Kesya Agreta terpaksa bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota itu untuk membayar pengobatan ayahnya, Kesya memupus harapannya begitu saja untuk melanjutkan kuliah setelah mengetahui papanya sakit keras.
Kesya akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan Herlambang Group-salah satu perusahaan raksasa yang selalu menjadi incaran para pekerja yang menginginkan gaji besar. Beruntung sekali karena Kesya langsung bisa diterima bekerja di perusahaan sebesar ini walaupun hanya menjadi office girl saja.
Hari pertama Keysa bekerja dia langsung mendapatkan ciuman paksa dari seorang lelaki mabuk yang kebetulan satu lift dengannya. Kesya yang masih polos memutuskan untuk berhenti bekerja. Tapi disaat yang sama Indah-Kakak tirinya mengancam tidak akan pernah membiarkan Kesya menemui Papanya jika tidak membawa uang.
Hingga akhirnya Kesya tahu jika lelaki yang menciumnya adalah Tuan Geovan-pemilik perusahaan Herlambang Group.
Simak kisah seru mereka dan follow Ig khairin_junior
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mempersiapkan Kesha
Kesya membawakan secangkir kopi yang dipesan asisten Andi. Pria itu tampak sibuk bergulat dengan laptop di hadapannya sekarang.
"Ini kopi pesanan Anda," kata Kesya sopan lalu meletakkan cangkir kopi di atas meja.
"Terima kasih," kata Asisten Andi.
Kesya hendak pergi, tetapi dia menghentikan langkahnya dan kemudian menatap kearah Andi ketika berkata, "Bisakah saya menanyakan sesuatu?" tanya Kesya pada Asisten Andi.
Setelah menyesap kopi hitam di cangkir, Asisten Andi meletakkan cangkir itu kembali ke tempatnya dan kemudian menatap Kesya sambil berkata, "Katakan saja, aku sudah menganggap kamu seperti adikku sendiri, jadi tidak perlu merasa malu seperti itu." Andi bicara dengan senyuman manis.
Kesya kini tidak melihat tatapan tajam dan menakutkan yang ditunjukkan oleh Asisten Andi ketika di depan Bu Rani, Kesya tidak melihatnya lagi, malah yang dilihatnya sekarang adalah tatapan hangat dan senyum manis yang membuat Kesya betah menatap pria itu lama-lama.
“Kenapa Tuan Geovan memintaku membuatkan kopi untuknya mulai sekarang?” tanya Kesya polos.
Andi tersenyum melihat kepolosan gadis di depannya sekarang. "Apakah dia tidak bilang alasannya?” tAnya Andi pada Kesya.
"Tidak," kata Kesya, menggelengkan kepalanya perlahan.
"Pasti pria arogan seperti Geovan tidak akan mau mengatakan ini. Tapi jangan khawatir, aku akan memberitahumu apa yang ingin kamu ketahui," kata Asisten Andi, menghentikan kalimatnya untuk mengambil napas. “Karena kopi buatan kamu rasanya jauh lebih enak daripada kopi buatan chef dan karena itulah aku memintamu untuk membawakan aku kopi. Dan ternyata apa yang dikatakan oleh Geovan benar, kopi buatan kamu benar-benar memiliki rasa yang unik.” Andi mengatakan semuanya dengan jelas.
"Apakah itu benar-benar alasannya?" tanya Kesya lagi yang masih tidak percaya.
“Bisakah kamu melihat kebohongan di balik wajahku?” tanya Asisten Andi dan Kesya menggelengkan kepalanya. "Katakan padaku apa rahasia kelezatan di balik kopi buatan kamu." Andi pun mulai penasaran dengan ramuan apa yang diberikan Kesya pada secangkir kopi yang ia minum.
“Sebenarnya Pak Raka mengajari saya cara membuat kopi dan saya mengikuti kata-kata Pak Raka, tetapi ketika pria paruh baya itu mengatakan bahwa saya harus menuangkan air dari termos-air hangat, saya tidak melakukan itu dan malah menyalakan kompor untuk merebus air tersebut dan menuangkannya keatas cangkir yang sudah berisi kopi dan juga gula karena menurut saya, rasa unik yang Anda maksud mungkin karena saya membuatnya langsung dari air rebusan," jelas kesya panjang lebar
"Sepertinya mulai sekarang kamu harus memberitahu semua chef agar mereka tahu rahasia di balik kenikmatan kopi ini," kata Andi kepada Kesya dan Kesya langsung mengangguk setuju.
***
Kesya baru saja keluar dari pintu depan perusahaan Herlambang Group. Kesya kini melihat seorang wanita membawa dua kantong plastik penuh belanjaan dan sekarang dia tersenyum pada Kesya. Kesya langsung ingat bahwa itu adalah seorang wanita paruh baya yang dia bantu tempo hari.
"Ibu, kenapa kamu di sini?" tanya Kesya pada wanita paruh baya itu.
"Aku ingin berbagi makanan denganmu, bolehkah aku datang ke rumahmu dan memasak bersama?" pinta wanita paruh baya itu bertanya pada Kesha dengan senyum manis.
“Sebenarnya Kesya tidak menolak apa yang akan Ibu berikan pada saya, tapi Ibu harus menyimpan semua makanan untuk dirimu Ibu sendiri agar Anda tidak mengalami kelaparan seperti kemari Sementara Kesya masih punya uang untuk beberapa hari ke depan sampai menunggu uang gajian." Kesya tidak tega menerima pemberian wanita paruh baya itu, maka ia berusaha menolak dengan cara halus.
"Aku punya pekerjaan, dan aku juga punya banyak makanan di rumah, jadi aku ingin membaginya denganmu," kata wanita paruh baya dengan wajah memohon.
"Tidak apa-apa jika Anda bersikeras, tapi rumah Kesya sangat kecil dan juga sangat jelek. Apakah tidak akan masalah?" tanya Kesya pada wanita paruh baya itu.
"Walaupun rumah itu terlihat kecil, tetapi jika seseorang di dalamnya memiliki hati yang besar dan suka berbagi, bukankah itu jauh lebih baik daripada orang yang memiliki rumah besar, tetapi tidak ingin berbagi dengan orang lain," kata wanita itu.
Kesya hanya menanggapi dengan anggukan kepala dan juga tersenyum manis. Kedua wanita itu berjalan ke sisi jalan dan kemudian naik angkutan umum yang sekarang lewat. Hari ini angkutan terlihat sangat tenang dan Kesya pasti tidak menyadari bahwa sopir angkutan umum ini adalah sopir pribadi wanita paruh baya yang duduk di sebelahnya sekarang. Dalam perjalanan pulang, Kesya dan wanita itu pun sesekali mengobrol dengan candaan hingga tawa mereka terdengar menutupi angkutan umum ini.
Sopir diam-diam melirik majikannya, yang bisa tertawa terbahak-bahak seperti sekarang.
***
Melihat sebuah mobil mewah di halaman rumah Kesya, gadis itu berlari keluar rumahnya, lalu masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam itu. Terlihat Andi langsung menyapa Kesya dengan senyum manis seperti biasanya.
Kesya merasa tangannya dingin karena mengira hari ini dia akan menemani pria yang selama ini ingin dia hindari ke pernikahan mantan kekasihnya itu. Ya Tuhan, jika Kesya punya pilihan, dia pasti akan membatalkan semua ini, tetapi takdir mempermainkannya dengan sangat kejam dan tidak memberinya pilihan untuk melarikan diri dari masalah ini.
Andi diam-diam memperhatikan Kesya, yang sejak itu menutup mulutnya, dan kemudian melihat ke jalan sambil memegang tangannya sendiri. Pria itu juga tahu kalau sekarang Kesya pasti merasa takut dan gugup ketika mengingat jika Geovan tidak tahu kalau gadis yang aku menemaninya adalah seorang pekerja dari perusahaannya sendiri.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan memastikan Geovan tidak akan menolak kamu menjadi kekasih palsunya setelah dia melihatmu terlihat cantik setelah merias wajah nanti," kata Andi berusaha mengurangi kecemasan remaja itu.
"Dia akan marah ketika dia tahu itu aku!" kata Kesya memberi tahu Andi.
"Selama kamu tidak berbicara, Geovan tidak akan pernah mengenalimu. Sampai sekarang kamu tidak pernah merias wajahmu, dan nanti, jika penata rias membantumu merias wajah, Geovan pun tidak akan mengenalimu." Andi berucap mantap seakan ia begitu percaya dengan kata-katanya sendiri.
Kesya hanya menganggukkan kepalanya terlepas dari kecemasannya sekarang. Setelah sampai di salah satu butik ternama, Andi mengajak Kesya turun dari mobil, lalu masuk ke dalam butik mewah tersebut. Melihat seorang wanita paruh baya menggiring kedua pegawainya menuju Andi lalu menyambut Kesya dengan senyuman manis tanpa bicara, kedua pekerja tersebut langsung membawa Kesya ke kamarnya sementara Andi masih menunggu di luar bersama sang desainer.
"Tenang saja, pekerja saya akan membantunya berdandan, wajah gadis itu cantik alami, jadi tidak perlu banyak waktu untuk mempersiapkannya," kata seorang desainer.
"Saya mempercayai Anda karena ini bukan pertama kalinya saya datang ke sini," kata Andi kepada sang desainer.
"Jika kamu butuh sesuatu, kamu bisa memanggilku." Perancang itu segera pergi setelah melihat Andi mengangguk setuju.
Andi yang mulai bosan memilih melihat satu persatu gaun pengantin yang berjejer sempurna di dinding butik ini. Entah kenapa, tiba-tiba Andi membayangkan jika Kesya mengenakan gaun pengantin yang terlihat mewah, tapi sangat sederhana, gadis itu pasti akan terlihat sangat cantik dan menawan. Belum selesai, Andi membayangkan hal lain, suara lembut mulai membelai telinganya.
Asisten Andi," panggil Kesya yang kini berada di belakang pria itu.
DASAR KK TIRI IBLIS.