deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; berfikir akan bercerai
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran
....
Ke esokan pagi nya..
Kiran dan juga Mutia pergi ke pondok putra tentu nya setelah meminta izin kepada Abah.
Sesampai nya Kiran dan Mutia di kamar Adit. Kiran melihat Adit masih terbaring di kasur dengan perban melingkar di kepala nya. Serta banyak luka lecet di bagian lengan nya.
"Assalamualaikum" ucap Kiran dan Mutia bersamaan
"Waalaikumsalam.." ucap Adit terkejut.
"Kakak.." ucap Adit.
"Bagaimana keadaan mu? Apa ada yang sakit?" Tanya Kiran
"Tidak kak.., untung lah kemarin kakak ipar segera menolong ku" ucap Adit.
"Hah kakak ipar? Maksud kamu mas Arya?" Tanya Kiran heran
"Iya kak."
"Adit.. ini- ucap Arya yang terpotong karena terkejut di dalam kamar Adit ada Kiran
"M..maaf kan aku, Adit ini obat mu.." ucap Arya memberikan obat yang baru saja di tebus oleh Arya.
"Terimakasih kak.. kemari lah.." ucap Adit meminta Arya duduk di sebelah nya.
"Kakak sudah melihat kondisi mu.. sekarang kakak pamit dulu.. kakak hanya izin sebentar kepada Abah" ucap Kiran menghindari Arya.
"Kak.. " pangil Adit menahan tangan Kiran.
"Aku mohon sekali saja, dengar kan penjelasan kakak ipar.. aku tau semua yang kakak dengar hanya salah paham.. tolong dengarkan lah kakak ipar" ucap Adit memohon
"Baiklah.. aku akan mendengarkan nya.. Mutia, lebih baik kamu kembali duluan saja.. aku takut nanti kamu kena marah karena aku" ucap Kiran
"Baiklah. Kalau begitu aku pamit dulu. Assalamualaikum" ucap mutia lalu Meninggalkan Kiran
Kiran awal nya sangat tidak ingin mendengarkan penjelasan Arya. Namun, karena Adit lah yang memohon Kiran tidak tega menolak keinginan adik kesayangan nya itu.
"Baiklah sekarang cepat katakan.. aku tidak punya banyak waktu" ucap Kiran tanpa menoleh ke arah Arya.
"Dek dengarkan mas.." ucap Arya memohon
"Aku sudah mendengarkan mu... Sekarang cepat katakan!" Ucap Kiran
"Apa yang adek dengar waktu itu. Adek tidak mendengar semua nya.. dek, mas berani bersumpah.. mas menolak permintaan ibu dengan mentah mentah .. bahkan ketika Nimas datang ke rumah pun dengan segera mas membawa nya ke kos kos an agar dia punya tempat tinggal.
Kalau untuk masalah Nimas memeluk mas itu, karena dia tersandung lalu tidak sengaja mas menahan tubuh nya agar tidak terjatuh.. " ucap Arya sedikit berbohong.
Karena kenyataan nya adalah. Nimas memang sengaja memeluk Arya dan segera di tepis Arya.
"Sekarang adek percaya? Dek mas mohon.. mas sudah gila karena mencari adek kesana ke sini.. mas mohon maafkan mas.." ucap Arya yang tidak terasa air mata nya jatuh begitu saja
"Dek, kakak permisi dulu.. waktu Kaka sudah habis.." ucap Kiran lalu hendak berdiri meninggalkan kamar Adit. Namun dengan tiba tiba Arya mengatakan sesuatu
"Dek.. mas tidak akan pergi sebelum adek memaafkan mas. Dan mau kembali bersama mas." Ucap Arya
"Jika itu yang mas ingin kan.. aku lah yang akan pergi dari sini.. tapi, tanpa diri mu" ucap Kiran lalu berlalu meninggalkan Arya dan juga Adit.
Sepeninggalan Kiran Arya malah menangis layak nya anak perempuan. Membuat Adit sedikit heran kenapa akhir akhir ini kakak ipar nya itu menjadi aneh karena mudah tersinggung, dan juga mudah menangis.
"Kakak berhentilah menangis.. kau seperti anak perempuan saja" ucap Adit
"Apa yang bisa menangis hanya anak perempuan saja? Laki laki juga bisa menangis" ucap Arya kesal.
"Sudah. Cepat minum obat mu" ucap Arya
Di sisi lain..
Kiran menangis di sepanjang perjalanan nya karena dia bingung harus percaya dengan ucapan suami nya atau percaya dengan pikiran nya.
Sesampai nya Kiran di pondok. Kiran langsung menghadap Abah untuk absen kalau diri nya sudah kembali.
"Assalamualaikum Abah.." ucap Kiran lalu mencium punggung tangan Abah.
"Waalaikumsalam nduk.. nduk kemari lah sebentar" ucap Abah meminta Kiran agar duduk dulu.
"Nduk sudah ketemu dengan suami nduk?" Tanya Abah
"Sampun bah (sudah bah) " ucap Kiran lirih
"Lalu sekarang bagaimana apakah nduk mau memaafkan suami nduk atau tetap seperti ini?" Tanya Abah.
"Kiran sudah memaafkan mas Arya sejak lama bah.. tapi, hati Kiran sakit.. Kiran sudah memutuskan akan berpisah dengan mas Arya saja" ucap Kiran polos.
"Astaghfirullahaladzim.. nduk istighfar..! Kamu tau apa yang barusan kamu ucapkan?! " Ucap Abah
"Nggih bah.. tapi, ini sudah keputusan Kiran.. maafkan Kiran, tidak bisa menjaga rumah tangga Kiran". Ucap Kiran menunduk
"Nduk, setidak nya berikan lah kesempatan kepada suami nduk.. nduk ini anak yang pintar. Tapi, jangan sampai karena emosi buta nduk melakukan hal yang di benci Allah" ucap Abah
"Maaf bah, Kiran kembali ke kamar dulu.. assalamualaikum.." ucap Kiran lalu pergi begitu saja.
Tanpa Kiran sadari jika dari tadi ada kedua orang tua Kiran yang menunggu di balik kursi panjang yang di duduki oleh Abah.
Karena sejujurnya Arya bisa mengetahui Kiran berada di pondok karena dia berhasil membujuk mertua nya itu.
Flashback.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.. ada apa kamu kesini?!" Ucap mama Arya
"Mama tolong dengar kan penjelasan ku dulu.. semua yang dek Kiran dengar itu salah paham.." ucap Arya memelas.
"Siapa ma?" Tanya ayah Kiran
"Arya.. ada apa kamu kemari?!" Ucap ayah Kiran kesal.
"Ayah.. Arya mohon dengarkan penjelasan Arya dulu" ucap Arya memelas
Lalu mama Kiran mengangguk i ke arah suami nya agar mau mendengarkan penjelasan Arya.
Setelah itu mereka mengizinkan Arya masuk. Dan Arya pun segera menjelaskan semua apa yang terjadi.
Setelah mendengar penjelasan Arya
Kedua orang tua Kiran pun memberitahu kan bahwa Kiran berada di pondok pesantren
Setelah itu Arya izin untuk pulang cepat dari sekolah agar bisa menjemput Kiran.. namun, tak di sangka kalau Kiran ternyata benar benar sudah marah kepada Arya
Flashback off
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois