Sekuel dari novel HeavenlyEarth..
Gala ArMikha Rahardian Wijaya, pengusaha muda yang tertarik pada adik angkatnya sendiri yang tak lain adalah anak dari salah satu ART di rumahnya, tapi sayang cinta Gala tak pernah di Terima oleh sang gadis pujaan hati sampai sosok pria lain yaitu Sean hadir dalam hubungan Gala dan Ara yang masih belum jelas kepastiannya.
Siapakah yang akan di pilih Ara? .
Gala yang ia cintai atau Sean yang selalu Ada?
Yuk, kepoin kisah Gala Asmara dan jangan lupa klik ❤️ ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Double date 2
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kampung Joged" jawab Ara, film kekinian yang mampu membuat para penikmat horor rela mengantri di bioskop bioskop terdekat, tapi tidak dengan mak othornya karna dia terlalu sibuk ngehalu demi kalian. Hiks!!
"Pernah denger sih, cuma gak tau juga ceritanya. Joged joged gimana sih, Ra?" tanya Gala.
"Ara juga gak tau, makanya mau nonton. Kalau Ara tau ceritanya ngapain juga ngajakin" cetus Ara mulai kesal, ia kesal karna melihat si Kuyang terus saja mencoba untuk mencari celah lebih dekat dengan Gala.
"Iya, iya. Maaf ya cantik." rayu Gala sambil menarik Ara kedalam pelukannya, sikap yang biasa Gala lakukan jika gadis kecilnya mulai merajuk manja.
"Nonton ya"
"Iya, kita sewa satu bioskop buat Ara, ok" sahut Gala sambil memencet hidung minimalis pujaan hatinya.
Kedua mata yang tersimpan cinta luar biasa itu terus saling pandang satu sama lain, rasa ingin memiliki seakan kian meronta dalam hati Gala, si imut bagai anak curut itu benar-benar membuat seorang Galaksy ArMikha Rahardian Wijaya tunduk dan memberikan seluruh hatinya hanya pada Asmara.
"Yeee... Makasih baby Koalanya Ara"
Sean tersenyum kecil saat melihat betapa senangnya si pacar dalam pelukan sahabatnya. Apalagi saat Gala memperlakuan Ara dengan sangat baik dan penuh perhatian.
"Kapan masuknya kalau disini terus?" protes Jessy karna mulai jengah dengan kemanjaan Ara.
Ara yang mengurai pelukan langsung menerima uluran tangan Gala, jadilah kini mereka saling menggenggam selama masuk kedalam Mall.
Sean yang berjalan di samping Ara mulai merasakan hal aneh dalam hatinya, tapi sebisa mungkin ia menepis rasa tak enaknya dan juga pandangan matanya dari tangan Ara yang sama sekali tak di lepas oleh Gala.
Bukan Gala namanya jika tak bisa membuat apapun menjadi mudah apalagi ini adalah Mall milik keluarganya, sekali ucap semua akan tunduk pada perintahnya itulah yang membuat Jessy tak gentar untuk terus mendekati cucu kedua dari Reza Rahardian Wijaya.
"Yuk, masuk" ajak Gala.
Sean yang terus menganggu Jessy membuat Ara kadang tertawa kecil, yang gadis itu tahu Sean hanya iseng tapi yang Sean sadar itu adalah pengalihan rasa anehnya.
Gala benar-benar menyewa satu ruangan bioskop demi Ara yang isinya hanya mereka berempat. Mereka duduk berjejer dengan posisi Jessy, Gala, Ara dan Sean.. Itulah versi adil menurut si Kuyang yang emosinya sudah meletup letup sejak masih di rumah pria incarannya.
Ara yang kadang takut dengan adegan yang menurutnya mengerikan langsung di tutup matanya oleh Gala, begitu lah cara pria itu menjamin kenyamanan anak curutnya, sedang Sean yang sebenarnya tak terlalu suka menonton malah tertidur pulas sampai mendengarkur pelan. Berbeda lagi dengan Jessy yang menyibukkan diri dengan bermain ponsel.
Saat film selesai, Gala langsung bangun dan memukul bahu Sean berkali-kali agar temannya itu mengerjapkan mata karna Ara sudah ribut kelaparan. Dari gedung bioskop keempatnya masuk kesalah satu resto langganan Gala yang tak di ragukan lagi kenikmatan makanannya.
"Pulang" rengek Ara saat perutnya terasa kenyang.
"Eh, enak aja bocah ingusan ngajak pulang. Saya belum beli apa-apa!" protes Jessy dengan mata bulat sempurna.
"Tapi Ara mau pulang!"
"Ya udah, kita pulang" sahut Gala yang tentunya menuruti kemauan Ara tak perduli saat Jessy merengut kesal.
"Nih, kalau mau belanja. Beli apapun yang kamu mau. Kalian bisa senang-senang berdua" ucap Gala sambil menyerahkan card unlimted nya pada Jessy sambil melirik kearah Sean.
"Apaan lo! pacar gue itu yang lo gandeng tuh bukan si baskom plastik ini" tolak Sean yang enggan menemani Jessy.
"Dadah kak Sean, nanti jangan lupa telepon Ara ya buat ceritain duet maut kuyang sama mbah dukun" kekeh Ara sambil melambaikan tangan.
"Wey.. Ara... cih, dasar pacar durhaka!"
.
.
Gala yang pulang berdua dengan sang pemilik hati tak perduli dengan umpatan kasar yang dikirim Sean lewat pesan chat berlogo hijau, bahkan pria itu kini lebih memilih mematikan ponselnya.
"Weekend depan kita jalan lagi ya, Kak" ajak Ara yang senang karna hari ini Gala bersikap seperti biasanya.
"Iya, Sayang" jawab Gala, tentu panggilan itu memiliki makna lain bagi Ara.
Keduanya turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah. Gala yang menggengam tangan Ara menghentikan langkah saat melihat kedua orangtuanya sedang berada di ruang tamu.
.
.
.
Assalamu'alaikum kak Gala...
langsung bubar jalan itu chatting 👻
🐒:"pisang ya 1 Tundun 👻🤣😎"
gue malah suudzon di tabrek Jessy 😆
😂😂😂😂😂😂🌹
ijin pingsan oey