Farhan dan Viona sudah menikah selama 10 tahun,namun mereka belum juga dikaruniai buah hati.
Bukan karena Farhan atau Viona yang tak subur,tapi karena Viona lah yang tak ingin mengandung seorang bayi meskipun rahimnya normal.
Alasan Viona tak ingin mengandung adalah,karena dia seorang mantan model terkenal,sehingga dia tak mau jika bentuk tubuh seksinya berubah.
Walaupun Farhan sudah mengatakan bahwa dia mau menerima bagaimanapun kondisi tubuh Viona,tapi Viona tetap menolak dengan keras,dia tak mau menuruti keinginan Farhan.
Perkara itu membuat Farhan Galau, Farhan ingin sekali memiliki anak untuk penerus keluarga besarnya,karena Farhan adalah anak tunggal,sehingga dari dialah orangtuanya mengharapkan penerus.
Untuk mengobati kegalauan suaminya, Viona pun menyarankan Farhan untuk mencari wanita yang dapat mengandung benihnya,tentu saja dengan jalan pernikahan yang sah.
Meski sempat menolak,tapi akhirnya Farhan menikahi seorang gadis bernama Ameera,karyawati di kantornya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi Papa dan Mama
Sekeluarnya dari rumah orang tua Viona, Farhan langsung meluncur ke rumah orang tuanya.
Farhan akan berbicara dengan orang tuanya mengenai perceraiannya dengan Viona.
Di tengah jalan,Farhan berpisah dengan pengacaranya yang sama-sama membawa mobil.
Perjalanan yang di tempuhnya cukup jauh,lokasi rumah orangtuanya berada di luar kota.
Farhan mengambil ponselnya,lalu menekan nomor Ameera,dia merasakan kerinduan pada wanita lembut itu.
"Assalamualaikum Mas" sapa Ameera ketika teleponnya tersambung.
"Wa'alaikumussalam" jawab Farhan.
"Kamu lagi apa?" tanya Farhan.
"Lagi ngemil Mas" jawab Ameera,suaranya terdengar tak jelas, Ameera seperti sedang mengunyah.
"Jangan ngemil terus,nanti kamu gendut loh" ucap Farhan bercanda.
"Nggak apa-apa,aku sengaja biar gendut,soalnya pengen tahu kamu masih cinta sama aku atau nggak kalau aku gendut" jawab Ameera telak.
"Hish,ya tetap cinta dong Sayang,masa enggak sih? kamu gendut pun pasti tetap cantik!" Farhan menggoda Ameera.
"Iiiih... Mas sekarang jadi rajin ngegombal deh" Ameera tersipu malu.
"Hahahah... aku jadi gombal begini gara-gara kamu!" Farhan tertawa,beban dihatinya seakan telah hilang.
Ameera pun terkekeh mendengar jawaban suaminya.
"Kamu dimana Mas? apa malam ini pulang kesini?" tanya Ameera.
"Aku dalam perjalanan,aku mau ke rumah orang tuaku,mungkin aku akan menginap disana,karena lokasinya sangat jauh" jawab Farhan jujur
"Oh,ya sudah, hati-hati ya Mas,jangan ngebut-ngebut loh" pesan Ameera.
"Iya Sayang,nggak akan ngebut kok,cuma agak kencang dikit,hehehe" canda Farhan.
" Mas...." Ameera menekankan suaranya,seolah memarahi Farhan yang 'ngeyel'.
"Iya Sayang,iya... nggak akan ngebut,nggak akan kencang-kencang kok" Farhan mengalah.
"Ya sudah,aku tutup dulu ya,nanti aku telepon lagi setelah sampai" Farhan berpamitan.
"Ya,Mas" jawab Ameera.
"Assalamualaikum bidadari surgaku" ucap Farhan mesra.
"Wa'alaikumussalam imam terbaikku" balas Ameera mesra.
Hati Farhan berbunga-bunga,kini dia dan Ameera tak malu untuk mengungkapkan perasaan masing-masing,bahkan ucapan dan kata mesra pun tak jarang menghiasi obrolan mereka.
Farhan sangat bahagia saat ini,kesedihan atas perceraian hanya dirasakan satu malam saja, setelahnya, Farhan melupakan begitu saja.
*****
Mobil Farhan memasuki halaman rumah orang tuanya,lalu memarkirkannya di tempat biasa.
"Assalamualaikum" ucap Farhan,sambil memencet bel rumah.
"Waalaikumsalam" sahut seseorang dari dalam.
Pintu pun terbuka,keluarlah sosok Papanya Farhan.
Farhan langsung mencium punggung tangan Papanya dan memeluk pria itu penuh kerinduan,karena selama beberapa lama Farhan tak bertemu dengannya,itu dikarenakan sang Papa yang sedang menjalankan tugas di luar kota.
"Kok kamu cuma sendirian?" tanya Papanya, celingak-celinguk menoleh kesana kemari.
"Memangnya harus sama siapa?" Farhan pura-pura tak mengerti.
"Ya sama istri kamu lah" jawab Papanya.
"Farhan sudah nggak punya istri Pah,makanya Farhan ke sini,Farhan ingin menceritakan tentang itu kepada kalian" jawab Farhan terus terang.
"Apa maksudnya dengan kalimat 'nggak punya istri'?" tanya papanya tak mengerti.
"Nanti aku ceritakan ya,sekarang kita masuk dulu,aku mau ketemu sama Mama" pinta Farhan
Farhan dan Papanya pun masuk,mereka duduk di ruang tamu bersama.
"Mah,kemari Mah,lihat siapa yang datang!" panggil Papanya Farhan kepada Ibunya yang berada di dalam kamar.
"Sebentar Pah!" sahut Ibunya Farhan.
Tak lama kemudian,wanita yang jadi cinta pertama bagi Farhan itu turun,dia begitu terkejut melihat putranya kini berada di rumahnya.
Farhan langsung berdiri dan berjalan ke arah ibunya,lalu memeluk wanita itu.
"Kamu kok tumben datang kemari,Han.Ada apa? kamu kangen ya sama Mama?" tanya Ibunya sedikit bercanda.
"Iya,aku kangen sama Mama,jangan ditanya lagi kalau soal itu" jawab Farhan tersenyum lebar.
Farhan dan Ibunya pun ikut duduk dengan sang Papa.
"Farhan bilang dia datang ke sini untuk mengatakan sesuatu tentang hubungannya dengan Viona" ucap Papanya Farhan.
"Apa maksudnya,Han?" tanya Ibunya.
Ibunya Farhan langsung menoleh kepada putranya,meminta jawaban dari ucapan suaminya.
Farhan tak langsung menjawab,dia diam sejenak,mengambil nafas untuk bercerita kepada orang tuanya mengenai perceraiannya.
"Mah,Pah, aku dan Viona sudah bercerai,kami bukan suami istri lagi" Farhan memulai.
Kedua orang tuanya tercengang mendengar ucapan sanga anak.
Mereka tak percaya jika Farhan menceraikan Viona,karena yang mereka tahu bahwa Farhan begitu tergila-gila pada wanita itu,hingga menentang saat mereka tak merestuinya.
"Kamu bercanda,kan?" tanya Ibunya tak yakin.
"Buat apa aku bercanda soal itu? aku serius kok" jawab Farhan dengan sikap tenang.
"Tapi... kenapa kamu gak sedih sama sekali? kamu malah terlihat tenang-tenang saja?" tanya Papanya heran,karena wajah Farhan sama sekali tak terlihat sedih.
"Aku sudah sedih kemarin malam,dan sekarang gak mau sedih lagi,buat apa menangisi seseorang yang sudah gak ingin kita pertahankan" jawab Farhan santai.
Orang tua Farhan Saling bertatap, masih belum mengerti maksud anaknya itu.
"Kalian kenapa? kok kayak gak percaya sih dengan aku bercerai?" Farhan mengerutkan keningnya melihat kedua orang tuanya yang terlihat heran akan dirinya.
"Han,kami gak percaya kamu menceraikan wanita itu, soalnya setahu kami,kamu sangat mencintai dia.Dan terlebih lagi ekspresi kamu biasa saja, seharusnya kamu kan sedih atau terpuruk dan semacamnya setelah bercerai" ucap sang Ibu.
"Memangnya aku harus nangis kejer? kan malu Mah, aku bukan anak-anak lagi" Farhan malah menggoda orang tuanya.
"Kamu yakin kamu sehat?" Ibunya Farhan menempelkan punggung tangannya di kening sang anak,untuk mengecek apakah putranya waras atau tidak.
"Ya Allah... aku sehat wal'afiat Mah, aku waras kok!" Farhan mengambil tangan Ibunya dan menggenggamnya.
"Mah, aku dan Viona benar-benar sudah bercerai,ini aku baru pulang dari rumahnya,langsung kesini karena mau menceritakan segalanya ke kalian" jelas Farhan.
Melihat sikap normal putranya,barulah keduanya percaya.
"Kenapa kamu menceraikan dia,Han? bukankah kamu sangat mencintainya?" tanya Papanya.
"Karena memang sudah waktunya Pah,hubungan kami gak bisa terus berlanjut,karena dipenuhi dengan kebohongan dan juga derita batin.Aku sudah gak sanggup lagi,makanya aku pilih buat berpisah saja" jawab Farhan.
"Kebohongan dan derita batin apa maksudnya? bukannya kalian bahagia?" tanya Ibunya.
"Mungkin yang terlihat memang seperti itu,tali kenyataannya gak seperti itu.Hubungan kami gak seharmonis itu,semua hanya terlihat dari luar saja" Farhan mulai bercerita.
"Aku menceraikan Viona karena beberapa poin yang nggak bisa aku terima.Pertama, Viona berselingkuh dengan seorang pria yang lebih muda dari aku, mereka berhubungan sudah sangat jauh,hingga sering bertemu di hotel dan menghabiskan waktu bersama" Farhan menyebutkan poin pertama.
Orang tuanya menggelengkan kepala tak percaya, menantunya bisa melakukan pengkhianatan pada Farhan yang setia.
"Kedua,selalu menjelek-jelekkan Mama di depanku,dia secara terang-terangan menyebutkan gak suka Mama padaku.Itu sangat membuatku tak suka,karena dia menghinakan orangtuaku" Poin kedua pun disebutkan.
"Ketiga,Viona sering meminta uang tambahan setelah aku memberikannya jatah bulanan 50 juta,dia sering meminta tambahan dengan nominal yang besar.Awalnya aku pikir kebutuhan pribadinya sangat banyak,sehingga aku memberikannya.Tapi ternyata,dia menggunakan uang itu untuk diberikan kepada selingkuhannya " Farhan menceritakan poin ke tiga.
Ibunya Farhan menutup mulut yang menganga akibat terkejut mendengar pengakuan anaknya.
"Ke empat,Viona menolak untuk memberikan anak padaku,padahal dia bisa mengandung dan melahirkan,tapi dia menolak dengan keras" poin terakhir yang disebutkan Farhan cukup membuat mereka tercengang.
Bagaimana tidak? yang mereka tahu Viona sedang hamil.
*****