NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merawat Bintang

Setelah dokter itu pergi, Raisa terlihat mengurus Bintang dengan sangat hati hati. Dia benar benar memperlakukan Bintang layaknya adik sendiri, gadis itu bahkan sama sekali tidak jijik ketika dia harus membersihkan dan mengelap tubuh Bintang yang berkeringat dingin.

Sementara Raisa terlihat sibuk mengurus Bintang, di luar kamar Damian dan Wicaksono terlihat hanya bisa saling diam dengan beberapa makanan yang ada di hadapannya. Keduanya menatap makanan yang sudah mulai dingin itu, terhitung mungkin sudah ada satu jam sejak mereka membelinya dan Bintang belum juga bangun untuk memakannya.

“Kok papa bisa langsung nebak sih, pa?”Tanya Damian, dia masih tidak habis pikir kenapa Damian bisa menebak apa yang terjadi kepada Bintang dengan sangat akurat.

“Ya tahulah, kamu itu keturunan papa dan papa perkasa, jadi hal ini bukanlah hal yang akan bikin papa terkejut.”Ujar Wicaksono, dia menyandarkan punggungnya ke sofa sementara kakinya langsung terlipat. Menunjukkan rasa bangga atas apa yang sudah dia wariskan kenapa anaknya itu.

“Jadi papa pernah ngalamin hal yang sama?”Tebak Damian tepat sasaran.

“Kamu inget nggak Raisa juga pernah sakit nggak lama habis papa nikah, ya itu karna dia drop juga dan nggak terbiasa. Tapi tenang, nanti juga lama lama Bintang akan terbiasa.  Sekarang karna dia kaget aja itu, nanti kalo udah nggak baru deh mau selama apapun nggak akan ada masalah.”Ujar Wicaksono panjang lebar, dia menatap ke pada Damian yang seolah tak acuh mendengarkan apa yang baru saja dia katakan. Tapi diam diam di dalam hatinya pria itu mengangguk mengerti saat mendengarkan wejangan yang baru saja di buat oleh ayahnya itu.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam saat Raisa hendak mengganti pakaian Bintang, wanita itu menyiapkan sepasang piyama nyaman yang akan dia pakaikan kepada Bintang nantinya.

“Hiih tubuhnya penuh dengan kissmark, dasar Damian! Ku kira nggak doyan, ternyata beringas juga.”Ujar Raisa, awalnya dia pikir anak sambungnya itu tidak terlalu tertarik dengan Bintang apalagi karna gadis itu hanya pengganti gadis impiannya. Tapi ternyata dia salah, Damian terlihat sangat menikmati pernikahan ini.

“Ma..”Panggil Bintang lirih, dia perlahan lahan membuka matanya ketika Rasa baru saja hendak mengancingkan piyama yang baru.

“Kamu udah sadar?”Tanya Raisa, dia mendekat ke arah Bintang. Raut wajahnya yang pasi kini sudah berubah,sudah terlihat ada kehidupan di wajahnya yang lemah.

Bintang mengangguk, “Udah, ma.”Balasnya singkat dan dengan bersusah payah.

“Baguslah, kalau begitu mama panaskan masakan dulu ya. Nanti kamu makan.”Ujar Raisa dengan nada pelan.

“Iya ma.”Balas Bintang. Sebenarnya dia tak enak hati karna Raisa yang melayaninya, tapi tubuhnya sangat sakit bahkan kepalanya pusing, apalagi bagian bawah tubuhnya rasanya kebas dan Bintang bahkan kesulitan untuk sekedar menggerakkan kakinya.

“Tunggu ya.”Ujar Raisa sebelum dia meninggalkan kamar itu.

“Terimakasih banyak, ma. Maaf jika Bintang merepotkan.”Ujar Bintang tak enak hati.Dahulu jika di keluarga Bramono, jika dia sakit tidak akan ada yang memperdulikannya bahkan dia tetap harus bekerja seperti biasanya. Melihat keluarga Wicaksono yang sangat baik membuat Bintang benar benar merasakan rasa aman, rasanya dia benar benar mendapatkan keluarga baru untuk beberapa saat ini.

“Kenapa ma?”Tanya Wicaksono saat melihat Raisa yang baru saja keluar dari kamar Bintang.

“Bintang udah sadar pa, ini mama mau panasin makanan habis itu Damian bantu suapin ya?”Ujar Raisa, dia menatap Damian yang sedang memainkan ponsel seolah sama sekali tidak peduli dengan apa yang baru saja di katakan oleh Raisa terhadap berita kesadaran Bintang.

“Aku?”Tanya Damian, sedikit terkejut karna seumur hidupnya dia tidak pernah mengurus orang yang sakit.

“Tentu saja, siapa lagi kalau bukan kamu! Kamu kan suaminya.”Ujar Wicaksono, dia menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat ketidak acuhan Damian terhadap Bintang.

“Iya pa iya, aku mau kok cuma agak shock aja dapat kepercayaan ngurus orang sakit.”Jawab Damian dengan jujur.

Raisa hanya menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat perdebatan kecil yang terjadi di antara Wicaksono dan juga Damian. Dia diam diam merasa lega karna dia tahu Wicaksono sangat mendambakan kedekatannya dengan Damian yang sudah mulai renggang saat ibu pria itu meninggal. Sekarang hal yang sejak dulu tidak bisa Raisa lakukan akhirnya di lakukan oleh Bintang, secara tidak langsung gadis itu perlahan lahan mencairkan pembatas es yang terbentang di antara kedua ayah dan anak itu.

Selang beberapa menit Raisa meninggalkan ruangan itu, dia akhirnya kembali dengan semangkuk bubur di tangannya. Dia menyerahkan mangkok itu kepada Damian lalu mempersilahkan pria itu untuk mulai mengurus istrinya sendiri.

“Ini.”Raisa menyerahkan mangkok itu kepada Damian.

Damian menatap mangkok itu sekilas kemudian dia diam diam menghela nafasnya dan mengambil mangkok itu lalu masuk ke dalam kamar dimana Bintang berada.

Damian masuk dengan perlahan ke dalam kamar itu, matanya jatuh pada sosok lemah yang nampak sedang berbaring di kasurnya dengan lemas dan juga pucat.

“Ini makan.”Ujar Damian acuh tak acuh.

Mendengar suara seseorang yang sangat dia takuti, Bintang pun langsung membuka matanya dengan susah payah gadis itu berniat untuk duduk tapi tidak peduli seberapa kuat pun dia mencoba dia tetap tidak bisa duduk dengan usahanya sendiri.

“Kamu tuh emang dasar lemah banget ya, gampang banget sakit. Heran!”Ujar Damian, sebenarnya dia tidak berniat untuk mengatakan kata kata jahat itu tapi setiap kali dia melihat Bintang yang di anggap sebagai pelaku kaburnya Lidya membuat pria itu tidak ingin terlihat baik di hadapannya.

“Maafkan saya tuan,gara gara saya liburannya jadi kayak gini.”Ujar Bintang tak enak hati. Dia benar benar merasa bersalah kepada keluarga Damian karna sudah mengacaukan liburan yang sudah susah payah mereka realisasikan.

“Bagus deh kalo kamu tahu.”Balas Damian dengan nada dingin.

“Auh!”Ujar Bintang saat dia kembali mencoba untuk duduk, dia benar benar tidak bisa bergerak. Rasanya bagian bawahnya terkoyak setiap kali Bintang berusaha untuk menggerakkannya.

“Kamu mau ngapain?”Tanya Damian dengan nada yang dingin seperti biasanya.

“Mau duduk tuan, punggung saya sakit karna rebahan terus.”Balas Bintang dengan jujur.

“Makanya jangan lemah dan penyakitan, susah sendiri kan.”Ujar Damian dengan kejam, pria itu kemudian langsung sigap membantu Bintang untuk duduk. Dia meletakkan satu tangannya di punggung Bintang sementara tangan lainnya di kakinya, lalu mengangkat gadis itu dan mendudukkannya seolah dia adalah kapas yang tak memiliki massa sama sekali.

“Ini makan.”Ujar Damian, dia menyodorkan semangkok bubur itu yang kemudian langsung di ambil oleh Bintang dengan tangan yang gemetar.

Setelah mendapatkan mangkok itu, Bintang langsung meletakkannya di atas paha kemudian dengan tangannya yang masih gemetar itu dia perlahan lahan memasukkan bubur itu ke dalam mulutnya dengan susah payah.

“Huh.”Damian menghela nafasnya, merasa kesal dan iba saat melihat Bintang yang makan tanpa adanya tenaga itu.

“Sini, biar aku yang suapin. Biar ku jelasin dulu ya, nggak usah baper karna aku suapin. Aku ngelakuin ini karna kasihan aja sama kamu terus aku juga takut kalo papa dan Raisa lihat, jadi kamu jangan kepedean!”Ujar Damian, dia kemudian mengambil kembali mangkok dan juga sendok itu dari Bintang dan perlahan lahan membantu gadis itu untuk makan.

“Iya tuan, terimakasih dan maaf jika saya merepotkan.”Ujar Bintang.

“Bagus deh kalo kamu sadar.”Imbuh Damian, setelah mengatakan itu dia pun kembali fokus menyuapi Bintang dan merawatnya dengan dalih jika dia takut Wicaksono dan Raisa tahu, padahal jauh dari dalam lubuk hatinya pria itu juga merasa bersalah atas keadaan Bintang yang juga melibatkan dirinya.

1
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!