Rega Zalzala adalah putra ke empat dari keluarga Duke Zalzala.
Dia satu-satunya anak yang tidak memiliki kekuatan apapun. kelahiran nya di anggap aib oleh keluarga.
Di usia 18 tahun, keluarga nya memilih untuk membuang Rega seperti seekor anjing.
Namun tanpa di sangka, di detik terakhir hidup nya... dia mendapatkan sistem Dewa.
sebuah sistem yang akan mengubah hidup nya dari seorang pecundang menjadi seorang Raja.
ini adalah perjalanan Rega Zalzala membalas dendam dan menjadi Kesatria terkuat di kerajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.
Malam menyelimuti langit Kota Helyendra dengan tenang.
Cahaya bulan menembus jendela besar ruangan pribadi Master Chen, menciptakan bayangan lembut di antara rak-rak penuh ramuan, alat pembuat pil, dan tanaman obat langka.
Rega, Anya, dan Atar berdiri dalam diam saat Master Chen menurunkan satu lutut di depan Rega.
Tubuh tua itu tetap tegak penuh wibawa, namun wajahnya menunjukkan ketulusan mendalam.
“Saya ulangi sekali lagi, tolong jadikan saya muridmu, Master Rega,” ucap Master Chen, mengepalkan kedua tangannya di depan dada, seperti prajurit yang bersumpah setia.
Anya melotot tidak percaya. "Rega! Jangan terlalu lama berpikir! Master Chen adalah seorang alkemis terhormat, bagaimana mungkin kau biarkan master Chen berlutut seperti ini?!"
Namun Rega tetap diam. 'Sial... Kalau para alkemis dari seluruh negeri melihat ini, mereka pasti akan memburuku. Chen Yuan adalah simbol dari Asosiasi Alkemis, mereka pasti tidak menerima master Mereka berlutut seperti ini.' Pikir Rega. 'Tapi aku yakin dia tidak akan berhenti sebelum aku menerima nya' pikir Rega dengan tenang.
'Tapi tunggu sebentar...' Rega mulai berpikir. 'Jika aku menerima nya, aku bisa membuat orang ini jadi tamengku. Dia bisa menjadi orang yang mengklaim pembuat pil. Lagipula keberadaan ku sudah di ketahui, hidup ku tidak akan tenang jika di kejar-kejar oleh para alkemis. Jadi lebih baik aku jadikan saja dia sebagai pion untuk menarik perhatian publik' Dia mencoba menyusun rencana.
'Benar... akan lebih baik jika Aku memanfaatkannya.' Rega menyeringai.
perlahan, dia menatap Chen, "Baiklah. Aku akan menjadikanmu muridku."
"A-Apa?!" Anya dan Atar hampir serempak memekik.
"A-aku tidak salah dengar, kan, Aniki?! Kau menerima master Chen menjadi murid mu?!" gumam Atar dengan dagu hampir jatuh.
Master Chen Yuan langsung bersujud dalam-dalam. "Syukurlah! Terima kasih, Master! Aku benar-benar ingin meningkatkan pemahamanku tentang alkemis. Aku tak menyangka hari ini akan bertemu guru sejati!"
“Tapi,” ucap Rega, suaranya tajam, “ada beberapa syarat.”
Master Chen langsung mengangkat kepala. “Apa pun itu,Guru. Katakanlah.”
Rega menekuk jari-jarinya sambil bersandar ke meja alkemis yang megah.
“Pertama, identitasku sebagai pembuat pil tingkat kesempurnaan 98% ... harus dirahasiakan.”
Chen mengerutkan kening. “Jadi… kau tidak ingin dunia tahu siapa yang membuatnya?”
“Sebaliknya,” lanjut Rega sambil tersenyum tipis. “Biarkan dunia mengira kau yang membuatnya. Kau boleh klaim pil itu sebagai buatanmu. Nama dan gelarmu akan melonjak. Legenda baru alkemis akan lahir dari tanganmu.”
Chen membelalakkan mata. Ia hampir tidak percaya apa yang didengarnya. “A-Aku… aku akan jadi legenda?”
“Ya. Dan Selain itu, aku bisa bekerja di balik layar tanpa ada yang mengejarku.” Rega menyeringai.
Setelah merenung singkat, Chen mengangguk dengan sungguh-sungguh. “Baik. Aku setuju.”
Anya menatap Rega dengan ekspresi sulit dibaca. ‘Rega… dia benar-benar ingin memanfaatkan Master Chen Yuan?!'
Rega melanjutkan, “Kedua, demi menjaga penyamaran di mata dunia, aku adalah muridmu. Bukan sebaliknya.”
Chen tampak terkejut. “Itu… membuatku merasa tidak sopan, Guru.”
“Tak masalah. Aku tak butuh kehormatan, aku butuh kedamaian,” jawab Rega santai.
Chen menggertakkan gigi dan menunduk hormat. “Baik. Mulai besok, semua orang akan tahu bahwa kau adalah muridku. Dan tidak seorang pun akan tahu siapa yang benar-benar berada di balik pil sempurna itu.”
Rega mengangguk. “Terakhir… metode ajarku berbeda. Aku tidak akan banyak bicara. Kau hanya perlu mengamati caraku membuat pil. Sisanya, kau pahami sendiri.”
Chen berkedip, lalu tertawa kecil. “Kau… seperti guru-guru aliran kuno. Mengajarkan melalui tindakan.”
‘Atau lebih tepatnya, aku tak bisa mengajarkan apa pun pada mu. Semuanya yang aku bisa di dapat dari sistem,’ pikir Rega santai sambil menyilangkan tangan.
"Itu juga adalah bagian dari pembelajaran mu. Seorang alkemis harus memiliki mata yang tajam" ucap Rega, tentau saja dia hanya beralasan.
Master Chen mengangguk. “Kalau begitu…” Chen berdiri tegap, wajahnya penuh semangat. “Mulai besok, sejarah alkemis akan berubah! Aku akan menjadi Alkemis Tingkat 10! Guru, kau akan membimbingku menjadi legenda!”
Rega mengangguk pelan. “Bagus. Semakin besar nama yang kau bangun, semakin jauh orang-orang dari identitasku yang sebenarnya.”
Di sisi lain, Atar hanya menepuk jidatnya dan menggeleng.
‘Aniki… kau benar-benar iblis berkedok jenius. Bisa-bisanya kau menunggangi reputasi Master Chen seperti ini.’
Anya masih menatap Rega dalam diam. Pandangannya tajam tapi juga penuh kekaguman. ‘Teknik pedangnya sempurna. Strateginya dingin. Dan sekarang… dia juga seorang Alkemis jenius. Aku semakin penasaran dengan nya...'
Malam itu, kesepakatan besar terbentuk di dalam ruangan yang tenang.
Sebuah rahasia kelam dibungkus dengan nama besar. Dan tanpa disadari dunia… kebangkitan seorang legenda baru sedang dimulai dari bayangan.
----------
Setelah selesai, Malam mulai larut.
Bintang-bintang berkelip redup di langit Kota Helyendra saat Rega, Anya, dan Atar melangkah keluar dari gedung Asosiasi Alkemis.
"Aniki, ini Gold hasil dari pelelangan," ucap Atar dengan senyum bangga sambil menyerahkan sebuah kantong kulit berat yang berbunyi nyaring saat diguncangkan. "Semua totalnya 4.000 Gold!"
Rega membuka kantong itu, menimbang-nimbang bobotnya sebentar, lalu mengangguk pelan. "Kerja bagus, Atar."
Dia mengambil 200 keping Gold dari kantong itu dan meletakkannya ke tangan Atar. "Ini upah yang kau dapat kan dari bekerja menjual Pil itu"
"Ta-tapi Aniki! Ini… ini sangat banyak!" Atar terbelalak, matanya nyaris copot melihat jumlahnya.
"Kirimkan uang itu untuk orang tuamu di desa. Mereka akan bangga padamu," ucap Rega tenang, matanya menatap langit gelap.
Atar menggigit bibir bawahnya, hatinya sesak oleh rasa haru. "Terima kasih, Aniki… Aku akan ingat kebaikanmu! Aku janji, aku akan jadi bawahanmu selamanya!"
Rega hanya mengangguk dan menepuk pundaknya. "Pergilah. Aku akan memanggilmu lagi kalau ada tugas baru."
"Siap, Aniki!" Atar membungkuk penuh hormat sebelum berlari dengan semangat menuju gang sempit, menghilang di antara bayangan kota.
Anya yang berdiri di samping Rega melirik ke arahnya dengan ekspresi datar.
"Jadi, kemana kita sekarang? Ini sudah malam," ucapnya.
Rega menoleh pelan. "Kita akan bertanya pada Komandan Kaelen tentang letak markas Skuad Ghost Bat."
"Tunggu. Apa Kau serius mau kembali ke markas yang dikelilingi kuburan itu malam-malam begini?!"
"Lalu apa lagi? Apa kau mau menginap di penginapan sebelumnya?" tanya Rega, nada suaranya datar tapi terdengar menggoda.
Anya menggigil. "Penginapan berhantu itu?! Tidak mungkin! Aku lebih baik tidur di atap rumah warga daripada di sana!"
"Kalau begitu, kita bertemu di alun-alun besok pagi," jawab Rega tenang sambil berjalan menjauh.
Anya mengangguk cepat. "Baik! Tapi… kau harus datang! Jangan tinggalkan aku!"
Mereka pun berpisah.
Rega berjalan pelan menyusuri gang sempit kota, sampai akhirnya tiba di depan penginapan menyeramkan yang dulunya ia tempati bersama Atar dan juga Anya.
"Kalau dilihat dari dekat… memang penginapan ini terlihat seperti rumah hantu," gumam Rega pelan.
Ia melangkah masuk tanpa ragu. ‘Kemana nenek penjaga penginapan ini? Sejak hari pertama, aku tidak pernah melihatnya lagi,’ pikir Rega, sedikit curiga.
Ia menaiki tangga kayu yang berderit setiap diinjak, lalu masuk ke kamar lamanya di lantai tiga.
Setelah menutup pintu, ia mengeluarkan beberapa botol kecil dari cincin dimensinya.
“Aku harus meningkatkan kultivitas ku malam ini,” gumamnya.
Tanpa ragu, ia menelan sepuluh Pil Pemulihan Qi Dasar sekaligus.
Glup!
WUUUUUSSSSH!
Pusaran Qi kuat menyelimuti perutnya, seperti badai kecil yang mendesak untuk meledak ke segala arah.
‘Kendalikan! Fokus pada aliran! Jangan biarkan keluar…’ pikir Rega, segera duduk bersila dan menangkupkan kedua tangan.
Tubuhnya perlahan bersinar. Napasnya diatur pelan dan dalam.
‘Fokus… aku harus menjaga Qi-ku tetap stabil.’
[Kultivitas Anda Meningkat!]
[Kultivitas Anda Meningkat!]
suka dg ide briliannya
seratusss....semangat thor👍