Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banyak banget wanita genitnya.
Di pesta pernikahan Yan Yasha dan Arin, begitu banyak wanita bangsa siluman yang berpakaian begitu nakal. Mereka memakai pakaian yang begitu terbuka, Seolah mereka mau telanjang saja.
"Wow...," Arin yang terpukau.
Arin tidak terpukau dengan perhiasan, namun dia malah terpukau dengan para wanita siluman yang berpakaian hampir telanjang.
"Hari ini, aku umumkan Arin sebagai ratuku!" seru Yan Yasha.
"Selamat Raja." wanita cantik dari klan siluman rusa memberi hormat.
"Selamat Raja!" seru beberapa wanita dari klan siluman burung.
"Aiss..., mereka pasti tidak punya kain yang pas." ucap Arin.
"Ada apa?" tanya Yan Yasha yang melihat wajah Arin julit.
"Berilah pakaian untuk anak buahmu, masak mereka bajunya kurang bahan." jawab Arin.
Yan Yasha dan Long-ji menoleh.
"Siapa yang bajunya kurang bahan, ratu?" tanya Long-ji.
"Tuh..," jawab Arin sembari menunjuk ke arah para wanita siluman.
Ketika Arin sedang berbicara dengan Yan Yasha dan Long-ji, Xamara berjalan mendekati Yan Yasha, dia kemudian tersenyum dan hendak membenarkan jubah Yan Yasha.
"Raja, ada yang mau hamba bicarakan dengan raja." ucap Xamara. Xamara sudah berganti pakaian dengan hanfu cetar membahana. kainnya begitu tipis hingga tertiup angin saja kain itu langsung membentuk tubuhnya.
"Awas ya, jika sampai dia pergi sama wanita bulu domba, aku pasti akan mencincangnya." gumam Arin dalam hati.
Xamara tersenyum mengejek, dia menatap Arin dengan wajah yang penuh tipu daya. "Aku pasti akan membuatmu malu, aku akan memperlakukanmu di depan kaum siluman." gumam Xamara dalam hati.
"Ck..., rencanamu itu sudah kadaluarsa." gumam Arin. Setelah itu dia menatap Yan Yasha dengan senyum penuh ancaman.
"Tidak kah kamu lihat sekarang ini hari apa?" kata Yan Yasha.
Seketika wajah Xamara yang tadi tersenyum itu langsung pudar. Sedangkan Arin nampak tersenyum ketika mendengar jawaban Yan Yasha.
"Weeee...,"Arin menjulurkan lidahnya mengejek Xamara.
Di luar perbatasan dunia manusia dan dunia siluman, orang-orang kerajaan bumi sudah mulai menyerang perbatasan dimensi tersebut.
"Hancurkan pelindung klan siluman!" perintah Kaisar Qianro kepada para prajuritnya untuk menghancurkan batas pembatas dua dunia. pria itu memimpin sendiri untuk menghancurkan bangsa siluman yang selalu dibenci oleh manusia.
Kebencian itu timbul karena suatu insiden yang membuat para siluman dan bangsa manusia tidak pernah saling percaya, para manusia selalu menganggap para siluman adalah makhluk yang paling licik.
Para petinggi kerajaan bumi berjejer untuk melakukan formasi penghancuran batas dimensi. Komandan Yong-an mulai melakukan pergerakan untuk membuat dinding pembatas hancur. "Kekuatan angin, hancurkan." ucap komandan Yong-an, kemudian dia mengarahkan kekuatannya untuk menghancurkan dinding pembatas.
Setelah itu diikuti oleh kaisar Qianro, prajurit yang bisa menggunakan kekuatan mereka tentu saja mereka juga bersatu untuk membuat dinding pembatas bangsa siluman hancur. Mereka tidak peduli jika dinding itu hancur, setelah dinding pembatas alam siluman hancur maka para prajurit kerajaan bumi akan langsung menyerang para siluman.
Di desa Hen, para siluman yang ada di sana merasakan getaran yang begitu luar biasa. Beberapa siluman itu menatap pembatas dua alam yang harusnya tidak bergetar sehebat itu.
"Ada apa ini? kenapa dinding pembatas itu bergetar begitu hebat?" ucap beberapa siluman Mereka melihat dinding pembatas itu bergetar begitu hebat, sesaat kemudian muncul retakan halus perlahan menjadi retakan kasar.
"Ada yang mencoba menghancurkan dinding pembatas alam siluman!" jawab beberapa siluman kecil.
Siluman kelinci dan siluman burung yang ada di sana mereka terus memperhatikan, beberapa saat kemudian siluman tupai mendekat untuk menyentuh dinding pembatas itu, sesaat kemudian tiba-tiba saja dinding pembatas itu hancur.
Pranggg...,
Setelah dinding pembatas itu hancur, para prajurit kerajaan bumi langsung menyerang para siluman. Dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki, tidak peduli siluman dalam bentuk apapun para prajurit kerajaan bumi langsung menyerang tanpa ampun. Beberapa siluman kecil seperti siluman kelinci tupai dan siluman burung, Mereka mencoba menyerang namun kekuatan mereka tidak sebanding.
"Qawat, ini gawat." ucap siluman kelinci yang langsung bersembunyi dan mereka masuk ke dalam tanah.
"Bunuh mereka tanpa tersisa!" perintah Kaisar Qianro.
Di bawah kepemimpinan komandan Yong-an, para prajurit membunuh para siluman yang tidak berdaya, pedang itu menebas bahkan para prajurit kerajaan bumi menancapkan tubuh-tubuh tidak berdaya itu di pepohonan.
"Mereka pantas mendapatkan perlakuan seperti ini, mereka harus dihancurkan." ujar komandan Yong-an.
Berbeda dengan pengawal Zeros, pria itu melihat bagaimana wajah-wajah kecil tak berdaya itu dibunuh tanpa bisa melawan. "Yang mulia, apakah kita harus membantai mereka semuanya?" tanya pengawal Zeros.
"Bunuh semua makhluk hina ini tanpa tersisa!" perintah Kaisar Qianro.
para prajurit kerajaan bumi yang memang membenci para siluman itu mereka tidak akan pernah tinggal diam, mereka membantai para siluman yang ada di tempat itu, suara teriakan terdengar begitu keras. Para siluman yang masih bisa melarikan diri mereka langsung melarikan diri, mereka tidak peduli dengan kawanannya, mereka harus segera mendapatkan perlindungan dari kaisar kerajaan naga.
Siluman kelinci kecil dan siluman tupai berlari melalui lubang yang ada di dalam tanah, mereka berlari secepat mungkin untuk menghindari para prajurit manusia yang sudah membunuh keluarga mereka.
"Kita harus segera mencari Kaisar naga, jika tidak para manusia itu akan membunuh kita." kata siluman kelinci.
siluman tupai menganggukkan kepalanya, dua siluman kecil itu berlari tidak tentu arah, mereka benar-benar sangat ketakutan. Ketika mereka sudah sampai di depan istana kerajaan naga, 2 siluman kecil itu langsung berubah wujud. Mereka langsung berlari mendekati dua penjaga istana.
"Tuan..," panggil siluman tupai.
"Kalian ini sedang mencari siapa?" tanya prajurit kepada siluman kelinci dan siluman tupai.
"Tuan, kami harus segera bertemu dengan yang mulia raja naga." jawab siluman tupai.
"Yang mulia raja naga saat ini sedang berpesta untuk merayakan pernikahannya. kalian tidak bisa bertemu dengan raja naga saat ini." jawab prajurit.
"Tapi kami harus segera bertemu dengan yang mulia raja naga, kondisinya sangat gawat, para manusia itu sudah menghancurkan desa Hen." kata siluman tupai yang nampak menangis.
"Kalian ini cuma mau bertemu dengan yang mulia raja atau ingin makan enak di dalam?" tanya dua prajurit.
Siluman tupai dan siluman kelinci kemudian menangis dengan suara yang begitu keras. "Para manusia itu sudah membunuh keluarga kami, mereka sudah membunuh kawanan kami. Desa Hen sudah dihancurkan! mereka sudah membantai para siluman yang ada di sana!" teriak siluman tupai itu dengan suara yang begitu keras, wajah mereka nampak sangat ketakutan, tangisan mereka bukanlah tangisan kebohongan.
"Anak kecil, kamu yakin?" tanya si prajurit.
Siluman tupai dan siluman kelinci menganggukkan kepalanya, mendengar kabar itu dua penjaga gerbang bergegas masuk untuk melaporkan apa yang dikatakan dua siluman kecil itu kepada Yan Yasha.
*bersambung*
*Nantikan buku baru yang berjudul: Reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh.