Follow IG author : arafaq_9
Jangan lupa like dan komentarnya ❤
Ketika Jordan Rodriguez, seorang pria tampan dan kaya yang dikenal sebagai pria yang tak terkalahkan dalam bisnis dan hubungan, bertemu dengan Grace, seorang wanita muda yang penuh dengan ambisi dan keinginan untuk sukses, keduanya langsung terseret dalam kisah cinta yang liar dan penuh gairah. Namun, di balik pesona dan kebahagiaan yang tampaknya sempurna, terselip rahasia gelap yang mengubah segalanya.
Seiring hubungan mereka berkembang, Jordan mulai menunjukkan tanda-tanda kecemburuan dan posesif yang tidak wajar. Jordan menyembunyikan identitas yang sebenarnya, terkait dengan masalalunya yang gelap dan berbahaya.
Saat rahasia terkuak, Grace harus memilih antara melarikan diri dari kegelapan yang mengancam atau mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan hubungan mereka. Dalam pergulatan antara cinta dan ketakutan, Grace menghadapi pilihan yang sulit. Yang akan mengubah takdir mereka selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arafaq_9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MIMPI ANEH
***
Dua bulan berlalu, sudah dua bulan ini Jordan mencari keberadaan Grace. Namun pria itu sama sekali tidak dapat menemukan Grace, bahkan jejaknya sekalipun, ia tidak bisa menemukannya.
Grace seakan-akan hilang di telan bumi, Luke benar-benar menutup segala aksesnya untuk menemukan wanita itu.
Namun Jordan tetaplah Jordan, pria dengan segala obsesinya itu tidak akan pernah menyerah. Sampai kapanpun Jordan akan terus mencari Grace.
***
Mansion Rodriguez, 09.00 PM.
"Bagaimana, Thom?"
"Maaf Tuan, kami belum menemukan Nona Grace. Sudah beberapa hari terakhir ini kami mencari tetapi tidak kunjung menemukannya,"
Jordan mengetatkan rahangnya, pria itu menggenggam gelas di tangannya hingga pecah dan melukai telapak tangannya.
"Astaga, Tuan. Tangan Anda berdarah." Thomas ingin mendekati Jordan, namun Jordan menaikkan sebelah tangannya. Tanda jika Thomas tidak boleh untuk mendekat.
"Cari dia ke semua negara, aku tidak mau tau. Kau harus bisa menemukannya, Thomas!" sentak Jordan, membuat Thomas terjingkat.
Setelahnya Jordan melangkah pergi meninggalkan Thomas, pria itu masuk ke dalam kamarnya, dan menemukan sosok Jessica. Istrinya.
"Oh God! Kau terluka, Jordan." Jessica mendekat, Jordan mengangkat sebelah tangannya lagi. Menandakan jika Jessica di larang untuk terlalu dekat dengannya.
"Stop it, Jangan mendekat." Jordan melangkah menuju kamar mandi, seperginya Jordan. Jessica menghembuskan nafasnya kasar.
"Ada apa denganmu, Jordan?" gumam Jessica, wanita itu melangkah menuju walk in closet.
**
Menit berlalu, setelah membersihkan dan mengobati lukanya sendiri. Jordan dan Jessica sudah berada di atas ranjang, tadi setelah Jordan dari kamar mandi. Pria itu menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Pria itu memejamkan matanya. Mencoba untuk tidur lebih awal, karena beberapa hari ini tubuhnya terasa lelah.
Jessica menatap Jordan, wanita itu ingin memeluk suaminya. Namun melihat Jordan yang membatasi tempat tidur mereka, membuat Jessica mengurungkan niatnya dan lebih memilih memejamkan matanya.
Kamar Jordan, 02.00 AM.
"Daddy?" panggil seorang anak kecil berwajah tampan yang sangat mirip dengan sosok pria yang di panggil Daddy.
"Daddy?" beo pria tersebut, pria yang tak lain ialah Jordan.
"Yeah ... Daddy, kau Daddyku bukan?"
"Ak_" ucapan pria itu terhenti saat seseorang menyelanya terlebih dahulu.
"Sayang, kemarilah. Ayo kita pergi," teriak seorang wanita yang berdiri jauh di antara mereka berdua.
Anak kecil itu menoleh ke belakang, ia mengulas senyumnya.
"Tunggu aku, Mom!" teriaknya, kemudian ia kembali menatap Jordan.
"Selamat tinggal, Daddy." anak itu melambaikan tangannya ke arah Jordan, seraya langkahnya yang semakin menjauh.
"Tidak ... jangan pergi, hei ... jangan pergi!"
***
"Jordan, bangunlah. Kau kenapa?" Jessica menepuk-nepuk pipi Jordan, ia juga mengusap buliran-buliran keringat yang membasahi wajah pria itu.
Sementara Jordan, pria itu bergerak gelisah. Bibirnya terus bergumam.
"Tidak, jangan pergi. Tunggu aku, tunggu aku!!!" Jordan terbangun, nafasnya tersengal.
Jessica mengernyit, "Apakah kau bermimpi buruk, Sayang?" tanyanya, Jessica ingin kembali menyentuh Jordan. Namun Jordan terlebih dahulu menepisnya.
Jordan menuruni ranjang, pria itu tidak menjawab pertanyaan Jessica dan lebih memilih pergi.
Jordan menuju ruangan kerjanya yang ada di lantai tiga, pria itu membuka pintu balkon. Kemudian ia berdiri di sana menikmati langit hitam yang pekat.
"Kenapa mimpinya sangat aneh? Anak siapa tadi?" Jordan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, mengusap wajahnya dengan kasar. Jordan memejamkan matanya, kepalanya mendongak. Menikmati angin yang berhembus lembut.
Lama Jordan memejamkan matanya, hingga setelahnya, ia membuka kedua matanya saat bayangan Grace yang tersenyum terlintas.
"Brengsek!" umpat Jordan, emosinya kembali hadir ketika mengingat Grace.
***
Bali, Indonesia.
"Bagaimana keadaannya, dok?"
Dokter wanita paruh baya itu menatap sosok Luke, dan Jasmine sebentar.
"Kondisi Nona Grace masih sama, dia seperti tidak memiliki semangat untuk hidup. Kita harus ektra membuatnya memiliki semangat kembali, karena bagaimana pun. Kondisinya yang sekarang sangat mempengaruhi janin yang ada di kandungannya, tetaplah untuk mengajak ngobrol Nona Grace. Karena meskipun Nona Grace tidak merespon, tetapi ia tetap mendengarkan segala ucapan yang kita sampaikan,"
"Lalu bagaimana dengan janinnya?" sahut Jasmine.
"Keadaan janinnya tidak apa-apa, yang terpenting tetap berikan obat yang selalu saya resepkan,"
Jasmine dan Luke mengangguk, setelahnya Luke menemani dokter tersebut ke depan. Sementara Jasmine masuk ke dalam kamar Grace.
Wanita itu meneteskan air matanya saat melihat Grace yang duduk di depan jendela, kedua matanya menatap kosong halaman samping villa.
Jasmine berdiri tepat di samping Grace, tangannya mengusap puncak kepala Grace dengan lembut.
"Segerelah sembuh, Grace. Mau sampai kapan kau seperti ini, hm?"
***
Ara belum bisa double ya sayang²ku, nunggu kontraknya beres dlu 😩🙏