NovelToon NovelToon
Mahligai Impian

Mahligai Impian

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Angst / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

"Seiman, aku ingin seperti Mama yang cium tangan Papa di sepertiga malam sambil pakai mukena ... belajar ngaji selepas Isya dan berdiri berdampingan di Jabal Rahmah." - Zavia

Menjadi pasangan seorang Azkayra Zavia Qirany adalah impian seorang Renaga Anderson. Namun di sisi lain, sepasang mata yang selalu menatapnya penuh cinta justru menjadikan Renaga sebagai cita-cita, Giska Anamary.

Mampukah mereka merajut benang kusut itu? Hati mana yang harus berkorban? Dongeng siapa yang akan menjadi kenyataan? Giska yang terang-terangan atau Zavia yang mencintai dalam diam.

Follow ig : Desh_puspita


Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama konten penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 - Pertama?

Meninggalkan Giska dengan secebis perasaan bersalah. Jujur, Zavia merasa tengah melukainya. Perubahan Zavia teramat jelas di mata Renaga, tapi pria itu enggan bertanya karena nanti Zavia akan kembali membahas Giska.

Renaga tahu perasaan Giska, sangat. Tapi bertahun-tahun dia bertahan hingga akhirnya egois adalah jalan. Jika hidup selalu berusaha menyenangkan orang, lantas bagaimana dengan dirinya.

Renaga tidak ingin menjadi pengecut untuk kedua kali, setelah tujuh tahun berlalu dia bisa saja kehilangan wanita ini. Memaksakan cinta bukan hal mudah, bahkan bagi Renaga tidak mungkin.

Cukup lama Zavia terdiam, beberapa menit berlalu dia baru sadar jika wanita di sisinya mulai terlelap. Tidak heran dia tidur di perjalanan, Renaga memang benar-benar lama dan sengaja mencari jalan yang berbeda dari biasanya.

Dia sudah cukup lama bersama wanita ini, tapi ketika tiba di depan kediamannya, Renaga seakan sedikit kecewa. Seharusnya lebih jauh lagi, dia hanya merasa waktu bersama Zavia masih kurang, itu saja.

"Zav_"

Renaga mengurungkan niatnya untuk membangunkan Zavia, wajah lelap yang kini tengah menghadap ke arahnya membuat Renaga panas dingin. Dia menggigit bibir beberapa kali, memandangi Zavia dari jarak dekat tanpa khawatir wajah itu akan berpaling membuat Renaga tidak karu-karuan saat ini.

Tatapan matanya kini tertuju pada bibir ranum Zavia, sontak keinginan untuk merasakannya merasuk begitu saja dalam diri Renaga. Beberapa kali dia memastikan wanita itu memang masih tertidur lelap, perlahan dia kembali mengikis jarak.

Renaga tidak mewarisi sifat Justin yang kerap mencari kepuasan dengan seorang wanita yang bahkan sama sekali tidak dikenal sewaktu muda. Sejak kecil Renaga begitu menyayangi mendiang Vanya, ditambah lagi didikan ibu sambung yang luar biasa membuatnya tidak pernah berpikir untuk mempermainkan wanita.

"Jangan bangun sekarang, please!!"

Semakin dekat, jantung Renaga semakin tidak aman. Layaknya pencuri yang sedang berusaha melakukan aksinya tanpa ketahuan, pria itu memajukan wajahnya hingga dia bisa bernapas lega kala berhasil merasakan lembutnya bibir ranum Zavia.

Renaga berseru Yes dalam hatinya, sekujur tubuhnya seakan panas dan dia segera mengangkat wajahnya, hanya kecupan sekilas dan Renaga tidak berani melakukan lebih lantaran khawatir Zavia justru membencinya.

Kecupan sesingkat itu, tapi gugupnya seakan habis melakukan kesalahan fatal. Renaga mengatur napasnya, pria itu bersandar demi membuat dirinya sedikit lebih tenang. Itu bukan pertama kali sebenarnya, Renaga pernah merasakannya beberapa kali, dalam mimpi.

"Heeum, kita dimana?"

Selang beberapa menit, suara ngantuk Zavia terdengar serak di telinga Renaga. Setidaknya Renaga sedikit lebih tenang, Zavia memang tertidur dan tidak sadar apa yang telah dia lakukan.

"Dari tadi ya?"

"Ehm baru beberapa menit lalu," jawabnya masih sedikit gugup dan sama sekali tidak bisa dia sembunyikan perasaan itu.

"Mau masuk dulu? Papa belum tidur jam segini."

Zavia menawarkan sesuatu yang seketika menjadi dilema bagi Renaga. Seharusnya memang dia menemui Evan, akan tetapi jika Renaga pikir lagi mentalnya tidak sekuat itu untuk menghadapi Evan.

"Lain kali saja, kamu turunlah ... besok harus pagi-pagi lagi, 'kan?"

"Iya sudah kalau begitu, aku masuk, Kakak hati-hati," ucap Zavia tidak lupa mengulas senyum kali ini, dia hargai usaha Renaga, bukan hal mudah meyakinkan Mikhayla agar bisa pulang bersama.

"Hm, see you, Zavia."

Zavia tertawa sumbang mendengarnya, entah kenapa sedikit lucu saja jika diucapkan oleh seorang Renaga, bukan Giska ataupun Fabian.

"Kenapa ketawa? Jawab dong," pinta Renaga seakan penuh tuntutan. Tatapan Renaga yang sedikit berbeda membuat Zavia bingung.

"See you too," jawab Zavia pada akhrinya, meski dia sedikit geli lantaran ini adalah kebiasaan mereka bertiga sejak SMA, jadi Renaga memang sedikit tidak mengerti.

"Cuma begitu?"

"Terus mau gimana?" Zavia mengerutkan dahi kala Renaga justru menahan pergelangan tangannya.

"Lakukan persis seperti Giska, aku tidak mau dibeda-bedakan," tutur Renaga kemudian, pemandangan yang tadi dia lihat dan anggap aneh membuat Renaga merasa sedikit iri.

"Tidak boleh begitu, itu salam perpisahan karena kami bersahabat."

"Lalu aku apa bedanya? Bukankah kita juga sahabat, Via?" Renaga menejebak Zavia dengan pertanyaan semacam ini, jelas saja dia memiliki jawaban tanpa takut Renaga buat gila setelahnya.

"Kita berbeda, Fabian juga tidak dikecup begitu."

"Ck, kenapa harus dibeda-bedakan begitu? Harus adil dong," balas Renaga tidak mau kalah, perdebatan yang hanya membuat Zavia sedikit lelah sebenarnya.

"Ya beda tentu saja, Mama bisa marah besar kalau ketahuan aku seperti tadi sama laki-laki, sekalipun itu sahabat," jelasnya kemudian mencebik kesal lantaran Renaga benar-benar tidak mau kalah.

"Kalau ketahuan, kalau tidak bagaimana?"

"Kakak lihat ke atas? Di belakang? Dan di arah sana? CCTV yang sengaja papa pasang untuk memata-matai kami, bahkan kita bisa terlihat dengan jelas dari kamera itu," ungkap Zavia serius dan berhasil membuat Renaga pucat pasi.

Kenapa dia sama sekali tidak sadar, sekalipun dia berhenti sedikit jauh dari gerbang utama, tapi keamanan di kediaman Megantara tidak sesederhana itu. Matilah dia, Renaga mungkin akan dibunuh Keyvan jika sampai benar-benar meihat tindakan cerobohnya beberapa saat lalu.

"Masa iya? Kamu bohong, 'kan?"

"Tidak, untuk apa aku bohong ... Opa sama Papa yang pasang, banyak orang-orang jahat yang harus Opa hindari dan salah-satu caranya adalah begini."

"Ays kenapa sebodoh ini ... kalau sampai papanya tahu gimana?"

.

.

- To Be Continue -

1
Mei Saroha
hasil keny Sonya ya jadi begini deh
Ayu Rinjani
kalau jodoh d tangan author apapuun jd indah dn berkesan..😍
Rosni Hasan
karyamu sangat aq suka thor ...pertama yg aq bc kisah hudzai...ternyata masih banyak karyawan klan megantara...akhirnya aq bc secara urut...bagus semua karyawan thor ..smg sukses
Ani Kurniati
bagus
Falach Abdillah
Alhamdulillah akhirnya KENI dapat mantu konglomerat juga , kasihan Giska ... meskipun cuma cerita tp xesel banget jadi Giska , akhirxa Keny dapat mantu yg bisa d banggakan sama sahabatxa , kasihan bacaxa ,,,,, makasih thooor udah xiapin jodoh yg perfect untuk giska
Alfi Alfi
Luar biasa
Alfi Alfi
Lumayan
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Ooo udah tau ya
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lahhhhhh
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sudah kudugongggg
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wah dah lama berarti.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
emang turunan kayla😜
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kamu mencurigakan opa 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ya iyalah, cuma lu yg anaknya ampe 5 dan mau nambah lagi.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
azka, astaga kenapa mikir kesana coba
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wohhhh 👍👍👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
rosela giska rosela 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
whahahahahhaha👍
sukensri hardiati
doa di sepertiga malamku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!