NovelToon NovelToon
Calon TUMBAL

Calon TUMBAL

Status: tamat
Genre:Fantasi / Spiritual / Matabatin / Thriller / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:678.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ratna Jumillah

"Kamu spesial, Jingga.. Kalo ada yang nanya wetonmu, jangan di kasih tau ya, nak."

"Kenapa, uti?"

"Karena mereka bisa menyakitimu, lewat hari lahirmu.
Weton kelahiran itu ibarat senjata mematikan bagi orang jahat yang mau berbuat jahat padamu, maka dari itu jangan beritahukan wetonmu pada sembarang orang!"

Jingga, memiliki nama panjang Radenaruna Jingga. adalah gadis spesial yang menjadi incaran makhluk ghoib. Dia lahir di detik - detik kematian ibunya, dan hal itu menjadikan dia memiliki kemampuan melihat hantu dan berkomunikasi dengan mereka (Indigo).

Sampai suatu hari dia di adopsi oleh majikan mendiang ayahnya saat akan menginjak SMP dan ikut tinggal di Jakarta. Dia mendapati kejanggalan dan keanehan di rumah orang tua angkatnya itu. Banyak Arwah - arwah yang menangis meminta tolong dan ada juga yang selalu mengganggu Jingga!

Apa sebenarnya yang terjadi di rumah itu?? Misteri apa yang tidak di ketahui oleh Jingga??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 25. Ika Meninggal.

Setelah hari itu, hari - hari berjalan seperti biasanya. Dan tanpa terasa sudah hampir sebulan lamanya Jingga tinggal di rumah Delima. Dan dalam kurun waktu itu juga Jingga sering mendapatkan gangguan - gangguan kecil seperti ada perempuan menangis tapi saat ia datangi tidak ada sosok nya, Jingga yakin kemampuan nya melihat mereka yang tak kasat mata telah kembali, karena Jingga sering juga melihat anak kecil yang berlarian menaiki lantai 3.

"Huhuhu.." Suara tangisan yang terdengar sangat memilukan terdengar dari arah belakang.

Jingga yang kebetulan pulang sekolah terkejut mendengar suara tangisan Ika yang semakin hari semakin parah. Ika tidak sakit secara medis tapi dia menjadi seperti orang yang terkena gangguan mental karena setiap menjelang Maghrib dia akan menangis meraung - raung di kamar.

Delima tidak membiarkan Ika pulang dan justru membantu Ika berobat alih - alih memecat Ika karena selalu menangis membuat kebisingan dengan tangisan nya. Orang - orang berpikir bahwa Ika stress karena di tinggalkan pacarnya karena tak mau di ajak Ika menikah, ya pacar Ika menolak di ajak menikah dan memutuskan Ika sepihak.

"Ma, kok mba Ika makin memprihatinkan, ya?" Tanya Jingga pada Delima yang sedang duduk bersantai.

"Iya, makanya mama tidak memberi tahu keluarganya, mama akan pulangkan dia kalau dia sudah sembuh. Soalnya biaya dokternya mahal, orang tuanya pasti akan kesulitan." Sahut Delima.

"MasyaAllah, mama memang berhati malaikat." Ujar Jingga, Delima tersenyum mendengar itu.

"Tapi kan berisik banget, ma. Mau maunya mama ngobatin orang gila." Ujar Raka, lalu naik ke atas lantai dua.

Jingga mengunjungi kamar Ika yang berada di belakang rumah itu, tepatnya di dekat dapur. Saat Jingga membuka kamarnya, Ika sedang mulai terlihat tenang setelah di berikan obat penenang oleh pelayan tua. Jingga melihat kabut asap hitam yang mengelilingi Ika semakin menebal dan bahkan asap itu seolah mengusir Jingga untuk tidak mendekati Ika.

"Tolloonngg..." Tiba - tiba Jingga merasa Ika meminta tolong padanya, tapi mata Ika terpejam.

"Tolong saya.." Jingga kebingungan, suaranya adalah suara Ika, tapi Ika yang berada di depan nya sedang tertidur setelah di beri obat penenang.

"Non, ayo keluar. Biar Mba Ika nya istirahat dulu." Ujar pelayan tua.

"Iya, bi." Sahut Jingga lalu ia berjalan keluar dari kamar Ika.

Hari berganti malam dan Jingga saat ini sedang belajar di kamarnya. Raka tak terlihat di sana, jadi Jingga sendiri.

"Kricik! Kricik! Tiba - tiba terdengar suara air bergemericik dari dalam kamar mandi.

Jingga menghentikan menulisnya sejenak dan mendengarkan dengan seksama suara gemericik air itu.

"Hmmm Hmmm.." Terdengar samar - samar suara dari dalam kamar mandi seperti orang yang sedang bersenandung.

"Bang." Panggil Jingga.

Tapi tidak ada sahutan dari kamar mandi, Jingga pun bangun hendak mengecek, tapi tiba - tiba Raka membuka pintu kamar dan masuk sambil membawa segelas susu hangat di tangan nya.

Jingga pun tertegun melihat Raka, itu berarti di kamar mandi tidak ada siapapun, lalu suara air tadi dan suara orang uang bersenandung tadi siapa?

"Nih, dari mama." Ujar Raka, sambil menyodorkan susu yang dia bawa pada Jingga.

"Makasih, bang." Ujar Jingga, ia menggaruk kepalnya.

"Mungkin halusinasiku." Ujar Jingga saat hendak kembali duduk.

"Halusinasi apa!?" Tanya Raka, yang kini berdiri di ambang pintu dengan segelas susu hangat di tangan nya.

Jingga pun tertegun melihat Raka yang kini berdiri sambil membawa susu di tangan nya.

"Nih! Susu dari mama. Lain kali ambil sendiri dong kebawah! Nyusahin gue aja lu, udah gede juga." Ujar Raka, Jingga pun berkedip bingung dan menatap tangan nya sendiri yang rupanya kosong tak memegang apapun.

Susu yang sebelumnya Raka berikan, tidak ada.. Jingga hanya memegang udara kosong.

"Ini oneng! Malah bengong." Bentak Raka, Jingga pun kaget dan langsung menerima susu dari Raka.

"M- makasih bang." Ujar Jingga, tangan nya sampai lemas dan gemetar.

Raka duduk di meja belajarnya sendiri sementara Jingga masih kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi. Padahal jelas - jelas dia sudah menerima susu pemberian Raka, tapi susunya tidak ada di tangan nya.

'Astaghfirullah..' Batin Jingga.

Jingga akhirnya melanjutkan belajarnya, ia tak mau terus memikirkan kejadian aneh tadi. Sampai larut malam dan ia juga melihat Raka yang sudah lebih dulu tidur di ranjangnya, Jingga pun ikut menyudahi belajarnya dan ikut tidur di ranjangnya sendiri.

Waktu terus berjalan, semua penghuni rumah itu sudah tidur dan tidak ada aktivitas apapun lagi. Para pembantu di rumah itu juga sudah beristirahat dengan pulas, kecuali Ika. Ika terbangun dari tidurnya, tatapan nya kosong tapi air matanya mengalir.

Ia berjalan keluar tanpa ada seorang pun yang tahu dan menuju ke dapur. Ika mengambil pisau dapur dan menatap mata pisau yang tajam itu lalu tersenyum mengerikan, ia kemudian berjalan menuju ke tangga dan naik ke lantai dua.

"Hiks! Hiks!" Ika terisak, tubuhnya berhenti di tengah tangga.

"Tooo...loooo...ngg..." Ika menangis seperti sedang dalam kesulitan, ia melihat perempuan bergaun merah dengan wajah mengerikan berdiri di ujung tangga.

Perempuan bergaun merah yang sama yang dulu mendiang nenek Rumi lihat di jembatan saat Jingga tidur berjalan. Mata nya hitam legam dengan kuku - kuku hitamnya yang juga panjang, gigi - giginya runcing dan menatap kearah Ika.

Ika ingin berlari tapi kakinya tidak bisa di gerak kan, ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.

"Koe ga iso mlayu.." Ujar perempuan bergaun merah itu.

Ika hendak melawan tapi ia merasakan tulang - tulangnya kesakitan seolah di remas sampai terdengar bunyi tulang yang patah.

"KRAK!! KRAK!!" Ika tak bisa mengeluarkan suara seolah mulutnya di bungkam.

Perlahan Ika menaiki tangga dan melanjutkan langkahnya mengikuti wanita bergaun merah itu dengan sekujur tubuh yang berbunyi. Ika hendak berteriak meminta tolong sambil menatap kamar Raka tapi ia tak kuasa, tubuhnya benar - benar sudah tak bisa di kendalikan olehnya sendiri.

Ika lanjut naik ke lantai tiga dan dan berjalan keluar menuju ke balkoni dekat tempat ia menjemur pakaian, ia memanjat pagar pembatas dan kini ia berdiri di tepian pagar pembatas.

"Hiks! Hiks!" Ika akhirnya bisa mengeluarkan suara tangisnya.

Ika tak melihat lagi sosok bergaun merah yang mengerikan itu, tapi ia memandang dengan ketakutan ke bawah dan semakin menangis. Tiba - tiba tangan nya yang memegang pisau ia arahkan ke pergelangan tangan nya lalu ia iris sendiri pergelangan tangan nya di luar keinginan nya.

"Iki, getih wangi persembahanku.." Mulut Ika bicara sendiri tanpa Ika inginkan.

Darahnya mengalir dan menetes kebawah, dan setelah itu tiba - tiba tubuhnya seolah di dorong dan Ika terpeleset.

"AAAAA!!!" Ika berteriak..

"BRUGH!!" Suara tubuh Ika yang mendarat di depan teras rumah Delima, matanya terbuka lebar dan dari kepalanya mengalir darah segar.

Ika tewas di tempat, di malam yang sunyi itu. Darah dari kepalanya yang pecah dengan cepat menyebar menggenangi teras rumah Delima.

Sampai pagi menjelang subuh, Nita dengan panik mencari keberadaan Ika kesana kemari. Kondisinya yang memprihatinkan membuat Nita khawatir teman nya itu melakukan hal bodoh.

"Ya Allah, Ika kemana ya.." Nita mencari ke taman belakang, ke dapur, ke sekitaran di dalam rumah, tapi tak menemukan Ika.

Dan saat Nita membuka pintu depan rumah Delima, Nita langsung terduduk lemas saat melihat Jasad Ika yang sudah terbujur kaku di lantai depan teras Rumah Delima.

"AAAAAA!!! IKA, Hiks.. Hiks.. Hiks.." Nita langsung berteriak dan menangis histeris saat itu juga. Ia melihat jasad Ika dengan mata terbuka menghadap ke arahnya.

BERSAMBUNG..

1
manira zhang
ceritanya sangat seru banyak plot twist nya, tencu othor🥰
manira zhang
kasian ustadz Ali, pdhal mau aku ajak ta'arufan belio🤧
Sativa Kyu
👍👍👍
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasihh kak❤️
total 1 replies
wahyuni yuni
seru nih ada lanjutannya/Drool/
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
sᴇᴘᴇʀᴛɪ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ..
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasih kak, sudah baca sampai akhirr🥰
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Ya allah... Airlangga... 🥺🥺 Kamu tersiksa karna ulahmu sendiri...
Desyi Alawiyah
Berarti ada yang salah sama salepnya.. 😮
Desyi Alawiyah
Ah masa sih Delima udah bawa Ika ke dokter... perasaan dibiarin aja deh Ika sakit kaya gitu... 😌
Desyi Alawiyah
Lah kamu marah-marah mulu sih, Raka.. Jingga adikmu loh sekarang...
Mila helsa
d episode jingga k rumh itu,,kt nya lbih nyamn SM BBI tua itu,.?
Mila helsa
ky nya ayh jingga d jadiin tumbal SM majik nya deh,lnjutt ahh
Mila helsa
lah,,ustad nya,mninggoy,kirain berilmu tinggi yg akn sllu bantuin ji ngga ,gitu🤣🤭
Mila helsa
baru mmpir nih KA,STLH bc kisa Rumah eyang,.aku lari ke profilmu,.mau maraton LGI ah bc nya,.suka bget SM kisah2 horor,.
siapa tau ini jg g KLH seru dr Rumh eyang,
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasii banyak kak,, semoga akak suka kisah nya..
total 1 replies
arif irawan
wingi wewe gombel, saiki ganti
opo enek sift jogo wit iku
Mila helsa: 🤣🤣🤣,iya y KA,.mungkin itu suaminya wwe gmbok🤣🤭
total 1 replies
Siti Sopiah
ala Thor pak ustadz kan seorang Hero di cerita in kok malah kamu bunuh Thor
Sandisalbiah
Airlangga baru dr pasar itu juga kan.. beneran mereka kah.. pelaku pesugihan...?
Sandisalbiah
tuh kan.. ada sesuatu dgn majikan ayah Jingga... sesuai judul.. mereka akan jadikan Jingga sebagai calon tumbal...
Sandisalbiah
sedikit curiga si ama mereka ini.. muncul setelah 2 thn kematian ayah Jingga, kalau emang mereka peduli dan bersimpati harusny langsung melayat saat beliau meninggal kan..? udah gitu kematian ayah Jingga yg tak wajar, bisa aja mereka yg punya pesugihan dan ayah Jingga yg jd tumbalnya dan sekarang Jingga di jemput buat persediaan wadal selanjutnya.. siapa tau kan..? 🤔🤔
♨ˢᶜ𝓐𝔂⃝❥ 🪐⃞⃝𝓞𝓻٭ ρι
😭😭😭😭😭😭
Irwan Marzuki
koq rumah mewah lantanga kayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!