NovelToon NovelToon
ALINEA CINTA

ALINEA CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:20.5M
Nilai: 5
Nama Author: Lin Aiko

Seperti halnya alinea yang membutuhkan penggabungan beberapa rangkaian kata dan kalimat untuk bisa terbentuk sempurna, begitu pula dengan kisah cinta yang membutuhkan rangkaian perasaan untuk menjadi sebuah kisah cinta yang sempurna.

Berangkat dari sebuah tikaman tak kasat mata yang membuat hati begitu terluka, seonggok daging yang bernyawa mempunyai harapan untuk bisa mendapatkan sebuah cinta layaknya Rasulullah yang begitu mencintai Khadijah.

Mungkin semua orang bisa menentukan tujuan mereka, tapi tidak dengan apa yang akan mereka temukan. Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Disinilah perjalanan diantara suka dan duka dalam kehidupan yang terakit indah menjadi sebuah ALINEA CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin Aiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Sepulangnya dari masjid dan membicarakan keputusannya mengenai permintaan ta'aruf Mina, Almeer bergegas mengunjungi cafe. Ia sudah berjanji pada Sora memberikan Japanese Cheese Cake sebagai tanda permintamaafannya karena tidak bisa menerima ajakan makan siang Sora.

"Meera, pesenan Mas udah belom?" tanya Almeer ketika menemui adiknya dibalik etalase bakery.

Ameera mengambil sebuah kotak kue dan meletakkannya diatas etalase. "Udah dari tadi, Mas. Lagian Mas Al kemana sih? sampe hampir dingin ini."

"Tadi ada urusan bentar...," Almeer mengambil kotak kue dari Ameera.

"Mas jangan lama-lama, loh. Papa sama Mama udah nungguin, loh."

"Enggak, cuma nganter aja, Meera." Kata Almeer sambil berlari keluar cafe.

Pria yang yang masih memakai sarung dan baju koko itu pergi menghampiri rumah Sora..

"Assalamu'alaikum...," Sapa Almeer.

Tak menunggu lama, Sora yang memakai gamis rumahan dan jilbab instan membuka pintu pagarnya. "Wa'alaikumsalam...," wajahnya yang ceria menyambut kedatangan Almeer.

"Nih Japanese Cheese Cakenya. Maaf ya udah agak dingin."

Sora menerima kotak kue dari tangan Almeer. "Kirain kamu gak jadi nganter." Ujar Sora.

"Tadi ada urusan sebentar..." Jawab Almeer.

"Udah, ya. Aku gak ada hutang...,"

"Hutangmu masih ada satu yang belum lunas."

"Apa? baju?"

Sora menggeleng, "Kisah semut dan nabi Sulaiman, Al."

"MasyaAllah, Sora. Masih aja kamu inget itu?"

"Hahahaha. iyalah! Aku tuh nyari kamu bertaun-taun, tiap kali ada semut ingetnya juga langsung ke bocah kecil yang gayanya sok banget. Sekarang udah ketemu malah disuruh lihat di gugel. Jahat banget tau!"

"Iya deh, kalau ada waktu senggang, ya."

"Kamu sibuk mulu, kapan senggangnya?"

"Yaudah, kalau kamu minta waktunya tepat, aku bakal ceritain."

"Asyiiikk...," Sora tertawa senang, "Masuk dulu yuk, Al." Ajak Sora.

"Enggak usah, aku harus cepet balik. Mau nganter orangtua ku ke Solo."

"Solo? kamu bakal disana lama?" tanya Sora.

"Enggak, cuma sehari aja." Jawab Almeer.

"Oooh, syukur deh kalau gitu."

"Kenapa emangnya?" tanya Almeer penasaran.

"Gak apaaaaah...,"

Almeer mengangkat bahunya. "Oke deh, aku balik dulu ya, Ra." Pamit Almeer.

"Iya, hati-hati ya, Al. Inget, ada yang nungguin kamu kembali loh."

"Oya? Siapa?" tanya Almeer.

"Emmm, Meera." Jawab Sora sambil tersenyum menunjukkan giginya.

"Bisa aja kamu..., Aku pulang ya? Assalamu'alaikum, Sora."

"Wa'alaikumsalam, Al. Makasih ya..." Sora mengangkat kotak kuenya.

Almeer tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian ia kembali ke halaman rumahnya. Sedangkan Sora kembali masuk ke dalam rumahnya.

"Wih, bau apa nih enak bener...," Cetus Sky ketika Sora melewatinya. "Bagi, dong!"

"Enak aja! Dari orang tersayang, nih. Buat aku aja!"

"Pelit banget, sih! Tau gitu gak ku bantu bujuk papa tadi." Ujar Sky.

Sora menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri Sky. "Astaghfirullah, aku lupa kalau saudaraku telah berjasa padaku..."

"Cih!"

"Yuk, Kakak Sky..., Adik Sora bagiin kue dikit...," Sora menggelayutkan lengannya di leher Sky dan mengajaknya ke ruang tengah, membuat pria bertubuh tinggi itu terpaksa berjalan sambil membungkuk.

"Siapa tamunya, Sayang?" tanya Senja.

"Almeer, Ma." Jawab Sora sambil melepaskan Sky dari lilitan lengannya. Ia meletakkan kotak kue itu diatas meja.

"Biiiik Uciiii...., tolong ambilin piring kecil sama garpu buat kue yaaaa..." Teriak Sora.

"Iya, Non...,"

"Astaghfirullah!" Sora mengurungkan niatnya untuk duduk, "Lupa lupa lupa!" Sora menepuk jidatnya beberapa kali kemudian berlari pergi ke dapur.

Tak beberapa lama Sora kembali dengan tumpukan piring kecil di tangannya.

"Tumben?" tanya Langit ketika melihat putrinya bertindak diluar kebiasaannya.

"Sora harus mandiri, Pa." Jawab Sora. Ia membagikan piring kecil diatas meja. "Papa mau diambilin?" tanya Sora.

"Papa ambil sendiri aja sayang." Ujar Langit.

"Mina kok lama sih?" Sora mengeluarkan ponselnya hendak menelepon adikknya.

"Assalamu'alaikum...,"

Suara Mina terdengar dari ruang tamu.

"Wa'alaikumsalam....,"

"Nah, dateng juga." Ujar Sora ketika Mina sudah muncul di ruang tengah. "Sini, Dek. Makan camilan du..." Sora menghentikan kalimatnya ketika menyadari mata adiknya merah bekas menangis.

"Kamu kenapa, Dek?" tanya Sora, membuat keluarganya ikut melihat Mina.

Senja menghampiri putrinya, "Kenapa, Sayang?" Senja mengajak putrinya untuk duduk di sofa.

"Nda! Mina kenapa?" tanya Langit pada Wanda.

"Tadi ibunya Mbak Rasti cerita sesuatu yang bikin sedih, Tuan. Jadi kami semua menangis." Jawab Wanda sesuai dengan kemauan Mina.

"Bener, sayang?" Senja memastikan.

Mina mengangguk, "Iya, Ma... Kami semua nangis berjama'ah tadi." Kata Mina.

"Kok Wanda gak kelihatan habis nangis?" Sky curiga.

"Mbak Wanda hatinya kuat kali, nangisnya cuma setetes doang, Kak." Jawab Mina.

"Iya, Sky..., Mina dan aku tuh perasaanya sama-sama lembut dan haluuus. Mudah tersentuh." Sahut Sora, sambil memeluk adiknya.

"Hidiiih...," Sky bergidik mendengar kalimat Sora.

"Udah dek, jangan sedih. Makan kue dulu yuk, tadi dibawain sama Almeer."

"Enggak, Mbak." Tolak Mina. "Mina udah kebanyakan makan kue di rumah Rasti tadi, udah kenyang banget."

Mina berdiri dari duduknya, "Mina ke kamar dulu, ya."

"Iya, sayang...," Jawab Senja dan Langit.

"Saya permisi juga, Tuan, Nyonya." Pamit Wanda.

"Iya, terimakasih ya, Wanda." Sahut Senja.

"Sama-sama Nyonya." Ujar Wanda.

Mina pergi ke lantai dua dan Wanda pergi ke arah belakang rumah.

"Mina patah hati gak sih?" Sora mengungkapkan kecurigaannya.

"Iya kalau kamu, Ra! Dikit-dikit nangis perkara cowok!" Sahut Sky.

Sora hanya menatap sinis Sky.

"Coba mama tanya dulu, ya. Mama juga khawatir." Ujar Senja.

Senja pun pergi ke kamar Mina. Benar saja dugaan Sora, sepertinya Mina memang sedang patah hati. Ia bisa mendengar anaknya itu sedang menangis.

Tok tok tok.

Senja mengetuk pintu kamar Mina, "Mama boleh masuk, sayang?" tanya Senja.

Suara tangis itu tiba-tiba berhenti dan pintu kamar Mina terbuka. Senja bisa melihat pipi Mina yang basah dengan nafasnya yang sesenggukan. Ia masuk kedalam kamar Mina dan putrinya itu langsung memeluknya, tangisnya pun kembali pecah.

Senja mengusap punggung Mina, membuatnya menuntaskan kesedihan yang dia rasakan.

Setelah cukup tenang, Senja mengajak Mina untuk duduk di sofa. Ia sudah siap mendengar alasan dibalik tangisan putrinya.

"Ada apa, sayang?" tanya Senja, ia mengusap sisa air mata putrinya.

"Mama inget pria yang udah Mina sukai dari kecil itu, kan?" Tanya Mina.

Senja mengangguk, "Ya, sayang."

"Bulan lalu Mina udah kirim CV ta'aruf mina padanya, Ma."

"Oya? kamu sudah tahu dimana dia?"

Mina mengangguk, "Mina tahu dimana dia sejak awal, Ma. Itu sebabnya Mina ada disini."

"Jadi dia tinggal di Jogja? dimana sayang, mama kan juga mau tahu." desak Senja.

"Di depan rumah kita, Ma. Kak Almeer."

Deg!

Senja tercengang dengan jawaban Mina. Bagaimana bisa kedua putrinya menyukai pria yang sama.

"Tapi, Kak Almeer menolak ajakan ta'aruf Mina, Ma."

Senja mencoba kembali fokus dengan cerita Mina. "Hah? kenapa?"

"Dia merasa tidak pantas menjadi imam Mina, Ma." Jawab Mina, ia mengusap air matanya yang kembali menetes. "Tapi..., yang membuat Mina lebih sakit lagi, Mina tahu dia menyukai orang lain, Ma."

Tangis Mina pecah kembali dan Senja langsung memeluknya.

"Mina sejak kecil sudah memantaskan diri untuk dia, Mina sudah bersusah payah memperbaiki diri untuk bisa sejajar dengan dia, Ma. Tapi dia malah memilih orang yang tidak lebih baik dari Mina, Ma."

"Nak, sayang..., Mina." Senja menarik tubuhnya dari pelukan putrinya, Ia menatap lekat putrinya. "Gak baik bicara seperti itu. Jangan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita, Nak. Buat ini pelajaran untuk menempa diri sendiri."

Mina mengusap air matanya, "Mina merasa ini gak adil, Ma."

"Allah maha adil, sayang. Dia yang paling adil." Sanggah Senja.

"Tapi Mina sudah berusaha, Ma. Allah tahu apa yang Mina do'akan setiap hari."

"Kamu bisa mencari apapun yang kamu mau sayang, tapi kamu tidak bisa menentukan apa yang akan kamu dapatkan. Allah tahu apa yang terbaik untuk kamu, kamu sudah tahu itu pasti."

Mina terdiam, luka hatinya menutup semua logikanya.

"Sabar sayang, jangan menyalahkan diri sendiri, orang lain ataupun keadaan. Ini hanya cara dari Allah untuk memberikan sesuatu yang memang pantas untuk kamu."

"Tapi Mina masih menginginkannya, Ma."

Senja mengangguk, "Berdo'a saja, sayang. Jika memang pria itu jodoh kamu, sejauh apapun jarak kalian kelak kalian akan bersama."

Mina mengangguk dan Senja kembali memeluk putrinya. Kini ia memikirkan bagaimana perasaan kedua putrinya itu ketika mereka menyadari menyukai pria yang sama.

***

Hari ini Langit dan Senja sudah meninggalkan kota Jogjakarta, Sora tetap berangkat ke kantor bersama Aga, sedangkan Sky pergi menemani Mina ke kampus sekaligus bernostalgia disana.

Seharian dikantor membuat Sora merasa bosan, Prany dan yang lainnya sekarang enggan memberinya pekerjaan. Jam kantor akan berakhir beberapa menit lagi. Tapi, Sora malas untuk pulang ke rumah karena pria yang selalu ia lihat dari jendela kamarnya hari ini sedng tidak ada dirumah.

Ia mengambil ponselnya, membunuh waktu dengan melihat beberapa story whatsapp kontak ponselnya.

"Ih, jahat banget nih anak jalan-jalan gak ngajak aku!" Pekik Sora ketika melihat story whatsapp Sky yang sedang asyik menikmati pertunjukkan musik jalanan.

Ia segera membereskan meja kerjanya, tanpa berpamitan dia pergi menuju ke lantai empat, ruangan Aga.

"La, Aga sibuk, gak?" tanya Sora pada Laura.

"Barusan selesai rapat, baru masuk ruangan juga beliau. Kenapa?" Laura balik bertanya.

Tak menjawab pertanyaan Laura, Sora langsung masuk ke dalam ruangan Aga.

"Ga!" Panggil Sora, membuat pria tanpa ekspresi itu mendongakkan wajahnya.

"Ya?"

Sora mendekati meja kerja Aga, "Anter aku ke tempat Sky, dia jalan-jalan sama Mina gak ngajak aku."

"Aku masih—"

Sora menunjukkan jam digital di meja Aga, "Udah jam empat tepat! Jam kantor udah habis, sekarang aku yang lebih berkuasa. Tutup kerjaanmu, kita susul Sky di Malioboro."

Aga menghela nafas pasrah, ia menutup dokumennya dan memakai jasnya.

"Ya Ellah, Ga! Kamu mau jalan-jalan ke Malioboro pake setelan lengkap gitu? Lepas lepas!"

Aga melepas kembali jasnya.

"Dasi lepas juga, kancing atas buka, lengan kemejamu gulung."

Aga menuruti semua kemauan Sora dengan wajah tak ikhlasnya.

"Nah, gini kan kamu keliatan normal." kata Sora, "Hayukkk, Ga. Cap cuss!"

Aga membawa jas dan tasnya kemudian membuntuti Sora.

"La, aku duluan ya?" Pamit Sora pada Laura.

"Iya, Ra. Hati-hati." Ujar Laura.

"La, tolong rapikan meja karja saya, ya. Yang bagian kiri belum saya selesaikan, tolong titipin di resepsionis. nanti ada yang ambil biar diambil sama orang rumah."

"Ba-ba-baik, pak!" Laura tergagap sebab penampilan baru Aga yang terlihat lebih keren dan..., sexy.

"Terimakasih," Ujar Aga kemudian menyusul Sora.

***

Malioboro, salah satu tempat di Jogjakarta yang tak pernah sepi dari kerumunan manusia. Ini adalah salah satu tempat favorit Sora, sebab ia punya kenangan manis disini bersama Almeer walau harus diganggu oleh pria dingin yang sedang berjalan disebelahnya itu.

"Kemana sih nih anak, ditelponin gak diangkat." Keluh Sora yang berulang kali menghubungi Sky dan Mina namun tidak bisa.

Dan akhirnya mereka berjalan menikmati sore di jalan Malioboro hanya berdua saja. Jalanan lurus itu berujung ke alun-alun selatan, Sora yang penasaran mengajak Aga untuk pergi kesana.

"Ini keraton, Ga?" Tanya Sora.

"Iya, Nona." Jawab Aga.

"Kereeeen, ya." Sora mencoba mengintip kedalam keraton.

"Anda bisa ditangkap penjaga keraton, Nona. Sikap anda mencurigakan."

Sora menatap Aga kesal, "Duduk dulu lah, Ga." Ucap Sora.

Aga dan Sora pergi ke tepian alun-alun, mengikuti beberapa orang disana yang duduk diatas rumput menikmati langit sore yang berwarna biru keemasan.

"Jadi kencan gini aku sama kamu, Ga." Kata Sora.

Aga tak menanggapi ucapan Sora.

"Ga!"

"Ya, Nona?"

"Menurutmu Almeer suka aku gak?" tanya Sora.

"Anda bisa tanyakan langsung orangnya, Nona. Dia masih bernafas." Jawab Aga.

"Kamu nyumpahin dia mati? dendam kamu sama dia?"

"Tidak, Nona."

"Jawab yang bener dong!"

"Anda tanya ke orang yang salah, Nona. Sebaiknya anda tanyakan itu pada orangnya langsung."

"Ih, bener kan? ngobrol sama kamu ngeselin." Sora menarik rumput melampiaskan kekesalannya. "Aah!!"

Aga langsung menarik tangan Sora, ia melihat lecet kecil di jari Sora yang mungkin terkena goresan rumput. Namun Sora segera menarik tangannya.

"Ga! Kamu gak boleh pegang aku seenaknya. Aku udah belajar hijrah nih." Protes Sora sambil mengibaskan tangannya untuk menghilanglkan rasa perih di jari-jarinya.

"Maaf, Nona. Bagi saya keselamatan anda nomer satu."

Sora terkekeh, "Oya? Trus kenapa dulu kamu lebih milih ikut Sky daripada aku?" tanya Sora.

Aga menatap Sora, "Saya takut melewati batas dan tak bisa mengendalikan perasaan saya."

"Ha? gimana? kalimatmu terlalu rumit, Ga."

Aga menggeleng, "Anda tidak perlu terlalu memikirkannya, Nona."

"Apa-an sih, Ga! Penasaran nih aku." Rengek Sora.

"Saya belikan anda plester sebentar, Nona. Mita dan Aura mengawasi anda, anda tidak oerlu khawatir." Aga berdiri dari duduknya dan meninggalkan Sora.

"Ih!" Keluh Sora kesal.

Karena penasarannya, Sora mencari arti kalimat Aga tadi di gugel. Ia mengetikkan kalimat yang ia ingat, dan beberapa petikan artikel sesuai dengan kata kunci yang ia ketik keluar.

Ia memiliah-milah dan membuka salah satu artikel kemudian membacanya.

"Hah! Beneran, nih?" Sora memekik tak percaya.

Ia membuka artikel lainnya dan masih menemukan jawaban yang sama.

"Nona!"

"Hah!?" Sora terkejut hingga ponselnya jatuh dipangkuannya ketika Aga mucul didepannya.

Aga duduk kembali ditempatnya semula, ia memberikan dua lembar plester pada Sora.

"Ga!" Panggil Sora.

"Ya, Nona." Aga menatap Sora.

"Aku barusan googling arti dari kalimatmu tadi..." Sora mengangkat ponselnya, "Kata gugel, itu artinya kamu punya perasaan ke aku. Beneran?"

Aga terdiam menatapi Sora yang terlihat tanpa canggung menanyakan sesuatu hal yang seharusnya sangat sensitif.

"Ga, jawab...,"

"Sebaiknya anda tidak terlalu memikirkan pernyataan saya, Nona."

"Ya aku pikirin lah, Ga! Penasaran banget aku! Bener gak, kamu punya perasaan ke aku?"

Aga kembali diam dan mengalihkan perhatiannya ke depan.

"Aga! Mikail Tyaga!" Rengek Sora.

Aga Menghela nafas panjang, mengusap wajahnya dan memejamkan matanya sejenak mencoba memahami kamauan wanita disampingnya itu. Ia membuka matanya dan menatap Sora dengan serius.

"Maafkan ketidak sopanan saya karena menyimpan perasaan pada anda, Nona."

"Haaa...," Ponsel ditangan Sora jatuh, ia langsung membungkam mulutnya sendiri yang reflek menganga mendengar jawaban Aga.

-Bersambung-

.

.

.

.

.

BACA DULU INFONYA!

Aku minta maaf ya, kemarin banyak yang typo. Itu namanya si Rasti ketuker ama si Ratih. Amoeba membelah diri, awalnya namanya Esmeralda, setelah jadi dua ganti Rasti ama Ratih. Mau nulis di KK mereka, keliru nulis di novel. Maapkan, ya..

Gak usah tanya masih sibuk apa enggak, jangan minta crazy up. Kalau masih tanya si Almeer ama Aga ku jadiin suamiku nih.

Jangan lupa tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kembali ke halaman sampul buat KASIH BINTANG LIMA dan VOTE novel ini ya.

Terimakasih dukungannya ya, berkat kalian Alinea Cinta masih nangkring di urutan 3 besar.

1
Fahmi Hafiz
ga pernah bosen novelnya ka aiko
fitri anwar
menuju part sedih ini/Sob/
amara
maasyaaAllah kak ikoo, baca ulang novel kakak, bolak balik ke ijo biru ijo biruu, teteuuup paling bisa mengobrak abrik hati pembaca🥹🥹🥹🫶🏻🫶🏻🫶🏻
amara
aaaaaa pak langitttt😭😭😭😭
amara
yaaAllah baca udah berkali-kali tetap ajaa ngakakkk🤣😭
fitri anwar
Modus Sora tuh almeer😍🤣🤣
fitri anwar
udah di tunggu dari kecil sampai besar🤣
fitri anwar
Almeer so sweet😍😍😍
Silivia Ratna
saya salah 1 pembaca yg sudah beberapa x ngulang baca ini ..padahal sudah tau jalan ceritanya .. habis ini ngapain lagi ..tapi tetap suka .. 🤗

25 sept. 2025 ..
fitri anwar
hmmm alhamdulillah ya Sora dapat percikan surga kayak Almeer,🤣🤣🤣
fitri anwar
cieeehhhh otw unboxing🤣🤣
fitri anwar
Masya Allah, alhamdulillah saaahhh... SAMAWAH yah sayangku berdua, ikut senang, terharu juga ya Allah kak Aiko paling toooppp dah..🥰🥰🥰😍😍
fitri anwar
Masya Allah, Almeer gercep sekaran🤣🤣🤣 tapi niat baik harus d segerakan ya Almeer.. Kak Aiko, jgan lupa undang kami juga Acara pernikahan Sora sama Almeer .. Ma kasih kak Aiko sayang🥰🥰🥰🥰
fitri anwar
ya Allah kak Aiko, perasaan ini campur aduk semuanya.. 😭😭😭😭😭
fitri anwar
ya Allah mau dong 1 yang kayak Almeer, aamiin..🥰🥰
ya Allah pak Langit gemash aku gigit nih🤣🤣🤣
fitri anwar
Aga plissss demi bahagia sora😭😭😭
fitri anwar
sky pengertian banget🥰🥰
fitri anwar
gemash sama pak langit, aku gigit ni..🤣🤣
fitri anwar
Luar biasa
fitri anwar
gak mau komen😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!