Masih tahap revisi bertahap, jika menemui POV 1 maka itu belum bisa Author revisi, terimakasih.
Velicia, gadis manis yang baik hati. Setelah mengalami pengkianatan dan perselingkuhan antara teman dan pacarnya, kini dia menjadi gadis yang dingin dan selalu menjauhkan diri dari orang lain.
Bagaimana kisah perjalanan hidup Velicia selanjutnya? Akankah dia mendapatkan cinta yang tulus untuknya? Akankah hatinya yang beku bisa mencair?
Cover from google edited by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Setelah makan malam itu Davin meminta Maggie untuk menemuinya diruang kerjanya.
"Ya tuan," ucap Maggie formal.
"Hmm, duduklah," perintah Davin.
Maggie pun duduk di depan meja kerja Davin, dia sedikit bingung kenapa majikannya ini mengundangnya kesana.
"Apa ada hal penting yang ingin anda sampaikan?" Tanya Maggie.
"Ya, aku lihat Cia bisa menerimamu jadi temannya, jadi aku harap kau tidak pernah mengecewakan," pinta Davin, yang terlihat sangat serius.
"Ya, aku pikir kami tidak akan bisa berteman mengingat dia yang selalu dingin dan menghindari semua orang, aku tidak menyangka saja jika pada akhirnya dia menerima ku sebagai seorang teman," jelas Maggie.
"Kau mungkin tidak tau bagaimana dia sebenarnya, dia sangatlah berhati lembut dan baik hati, dia tidak seperti ini sebelumnya,hanya karena sebuah tragedi yang membuatnya berubah," Davin mengingat.
"Jadi apa itu, mungkin jika aku tau aku akan lebih bisa memahaminya," ucap Maggie.
Davin menghela nafas panjang, lalu dia mulai bercerita tentang masa lalu Cia, dimana dia di khianati oleh dua orang yang sangat dia cintai, Maggie nampak serius mendengarkan, dia sekarang tau ada apa sebenarnya di balik sifat dingin Cia.
"Jadi kau mengerti kan, dia mempercayaimu tapi jika kau membuatnya sakit hati maka aku pun bisa membuat hidupmu menderita," ancam Davin, dia hanya tidak ingin sejarah kelam adiknya terulang lagi.
"Tentu saja saya mengerti, bagaimanapun Cia adalah orang baik, bahkan saya tidak pernah membayangkan apa yang akan terjadi pada saya jika dia tidak pernah muncul waktu itu, jadi saya akan berusaha untuk menjadi teman yang baik dan bisa dipercaya untuk nya," Maggie meyakinkan Davin.
"Oke, aku percaya padamu, ini sudah larut istirahat lah," Perintah Davin.
Maggie pun undur diri, kini beban Davin sedikit berkurang, selanjutnya dia hanya perlu mencari tau tentang pria yang sedang mencoba. mendekati adiknya itu.
KEESOKAN HARINYA
Hari ini adalah akhir pekan, sudah lama aku tidak bertemu dengan Yuki karena kesibukan magangku, jadi aku putuskan hari ini aku akan menemui Yuki.
Aku sudah bersiap untuk pergi, hingga saat menuruni anak tangga, aku melihat Davin yang sedang membaca koran diruang tengah, melihatku yang rapi Davin pun memperhatikanku.
"Kau mau kemana?" Tanya Davin sembari menutup korannya.
"Aku ingin keluar sebentar," jawabku.
"Kemana?" Tanya Davin lagi.
"Ada deh, bawel banget, udah pergi dulu" ucapku tergesa-gesa dan meninggalkan Davin disana.
" Dasar bocah keseringan dimanja," gerutu Davin.
Aku pergi kearah rumah Yuki, berharap bisa bertemu dengannya, aku tidak tau persis dimana rumahnya, aku pun merapatkan mobilku di bahu jalan dan segera turun dari mobil, aku melihat sekitar tapi tidak nampak Yuki aku hanya ingat pernah menurunkannya disini, tapi aku tidak melihat kemana arah dia pergi, wah ini membuatku pusing, tau seperti ini aku akan membelikannya ponsel waktu itu, sehingga aku bisa menghubunginya kapanpun.
"Velicia," sapa seseorang dari arah samping yang membuyarkan pandanganku.
Aku pun menoleh kearahnya, di dengar dari suaranya aku tau siapa dia.
"Sedang apa kau disini? Apa kau mencari seseorang?" Tanya Dean.
"Bukan urusanmu," aku masih berusaha tetap dingin padanya.
"Oh, begitu..Padahal aku mau menawari mu bantuan jika kau ingin mencari seseorang, aku tinggal di sini jadi aku hafal semua orang di sini, ya karena kau bilang begitu aku pergi ya," Dean bersiap putar balik.
Aku tidak mengenal tempat ini, mungkin bertanya padanya adalah salah satu cara agar cepat menemukan Yuki.
"Oke, aku mencari seseorang apa kau bisa membantuku?" Tanyaku lantang.
"Mau bertanya tapi membentak, tidak bisa halus dikit ya," Dean seperti berusaha menggoda Cia.
"Oke, aku meminta tolong padamu, aku mencari seseorang bisakah kau membantuku," tanya ku sekali lagi dengan nada rendah dan sopan, tapi ini membuatku merasa aneh.
"Siapa namanya?" Tanya Dean sembari menahan tawa, bukan apa apa tapi melihat Velicia yang seperti itu membuatnya merasa gemas dan semakin membuatnya menyukai gadis yang berada dihadapannya itu.
"Namanya Yuki, dia masih duduk di sekolah menengah pertama," Aku menyebutkan ciri Yuki dengan detail.
Dean nampak tercengang dengan ciri ciri yang aku berikan, aku melihatnya dengan tatapan aneh, kenapa reaksinya agak berbeda dengan apa yang aku bayangkan, jangan jangan dia tidak mengenal Yuki, dan ucapannya mengenai kalo dia mengetahui semua orang yang tinggal disana itu bohong.