Kris selalu di bully disekolahnya karena tak hanya lemah dan anak panti tapi juga memiliki wajah dibawah rata-rata. Suatu hari ia mendapatkan sistem pilihan, dia harus memilih satu dari dua pilihan setiap harinya. Mampukah Kris menjadi orang kuat dan kaya raya seperti impiannya dengan adanya sistem ditubuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Ingin mengunjungi panti
''hmm ayo kita ke ruang makan, aku sudah sangat lapar'' angguk dan ajak Kris.
''baiklah sayang'' segera Kris digiring oleh keempat pacarnya menuju ruang makan.
Kris terlihat tak nyaman dan lesu dan hal itu diketahui oleh semua orang termasuk keempat pacarnya namun mereka tetap melakukannya agar Kris terbiasa dengan kehadiran mereka.
Saat mereka sudah berada di ruang makan, tiba-tiba Jasmine dan Mika duduk disamping Kris hingga membuat Kris mengernyit tak senang.
''kedua kursi disamping gue bukan milik kalian tapi milik Luna dan Desi'' ucap Kris dengan dingin hingga membuat Jasmine dan Mika tercekat.
slsemua orang bisa melihat kemarahan dimata Kris, kemarahan yang sangat jarang sekali muncul.
''sayang kami duduk dimanapun tak masalah kok'' ucap Luna dan segera diangguki Desi.
''seperti yang kalian bilang kalau mereka adalah pacarku yang ketiga dan keempat, bukankah harus menghormati senior mereka yaitu kalian'' ucapan Kris kali ini tak bisa dibantah Luna dan Desi lagi sebab apa yang dikatakan Kris memang benar.
Mika ingin marah namun sudah keduluan Jasmine.
''maaf'' lirih Jasmine lalu berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Luna untuk duduk dikursi yang ada disamping kanan Kris.
Mika ingin bersuara namun segera mendapat gelengan pelan dari Jasmine.
''hmph'' dengus Mika tak suka namun tak ayal ia juga melakukan hal yang dilakukan Jasmine yaitu memberikan kursi yang ada disamping kiri Kris pada Desi.
''kalau kalian masih ingin menjadi kekasih gue maka kalian berdua harus ikuti semua pengaturan gue, tak ada bantahan dan tak ada rengekan'' ucap Kris sambil menatap kearah Mika hingga membuat Mika menunduk.
Setelah melihat Jasmine dan Mika yang terdiam, akhirnya Kris memulai makan malam mereka.
''mari makan''
Semuanya makan dengan tenang namun penuh dengan kecanggungan hingga Ridho berinisiatif untuk membuka obrolan.
''weekend nanti apa kamu ada urusan Kris?'' tanya Ridho.
''kalau tiap weekend aku selalu punya acara kak'' jawab Kris hingga membuat Luna dan ketiga pacar Kris lainnya senang karena mengira waktu weekend Kris akan dihabiskan untuk mereka.
''ohhh mengajak mereka berkencan?'' tebak Ridho hingga membuat keempat pacar Kris semakin senang namun jawaban yang keluar dari mulut Kris membuat mereka sendu seketika.
''tidak kak''
''lalu elo ada urusan apa tiap weekend? bukannya biasanya cuma kerja seharian aja'' tanya Alan hingga semakin membuat keempat pacar Kris sendu.
''kalau biasanya gue memang kerja seharian sebelum mendapatkan warisan tapi sekarang gue ada urusan yang lebih penting dari semuanya'' jawab Kris.
'lebih penting dari semuanya? apa kami tak lebih penting dari hal itu?' batin Luna, ia dan Desi hampir menangis.
''apa yang lebih penting dari mengajak kami kencan hah?'' teriak Mika tak terima mereka disepelekan seperti ini.
''mengunjungi panti yang sudah menjadi tempat tinggal gue selama belasan tahun, satu-satunya keluarga gue. Setiap weekend gue selalu kesana untuk menemani mereka'' jawab Kris hingga membuat semua orang terdiam.
''jadi selama ini kamu tinggal dipanti Kris? panti mana?'' tanya Ridho mencoba mencairkan suasana yang kembali canggung.
''hmm selama ini aku tinggal dipanti kak, tapi sudah tak tinggal dipanti lagi karena semakin banyak anak yang perlu ditampung sedangkan pemasukan panti semakin sedikit. Pantiku ada dipinggiran kota kak'' jawab Kris yang nada suaranya kembali lembut, sangat berbeda saat berbicara dengan Mika tadi.
''ohh iya kak, tolong carikan tanah luas di pusat kota untuk membangun panti ya. Aku mau membangunkan panti yang lebih besar untuk mereka sebab rumah panti sudah sangat bobrok'' sambung Kris lagi.
''baiklah nanti kakak carikan, kakak mau ikut kepanti boleh?'' pinta Ridho.
''tentu saja boleh kak, anak-anak panti pasti senang karena mendapat kakak yang baru'' angguk Kris senang.
''gue dan Mira boleh ikut juga kan bro?'' tanya Alan.
''tentu dong'' angguk Kris lagi.
''kami juga boleh ikut nggak sayang?'' tanya Desi.
''tentu saja juga boleh, kalian bisa bertemu dengan tiga bunda yang sudah ku anggap sebagai ibu kandungku sendiri'' jawab Kris hingga membuat Luna dan Desi senang.
''yeayyyyy'' girang keduanya.
''kami boleh ikut juga nggak?'' tanya Jasmine sedangkan Mika masih terdiam karena merasa bersalah sebab sudah salah paham pada Kris.
Kris tak menjawab namun pandangannya segera teralih pada Mika yang sudah berani mengangkat kepalanya dan tengah menatapnya dengan penuh permohonan.
''haahhh baiklah'' desah Kris tak berdaya dan merasa kasihan dengan tatapan Mika yang seperti hampir menangis.
''siapkan pakaian kalian karena aku ingin menginap semalam disana, dan disana adalah kawasan kumuh sehingga banyak nyamuknya jadi jangan ada yang merengek kalau mendapat kehidupan susah dan makanan seadanya'' peringat Kris.
Semua orang mengangguk karena tak mempermasalahkan kondisi dan keadaan sekitar panti sebab ingin mengunjungi panti yang sudah menjadi tempat tinggal Kris belasan tahun.
Mereka pun makan dengan hati senang karena akan mengunjungi panti weekend nanti, sesuatu yang tak pernah mereka lakukan selama ini karena waktu mereka selalu dihabiskan untuk belajar dan bersenang-senang saat ada waktu luang.
Satu jam kemudian Jasmine dan Mika dengan enggan pulang, kalau Jasmine tentu saja tidak mendapat izin dari orang tuanya karena ia belum bisa memberitahu keluarganya tentang hubungan percintaannya yang rumit sedangkan Mika sudah mendapat izin untuk menginap tapi tak mendapat izin dari Kris.
Kris bilang kamar di vilanya tak ada yang kosong padahal masih banyak yang kosong.
''hmph awas saja'' dengus Mika setelah ia memasuki mobilnya.
''hahhhhh akhirnya mereka pergi juga'' desah Kris bernafas lega hingga membuat Ridho dan Alan terkekeh.
''sayanggg jangan begitu, biar bagaimanapun mereka juga pacarmu dan para saudari kami'' tegur Luna.
''betul itu sayang, kamu harus mulai menerima mereka dari sekarang'' sahut Desi.
''hmmm aku ngantuk mau tidur dulu, kalian bisa tidur dikamarku dan aku akan tidur dikamar tamu'' dehem Kris lalu segera berjalan cepat menuju kamar tamu yang paling dekat hingga membuat Luna dan Desi tak dapat mengejarnya.
''sepertinya Kris tak terlalu suka dengan Jasmine dan Mika jadi saranku sebaiknya kalian mencari wanita lain saja'' saran Mira.
''susah kalau mencari wanita baru dan semakin susah mencari yang mau berbagi'' ucap Desi dan diangguki Luna.
''tapi Kris terlihat sangat tersiksa, apa tak sebaiknya kalian saja yang berolahraga sehingga nantinya dapat mengimbangi kekuatan Kris'' Mira kembali memberikan saran hingga membuat keduanya berbinar cerah.
''sebaiknya kita melakukan olahraga Lun, bagaimana kalau besok kita panggil instruktur yoga'' usul Desi dan segera diangguki Luna dan Mira.
Akhirnya Luna dan Desi menuju kamar Kris dan membiarkan Kris tidur didalam kamar tamu, mereka juga tau kalau emosi Kris hari ini tak stabil karena mereka memaksanya untuk menerima Jasmine dan Mika.
Kris dengan cepat terlelap tidur karena dirinya tak hanya lelah secara fisik namun juga secara mental dan tak terbangun hingga pagi menyingsing.
Mata Kris baru saja terbuka dan segera disuguhi dengan layar hologram yang bertuliskan.
[sistem pilihan harian]
tanah dikawasan distrik C senilai 250 milyar rupiah
tanah dikawasan distrik M senilai 250 milyar rupiah
''tanah'' girang Kris lalu segera keluar dari kamarnya untuk mencari Ridho, ia harus tau tanah distrik mana yang paling bagus untuk dikembangkan.