Alex hanyalah anak jalanan untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan dibesarkan di lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
suatu hari Alex mengetahui siapa keduanya orang tuanya dan penyebab kematiannya, dan ternyata Alex ada keturunan D'devil anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun, sehingga Alex berniat membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuhan tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan Alex sebagai balas Budi karena telah menyelamatkan nyawa Gunawan.
apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orangtuanya?
apakah akan ada cinta antara Alex dan Laura?
bagaimana reaksi Alex jika tau laura bukan putri dari Gunawan?
ikuti kisah mereka di Tuan Mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahu Kebenaran
tanpa mereka sadari saat membahas tujuan Alex menikahi Laura, Laura telah sadar dari pingsan tetap saat Bagaskara menyebut tujuan dari pernikahan membuat Laura tetap berpura pura tertidur dan mendengarkan pembicaraan mereka, saat Alex memasuki kamar mandi barulah Laura membuka matanya.
"jadi Alex menikahi karena ingin balas dendam kepada ayah Gunawan, tapi kenapa aku, aku bukan anaknya, seharusnya Merlin yang dia nikahi, aku tidak tau dendam apa yang membuat kalian melakukan rencana ini dan karena kalian aku kehilangan orang yang aku cintai, dan apa tadi mereka bilang jika sudah berhasil balas dendam maka mereka akan membunuhku" monolog Laura dengan menggerakkan tangannya "Alex akan aku buat kau jatuh cinta kepadaku dan akan mencari tau dendam apa yang membuatmu nekat menarikku kedalam kehidupanmu" sambung Laura
ceklek saat pintu kamar mandi terbuka menampakkan Alex , Laura menatap tajam Alex seperti ingin menerkamnya, Alex yang menyadari Laura sudah terbangun menatapnya dengan datar
"Riko". teriak Alex
"iya tuan". jawab Riko saat sudah berada di hadapan Alex
"antar Laura pulang". perintah Alex
Laura yang mendengar perintah Alex langsung berdiri dan mendekati Alex
cup
Laura langsung mencium bibir Alex sedangkan Alex langsung menegang saat Laura menciumnya secara tiba tiba, kemudian Laura merapikan kemeja yang dikenakan Alex
"suamiku tercinta aku pulang dulu". pamit Laura dengan nada manja
"jangan nakal ya di kantor, jika menginginkan segeralah pulang jangan mencari wanita lain, bay". sambung Laura
cup Laura mencium bibi Alex lagi dan membelai rahangnya, setalah itu Laura turun kebawah saat sampai di resepsionis
"ckck aku yakin dia bukan istrinya tuan Alex pasti dia salah satu wanita yang rela mengangkang untuk tuna Alex cihh". cerocos Maya Laura yang mendengar itu langsung menghampiri Maya
"mba resepsionis yang terhormat , mba di sini hanya bekerja dan aku memang benar istrinya tuan Alex jika tidak percaya tanya saja atau kamu lihat cincin yang sama seperti yang saya gunakan". Laura menunjukkan jarinya yang terdapat cincin
"aku bisa menyuruh Alex untuk memecatmu jika kerjaanmu hanya menghina orang". Laura hanya mengertak saja, Alex mana mungkin akan menuruti perkataannya.
"atau jangan jangan mba selalu menghina perempuan yang bertemu dengan Alex , saya paham sekarang mbanya juga ingin ngangkang untuk Alex tetapi Alex tidak tergoda denganmu". tebakan Laura tepat sasaran, Maya sudah sering menggoda Alex tetapi tidak berhasil dia selalu kalah dengan Sintia sekarang dengan wanita didepannya, Laura setelah mengatakan itu langsung pergi dengan senyum smriknya.
di dalam mobil Laura masih tidak percaya dengan kenyataan yang di dengar tadi, dan Laura hanya melamun hingga sampai di rumah dia langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sentuhan Alex, saat sedang mandi Laura memikirkan sesuatu "aku harus berbicara dengan Alex dan mengatakan aku bukan anaknya Gunawan, dia sudah salah sasaran, arghh". teriak Laura di kamar mandi.
setelah selesai Laura langsung berganti pakaian dan mengistirahatkan sebentar tubuhnya dan merilekskan pikiran agar tidak terbawa emosi nanti saat berbicara dengan Alex "takdir itu sangat lucu ,orang yang tidak bersalah malah dia yang merasakan penderitaannya sedangkan yang seharusnya meresakan penderitaan malah merasa kebahagiaan " Laura bermonolog sambil terkekeh dan menatap langit langit kamarnya "ayah ,ibu, abang andai kalian masih hidup mungkin Laura tidak akan berada di posisi ini" lanjut Laura
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
ditempat lain Merlin dan Delon sedang berada di butik untuk mencoba gaun pengantin Merlin.
"Delon bagaimana dengan yang ini". tanya Merlin
"terserah kamu pilih yang kamu suka". jawab singkat Delon, Merlin sebal dari tadi Delon di tanya hanya jawab terserah saja sudah lima kali dia ganti gaun tetapi jawaban hanya terserah
"mba saya ambil gaun yang kedua ya". putus final Laura dia mengambil gaun tanpa lengan
"baik mba" jawab pelayan itu
"Delon kamu kenapa". jawab Merlin
"jika kamu tidak suka dengan pernikahan ini kita batalkan saja ya, jika memang aku nanti hamil aku akan membesarkan anak ini". Merlin memulai dramanya
"jangan dibatalkan". jawab Delon
"tapi dari tadi kamu hanya diam saja".
"aku hanya lelah karena pekerjaan Merlin". jawab Delon
"aku akan membuatmu selalu merasa bersalah dengan kejadian malam itu agar kamu tidak bisa meninggalkan aku, aku juga tidak tau nantinya aku hamil anakmu atau anaknya Mex entah benih siapa nanti yang akan jadi, yang pasti aku akan mengikatmu dengan janin ini jika hamil" monolog Merlin dalam hati
setelah selesai memilih gaun pengantin Merlin dan Delon keluar dari butik itu menunju ke sebuah restoran untuk makan karena Laura dari tadi meminta Delon untuk menemaninya makan saat Delon akan meninggalkan dia setelah memilih gaun. sesampainya di restoran mereka langsung memilih menu makanan yang mereka inginkan.
ting pesan masuk di hp Merlin
*Mex*
temui aku sekarang di toilet
"mau apa dia memintaku untuk menemuinya di toilet, menganggu saja". monolog Merlin
"Delon aku ketoilet sebentar" Delon menjawab dengan anggukan kepalanya
Merlin berjalan kearah toilet dan saat sampai di toilet ada yang menarik tangannya dan menyudutkannya ke tembok
"kenapa tidak mengangkat teleponku". tanya Mex dengan mata yang tajam
"maaf Mex aku sedang sibuk". jawab Merlin
"kamu harus dihukum sayang" seringai Mex Merlin tau hukuman yang di maksud Mex,jika mereka melakukan disini maka akan lama dan Delon bisa curiga.
"sayang hukumannya nanti malam saja". mohon Merlin dengan manja
"baiklah sayang kali ini aku berbaik hati dan siapkan tenagamu untuk nanti malam". jawab Mex dan langsung mencium bibir Merlin dan meninggalkan Merlin begitu saja
"huffh untung dia mau, jika tidak bisa batal pernikahanku dengan Delon". Merlin langsung kembali ke meja makan
"maaf Delon sedikit lama"
"tidak masalah makanlah, setelah itu aku antar kamu pulang karena aku harus kembali ke kantor". perintah Delon dan mereka makan dengan nikmat
Delon sudah mengantar Merlin ke rumah, setelah itu Delon langsung pergi
"bagaimana nak". tanya mama Merlin
"Delon masih memikirkan Laura mah". jawab Merlin
"biarkan saja, kamu yang akan menikah Dengan Delon, nak waktu kamu selasai berhubungan dengan Delon langsung kamu minumakan obat penyubur kandungan". tanya sang mama
"sudah ma". jawab Merlin
"bagus, jika kamu hamil mama yakin perhatian Delon akan untukmu dan dia akan melupakan Laura"
Merlin berjalan ke kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang dan Mex menelpon dengan Vidio call
"hallo sayang". sapa Mex
"hallo sayang". jawab Merlin
"sayang buka baju dan bramu"perintah Mex
"kamu mau aku sebar Vidio itu"
akhirnya Merlin membuka baju dan saat bukitnya terpampang Mex langsung menelan salivanya.