NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Nikahmuda
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: mileaku

Seorang istri yang tinggal mati oleh suaminya , seorang ibu dari dua anak yang harus rela dan bersabar menggantikan sosok ayah untuk kedua anaknya , seorang adik ipar yang harus rela mengurus saudara dari mendiang sang suami yang saat ini menderita kelumpuhan , bahkan seorang perempuan yang harus rela berbagi suami di saat penderitaan hidup nya yang tak kunjung usai .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mileaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pukul satu siang Yulia atau perempuan muda utusan frangki itu baru kembali ke kantor lagi setelah dari rumah sinta di lanjut istirahat atau makan siang nya . Sampai kantor , Yulia langsung menuju ke mejanya tanpa terlebih dulu menyapa rekan kerjanya atau seniornya , sampai di meja kerjanya perempuan muda utusan frangki / Lutfi itu beberapa kali menghela napas panjang , Yulia terlihat memijat pelipisnya sendiri karena bingung mau menjelaskan apa pada atasan nya jika menelpon nanti , pasalnya atasan nya memberi mengultimatum jika siang ini kunci harus sudah ada di tangan pemilik nya atau atas nama sinta khairunnisa , jika gagal ada konsekuensi yang harus dia terima , entah apa konsekuensi nya yang jelas kemungkinan terburuknya di pecat atau kehilangan pekerjaan nya .

Dret

Dret

Baru beberapa menit sampai kantor , bahkan perempuan utusan frangki itu belum memiliki alasan yang pas untuk kegagalannya , nama si bos sudah tertera di ponsel nya dengan kata lain frangki sudah menghubungi nya . “ Astaga gimana ini si bos sudah menelpon ku saja . “ ujar perempuan muda utusan frangki dengan panik .

Tidak ada pilihan lain , seperti nya meminta bantuan pada rekan kerjanya , mungkin saja rekan kerjanya punya solusi yang pas untuk alasan kegagalan nya . “ Mas sandi gimana ini si bos telepon aku . “ ujarnya dengan panik pada rekan kerja nya yang duduk tidak jauh dari mejanya .

“ Tinggal di angkat , kenapa malah bertanya pada ku sih jupe. “ balas sandi . Karena perempuan itu belum menceritakan masalah yang terjadi pada rekan kerjanya atau katakan lah dia belum sempat bercerita apa yang sudah terjadi dengan tugas kedua nya, itu sebabnya rekan kerjanya membalas dengan entengnya , padahal yang memberi usul untuk mendatangi rumah sinta secara langsung adalah dirinya atau sandi , sandi bahkan tidak ikut ke rumah sinta padahal itu tanggung jawabnya juga .

“ Mas sandi ini . “ balas perempuan itu dengan menunjukkan kunci rumah yang menjadi permasalahan nya tanpa terlebih dulu menjawab panggilan dari frangki atau si bos nya .

Sandi melebarkan matanya melihat kuncinya masih di tangan rekan kerjanya . “ kenapa masih di tangan kamu , Yul ? harus nya kunci itu sudah di tangan bu sinta khairunnisa . Kamu itu bisa menjalani tugas dengan benar tidak sih , padahal itu kan tugas ringan tidak terlalu berat juga “ sandi malah meminta penjelasan atau katakan sandi malah menyalahkan Yulia atas apa yang sudah terjadi .

Perempuan muda utusan frangki atau Yuli itu mendengus sebal karena sandi rekan kerjanya seolah menyalahkan nya , bukan nya memberikan solusi . “ dih , mas sandi yang menyerahkan tugas ringan ini pada ku . Kenapa juga mas sandi malah menyalahkan ku , mentang-mentang mas sandi seniornya seenaknya saja . “ Yulia tentu saja tidak terima jika di salah kan , toh Yulia tadi sudah ke alamat yang di berikan mas sandi , tapi bukan nya bertemu dengan perempuan bernama sinta khairunnisa , melainkan suami bau bin aneh dari sinta khairunnisa .

Sudah tidak ada waktu untuk menjelaskan terlebih dulu pada sandi , karena si bos terus menghubungi nya , nanti makin runyam lagi kalo tidak di angkat - angkat . “ halo pak frangki , eh maksud saya pak lutfi . “ balas Yuli dengan gugup , saking gugup nya Yuli masih memanggil nama bos nya yang dulu .

 Melihat Yuli mengangkat telepon dari si bos sebelum menjelaskan dulu padanya , sandi pun beranjak dari kursi kerjanya kemudian mendekati meja Yuli , sandi khawatir dirinya pun terkena imbas dari kegagalan pekerjaan Yuli , pasalnya tugas itu bukan hanya Yuli yang bertanggung jawab atau dalam kata lain sandi pun seharusnya ikut datang ke rumah sinta untuk memberikan kunci nya , tapi sandi malah menyuruh Yuli seorang diri untuk mendatangi rumah sinta . " loudspeaker . " pinta sandi tanpa mengeluarkan suara nya pada rekan kerjanya . Yulia mendengus tapi tetap mengikuti perintah seniornya .

 “ Gimana , kamu sudah memberikan kuncinya pada sinta kan ? kuncinya sekarang sudah benar-benar di tangan sinta kan sekarang ? “ frangki langsung memberondong tujuan frangki menghubungi karyawan nya , frangki bahkan mengabaikan kesalahan karyawan nya yang masih memanggil namanya yang dulu .

Yulia dan mas sandi saling melempar pandangan , kala frangki langsung menanyakan hal itu. Yulia berdeham terlebih dulu untuk mengurangi kegugupan nya . “ Ehem , jadi gini pak lutfi . “ Yulia akan bicara apa adanya saja , dari pada membuat alasan dengan kebohongan . “ saat saya datang ke rumah bu sinta khairunnisa , ternyata menurut suaminya bu sinta sendiri , jika saat ini ibu sinta sudah tidak tinggal di rumah itu lagi , dalam arti kunci tersebut masih di tangan saya pak Lutfi . “ terang Yulia .

“ Alasan macam apa itu , apa kamu sedang mengarang bebas atau bagaimana Yulia ? suami dari sinta itu Alwi teman saya dan Alwi sendiri sudah meninggal hampir dua bulan yang lalu . “ frangki tentu saja tidak mempercayai penjelasan dari karyawan nya , apalagi setelah sinta mendatangi kantor nya beberapa hari yang lalu , malam nya frangki langsung berangkat ke kota kembang bandung atau tinggal di sebuah pesantren untuk memperdalam ilmu agama nya atau katakan lah frangki benar-benar sangat ingin menjadi seorang muslim yang taat .

’ Lah terus yang mengaku - ngaku suami Ibu sinta siapa dong , kalo suami ibu sinta ternyata sudah almarhum . Apa jangan - jangan yang saya temui orang gak waras yang mengaku sebagai suami ibu sinta , kali dari tampilan nya memang orang itu gak waras kali . ’ batin Yulia .

“ Sekarang panggil sandi kesini . “ pinta frangki pada Yulia .

“ Hadir pak . “ tanpa menunggu waktu lebih lama , sandi langsung menyahuti ucapan si bos yang mencari keberadaan nya .

“ Apa kamu sejak tadi berada di samping Yulia ? “ tebak frangki karena sandi langsung menyahuti ucapan nya .

“ I ___ ya pak . “ balas mas sandi dengan gugup .

“ Sandi , apa kamu sama Yulia benar sudah datang ke alamat yang benar ? apa jangan - jangan kalian salah alamat sehingga si Yulia mengarang cerita seperti itu ? “ mendapat pertanyaan seperti itu , mas sandi dan Yulia lagi - lagi saling melempar pandangan , jika mas sandi melempar pandangan pada junior nya karena mas sandi meminta bantuan pada Yulia atau setidaknya junior nya membantu menjawab . Sementara Yulia terlihat tersenyum mengejek pada seniornya , setidaknya si bos tidak hanya menyalahkan dirinya saja tapi juga orang yang seharusnya lebih bertanggung jawab dari tugas yang menurut seniornya hanya tugas ringan tapi justru membuat nya ketar - ketir .

’ Lebok siaa , mantek ula loba gaya pisan jiga si bos wae . ’ Batin Yulia . “ Mas sandi , saya mau ke kamar mandi dulu . “ pamit Yulia tanpa mengeluarkan suara nya , Yulia tentu saja sengaja meninggal kan mas sandi yang kebingungan menjawab pertanyaan dari si bos .

“ Sialan kamu . “ umpat mas sandi dengan tidak sadar pada Yulia yang meninggalkan nya begitu saja , tanpa terlebih dulu membantu nya .

Sementara frangki yang mengira umpatan kasar itu untuk dirinya , tentu saja tidak terima mendapat umpatan seperti itu . Bukan nya mendapat jawaban , tapi karyawan nya malah mengumpat nya . “ Sandi mulai besok sampai satu bulan ini , saya pindah kan kamu menjadi petugas keamanan , kalo tidak bersedia bulan ini tidak mendapatkan gaji sepeserpun . “

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!