licik Lo
Fia ismail
kayaknya Nafisa sama Bu Ranti
Fia ismail
seharusnya cemaskan dirimu sendiri bukan motore
Fia ismail
anak pinter
Fia ismail
meminta wejangan bagus
Asrianty Qira irwan
hari ini ngomong tua besok pasti cinta
Asrianty Qira irwan
gak bunuh diri tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!