NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: BlackCat61

"Kau hanyalah sebatas istri pengganti!"

Clara Lyman terpaksa mengubur keinginannya karena paksaan dari orang tuanya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan.

Calon kakak iparnya, Keenan Gibson, merasa ditipu dengan keluarga Clara!

Namun, karena pesta pernikahan sudah di depan mata dan tidak ingin mempermalukan keluarga, Clara dan Keenan akhirnya memutuskan menikah.

Setelah menikah, perlakuan Keenan dingin pada Clara. Namun, Clara tak gentar untuk membuat sang suami menerima dirinya. Masalah kian rumit ketika kakak Clara datang kembali dan ingin merebut Keenan. Di samping itu, benih-benih cinta sudah muncul di hati Clara pada Keenan.

Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Clara? Akankah Clara memperjuangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackCat61, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Berusaha Tak Peduli

“Iyah, seperti yang kau duga. Gibran ingin mengajakku pergi,” ucap Clara pada Aida yang sedang ia telpon.

Clara berjalan duduk di ranjangnya. Terlihat wajahnya yang agak tertekan saat bertemu dengan Gibran tadi pagi.

[“Terus, apa yang kau katakan?” tanya Aida]

Clara menghela napas kasar. “Yah, apalagi? Tentu saja aku menolaknya. Tak mungkin aku pergi bersama dengannya,” jawab Clara

[“Kenapa?” tanya Aida spontan.]

Clara memasang wajah bingung. “Apa maksudmu dengan ‘kenapa’?” tanya Clara balik.

[“Iyah, kenapa kau menolaknya? Bukankah Gibran itu cinta pertamamu? Kau selalu ingin bersama dengannya. Bahkan, saat dia pergi meninggalkanmu, kau berharap tetap bersama dengannya. Lagipula, kau tak bahagia bukan dengan pernikahan paksa ini?” tanya Aida]

Clara terdiam. Perkataan Aida tak salah sepenuhnya. Ia memang pernah mengatakan hal demikian pada sahabatnya itu.

“Kau benar, Ai. Aku memang pernah mengatakan itu semua. Tapi, sekarang sudah berubah. Aku sudah berkeluarga. Memang, suamiku itu adalah orang yang tak akan mungkin pernah mencintaiku. Tapi keluarganya tidak. Keluarganya begitu menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Aku tak bisa, Aida. Aku tak ingin membuat mereka malu. Lagipula, aku tak mau sampai terjadi sesuatu pada Papa dan yang lainnya,” papar Clara

Terdengar suara helaan napas pelan di sana.

[“Aku tau apa yang kau rasakan. Kau tenang saja. Aku akan tetap mendukungmu di sini. Kau jangan takut. Jika Gibran berani memaksamu lagi, aku akan buat perhitungan dengan pria itu,” timpal Aida]

Senyum tipis terbit di wajah Clara. “Iyah, aku tau kau akan melakukan hal itu untukku,” balas Clara

[“Kalau gitu, aku tutup dulu yah. Aku akan menelponmu lagi nanti. Sampai jumpa,” ucap Aida]

“Sampai jumpa!” balas Clara kembali seraya mematikan panggilan telpon itu.

Clara terdiam menatap layar ponselnya itu. Ia menarik napas pelan lalu menghembuskannya.

Clara bangkit dari duduknya. Ia berjalan keluar dari kamarnya. Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Yahh, Clara sejak tadi pagi tak keluar dari kamarnya itu. Ia terus saja memikirkan kejadian di mana Gibran datang dan ingin mengajaknya pergi.

Jika saja Gibran datang saat sebelum pernikahan itu terjadi, dengan senang hati ia akan menerima ajakan itu. Tapi, semuanya sudah berubah saat ini. Ia tak bisa memutuskan seenaknya. Karena keputusan yang akan ia ambil, akan berpengaruh pada semua orang. Termasuk keluarganya.

Ia berjalan menuruni tangga. Ia hanya ingin memakan buah saja saat ini. Karena tak ada keinginannya untuk makan yang banyak. Namun, kejadian di bawah, sungguh membuat hatinya kesal juga panas.

Bagaimana tidak, saat ini ia melihat Keenan sedang memangku seorang wanita dengan pakaian yang begitu minim di sofa ruang tengah. Bukan hanya itu, keduanya berpagutan dengan mesra di sana. Membuat Clara benar-benar jengah.

Ia berusaha untuk tak peduli dengan melewati keduanya. Keenan melepas pagutan itu dan melihat ke arah Clara yang berjalan ke arah dapur.

Namun, sebelum sampai ke dapur, Clara lebih dulu berjalan ke arah ruang tengah untuk mengambil laptopnya yang ada di atas meja.

“Kau ke mana aja sih? Aku udah lapar tau,” keluh Keenan

Clara tak menggubrisnya, ia lebih memilih untuk mengambil laptopnya dan segera pergi dari sana.

“Hei, ngapain pembantumu ini seenaknya mengambil laptopnya Tuan Muda!” protes wanita itu.

“Dia istriku!” tegur Keenan

“Tuan Muda, bagaimana kalau aku menginap semalam di sini?” tanyanya dengan elusan pada dada Keenan.

Keenan tersenyum tipis. “Kau harus tanya pendapatnya jika mau menginap di sini,” jawab Keenan sambil melirik ke arah Clara.

Clara memandang datar pada hal itu. “Terserah saja! Ini rumahmu bukan? Terserah kau mau mengajak siapa. Asal jangan berisik saja,” tukas Clara seraya berlalu dari hadapan Clara.

“Apa kau tak keberatan aku membawa seorang wanita pulang ke rumah?” tanya Keenan

“Bukankah kau memintaku untuk tak mengurusi kehidupanmu?” timpal Clara

Dasar plin-plan! Dia sendiri yang menyuruhku untuk tak mengganggu kehidupannya ~ batin Clara

Senyum miring terbit di wajah Keenan. “Lapang dada sekali!” cibir Keenan

Clara lebih memilih tak mendengarkannya dan kembali berjalan ke arah dapur. Tak lama kemudian, ia berjalan menuju ke arah tangga untuk menuju ke kamarnya. Melewati pasangan pria dan wanita itu.

Keenan menghela napas kasar melihat reaksi Clara.

“Kau pulanglah!” ucap Keenan mendorong wanita itu pergi.

“Tuan Muda, ini sudah sangat malam tau. Biarkan aku berada di sini untuk menemanimu,” ucapnya dengan nada manja.

Keenan mengeraskan rahangnya. “Kukatakan sekali lagi padamu. Pergi! Sebelum aku menggunakan kekerasan!” tegas Keenan dengan tatapan tajam.

Wanita itu nampak ketakutan melihat tatapan yang begitu tajam itu. “Ba-Baiklah. A-Aku akan pulang dulu,” ucapnya seraya beranjak dari hadapan Keenan

Keenan beranjak dari duduknya. Ia berjalan menaiki tangga dan tepat berhenti di depan kamar Clara.

Apa dia sama sekali tak cemburu melihatku bersama dengan wanita lain? Atau, dia memang tak pernah menaruh rasa padaku. Apa mungkin itu karena pria yang ada di restoran itu? ~ batin Keenan

Keenan meraih knop pintu itu dan membukanya. Saat masuk ke dalam, ia melihat Clara yang sedang duduk di meja rias. Ia bisa melihat jika wanita itu baru saja habis mandi. Terlihat dari rambutnya yang basah dan juga aroma bunga lavender di sana. Entah kenapa, aroma itu sangat membuatnya tenang.

Keenan berjalan perlahan ke arah Clara.

Kenapa? Kenapa aku begitu peduli dengan perasaannya padaku? ~ batin Keenan

Dengan langkah pasti, ia memeluk tubuh Clara dari belakang. Hal itu tentu saja membuat sang empu terkejut dengan apa yang ia lakukan..

Clara melihat ke belakang di mana Keenan menumpukan wajahnya pada bahunya. Baru saja ia ingin berucap, Keenan sudah lebih dulu mengucapkan sesuatu.

“Kenapa kau belum mengeringkan rambutmu? Kau menggunakan AC di sini. Yang ada, kau akan terkena flu tau,” protes Keenan

Belum sempat Clara menyela, Keenan lebih dulu mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut Clara.

Sungguh saat ini, Clara benar-benar terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Keenan. Kenapa pria ini tiba-tiba berubah? Bukankah tadi masih bisa bermesraan dengan wanita lain?

Clara bisa merasakan degup jantungnya yang menggila karena perlakuan pria itu. Dengan perlahan ia melirik ke arah kaca, di mana ia bisa melihat wajahnya yang memerah padam.

Hair dryer itu di matikan. Keenan menghirup dengan dalam aroma lembut dari rambut Clara.

“Aku menyukai rambut panjangmu,” gumam Keenan

“Jangan memujiku! Bukankah kau sedang bersama dengan wanita itu? Kenapa tak main dengannya lagi?” tanya Clara dengan nada yang terdengar ketus.

Keenan tersenyum tipis. “Kenapa? Kau cemburu yah?” tanya Keenan balik.

Clara melepaskan pegangan tangan Keenan di bahunya. “Siapa yang cemburu?! Jangan aneh-aneh deh!” sanggah Clara sambil mengalihkan pandangannya.

“Ya udah, aku akan tidur di sini bersamamu,” timpal Keenan berjalan ke arah ranjang dan merebahkan dirinya di sana.

Clara langsung bangkit dari duduknya dan memandang kesal pada Keenan. “Kau jangan tidur di sini! Kembalilah ke kamarmu sana!” tukas Clara

Keenan melihat ke arah Clara. “AC di kamarku mati. Apa kau mau membuat suamimu ini mati kepanasan yah?” tanya Keenan dengan nada protes.

Clara menghela napas kasar. Ia menaiki ranjangnya dan langsung tidur menyamping. “Jangan terlalu dekat denganku,” sarkas Clara. Entah kenapa, karena kejadian di bawah tadi, membuat Clara jadi kesal pada Keenan.

Keenan melirik ke arah Clara yang memungguinya. Dengan perlahan ia memeluk tubuh Clara dari belakang.

“Kau mau aku tidur sambil memelukmu?” tawar Keenan

“Ihh, pergi sana! Siapa yang ingin dipeluk olehmu?!” protes Clara yang mendorong tubuh Keenan untuk menjauh darinya.

Keenan terkikik geli melihat wajah Clara yang salah tingkah padanya. Namun, bukannya melepas, justru Keenan malah mengeratkan pelukan itu.

“Biarkan aku memelukmu. Kalau tidak, aku akan melakukannya malam ini denganmu,” ujar Keenan

Sontak Clara berhenti untuk memberontak dan diam di dalam pelukan itu.

“Aku melakukan ini bukan karena aku mau. Tapi kau yang mengancamku,” cicit Clara

Keenan hanya diam saja. Yang terpenting saat ini ia cukup senang karena Clara tak banyak memberontak.

Wanita ini benar-benar menggemaskan juga. Mulut dan hatinya melakukan hal yang berbeda ~ batin Keenan

1
Holipah
lanjut kak
infinite soul
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
moonjuice
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Holipah
lanjut
moon struck traveller
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
BlackCat61: Siap. Selalu tunggu yah
total 1 replies
Harlina Mami
cerita x cukup bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!