Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Masa lalu Kael
Mikael tersenyum ketika berdiri di depan pintu apartemen mewah milik calon istrinya yang beberapa hari lagi akan dia nikahi. Hatinya sudah ngga sabar untuk melihat wajah terkejut dan menggemaskan kecintaannya itu, saat melihat akhirnya dia mengabulkan rengekannya.
Kedatangannya adalah kejutan. Sengaja mengabaikan permintaannya agar calon istrinya merajuk. Dia baru saja tiba dari Jepang setelah dipaksa papinya mengurus masalah di perusahaan itu di dekat hari H pernikahannya.
Mikael marah karena tau itu hanya alasan dari papinya agar pernikahannya bisa dibatalkan. Tapi Mikael tidak bisa berbuat apa apa karena ancaman papinya yang akan mencoret namanya dari daftar utama pewarisnya.
Mikael menatap buket bunga mawar merahnya dengan pernuh cinta. Dia tau calon istrinya marah karena kepergiannya, karena itulah dia ingin memberikan kejutan dengan kedatangannya yang tiba tiba.
Dengan kunci akses yang juga dia miliki, dia memasuki kamar itu. Melangkah perlahan ke dalam ruangan mewah yang temaram.
Langkahnya terhenti ketika tiba di kamar yang biasa dia datangi. Kamar kekasihnya.
Telinganya yang tajam menangkap suara suara yang aneh juga deru nafas yang mencurigakan.
Jantungnya berdebar kencang. Dengan marah dia mendorong kasar pintu kamar yang memang menyisakan celah dan mengagetkan dua orang yang berlainan jenis itu, yang sedang bermandikan keringat di atas tempat tidur kekasihnya.
"KAEL...." Suara Nafa bergetar begitu menyadari kehadiran Mikael, calon suaminya. Dia sangat shock. Kedatangan Kael di luar sangkanya. Harusnya besok pagi laki laki itu baru akan tiba. Bukan malam ini.
Tatap Mikael membeku. Dia melempar keras buket bunga mawar itu ke arah laki laki yang sudah berani meniduri calon istrinya.
Arsa Wijaya, kakak tirinya tidak sempat menghindar. Lemparan itu melukai pipi kanannya. Mawar mawar merah itu berhamburan di atas tempat tidur dan di lantai.
Dengan kalap, Mikael mendekat dan menghajar Arsa dengan tinju dan tendangan tiada henti. Bahkan kakak tirinya tidak sempat membuka mulutnya untuk membela diri, selain suara ringisan dan teriakan kesakitan yang terdengar.
"KAEL.....!" Nafa, gadis itu memegang selimut untuk menutupi tubuh polosnya, hanya bisa berteriak teriak ketakutan melihat ganasnya Mikael mengamuk.
Wajah Arsa babak belur, begitu juga tubuh polosnya. Darah mengucur di mana mana.
"KAEL! HENTIKAN....!" teriak Nafa yang takut Arsa bisa menemui kematian. Mikael sangat bering@s.
Kemudian Mikael menjambak rambut Aksa, meludahi wajahnya sebelum membanting kepala itu dengan keras di lantai.
Setelah melihat Arsa yang sudah tidak sadarkan diri, dengan tatapan mema-tikannya dia menjambak rambut Nafa yang menatapnya penuh ketakutan.
"Dasar bit-ch!" Mikael juga meludahinya sebelum melepaskan jambakannya dengan kasar. Dia pun berjalan cepat meninggalkan apartemen yang sudah dia hadiahkan pada Nafa setahun yang lalu. Setelah ini apartemennya akan dia lelang. Mikael membatin geram.
BRAK!
Suara bantingan keras pintu membuat Nafa berjengit.
Nafa menatap nanar kepergian Mikael. Mikael yang lembut dan selalu memujanya, kini sanggup memakinya. Bahkan meludahi wajahnya.
Nafa masih mengingat tatapan menji-jikkan Mikael atas dirinya. Dia memang salah, sudah mengkhianati Mikael. Kesalahan lainnya dia lupa kalo Mikael selalu mengabulkan keinginannya.
Nafa segera mengenakan pakaiannya dan memakaikan juga pakaian seadanya buat Arsa dengan sangat panik. Keadaan laki laki itu sudah sangat parah.
*
*
*
Mikael sudah berada di Dubai. dia sudah tidak peduli lagi dengan acara pernikahannya yang mungkin sudah dibatalkan. Ponselnya sudah dia hempaskan di apartemen kekasihnya tadi. Tidak ada yang bisa menghubunginya. Dia juga sudah tidak peduli lagi akan dicoret dari daftar pewaris. Kalo itu terjadi, dia tinggal menunjuk pengacara almarhummah maminya untuk menggugat.
Hanya dia anak sah yang lahir lewat pernikahan yang diakui oleh kakek neneknya. Hanya dia yang berhak menjadi satu satunya pewaris papinya.
BUGH
Mikael memukul keras stirnya. Masih terbayang di pelupuk matanya adegan menji-jikan calon istrinya dengan kakak tirinya.
"Sudah berapa lama?" gumamnya tanpa sadar.
Dia mencengkeram stirnya dengan sangat kuat.
"Gadis itu hanya mengincar hartamu."
Ucapan papinya kembali terngiang di telinganya. Ucapan ketaksetujuannya atas pilihan perempuan anaknya.
Mikael menyesal sudah menentang papinya. Sekarang dia menyadari kalo ucapan papinya benar.
Perempuan si@lan itu juga menginginkan kakak tirinya yang serakah itu. Sama seperti kakak tirinya yang selalu menginginkan semua miliknya. Mereka berdua sudah mengkhianatinya.
Nafas Mikael mendengus saking marahnya. Dia bersyukur, bisa melihat sendiri kebusukan keduanya sebelum hari H pernikahan mereka.
Nafa, gadis cantik yang dipujanya, ternyata kekasih Arsa juga.
Mikael mengeluarkan sumpah serapahnya.
Dengan kemarahan yang berkobar, Mikael menginjak gasnya lebih dalam. Tapi kemudian dia terkejut ada mobil yang muncul di depannya dala kecepatan yang sama. Mikael segera membanting stir ke kanan. Tapi karena kecepatan mobilnya sangat kencang malah membuat keseimbangannya hilang. Mobilnya terguling guling dan berakhir setelah berputar beberapa kali di tengah jalan.
Asap mulai muncul. Di tengah kesadarannya yang melemah Mikael malah melihat senyum lembut maminya. Dia pun balas tersenyum sambil memejamkan mata.
Dia lelah dengan hidupnya. Dia ingin bersama maminya saja.
Dua orang laki laki muda keluar dari dalam mobil yang hampir ditabrak mobil Mikael.
Mereka mendekati mobil yang sudah dipenuhi asap dan mulai terlihat jilatan api.
"Orangnya pingsan tuan muda," seru laki laki muda berseragam pengawal sambil menyemprotkan apar di tangannya.
Laki laki yang dipanggil tuan muda segera memecahkan kaca jendela mobil dengan apar di tangannya juga. Setelah memastikan keamanan laki laki itu. Keadaan sudah sangat darurat bahaya.
Dengan bantuan pengawalnya, dia menarik paksa tubuh Mikael. Begitu tubuh Mikael berhasil keluar dan meninggalkan mobilnya dalam jarak beberapa meter, ledakan hebat pun terjadi.
*
*
*
Mikael membuka matanya. Dia berada di ruangan serba putih.
"Syukurlah kamu sudah sadar."
Mikael menatap laki laki di sampingnya.
"Nama aku Levi. Kamu siapa? Aku akan menghubungi keluargamu." Laki laki itu bersikap ramah.
Nama? Mikael berusaha mengingat. Tapi yang dia rasakan malah sakit di kepalanya.
"Kamu tidak bisa mengingatnya? Ya, sudah, jangan dipaksa."
Mikael ngga menjawab. Dia merasa ada sekat yang menghalangi memori otaknya. Tapi satu nama muncul begitu saja.
"Kael. Aku ngga yakin, tapi kamu bisa panggil aku begitu."
"Hanya Kael? Nama keluargamu?"
Kael menggeleng.
"Aku tidak ingat."
"Oke. Aku akan minta dokter untuk memeriksamu lebih intensif lagi." Levi menghela nafas. Jika saja laki laki ini menyebut nama keluarganya, sepertinya tidak ajan sulit mencari siapa dia yang sebenarnya.
Mikael mengangguk dalam bingung.
Dia siapa?
Kael siapa?
Mikael tidak bisa mengingatnya.
Hingga berminggu minggu kemudian dia tetap tidak berhasil mengingatnya. Dia akhirnya memutuskan akan hidup sebagai Kael sebelum ingatannya kembali.
Kyknya Kael ingat Adel deh