NovelToon NovelToon
KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

Status: tamat
Genre:CEO / Kutukan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Heaven, pria tampan sejuta pesona yang telah mendapat predikat playboy sejak SMA, mengalami nasib tragis setelah mendapatkan kutukan dari salah satu mantannya.

"Aku sumpahi kamu menjadi perjaka tua. Tak akan ada yang mau menikah denganmu. Jika adapaun kau akan mendapatkan istri yang sangat jelek." Ucap Selena setelah mengetahui jika dia bukan satu satunya kekasih Heaven. Ternyata pria itu memiliki 4 orang kekasih disaat bersamaan.

Entah karena kutukan itu atau karena memang takdir, hingga usia 33 tahun, Heaven tak juga laku. Kisah cintanya selalu kandas tak sampai pada pernikahan.

Hingga sang mamanya yang sudah kebelet pengen cucu, mendatangi paranormal untuk menghilangkan kutukan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DASAR GAJE

Mulut Heaven masih menganga setelah menggumamkan nama Mayra. Tapi musik didalam ballroom membuat Tirta tak mendengar apa yang barusan Heaven katakan.

"Baju kamu kotor, ayo aku antar pulang saja." Dan dengan beraninya dan tanpa rasa bersalah, Tirta menggenggam tangan Mayra tepat didepan Heaven.

Mayra, diam saja saat Tirta menggenggam tangannya. Jika saat ini Heaven syok karena melihat wajah Mayra yang cantik, Mayra malah bingung, dia harus menjadi Siti apa Mayra.

Ah...sebaiknya jadi Siti saja. Toh dia masih ingat apa yang dikatakan Heaven kala itu. Saat dia tak memakai cadar, jangan pernah mengaku menjadi istrinya.

"Shiit." Umpat Heaven saat Tirta menarik tangan Mayra keluar dari ballroom. Dia yang daritadi masih cengo, sampai gak sadar kapan Tirta menggandeng tangan Mayra, tahu tahu mereka sudah main pergi saja meninggalkannya.

Heaven lalu mengejar keduanya. Sampai didepan pintu ballroom, dia menarik tangan Mayra hingga terlepas dari genggaman Tirta.

"Apa apaan sih lo Ven," kesal Tirta.

"Ayo pulang." Bukannya menyahuti Tirta, Heaven malah menarik tangan Mayra menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai bawah.

Jika tadi Heaven yang mengejar, sekarang gantian Tirta. Tirta berhasil masuk kedalam lift sebelum tertutup. Hingga posisinya, saat ini mereka bertiga didalam lift.

"Biar gue aja yang nganter Siti pulang." Tirta hendak menarik tangan Mayra tapi Heaven lebih dulu menyembunyikan genggaman tangan mereka dibalik badan. Tirta dibuat bingung karena kelakuan absurd Heaven. "Heh, seperti ini lo memperlakukan pembantu?" Lama lama Tirta kesel juga. "Ingat Ven, bini lo si Mayra masih ada didalam." Tirta menunjuk kearah pintu lift. "Dan lo malah ninggalin dia begitu saja."

"Lo yakin Mayra masih ada didalam?" Tanya Heaven sambil menatap Tirta tajam.

"Ya iyalah, mana mungkin dia pulang du_" Tirta tak melanjutkan kalimatnya saat menyadari pakaian yang dipakai Siti sama persis dengan Mayra. Jika dulu tas yang sama, rasanya masih masuk akal. Tapi kali ini, baju, hijab bahkan postur tubuh keduanya terlihat sangat sama. Apakah ini hanya kebetulan?

Ting

Begitu lift terbuka, Heaven langsung menarik Mayra keluar. Masih dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Tirta mengikuti keduanya sampai tempat parkir.

"Siti." Tirta menarik bahu Mayra hingga wanita itu terpaksa berhenti berjalan. "Bisa kamu jelasin sesuatu? Kenapa baju kamu sama persis dengan Mayra. Dan apa apaan ini, kenapa kalian berpegangan tangan?" Tirta menatap genggaman tangan keduanya.

Heaven memutar kedua bola matanya malas. Dia tak menyangka jika Tirta belum paham juga sampai di titik ini.

"Sebenarnya....a_" Mayra ragu untuk mengatakannya.

"Dia Mayra," lanjut Heaven dengan lantang. Mayra sontak menoleh kearah suaminya. Rasanya masih tak percaya pria itu mau mengakuinya didepan Tirta.

Tirta melongo, tapi beberapa saat kemudian, dia tertawa. "Bener bener katarak lo Ven. Pembantu diakui istri. Suami durhakan lo. Mentang mentang pembantunya cakep, mau lo embat juga. Gila, gak pernah berubah ya lo."

Heaven menghela nafas berat. Dia lalu menarik ujung hijab Mayra dan menutupkannya pada setengah wajah. "Lihatlah, Mayra ya Siti, Siti ya Mayra. Karena mereka adalah orang yang sama," tekan Heaven.

"Maaf ya Kak Tirta. Sebenarnya Siti itu gak ada, aku Mayra."

Tubuh Tirta seketika terasa lemas. Dia tak menyangka jika selama ini menyukai istri teman sekaligus bosnya. Tapi yang dia tak habis pikir, kenapa dulu Heaven mengakui Mayra sebagai pembantunya.

Heaven lalu kembali menarik Mayra kearah mobilnya terparkir. Membukakan pintu untuknya lalu dia menuju tempat kemudi.

Mayra menatap Tirta yang masih diam ditempat. Dia merasa bersalah karena telah mempermainkan pria itu. Tapi ini semua juga bukan niatannya, tapi gara gara Heaven yang mangakui dirinya sebagai pembantu didepan teman temannya.

"Gak usah dilihatin." Seru Haeaven saat melihat Mayra sejak masuk kedalam mobil hanya diam dan memandangi Tirta. Wanita itu bahkan belum memakai sabuk pengamannya.

Heaven berdecak lalu mencondongkan badan kearah Mayra.

"Mau apa?" Mayra yang kaget langsung menyilangkan kedua lengannya didada.

"Lelet, dari tadi gak segera dipakai." Heaven menarik sabuk pengaman lalu memasangkannya pada Mayra.

Mayra tak bergerak sama sekali. Jarak yang sangat dekat membuatnya sampai lupa bernafas. Tak hanya itu, kelakuan Heaven yang tak biasanya membuat dia merasa canggung.

Mayra baru bernafas saat Heaven kembali ke tempatnya. Sampai mobil itu berjalan, dia masih bisa melihat Tirta yang mematung ditempat tadi.

Mobil mulai memasuki jalan raya. Tak ada obrolan apapun diantara mereka. Mayra menatap kearah jendela sambil mengeratkan jas yang dia pakai karena suhu ac di mobil lumayan dingin.

"Lepas."

Karena disana tak ada orang lain, Mayra yakin jika Heaven sedang bicara padanya.

"Apa?" Tanya Mayra sambil menoleh ketempat Heaven duduk.

"Lepas." Heaven kembali mengulang perintahnya. Dia merasa kesal pada Mayra yang mengeratkan jas yang dipakaianya, seolah olah sedang menikmati dekapan Tirta.

"Apanya? Aku gak megang kamu sama sekali." Mayra menunjukkan kedua tepalak tangannya yang memang sedang tak memegang apapun.

Heaven berdecak pelan, menepikan mobil lalu berhenti. Dia menatap Mayra kesal lalu melepas jas yang dia pakai.

"Pakai ini." Heaven menyodorkan jasnya pada Mayra. "Lepas yang itu." Titahnya sambil menunjuk dagu kearah jas milik Tirta yang menempel dibadan Mayra.

"Males ah, orang sama sama jas." Mayra merasa tak ada gunanya ganti jas, toh sama saja.

Heaven meradang mendengar penolakan Mayra. "Pilih, mau lepas sendiri atau gue yang lepasin?"

Mayra menghentakkan kakinya karena sebal. Bisa bisanya Heaven tiba tiba bertingkah seabsurd ini. Dia akhirnya melepas jas milik Tirta yang dia kenakan.

"Taruh belakang," titah Heaven.

"Iya, bawel." Mayra melemparkan jas tersebut ke kursi belakang. Mengambil jas yang diangsurkan Heaven lalu memakainya. Matanya mendelik saat melihat Heaven tiba tiba tersenyum.

Dasar gaje.

1
Ana Akhwat
🤣🤣🤣🤣 sumpah gokil sekali ceritanya
Annie Soe..
Kocak & bagus alur ceritanya,,
Babnya pendek, cukup padat ceritanya,,
Tapiiii kyknya ga rela tamat, debaynya blom lahir thor..
Semangat & teruslah berkarya thor..
Duwie Sartika
pas aku lg makan lg 👍
74 Jameela
bagus
Veri Andrian
bagus dan cukup menghibur
Arin
/Heart/
guntur 1609
kapok dasar manusia egois
guntur 1609
ohhh mbah gombal sm sobri sdh bkerja sama rupanya
Gia Gigin
Nama paranormal nya aja udah ketahuan🤣🤣
Gia Gigin
somplak 😂😂😂
guntur 1609
hahhahah ini defini gak ingat umur
guntur 1609
kkekkwkkekwkwkek rasain loe
guntur 1609
rasain kau heaven
guntur 1609
hahahah zonk
Novano Asih
😀😀😀😀
Novano Asih
🤣🤣🤣🤣nah lo mknya nggak usah nutup mata
Hani Ekawati
Wkwkwkwk....🤪
Rana Syifa
/Heart/
Dewi Hutabarat
Luar biasa
Triana Oktafiani
Ceritanya ringan tapi tetep keren 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!