NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman.
Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.
Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.
Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.
Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Jakarta menyambut mereka dengan langit mendung. Kemacetan kembali menjadi pemandangan sehari-hari, seolah menghapus ketenangan yang sempat dirasakan selama dua hari di vila.

Begitu tiba di rumah, Haris langsung beristirahat. Dokter memang telah memperbolehkannya beraktivitas, tetapi tetap mengingatkan agar ia tidak terlalu lelah.

Vano pun langsung menuntun kedua anaknya masuk ke rumah. Sementara Indri membantu Cinta membereskan barang bawaan.

"Kamu kelihatan lebih tenang." Cinta memperhatikan wajah adiknya.

Indri hanya tersenyum, lalu mengalihkan pandangan. Ia tidak ingin Cinta mengetahui bahwa ketenangan itu hanya bertahan selama perjalanan pulang.

Keesokan paginya.

Pukul delapan kurang sepuluh menit, mobil Indri memasuki pelataran gedung Evara Capital.

Gedung pencakar langit itu berdiri megah di tengah kawasan bisnis.

Indri menarik napas panjang sebelum turun dari mobil.

"Aku datang untuk urusan pekerjaan," gumamnya pada diri sendiri. Ia tidak ingin membiarkan emosinya menguasai keadaan.

Seorang sekretaris menghampirinya. "Selamat pagi, Bu Indri. Pak Evan sudah menunggu di ruang rapat utama."

"Terima kasih."

Indri mengikuti langkah sekretaris itu hingga tiba di depan pintu ruang rapat. Ruangan itu hanya diisi tiga orang. Evan, Rio dan Indri.

Evan berdiri di dekat layar presentasi. "Silakan duduk."

Indri menarik kursi tanpa sepatah kata.

Rio membagikan beberapa map. "Ini rancangan proyek pembangunan kawasan terpadu."

Indri membuka halaman demi halaman. Dokumen itu tersusun rapi. Analisis keuangan, jadwal pelaksanaan, hingga pembagian tanggung jawab antarperusahaan telah dipersiapkan dengan detail.

Ia mengangkat kepala. "Proyek sebesar ini tidak mungkin diputuskan hanya oleh kita bertiga."

Evan mengangguk. "Benar. Hari ini hanya pembahasan awal."

Indri mulai menjelaskan beberapa catatan yang menurutnya perlu diperbaiki. Pembicaraan berlangsung profesional. Sesaat, ketegangan pribadi di antara mereka seolah menghilang, digantikan oleh diskusi bisnis yang serius.

Rio diam-diam memperhatikan keduanya. Ia baru menyadari bahwa di balik semua konflik yang pernah terjadi, Evan dan Indri sama-sama memiliki kemampuan yang luar biasa dalam membaca peluang usaha.

Dua jam kemudian rapat selesai.

Rio berpamitan lebih dahulu.

"Kalau begitu saya kembali ke kantor pusat, Pak."

"Silakan."

Pintu tertutup. Kini hanya tinggal Evan dan Indri. Keheningan memenuhi ruangan.

Indri merapikan dokumennya.

"Ada lagi yang perlu dibahas?"

Evan memandangnya beberapa saat. "Tidak."

Indri berdiri. "Kalau begitu saya permisi."

Saat hendak melangkah pergi, Evan kembali bersuara. "Indri."

Wanita itu berhenti tanpa menoleh.

"Terima kasih."

Indri mengernyit. "Untuk apa?"

"Karena tetap bersikap profesional."

Beberapa detik berlalu tanpa jawaban. Kemudian Indri berkata pelan. "Aku tidak suka mencampurkan urusan pekerjaan dari urusan pribadi."

Tanpa sadar Evan mengangguk.

Indri kemudian keluar dari ruangan. Evan tetap berdiri memandangi pintu yang telah tertutup.

Rio yang ternyata masih menunggu di luar masuk kembali.

"Pak."

"Ada yang tertinggal?

"Bukan." Rio ragu sejenak sebelum melanjutkan. "Menurut saya, proyek ini akan membuat Bapak dan Bu Indri semakin sering bertemu."

Evan mengangguk singkat.

"Aku tahu."

"Tapi saya berharap Bapak tidak melupakan tujuan awal."

Tatapan Evan mengarah ke jendela. "Aku juga berharap begitu."

Namun jauh di dalam hatinya, ia mulai menyadari bahwa tujuan itu perlahan berubah. Ia belum tahu menjadi apa. Dan ketidakpastian itulah yang justru paling mengganggunya.

Sore harinya, Indri kembali ke Haris Group. Sang papa memanggilnya ke ruang kerja.

"Bagaimana hasilnpertemuannya?"

Indri menyerahkan map proyek.

"Masih tahap pembahasan awal."

Haris membaca beberapa halaman. "Kalau proyek ini berhasil... perusahaan kita akan berkembang pesat."

Indri mengangguk. "Masih banyak yang harus dipelajari."

Haris tersenyum bangga. "Papa percaya sama kamu."

Ucapan itu kembali menjadi beban bagi Indri. Ia sadar, kepercayaan papanya adalah sesuatu yang tidak boleh ia sia-siakan.

Di luar ruang kerja Haris, seseorang berdiri memperhatikan dari kejauhan.

Bukan Evan. Bukan pula Rio ataupun Dimas. Melainkan seorang pria muda yang baru saja menyelesaikan wawancara kerja di Haris Group.

Ia menatap ke arah Indri yang baru keluar dari ruangan direktur dengan senyum tipis.

***

Keesokan harinya...

Pagi di Haris Group dimulai seperti biasa. Para karyawan memenuhi lobi dengan langkah tergesa-gesa. Beberapa sibuk membawa berkas, sementara yang lain sudah berdiri di depan mesin absensi.

Di lantai paling atas, Indri sedang memeriksa laporan proyek yang dibahas sehari sebelumnya. Semalaman ia hampir tidak tidur.

Pikirannya terus mengulang setiap pembicaraan dengan Evan.

Anehnya, pria itu tidak lagi berbicara dengan nada penuh amarah seperti beberapa waktu lalu. Sikapnya tetap dingin, tetapi tidak lagi meledak-ledak.

Perubahan itu justru membuat Indri semakin sulit menebak jalan pikirannya.

Tok... tok... Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.

"Masuk."

Nisa masuk sambil membawa sebuah map. "Bu Indri, hari ini ada orientasi untuk beberapa karyawan baru."

Indri menerima map itu. "Sudah dijadwalkan?"

"Sudah, Bu."

"Setelah orientasi, mereka akan diperkenalkan kepada seluruh kepala divisi."

Indri mengangguk. "Baik."

Satu jam kemudian, ruang pelatihan dipenuhi wajah-wajah baru. Indri berdiri di depan ruangan.

"Selamat datang di Haris Group. Saya berharap kalian bekerja dengan penuh integritas. Bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga kepercayaan perusahaan."

Para peserta memperhatikan dengan saksama. Di barisan paling belakang, seorang pria memperhatikan Indri tanpa mengalihkan pandangan.

Namanya Riko. Ia diterima sebagai staf pengembangan bisnis setelah melewati serangkaian seleksi.

Setelah sesi selesai, para peserta dipersilakan berkenalan. Riko melangkah mendekati Indri.

"Selamat pagi, Bu."

Indri menoleh. "Selamat pagi."

"Saya Riko. Mulai hari ini bergabung di divisi pengembangan bisnis."

Indri membalas uluran tangannya.

"Selamat bergabung. Semoga betah bekerja di sini."

Riko tersenyum ramah. "Terima kasih."

Pertemuan itu berlangsung singkat. Namun bagi Riko, kesan pertama terhadap Indri sudah cukup untuk membangkitkan rasa penasaran.

1
Eva Karmita
Evan kah...??
semoga saja benar Evan masih hidup... Evan jangan lama" sembunyi nya entar si Indri jadi milik Royco, cepat keluar ya bikin surprise Indri kamu masih hidup...mau ku 😩🤣🤣🤣🤣
Nurlinda: 💃💃💃🕺🕺🕺
total 1 replies
ken darsihk
Rio berbalas pesan dngn siapa ya ??
Eva Karmita
kasih vote untuk Evan .. siap tahu Mak otor berbaik hati buat Evan hidup lagi 😩🤣🤣

sepertinya kecebong babang Evan udah berubah jadi berudu kecil ❤️😁
Aditya hp/ bunda Lia: kayaknya Evan belum meninggal deh itu pasti bohongan ... iya kan Thor
total 2 replies
ken darsihk
secangkir kopi meluncur thor 😍
Nurlinda: Mamaciii 😘🙏🙏
total 1 replies
ken darsihk
Lanjuttt thor
Aditya hp/ bunda Lia
hamilkan .... bapaknya udah kamu bunbun
Eva Karmita
Indri kamu akan menyesal karena sudah membunuh calon ayah anakmu ...
ken darsihk
Fix Indri hamil anak nya Evan
ken darsihk
Nekat juga Indri kenapa sampai sekeji itu , kenapa juga Indri tidak belajar dari pengalaman yng sudah 2
Eva Karmita
berharap Evan tidak meninggal 😭💔... Indri kenapa kamu kejam sekali,, sekali lagi kamu membuat kesalahan menghilangkan nyawa orang seperti itu 😭...,, berharap semoga saja di rahim mu tumbuh benih Evan waktu itu biar kamu makin merasa bersalah dengan calon anakmu...🥺😔
ken darsihk
Semoga Indri mengurungkan niat nya itu
ken darsihk
Janganlah mengulang kesalahan yng sama Indri , fikir kan dampak nya untuk keluarga mu
Eva Karmita
sudah aku kasih vote ya Mak 🥰🥰
Nurlinda: tengkyu 😘🙏🙏
total 1 replies
Eva Karmita
apa rencana Indri akan berjalan lancar atau Indri berubah haluan.... astaghfirullah semoga Indri tidak berbuat yg membahayakan hidupnya sendiri,, sabar Indri jgn mengambil keputusan yang salah .. ingat masih ada keluarga mu yg bisa di minta tolong atau tidak lebih baik kamu pergi yg jauh saja di mana tidak ada orang yang mengenali mu... biarkan Evan hidup dlm penyesalan seumur hidup nya
Eva Karmita
Evan kalau cemburu ya cemburu aja ngak usah bawa" masa lalu yang pahit ... kasihan Indri selalu jadi bahan hinaan mu van 🥺 ... kalau memang kamu benci yg tinggal kamu jauhi untuk apa kamu dekati hanya menambah luka baru 💔😔 , ingat Van jangan terlalu benci nanti kamu malah sakit hati melihat Indri menjauh
ken darsihk
Indri sudah menderita dan terluka Evan , dan kamu selalu datang menabur kan garam di luka itu 😠😠😠
Aditya hp/ bunda Lia
Tuh denger kamu Evan ... jangan sibuk ajah ngurusin dendam
ken darsihk
He he cemburu kata kan saja bos 😂😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
kayaknya cembukor tuh mas Evan 😂
Eva Karmita
mulai ada percikan api kecil di hati Evan 🤣🤣🤣
Nurlinda: 🤫🤫🤫🤫🤫🤫
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!