seorang gadis SMU tiba-tiba dilamar oleh gurunya sendiri..
kira2 apa yang terjadi ya!?
Hanya cerita halu ☑️
Hiburan ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap
‘tok..tok..tok..’ bunyi pintu di ketuk
“Masuk..!” ucap pak Chandra
“Untung bapak belum pulang.” Ucap Nara spontan
“Ada apa, Nar?” tanya pak Chandra bingung
“Pak, tolong Ai, pak. Tolong Ai.” Ucap Nara
“Ai kenapa Nara?” tanya pak Chandra mulai khawatir
“Begini pak, dari tadi pagi Ai tidak ada di kelas. Tapi tas juga hpnya semuanya ada.” Jelas Gilang mengambil alih pembicaraan
“Apa? kenapa bisa begitu?” ucap pak Chandra seketika
“Apa kalian sudah cari dia?” tanya pak Chandra
“Belum pak, kami tunggu perintah dari Bapak.” Ujar Gilang
“Oh begitu. Baiklah. Pertama-tama Nara, tolong bilang ke orang rumahnya Ai, kalau malam ini Ai menginap di rumah kamu. Setelah itu kita berpencar dan bertemu lagi 1 jam dari sekarang di sini. O ya, Jangan beritahukan ini dulu sama siapa-siapa. Biar tidak tambah ribet.” Perintah pak Chandra
Akhirnya mereka pun berpencar mencari ke seluruh sekolah
# setelah satu jam berlalu.
“Bagaimana?” tanya pak Chandra
“Nihil pak” ucap Gilang di ikuti oleh gelengan kepala Nara.
Hari sudah semakin gelap. Tapi mereka masih belum bisa menemukanku.
Pak Chandrapun lemas. Dia tidak tahu harus bagaimana. Pak Chandra sangat takut sekali kalau terjadi sesuatu padaku.
Di saat yang bersamaan, Nara terlihat frustrasi. Namun...tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia pun mencoba mencari sesuatu dari dalam tas Ai.
“Pak ini. Ini mungkin bisa membantu kita.” Ucap Nara sambil menyodorkan beberapa kertas.
Pak Chandra pun membuka kertas itu satu persatu dan membacanya. Betapa terkejutnya dia mendapati bahwa surat itu surat ancaman yang di berikan kepada Ai agar menjauhi dirinya.
“Gadis bodoh.” Ucap pak Chandra lirih dan menangis.
Gilang yang dari awal tidak tahu akan adanya hubungan antara pak Chandra dan Ai menjadi bingung dan heran
“Nanti aku jelaskan.” Ucap Nara yang mengetahui bahwa Gilang sedang heran.
Setelah mengatakan itu, Nara kembali mencari-cari lagi kertas yang ada dalam tasku.
“Pak...pak...pak... coba lihat ini” kata Nara sambil memberikan sebuah kertas kepada pak Chandra
Pak Chandra pun membacanya kembali dan tiba-tiba ada sedikit harapan dari wajah tampan pak Chandra.
“Kalian berdua, ikut saya.” Perintah Pak Chandra. Yang kemudian di anggukan oleh Gilang dan Nara.
“Gudang??” tanya Gilang bingung.
Benar gudang. Mereka belumlah mencarinya ke arah sana. Pak Chandra pun berusaha membuka pintu gudang, tapi sayangnya terkunci. Akhirnya mereka pun mendobraknya. Al hasil....
“Ai...!” teriak Nara
Pak Chandra pun langsung mengangkat tubuhku dan membawaku ke rumah sakit. Karena saat itu badanku sedang panas. Tentunya Gilang dan Nara pun ikut.
Sesampainya di Rumah sakit, pak Chandra pun langsung memasukkanku ke UGD.
“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya pak Chandra setelah dokter memeriksanya.
“Keadaannya tidak apa-apa. Hanya masuk angin dan sedikit syok. Istirahat sebentar juga sudah boleh pulang.” Jelas Dokter
“Terimakasih, dok.” Ucap pak Chandra
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya aku pun sadar
“Ini dimana?” tanyaku
“Kamu sudah sadar Ai?” ucap nara yang spontan langsung memelukku.
“Nara? Gilang? Pak Chandra? Ini dimana?” tanyaku masih bingung
“Ini di rumah sakit sayang. Tadi kamu pingsan.” Ucap pak Chandra lembut
“Sayang? Pak, ada Gilang.” Ucapku lirih tapi masih bisa terdengar oleh Gilang
“Tidak apa-apa kali Ai. Aku sudah tahu kok. Nara sudah ceritakan semuanya ke aku.” Jelas Gilang
“Eh ya Ai, kamu bisa ceritakan tidak ke kita siapa orang yang sudah ngunci kamu di gudang?” ucap Nara
“Riri dan Lisa” jawabku tanpa basa basi
“Gila tuh mereka berdua. Kita harus kasih pelajaran ke mereka. Biar mereka jera.” Ucap Gilang penuh emosi
Seketika aku, Pak Chandra dan Nara melihat ke arah Gilang. Heran!!! Kenapa dia yang emosi? Mungkin itulah yang ada di pikiran kami saat itu.
“Benar yang di katakan Gilang.” Ucap Nara mendukung ucapan Gilang
Pak Chandra pun tersenyum melihat Nara dan Gilang.
“Baiklah...kita akan buat mereka jera bukan?” tanya pak Chandra dengan senyum licik.
“Sudahlah mas, tidak usah diperpanjang. Lagi pula kita tidak punya bukti.” Ucapku lirih
“Tidak Ai, biar bagaimanapun juga aku sebagai ketua kelas harus bersikap adil. Tidak mau nama baik kelas kita tercoreng dengan tingkah buruk mereka. Bukan begitu, pak?!” Ucap Gilang mencari dukungan
Mendengar hal itu, Pak Chandra pun mengacungi jempol tanda setuju dengan yang dikatakan Gilang. Entah sejak kapan mereka jadi 11,12 seperti ini.
“Terserah kalian saja. Tapi ingat, hati-hati!” Ucapku mengingatkan pada mereka
“O ya, sekedar info. Siapa tahu bisa bantu kalian menyusun rencana. Besok pagi mereka akan datang lagi ke gudang dengan membawa 2 cowok untuk membuatku malu.” Lanjutku
karena walau Riri dan Lisa berbisik tapi masih cukup bisa aku mendengarnya dengan jelas
“Siip...!” ujar pak Chandra
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira apa rencana pak Chandra dkk? Lalu bagaimana dengan Riri setelah ini.
Lanjut..👇
lah kok malah nyanyi sayah😅😅😅😅