Citra adalah anak tunggal kesepian yang kerap kali tinggal sendirian di rumah. Sebab, orang tuanya bekerja dengan berpindah-pindah kota. Semasa ia beranjak remaja, Citra memutuskan untuk menetap di rumah barunya meski tinggal sendirian.
Dari situlah dia sering mendapatkan gangguan oleh sosok tak kasat mata. Sampai suatu ketika dia bertemu dengan seorang pemuda yang datang menolongnya dan benih-benih cinta pun tumbuh di antara keduanya. Namanya adalah Andra.
Namun, anehnya ketika berada di sekolah, Andra tidak mengenali Citra. Hal itu membuat Citra kecewa terhadap Andra.
Sedangkan Andra merasa mengalami keanehan setelah kepindahannya ke Indonesia. Setiap habis joging di malam hari, ketika paginya dia akan terbangun di teras rumahnya. Dia seolah bermimpi bertemu dengan seorang gadis. Namun, dia tidak mengingat wajah gadis itu ketika bangun dari tidurnya.
Seperti apakah kisah selanjutnya yang akan terjadi antara Citra dan Andra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.24
"Hanni, ada apa?" tanya Citra kepada temannya itu.
Namun Hanni tak langsung menjawabnya. Raut mukanya masih terlihat pucat dan napasnya terengah-engah. Salah seorang siswa dari kelas lain membantunya duduk di teras depan kelas dan mengusap-usap bahu Hanni untuk menenangkan.
Setelah beberapa saat, akhirnya Hanni mulai merasa tenang. Saat napasnya mulai normal dengan memberanikan diri akhirnya Hanni memulai bercerita kepada Citra dan temannya.
"Cit, lo nggak nggak ngrasa kalau ada sesuatu di belakang lo?" tanya Hanni sebelum menceritakan apa yang membuatnya berlari ketakutan.
"Emm, enggak sih, Han. Pas gue nengok ke belakang gue nggak lihat apa-apa tuh! memangnya ada apa, Han?" tanya Citra yang berbalik bertanya.
"Ya ampun, Cit. Tadi gue ngeliat ada wanita berbaju putih, rambut panjang muka seram, dan hantu itu duduk tepat di belakang lo, Cit!" tutur Hanni dengan raut muka ketakutan ketika mengingat kembali apa yang di lihatnya barusan.
Citra pun sangat terkejut dan membelalakkan mata. Citra pun teringat saat-saat dia mengerjakan tugas barusan. Beberapa kali dia mendapati suatu keanehan di sana. Namun, saat itu Citra masih tak bergeming dan berusaha untuk menepis rasa takutnya.
"Astaghfirullah, pantas aja sedari duduk di kelas gue ngerasa ada yang janggal, Han! gue sampai beberapa kali merasakan ada hal aneh. Awalnya gue mencium bau bunga melati, habis itu kaya ada suara benda bergerak di belakang gue, namun pas gue tengok, gue nggak lihat apa-apa cuman kayak ada sekelebat bayangan putih di samping kiri gue cepet banget, pas gue tengok lagi nggak ada apa pun. Gue pikir suara-suara aneh di belakang hanya halusinasi gue aja karena ketakutan," tutur Citra menceritakan saat-saat berada di dalam kelas sendirian.
"Ya ampun kalian seharusnya jangan masuk ke kelas kalian itu jika masih sangat pagi, kalian tidak dengar jika di gudang itu ada hantunya, lhoh?" tutur salah seorang teman yang berbeda kelas.
"Gue pernah denger sih tapi selama ini gue gak pernah lihat, jadi gue pikir cuma mitos, lagian biasanya gue datengnya mepet, pas kelas udah rame gue baru nyampe dan itu udah mendekati bel masuk," tutur Citra sembari ikut duduk di teras di depan Hanni.
"Ya ampun Cit, untung nggak kenapa-napa!" tutur Hanni.
Alhasil akhirnya pagi itu Citra dan Hanni tetap di luar kelas hingga datang beberapa anak yang menjadi teman sekelas mereka. Saat melewati gudang Hanni dan Citra reflek menoleh pada pintu gudang, bersyukur mereka tidak menjumpai apa-apa karena kelas sudah mulai ramai. Citra kemudian kembali ke tempat duduknya dan mengerjakan tugasnya dengan tenang meskipun teman-temannya sedang gaduh.
Mendekati bel masuk, Amel baru datang. Amel nampak ragu ketika akan duduk di samping Citra. Ada perasaan ragu, takutnya yang jika itu bukan Citra yang asli. Sejenak Amel masih berdiri terdiam sembari memandang ke arah Citra. Citra yang merasa sedang diperhatikan oleh Amel pun akhirnya menoleh ke samping di mana Amel berada.
"Ada apa, Mel? kenapa berdiri aja di situ?" tanya Citra saat menoleh ke arah Amel.
"Elo, semalam ke mana, Cit?" tanya Amel dengan lirih.
"Oiya, maaf Mel, gue nggak jadi ke rumah lo, soalnya gue kemaren ketiduran, terus mimpi buruk gitu, habis itu gue lari sampai ke ujung kompleks. Terus gue numpang tidur di rumahnya Andra," tutur Citra menjelaskan.
"Ya ampun, Cit. Gue itu semalem ke rumah Lo sama kakak gue, kita sampai ketok-ketok ke samping kamar lo yang gelap gulita itu dan setelah itu gue di gangguin terus sama hantu di rumah, lo! sumpah Cit, gue kapok! gue gak bakalan mau ke rumah lo lagi, gue takut!" ujar Amel kemudian segera duduk di bangkunya saat yakin jika yang saat ini di depannya sudah pasti Citra yang asli.
Kemudian Amel menceritakan kejadian yang dia alami kemaren di rumah Citra. Citra merasa sangat bersalah karena merepotkan Amel dan harus ikut terbawa kena apesnya digangguin makhluk tak kasat mata.
Citra kemudian menceritakan jika dia ingin mencari tempat kos sepulang nanti. Dan Citra mengajak Amel untuk menemaninya mencari kos-kosan yang bisa langsung di tempati malam itu juga.
Sepulang sekolah Citra dan Amel menuju mess Pak Katman untuk mengambil barang-barang yang tadi dititipkan.
"Terima kasih ya, Pak?" ujar Citra seusai masuk ke dalam mess mengambil tas ranselnya.
Citra kemudian segera menggendong tas ransel besarnya yang berisi barang-barang bawaannya.
"Iya, Neng. Sama-sama!" tutur pak Katman yang sedang duduk di luar.
Citra dan Amel segera menuju parkiran untuk mengambil motor, kemudian menuju tempat kos yang tadi pagi di ceritakan oleh pak Katman.
Dari luar, kosnya nampak bangunan yang baru di bangun, karena belum ada satu tahun beroperasi. Terdiri dari dua lantai dan cukup bagus dan bersih.
"Cit, ini kos bebas yah?" ujar Amel setengah berbisik saat Citra mulai memarkirkan motornya di pelataran bangunan kos.
"Mungkin sih, Mel. Tuh di teras ada laki perempuan yang duduk-duduk di teras. Coba deh kita samperin," jawab Citra dengan suara pelan.
Mereka berdua kemudian mendatangi orang yang berada di teras tersebut untuk bertanya.
"Maaf Mbak, Mas numpang tanya! pemilik kosnya ada tidak ya?" tanya Citra.
"Nggak ada, Mbak. Tadi pagi sih sempat ke sini, tapi uda pulang lagi. Mbak mau kos?" tanya yang laki-laki.
"Iya, Mas!" jawab Citra.
"Sebentar saya telepon dulu!" tutur penghuni kos yang laki-laki lagi, kemudian segera melakukan sambungan telepon.
"Hallo, Bu. Ini ada anak yang mau ngekos!"
"Oh, iya. Siap, Bu!"
Oke!
Penghuni kos laki-laki itu kemudian terlihat menyudahi teleponnya.
"Katanya suruh tunggu dulu, Mbak. Bentar lagi yang punya kos datang," tutur penghuni kos itu.
"Oh iya, Mas, Mbak, terima kasih!" ujar Citra kemudian menuju gazebo yang ada di depan kos di dekat tempatnya memarkir sepeda motornya.
Setelah lima menit menunggu terlihat seorang perempuan datang dengan menaiki motornya kemudian mendekat ke arah Citra duduk.
"Yang mau ngekos, ya?" tanya perempuan itu.
"Iya, Mbak. Saya Citra!" ujar CitrA memperkenalkan diri.
"Saya Merry, pemilik kos ini!" ujarnya kemudian ikut duduk di samping Citra.
Mbak Merry terlihat usianya masih muda, mungkin masih sekitar 25-30an. Kemudian Mbak Mery menjelaskan tentang fasilitas yang ada di kos itu dan berapa uang yang harus di bayar untuk tinggal di sana.
Jadi kos itu termasuk kos dengan fasilitas komplit. Tersedia kasur busa dan almari di dalamnya, kipas angin, kamar mandi lengkap dengan air panas di masing-masing kamarnya dan tersedia dapur umum. Kamar siap huni saat itu juga.
Mendengar hal itu Citra pun tertarik, sebab fasilitasnya sudah komplit, dan bisa di tempati saat itu juga. Ternyata di bawah kamarnya sudah full, di atas ada lima kamar dan baru dihuni dua kamar, masih tersisa tiga kamar. Akhirnya Citra memilih yang berada di tengah dekat dengan dapur umum, dua kamar di sampingnya masih kosong.
Setelah deal, Citra kemudian membereskan barang-barangnya. Ternyata, satu tasnya yang berisi buku-buku masih ketinggalan di tempat pak Katman. Citra akhirnya memutuskan untuk kembali ke sekolahnya.
"Cit, gue tunggu di luar!" ujar Amel yang nggak mau masuk ke sekolahnya ketika sudah sepi tidak ada murid dan guru. Sedangkan mess pak Katman ada di paling ujung belakang sekolah.
Citra pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam sendirian.
Saat dia berjalan masuk ke tengah sekolah, tiba-tiba dia berhenti.
..._________Ney-nna________...
slmat ya citra, andra smga smawa slalu, dri mimpi membawamu kdalm kbhgian,
ini novel pertma yng ku bca beragensi horor, sblmnya plng gk ska sma berbau horor🤭
trima ksih aku ska sma jln critanya ttp smngat kak💪
ehhh mila udah minggal trut berduka cita ya mila, kna azab ini tp bkn d sinetron ikan terbang🤭 apa mila mngakui perbuatannya ??
mmm hadiah apa Bim kmu ska sma Citra kah ??
gimna Mila enak gak sama yng gtuan😏😏😏