Kehidupan Gita semakin berubah dengan kelahiran sang buah hatinya, banyak hal baru yang terjadi di hari-hari yang dia lewati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama bareng Baby Aiden
Gilang dan Gita sudah resmi menjadi orang tua, mereka tidak bisa tidur dengan santai lagi.
Gita menatap Baby Ai yang dia tidurkan di box sebelah tempat tidurnya. Wajah yang sangat teduh seperti wajah Gilang.
"Sepertinya aku bukan menjadi yang pertama lagi." Kata Gilang saat keluar kamar mandi. Gita menoleh sembari tersenyum.
"Tentu saja, cintaku sekarang sudah terbagi. Apa kamu bakalan cemburu?" goda Gita.
"Tentu saja tidak, karena kamu bakalan membagi dengan sangat adil bukan." Gilang ikut duduk di samping Gita.
"Tentu saja."
"Dia lucu banget ya kayak kamu." Kata Gilang sembari mengelus pipi lembut Aiden.
"Dan dia ganteng seperti kamu, perpaduan yang luar biasakan anak kita. Lucu dan ganteng. Semoga dia sehebat kamu." Gita menaruh harapan agar putranya itu menuruni sifat papanya jangan seperti dirinya.
"Kamu juga hebat, kenapa kamu selalu membandingkan sama aku. Kita itu tidak bisa di bandingkan tapi kita itu saling melengkapi kekosongan." Gilang merangkul Gita.
"Sayang." Bisik Gilang.
"Ya."
"Kalau Aiden udah gedean, kita bikin lagi yuk baby yang lucu. Aku mau anak cewek biar cantik kayak kamu." Bisik Gilang.
"Kamu ya, aku aja masih deg-degan pas lahiran udah mau lagi." Kata Gita yang masih ngilu saat lahiran.
"Ya kan nanti sayang, kalau baby Ai udah gede."
"Nanti Gita pikirin dulu." Gita merenges. Dia masih ngeri kalau mau menjawab iya permintaan Gilang.
"Yuk tidur, kamu pasti capek kan seharian ngurusin baby Ai." Gilang meminta Gita untuk tidur.
"Iya sayang, kamu juga buruan tidur."
"Sip."
Baru saja Gita mau terlelap Aiden sudah merengek. Gita yang mendengar sayup-sayup suara rengekan Aiden bukanya bangun malah menarik selimut.
"Eek...eekkk..." Aiden merengek semakin keras. Namun Gita masih saja belum terbangun.
"Sayang, itu alarm siapa sih brisik banget. Masih malam tahu." Kata Gilang dengan menarik selimut.
Suara Aiden semakin menggema di telinga Gita, dia langsung terbangun kaget.
"Ya ampun Baby Ai." Gita langsung beranjak dari kasur diikuti Gilang yang kaget karena gerakan Gita yang sangat kencang.
"Sayang...sayang, maafin mama ya. Mama lupa kalau udah punya kamu." Ucapnya sembari menggendong Aiden sembari menimangnya.
Gita memberikan asi sehingga Aiden langsung diam.
"Maaf ya sayang, mama sama papa belum terbiasa." Kata Gilang sambil menguap.
"Sayang, gimana kalau Baby Ai kita taruh di tengah saja. Kalau di taruh di box takutnya kita nggak dengar lagi." Gita memberikan ide.
"Boleh juga ide kamu, sebentar biar aku tata tempat tidurnya."
Gilang mengambil bantal kecil di dalam bok
beserta selimut dan seperangkat lainnya. Gita menidurkan Ai di tengha diantara
Gilang dan dirinya.
“Sayang, kamu hati-hati loh jangan sembarangan bergerak.” Pesan Gita.
“Pastilah sayang.”
"Ya udah yuk kita tidur lagi." Kata Gilang setelah Aiden terlelap tidur lagi.
...----------------...
Pagi sudah tiba, Gita masih terjaga karena Aiden mengajak begadang. Saat Gilang meminta tidur kembali belum juga sepuluh menit Aiden merengek.
Sudah di beri asi pun dia tak mau tidur, alhasil Gita begadang sampai pagi.
“Pagi sayang.” Kata Gilang sambil mencium Aiden.
“Pagi papa.” Jawab Gita dengan senyum semangat meskipun dia begadang sendiri menjaga Aiden. Matanya ngantuk berat tapi dia paksakan untuk tetap terjaga.
Gita membiarkkan Gilang tidur karena dia tahu kalau suaminya itu paginya harus bekerja. Kalau dia ikutan begadang pasti akan berpengaruh kepada pekerjaannya.
“Kak buruan mandi gih, udah siang nanti terlambat lo.” Kata Gita.
“Ok sayang.” Gilang beranjak dari tempat tidur.
“Sebentar ya sayang, mama siapin baju buat papa kamu dulu.” Gita menidurkan Aiden dan segera menyiapkan baju kerja Gilang.
Setelah bersiap, Gita juga menemani Gilang sarapan. Gita kini harus pandai-pandai mengatur waktu
untuk mengurus dua kesayangannya.
“Berangkat dulu ya sayang.” Gilang mengusap bibirnya dengan tisu setelah menyelesaikan sarapannya.
“Iya sayang, kamu hati-hati ya.” Gita meraih tangan Gilang lalu menciumnya.
“Iya sayang.” Gilang mencium kening Gita. “Baby Ai, papa kerja dulu ya sayang.” Gilang mencium pipi Aiden lalu berangkat.
Gita merasa plong setelah Gilang berangkat bekerja, serasa satu pekerjaan selesai. Kini dia harus mengurus Aiden.
“Bik, bantuin Gita mandiin Aiden ya.” Minta Gita.
“Siap Mbak.”
Bik siti menyiapkan air hangat untuk mandi majikan barunya, dia sangat senang karena rumah itu semakin ramai pastinya.
“Mbak Gita udah berani mandiin belum?” tanya Bik Siti.
“Belum.” Gita merenges.
Sebenarnya menggendong pun Gita masih takut, namun karena Aiden anaknya makanya dia memberanikan diri agar terbiasa menggendong.
“Biar bibik saja yang mandiin, nanti kalau sudah agak besar kalau Mbak Gita mau mandiin sendiri.” Kata Bik Siti.
“Emangnya nggak apa-apa Bik?” tanya Gita hati-hati.
“Tentu saja tidak apa-apa.” jawab Bik Siti dengan senang hati.
“Beneran?” Gita meyakinkan lagi.
“Iya, Mbak Gita mending sekarang sarapan. Bibik udah buatin makanan khusus untuk mbak Gita. Biar asinya
lancar, jadi jangan makan sembarangan ya.”
“Makasih lo Bik, selalu baik sama Gita. Pengertian lagi.” Gita merenges. Dia memperhatikan tangan terampil Bik Siti saat mandiin Aiden.
“Sama-sama. Mbak Gita selesai sarapan tidur saja lagi. Biar Baby Ai bibi yang jagain.” ujar Bik siti lagi agar Gita segera bergegas isrirahat.
“Nggak usah bik, lagian pekerjaan bibik kan banyak. Nanti kecapaian lagi.” Gita menolak takut Bik Siti kecapean.
“Nggak Mbak Gita, justru yang terlihat capek itu Mbak Gita. Semalam pasti begadang kan. Pekerjaan bibik sudah sengaja selesai pagi, lagian nih ya Baby Ai bakalan jadi obat capek bibik.” Ujarnya. Bik siti sangat senang mendapatkan mainan baru.
Tak lama Bik siti selesai dan segera memakaikan baju yang sudah di siapkan oleh Gita.
“Beneran Bik?” Gita kembali menyakinkan Bik Siti.
“Iya Mbak, tidak usah
khawatir. Mbak Gita tidur saja dengan nyenyak, serahkan Baby Ai sama Bibik.”
“Baik Bik, makasih ya.
Sayangnya mama sama Bik Siti dulu ya, mama mau mengisi energi buat temani kamu
nanti malam.” Kata Gita sembari mencium Aiden yang selesai di bedaki wajahnya.
“Iya Mama.”
“Bik nanti kalau Aiden
haus, Gita udah mompa asinya ya. Tinggal ambil di kulkas.”
“Siap Mbak.”
Akhirnya Gita bisa
tidur juga, dia menarik selimutnya dan segera memejamkan matanya. sepertinya
jam tidur Gita bakalan berganti. Malam untuk terjaga dan Siang untuk terlelap.