NovelToon NovelToon
The Devil Barra

The Devil Barra

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:734.8k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

Memiliki masa lalu yang kelam membuat Barra menjadi sosok pria yang kejam dan dingin. Sudah banyak wanita yang Ia lecehkan hingga akhirnya Ia bertemu kembali dengan sosok cinta pertamanya, Qila.
pertemuan yang merubah hidup Barra namun pada akhirnya takdir tak berpihak pada keduanya.
Namun bukan Barra jika harus menyerah begitu saja. Barra melakukan segala cara agar bisa bersama dengan Qila.

Spill of Bukan Rahim Bayaran.
stay tune yess, di usahkan update setiap hari.
Happy Reading Readersss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Qila baru saja ingin memasuki mobil Ameer, mendadak merasakan tangannya dicekal oleh seseorang. Qila terkejut saat melihat siapa yang mencekal tangannya.

Barra, beraninya pria itu menyentuh dirinya seperti ini.

Qila menatap tajam Barra sambil terus berusaha melepaskan cekalan tangan Barra namun sayang tenaga Barra lebih kuat darinya.

Ameer yang sudah berada didalam mobil, melihat kejadian itu, segera keluar dari mobil. Namun baru ingin menyelamatkan Qila, Barra malah memukulnya lalu dengan cepat membawa Qila memasuki mobil Barra.

"Apa kau gila? buka pintunya!" marah Ameer sambil mengetuk kaca mobil milik Barra.

Barra yang sudah membawa Qila ke dalam mobilnya, tak mengubris Ameer yang emosi, Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan restoran.

"Gila, sebenarnya apa yang dia lakukan?" emosi Ameer berlari memasuki mobilnya untuk mengejar mobil Barra.

"Apa yang kamu lakukan? kamu ingin membawaku kemana?" tanya Qila tampak takut apalagi melihat Barra yang saat ini tengah emosi.

Barra tak menjawab, Ia sibuk memandangi spion mobilnya untuk melihat mobil Ameer yang mengikutinya dari belakang.

"Berhenti, turunkan aku!" Qila mulai marah dengan apa yang Barra lakukan.

Lagi lagi Barra tak mengubris dan malah mempercepat laju mobilnya membuat Qila semakin ketakutan bahkan tangannya memegang kencang sabuk pengaman yang Ia pegang.

"Ya Allah... hati hati mas Barra." ucap Qila yang langsung membuat Barra tersenyum. Barra melambatkan laju mobilnya dan menatap ke arah Qila.

"Aku masih ingin menikah denganmu, jadi aku tidak akan membuat kita mati sia sia sekarang." kata Barra yang membuat Qila menatapnya tak percaya.

Barra kembali melihat ke spion, tampak mobil Ameer semakin dekat. Ia melihat didepan ada lampu merah menjadi kesempatan Barra untuk membuat Ameer kehilangan jejak.

Barra memperlambat lajunya dan saat lampu hijau Barra langsung tancap gas dan membelokan ke kiri lalu memasuki gang perumahan dan Barra tersenyum setelah berhenti di gang itu dan tak ada tanda tanda mobil Ameer dibelakangnya.

"Kenapa aku bisa kehilangan jejaknya!" Ameer menjambak rambutnya frustasi setelah melewati lampu hijau dan Ia tidak melihat mobil Barra berbelok ke arah mana.

"Aku ingin pulang." ucap Qila saat Barra sibuk melihat spion.

"Nanti ku antar pulang." balas Barra santai tanpa menatap ke arah Qila.

"SEKARANG!"

Barra menatap Qila tajam membuat Qila menunduk takut. dibalik ketakutan Qila, tangan Qila meraba pintu mobil dan berusaha untuk membuka pintu mobil namun sayangnya pintunya dikunci oleh Barra.

"Mau kabur huh?" Barra terlihat emosi melihat Qila memberontak padanya.

"Biarkan aku pulang mas." pinta Qila tanpa memandang ke arah Barra.

"Jangan membuatku marah!" kata Barra membuat Qila akhirnya diam.

Setelah dirasa aman, Barra segera melajukan mobilnya keluar dari gang itu.

Diam diam, Qila mengambil ponselnya untuk menelepon ayahnya, namun belum sempat Qila mendial nomor Sean, Barra sudah lebih dulu merebut ponsel Qila.

"Kembalikan mas..."

Barra tak mengubris ucapan Qila, Ia malah memasukan ponsel Qila ke dalam saku celananya.

"Ambil saja jika mau." kata Barra santai.

Qila tak habis pikir, bagaimana bisa Barra menyuruhnya mengambil ponsel didalam saku celana Barra. Bahkan menyentuh Barra saja Qila tak berani.

"Sebenarnya apa yang kamu lakukan?" Qila mulai frustasi, Ia ingin memberontak namun takut jika Barra marah.

"Aku hanya ingin menikah dengamu!"

"Itu tidak mungkin terjadi mas!" balas Qila membuat Barra menatapnya marah.

"Kenapa tidak mungkin terjadi? apa kamu tahu Qila aku sangat mencintaimu dan apa yang dikatakan wanita itu tidak benar, aku sama sekali tidak menidurinya" tegas Barra memberikan penjelasan pada Qila.

"Tapi malam itu kamu mabuk mas, bagaimana bisa kamu yakin tidak memperkosa wanita itu jika kamu saja tidak sadar!" balas Qila mulai berani.

"Aku akan membuktikan padamu jika aku tidak pernah meniduri wanita itu!"

"Tapi kamu pernah meniduri wanita lain?" tanya Qila yang membuat Barra diam.

"Benarkan? kamu pernah meniduri wanita lain sebelum wanita kemarin. jadi apa yang terjadi kemarin itu teguran dari Allah mas supaya kamu sadar dan bertobat." ucap Qila.

"Dan kamu wanita yang bisa membuatku bertobat Qila. aku akui dulu memang aku rusak dan nakal tapi tidak setelah bertemu kamu. aku menjaga diri agar bisa bersamamu dan apa yang dikatakan wanita itu tidak benar, aku bisa menbuktikan padamu."

Qila terdiam sejenak, "Tapi maafkan aku mas, aku benar benar sudah tidak bisa bersamamu lagi."

"Mungkin akan ada wanita lain yang lebih soleha dari ku yang bisa membuatmu menjadi lebih baik, dan itu bukan aku. maafkan aku mas. sebaiknya kita sama sama mengikhlaskan saja." kata Qila yang membuat Barra meremas setir mobilnya.

"Apa kamu tidak mencintaiku Qila?" tanya Barra menepikan mobilnya dan menghentikan laju mobilnya, menatap ke arah Qila penuh harap, berharap jawaban Qila membuatnya lebih tenang.

"Katakan kamu tidak mencintaiku." pinta Barra yang masih saja membuat Qila terdiam.

"Aku hanya ingin bersama dengan pria baik yang bisa membimbingku mas." kata Qila yang bagaikan disambar petir untuk Barra.

Barra menatap masih menatap ke arah Qila, emosinya memuncak saat ini. melihat Qila masih tak berani menatapnya, Barra kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Maafkan aku mas jika aku sudah menyakitimu, tapi aku benar benar sudah tidak bisa bersamamu." kata Qila merasa bersalah dengan ucapannya.

Barra tak mengubris, Ia masih melajukan mobilnya dengan kencang hingga mobilnya berjalan meninggalkan kotanya.

"Kita mau kemana mas?" tanya Qila mulai panik dan takut melihat mobil Barra melaju ditempat yang bahkan dirinya tak tahu.

Barra masih diam membuat Qila sangat frustasi, "Aku mohon sadar mas, jangan emosi dan marah seperti ini."

Karena tak mendapatkan respon dari Barra, Qila akhirnya menyerah dan memilih diam. Saat ini dirinya benar benar sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan Barra.

Qila hanya bisa berdoa dalam hatinya agar Ameer bisa memberitahu Ayahnya dan dirinya bisa diselamatkan dari Barra.

Setelah cukup lama perjalanan, mobil Barra berhenti disebuah masjid yang sangat besar dan indah.

Dari dalam mobil saja Qila bisa melihat keindahan masjid itu.

"Ini masjid terbesar dikota ini. ayo masuk dan sholat ashar dulu." ajak Barra lalu keluar dari mobil membuat Qila terkejut.

Disamping bangunan masjid, terdapat menara yang tinggi. selesai sholat ashar, Barra mengajak Qila menaiki menara itu.

Qila dibuat takjub dengan pemandangan yang sangat indah jika dilihat dari menara itu.

"Seharusnya kita kesini saat malam hari, pasti akan lebih indah." kata Barra yang berdiri disampingnya.

Qila tersenyum, dalam hatinya Ia merasa malu karena sudah salah paham dengan Barra. Tadinya Qila pikir Barra akan mengajak ke tempat yang menakutkan namun nyatanya Qila salah karena Barra mengajaknya ke tempat yang sangat indah.

Setelah puas memandangi pemandangan, keduanya turun untuk pulang. Kini Barra dan Qila sudah berada didalam mobil.

"Minumlah, kamu pasti haus. sudah ku buka kan untukmu." Barra menyodorkan sebotol air mineral untuk Qila.

Tanpa ragu dan curiga, Qila meminum air mineral itu karena dirinya juga sangat haus.

Tak berapa lama, Qila merasakan matanya sangat berat hingga akhirnya Ia terlelap.

Barra tersenyum melihat Qila tertidur.

BERSAMBUNG

jangan lupa like vote dan komeenn

1
Abdul Reyza
thoorrr,,,,,ini sadis banget ceritanya,,,,kayak merasa kalau ibu dan saudara 2 kita bukan perempuan ya,,,,,,,,
pelacur kan juga manusia Thor,,,,,kebagetan devilnya,,,,,,kurang suka dih Thor,,,,,😰😰😰😰😰🤧🤧🤧🤧
Abdul Reyza
cepat banget bucinx Thor,,,,,,kurang seru katanya devil men,,,,,,😅😅😅😅😅😅😅😅
shadowone
kok aku merasa itu Rani yang buat jangan² dia adeknya Rana dan datang buat bales dendam
shadowone
hahahhahaha kalau dulu sean tukar nama panji jadi panci, sekarang mantunya pula tukar nama rival ya hahahahha
shadowone
bapak mertua durjana bisa bisanya ganggu anak yang lagi honeymoon dan sekarang anak sakit.
shadowone
paijo bukanya supirnya mama Ranti?
shadowone
kok sombong sekali Risha... perasaan keluarganya ga gitu. apa kabar sena ya uda punya anak?
shadowone
dasar anak bapak sama aja. mana mungkin bara merosak cintanya.
shadowone
oh my zara kamu selalu saja positif thinking kecuali pada sella😂
shadowone
nahh🤣🤣🤣
shadowone
banyak sekali🤣🤣🤣
shadowone
anak ricky sama imah ya? kok aku lebih suka ameer sama Qila. padahal pas baca ceritanya sean aku berharap zayn sama sean jadi besan.
shadowone
kok aku deg degan bacanya. apa mereka berjodoh atau tidak? salah author ni nulis sinopsis kayak gitu membuatku degdegan sepanjang membacanya.
shadowone
astaga ku kira mereka sempat pacaran
shadowone
apa Raisa jadi senasib dengan mamanya? di perkosa juga🥺
Anonim
FIXED!!!! AUTHOR SUKA DAN PANDAI GOMBAL🤣🤣🤣👍👍👍😂😂😂
Yuli Yanti
aq mamfir thor udh lma g'bca karya mu
putri sri andila
ini author psikopat ini
Ibuk Kumaiyah
the beast buat penulis
Ibuk Kumaiyah
biar sedikit part nya yang penting heppy endingnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!