NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:139.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Penyesuaiannya

Dikta saat ini berada di ruangan salah satu pasien anak kecil yang ditangani Zivanna. Dikta dengan ramah menemani anak kecil tersebut memberi vitamin berupa suntikan pada lengannya.

"Kenapa Dokter cantik tidak pernah mengunjungi Rain lagi?" tanyanya.

"Dokter cantik? Siapa itu?" tanyanya kebingungan.

"Yang sering menemani Rain," jawabnya.

"Dokter Zivanna maksudnya?" tanya Dikta.

"Benar, menurut Dokter memang ada Dokter di tempat ini yang kecantikannya mengalahkan Dokter cantik Rain?" tanya Rain.

Dikta hanya tersenyum tidak menjawab dengan melanjutkan pekerjaannya.

"Kenapa Dokter tidak menjawab? Apa Dokter Zivanna tidak cantik?" tanyanya benar-benar penasaran ingin jawaban dari Dikta.

"Dokter Zivanna cantik," jawabnya.

"Lalu kenapa Dokter cantik tidak mengunjungi Rain?" tanya Rain

"Dokter Zivanna sedang melaksanakan tugasnya di salah satu daerah, jadi beliau ke depannya tidak akan menemani Rain lagi," jawab Dikta.

"Ya sayang sekali, padahal Rain sangat senang bisa bertemu dengan Dokter Zivanna, Dokter cantik selalu memberi semangat dan bercerita banyak kepada Rain," ucapnya.

"Benarkah," sahut Dikta.

"Benar! menurut Rain, Dokter cantik adalah Dokter yang sangat baik dan bahkan sering memberi hadiah untuk Rain, Dokter cantik ingin sekali Rain cepat-cepat sembuh," ucapnya membuat Dikta tersenyum.

"Mungkin memang iya, karena Zivanna adalah orang yang memberikan fasilitas rumah sakit yang terbaik untuk kamu," batin Dikta.

"Ya sudah Rain, Dokter sudah selesai memberikan obat untuk kamu, jadi sekarang kamu harus istirahat dan jangan banyak memikirkan apapun," ucap Dikta.

"Baik Dokter," jawab Rain.

Dikta tersenyum dengan mengusap pucuk kepala anak kecil tersebut dan kemudian keluar dari ruangan itu setelah melakukan pemeriksaan rutin. Dikta berdiri di depan ruangan Rain dengan menghela nafas. Dikta kembali melihat ponselnya dan ternyata penasaran pesan yang telah dia kirim kepada istrinya belum terkirim sampai saat ini.

"Apa begitu sulitnya sinyal di sana?" ucap Dikta menghela nafas.

Mungkin memiliki harapan untuk berkomunikasi dengan Zivanna, tetapi lagi-lagi harus terhalang oleh jaringan sinyal. Dikta pada akhirnya tidak bisa menghubungi istrinya.

*****

Zivanna sudah menjalankan tugasnya sebagai Dokter relawan yang menyesuaikan kehidupannya di desa tersebut. Zivanna mungkin kebanyakan mengeluh karena minumnya teknologi di desa itu sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Belum lagi untuk persediaan mandi mereka juga sangat irit, mereka harus mandi ke sungai yang jauh jika ingin mandi dengan puas tetapi jika ingin mandi apa adanya dan benar-benar harus irit jadi menggunakan kamar mandi umum untuk keseluruhannya dengan air terbatas.

Zivanna baru saja selesai mandi di kamar mandi umum dan mengeringkan rambutnya duduk di pinggir ranjang.

"Busanya masih ada!" ucapnya hampir saja menangis saat mengeringkan rambutnya melihat rambut itu masih berbusa.

"Sampai kapan aku akan berada di tempat ini," ucap Zivanna benar-benar mengeluh dengan air mata yang jatuh.

Tidak lama Sherina datang menghampiri temannya.

"Ini Zivanna, aku membawakan kamu kentang bakar," Sherina tampak semangat memberikan makanan tersebut kepada temannya.

"Kamu kenapa? kenapa wajah kamu ditekuk seperti itu? Kamu menangis?" tanya Sherina benar-benar memperhatikan ekspresi Zivanna.

"Sampai kapan kita akan berada di tempat ini? Lihatlah untuk mandi saja benar-benar sulit, aku tidak tahu semua ini kapan akan berakhir. Aku benar-benar tidak tahan," ucapnya dengan kesedihan yang mendalam.

"Ya ampun Zivanna, namanya juga desa yang berada di ujung perbatasan dan sudah pasti memiliki fasilitas yang minim, percaya kepadaku jika pelan-pelan kita akan bersahabat dengan situasi yang ada di sini. Ini juga yang dirasakan warga selama ini," ucap Sherina yang selalu berpikir positif.

"Aku tahu itu, tetapi tidak juga harus tetap berada di tempat ini. Aku tidak tahu kenapa Dokter Dikta begitu jahat kepadaku, sampai harus mengirim ke tempat seperti ini," ucap Zivanna menyalahkan sang suami.

"Zivanna Dokter Dikta memilih kamu untuk menjadi relawan bukan karena beliau membenci kamu, tetapi sudah pasti kamu pantas berada di tempat ini karena ada sesuatu yang ingin beliau berikan kepada kamu untuk bermanfaat. Kamu jangan terus berpikiran buruk kepada Dokter Dikta," ucap Sherina terus menasehati sahabatnya itu agar tidak terlalu berpikiran negatif yang justru membenci orang lain.

"Sudahlah, kamu tidak ada gunanya bersedih dan mengeluh seperti itu, sekarang ayo kita sebaiknya keluar dari tempat ini, kita bergabung dengan rekan-rekan yang lain untuk menikmati kentang bakar ramai-ramai," ucap Sherina.

"Memakan kentang bakar saja harus di kerumuni," ucap Zivanna.

"Hey, mungkin bagi kita semua itu adalah makanan yang sangat simple atau tidak ada apa-apanya, tetapi bagi warga yang ada di desa ini itu merupakan pesta panen untuk mereka dan makanan yang paling enak untuk mereka, jadi kita harus menghargainya," ucap Sherina.

"Iya-iya, aku pakai hijab dulu," sahut Zivanna membuat Sherina menganggukkan kepala.

*******

Akhirnya Zivanna bergabung dengan rekan-rekan medis yang lain dan juga para tentara yang mana dua profesi itu sudah saling berkomunikasi satu sama lain.

Ini memang musim panen, makanan khas yang paling enak di desa tersebut adalah kentang yang dibakar yang membuat orang-orang desa kenyang dan mungkin sebagai pengganti makanan pokok.

Dokter dan tentara yang ikut dalam tugas mulia itu mungkin merasa hal itu biasa saja, tetapi mereka cukup menghargai dan ikut menikmati kentang bakar tersebut.

Zivanna melihat di sekelilingnya, hanya dengan makanan yang sangat simple bisa membuat orang-orang yang tinggal di desa itu tampak tersenyum dan begitu bahagia. Zivanna sangat bersyukur dengan kehidupannya yang dipenuhi dengan materi yang cukup dan bahkan lebih, tetapi terkadang dia masih mengeluh dengan keadaan yang dia miliki.

"Hey Dokter!" Zivanna terbuyar dari lamunannya ketika ditegur salah satu tentara yang tak lain adalah Aska.

Zivanna menghela nafas dengan kedatangan tentara tersebut.

"Apa saya begitu menyebalkan sampai-sampai harus menghela nafas saat aku berada di sini, apa saya memiliki kesalahan yang besar sampai mendapat tatapan kebencian seperti itu," ucapnya ternyata menyadari reaksi Zivanna.

"Kamu itu mengganggu pemandangan saya saja, untuk apa coba kamu berada di sini seperti orang yang tidak punya pekerjaan," ucap Zivanna benar-benar kesal.

"Ya ampun Dokter bawel, saya hanya ingin berbaur, melihat Dokter melamun sendirian dan tidak ada salahnya saya menegur agar tidak kerasukan, tetapi reaksi Dokter melihat saya justru seperti itu membuat saya tersinggung," sahut Aska.

"Sudahlah jangan terlalu berlebihan," sahut Zivanna mulai menikmati kentang bakar tersebut dengan menyentuhnya.

"Auhhhhh!" Zivanna terlalu ceroboh menyentuh begitu saja tanpa menyadari bahwa itu panas membuat Aska geleng-geleng kepala dengan tertawa kecil.

"Apa ada yang lucu," kesal Zivanna karena diejek oleh Aska.

Bersambung....

1
Diana
makan tuh gengsi mu Dikta!
Teh Euis Tea
eehh kirain Nayla sakitnya bohongan ga taunya beneran toh
Zivanna semoga km cepat sembuh ya
Marini Suhendar
apa sherina udah nikah blom ya...jodohin sama aska aj thor..omat jangan sama nayla😄
Teh Euis Tea
syukurlah Zivanna udah melewati masa kritisnya, semoga cepat sembuh ya zi
ini si Nayla bknnya tobat malah mau bundir, td mah biarin aj ga usah di tolongin Aska biar dia mati sia sia
Teh Euis Tea
aku ko sedih ya klu Zivanya meninggal
Herman Lim
anjirrr Nayla mank ulat bulu mungkin sakit nya hanya pura2 agar menarik perhatian Dikta yg ada makin org benci sama tindakan mu
Marini Suhendar
Thor jangan ambil zivanya..pliiiis
hanya thor yg bisa merubahnya💪😭
Marini Suhendar
thor jangan sampe zivanya meninggal..g rela 😭
Amalia Siswati
lagi dan lagi ada kesalahan dialog pemeran (nama) thor tolong perbaiki ini jadi membingungkan alur.
Teh Euis Tea
Nayla kamu kan sakitnya pura pura jd jgn merasa tersakiti ya
Herman Lim
beelagak tersakit asli mah pura2 sakit doang
Marini Suhendar
Nayla..Jangan belaga tdk tau,klo kebohongan kmu terbongkar nanti malu sendiri
Teh Euis Tea
Kiara siapa thor? 🤭
Marini Suhendar
pede sekali kamu wahai ulat bulu😄
Marini Suhendar
abaikan saja..ratu drama itu dikta
Herman Lim
aku sumpahi jadi beneran sakit u Nayla mampus
falea sezi
bukannya uda di. talak ya
Oma Gavin
semoga nayla beneran sakit parah dan hidup nya ngga lama lagi jgn seperti sekarang semua tau dia hanya pura" saling leukimia supaya dikta kasihan dan perhatian sama dia
Marini Suhendar
yess aska aku padamu beri jempol...mampus nayla🤪
Marini Suhendar
awas ya dikta..kamu tergoda lagi c nayla🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!