Juara II Cerita Seram Noveltoon.
Setta terlahir sebagai gadis yang berbeda dengan kawan sebayanya. Ia selalu dikelilingi para sosok yang tak kasat mata yang selalu datang dan pergi semaunya.
Gadis itu harus bertahan dengan takdir yang memilihnya. Bersama Nathan, satu-satunya keluarga yang ia miliki, Setta juga harus berjuang memecahkan misteri yang menimpa sang Kakak.
Bagaimana Setta menjalani kisahnya bersama para hantu?
Bagaimana juga dia akan memecahkan misteri yang menimpa kakaknya?
Kutantang kalian untuk membaca kisah kengerian Setta, sendirian di malam hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 - With Ghost
*** Chapter 25 ***
"Eh kak Ratu, duduk kak!" ucap Rania menyapa Ratu.
"Geser Jin, aku duduk samping kamu aja," pinta Ratu.
"Ya udah duduk sini, gue mau balik ke kelas," ucap Jin.
"Lah mie ayamnya gimana?" tanya Rania.
"Suruh si Aryo aja makan, aku duluan ya," Jin melambaikan tangannya dan beranjak pergi.
"Si Jin kenapa itu, judes banget," gumam Sinta.
"Ran, balik yuk!" bisik Setta pada Rania.
"Yuk, hawanya tiba-tiba gak enak, jadi merinding nih," sahut Rania menahan tawanya.
"Kalian mau kemana?" tanya Ratu.
"Mau balik ke kelas kak, lupa belum kerjain tugas buat nanti hehehe," ucap Rania lalu keduanya pamit pergi.
***
Sepulang sekolah, Setta mampir ke taman komplek karena melihat tukang batagor yang menggoda selera nafsu makannya. Ponsel Setta berdering dari dalam tasnya.
"Dek, kamu di rumah?" tanya Nathan dari sambungan teleponnya.
"Dikit lagi sampe, aku ke taman dulu beli batagor," jawab Setta.
"Tadi tetangganya Mbak Ayu datang ke polsek, dan kasih kabar kalau ada penemuan mayat di kontrakan," ucap Nathan mencoba menjelaskan.
"Mayat? tetangga mbak Ayu gitu mayatnya?"
"Bukan dek, tapi mayatnya itu... si Mbak Ayu," ucap Nathan dengan nada suara yang khawatir, cemas takut jadi satu.
"Ta-ta-tapi tadi kan mbak Ayu dateng ke rumah, terus meninggalnya kapan?"
Tanya Setta mulai panik membuat abang tukang batagor ikut cemas juga melihat kepanikan Setta.
"Tia sama Bejo udah kesana dan di perkirakan mayat Mbak Ayu udah meninggal seminggu yang lalu," sahut Nathan.
"Innalillahi wa innalillahi rajiun, eh bentar... meninggal seminggu yang lalu tapi kemaren yang di rumah..."
"Nah itu dia dek, sekarang abang lagi ngebut pulang, abang khawatir juga sama Thalia, kamu hati-hati ya kalau ketemu hantunya Mbak Ayu," ucap Nathan memperingatkan Setta lalu menutup ponselnya.
"Kenapa neng? siapa yang meninggal?" tanya abang tukang batagor.
"Asisten rumah tangga saya pak , katanya udah meninggal seminggu yang lalu, tapi... saya pulang dulu ya pak," ucap Setta lalu meraih batagornya dan mengikatnya lalu di masukkan ke pinggir tas, nafsu makan Setta mendadak hilang.
BRUG...!!!
"Eh anak kecil demen banget sih nabrak aku, sengaja kamu ya?!"
Setta menabrak Jin yang hendak masuk ke pekarangan rumahnya.
"Aduh maaf kak, aku gak sengaja lagi buru-buru," jawab Setta.
"Terus kamu mau kemana?" Jin menahan lengan Setta.
"Mau pulang lah."
"Tapi itu kan rumah aku woy...!"
Setta memandangi pekarangan yang ternyata berbeda dengan pekarangan miliknya.
"Astagfirullah, maaf kak," ucap Setta lalu beralih menuju rumahnya.
"Eh tunggu! kamu kenapa sih panik banget, coba cerita sama aku?"
"Kakak yakin mau denger ceritanya?"
"Bukan masalah cinta kan?"
"Apaan sih, tapi bener ya mau denger dan gak akan takut," ucap Setta menunjuk ke arah Jin.
"Biasa aja kali gak usah nunjuk, ya elah kenapa harus takut lagi, nih kenalin aku mah... ah udah lah ceritain kenapa?"
"Kamu tau mbak Ayu kan?"
Jin mengangguk, "Kenapa sama dia?"
"Dia udah meninggal," ucap Setta.
"Turut berduka cita ya, jadi kamu panik gini sampe linglung mau nyelawat ke rumah mbak Ayu? ayo deh aku anterin," sahut Jin.
"Tapi bukan itu yang bikin aku panik, masalahnya mbak Ayu hari ini masih kerja."
"Lah berarti meninggalnya barusan?"
"Bukan, dia udah meninggal seminggu yang lalu," jawab Setta.
"Astagfirullah... konyol ih pasti mau nakutin aku ya kan?"
"Ngapain sih aku nakutin kamu, aku juga takut, makanya ni aku mau masuk, semalam ada tamu kak Tia sama anak kecil namanya Thalia, nah berhubung kak Tia sama Kak Nathan kerja jadi Thalia di titip ke mbak Ayu, tapi kan..."
"Berarti tuh bocah sama siapa Ta?"
"Nah makanya itu, ayo temenin cek ke dalam!"
"Ayo," sahut Jin berjalan perlahan di belakang Setta sambil memegangi tas ransel milik gadis itu.
"Kak Jin duluan lah, masa berlindung di balik cewek sih?" Setta menoleh pada Jin.
"Masalahnya, itu rumah kamu, jadi tuan rumah lah duluan hehehe," sahut Jin.
"Huuuu... tau gitu ngapain aku ngajak kakak," gumam Setta.
Setta membuka pintu rumahnya perlahan.
"Assalamualaikum..." ucap Setta.
Terdengar suara tawa anak kecil yang bermain dengan riangnya.
"Anak kecil, serius nih kita masuk?" bisik Jin.
"Iya lah, kenapa kakak takut ya?" Setta meledek Jin.
"Gak lah, cuma..."
"Udah ayo masuk, Thalia... Thalia..." Setta memanggil Thalia, namun hanya ada jawaban tertawa riang dari Thalia.
Setta melangkah menuju ruang tengah yang berhubungan dengan teras belakang.
Thalia sedang bermain lempar-lemparan sesuatu di tangannya dengan sosok perempuan yang rambutnya terurai sebahu membelakangi Setta dan Jin.
"Ta, i-itu si-siapa?" tanya Jin dengan nada ketakutan.
"Thalia, main sama siapa?" tanya Setta pada Thalia yang hanya menoleh sambil tersenyum senang.
Setta sebenarnya hapal dengan pakaian yang dikenakan perempuan itu dan ciri tubuhnya sama persis dengan mbak Ayu, perempuan yang di kenalnya.
Krek...krek...krek...
Kepala mbak Ayu berputar seratus delapan puluh derajat menghadap Setta dan Jin sambil tersenyum menyeringai.
Setta dan Jin saling bertatapan lalu...
"Aaaaaaaaaaaaaaaa....!!!"
Keduanya langsung berlari terbirit-birit bersamaan tanpa aba-aba lagi.
Sesampainya di depan gerbang Setta dan Jin menabrak Nathan sampai ketiganya jatuh mendaratkan bokongnya ke tanah.
"Kalian pada kenapa sih?" tanya Nathan yang berdiri sambil menepuk bokongnya membersihkan kotoran tanah dari celananya.
"Setan... setan... setan bang!" ucap Jin dengan panik dan penuh ketakutan.
Setta langsung menepuk bahu Jin dengan kerasnya.
"Bukan gitu kak!" ucap Setta.
"Wah sial, kamu ngatain aku setan!" Nathan menunjuk Jin yang langsung mengibaskan kedua tangannya.
"Bukan bang, bukan, maaf bukan gitu," sahut Jin.
"Ada hantunya mbak Ayu di dalam sana!" sahut Setta menunjuk ke arah rumahnya.
"Serius Ta?"
"Serius tadi aku sama Kak Jin lihat bareng, dan anehnya dia lagi main bareng sama Thalia, bang," Setta mengadu pada Nathan.
"Parah bang, kepalanya muter gini," Jin mau mencontohkan kepala Mbak Ayu yang berputar tadi dengan menyentuh kepala Setta.
"Aduh...sakit tau!"
Setta langsung menjambak rambut Jin.
"Maaf cil, maksudnya mau nyontohin," ucap Jin meringis pada Setta yang masih melotot ke arahnya.
"Abang cek ke dalam, kalian di sini ya!" perintah Nathan.
"Enggak mau, aku mau ikut ke dalam," sahut Setta.
"Aku... aku enggak lah," Jin bertahan di posisinya.
Namun, setelah melihat Setta dan Nathan menghilang ke dalam rumahnya, Jin memutuskan untuk menyusul ke dalam.
***************
Bersambung ya...
Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya
- Pocong Tampan
- Kakakku Cinta Pertama ku
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
Vie Love You All...😘😘