Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan tanya bagaimana sesaknya hati Bumi saat ini ketika gadis Kesayangannya meminta pria lain untuk mengantarnya mengadu dan memohon pada Tuhan.
"Aku pergi sebentar ya, Bu" lirih pelan sambil menerima uluran tangan dari Alex.
"Iya, aku akan menunggumu disini, akupun akan mendoakan ibumu dengan caraku sendiri" ucap Bumi, Kahyangan menganggukkan kepalanya di iringi dengan sebuah senyum getir di sudut bibirnya.
.
.
.
Disaat seperti ini saja, kami tak bisa bergandengan tangan menuju satu rumah ibadah yang sama meski hanya untuk memenangkan hati yang takut dan khawatir.
Bumi menatap Punggung Kahyangan yang dirangkul oleh Alex, ia tak bisa egois walau jauh didasar hatinya ingin sekali ia menghabisi pria itu karna sudah menyentuh miliknya.
.
.
Bumi yang baru kembali menunaikan kewajibannya pun langsung duduk di kursi tunggu, hanya ia dan Sella disana.
Belum ada kabar apapun dari dalam ruang pemeriksaan.
Ia menoleh saat suara derap langkah menggelitik telinganya, senyum terbaik ia berikan pada gadis Kesayangannya itu.
"Dokter belum keluar?" tanya Yayang saat duduk di sebelah Bumi.
"Belum sayang" jawab Bumi, ia merasa lega saat melihat Kahyangan sudah jauh lebih tenang.
CEKLEK
Suara pintu terbuka membuat semua yang menunggu langsung menoleh ke satu arah yang sama.
Keempat orang itu langsung bangkit dari duduk Secara berbarengan guna menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana, dok?" Satu pertanyaan yang sama mereka layangkan pada pria paruh baya berkaca mata tebal itu.
"Satu korban laki-laki mengalami luka bakar hanya dua puluh lima persen, korban wanita muda mengalami luka bakar sekitar empat puluh persen tapi satu korban lagi mengalami luka bakar cukup serius hingga tujuh puluh lima persen dan kini belum sadarkan diri" jelas dokter dengan helaan nafas berat.
Dari pengakuan sang dokter tentu semua tahu siapa yang paling parah yang di maksud itu, tentu ibu kahyangan.
"Sayang.. Yang!" Bumi dengan sigap langsung menopang tubuh lemas gadisnya itu, ia papah Kahyangan menuju kursi tunggu lagi.
"Ibu.. ibu yang paling parah, kan?" gumam Yayang yang akhirnya membuat tangisnya kembali pecah.
Ia menumpahkan rasa sedihnya dalam pelukan Bumi.
"Sabar ya, Aku akan bawa ibu kerumah sakit milik keluargaku, Yang" ucap Bumi masih mencoba menenangkan.
*****
Kabar duka keluarga Kahyangan tentu sudah sampai di telinga kelurga Rahardian, dengan sigap orang tua Bumi langsung datang kerumah sakit.
Reza yang datang bersama Melisa tentu di sambut baik oleh Kahyangan.
Gadis itu menumpahkan lagi rasa sedihnya dalam pelukan wanita yang sudah melahirkan pemuda yang masih sangat ia cintai itu.
"Kamu yang sabar ya" bisik Melissa di telinga Kahyangan. kini hanya tinggal mereka berdua karena Alex dan Sella sudah berpamitan untuk pulang sedang kan Reza dan Bumi sedang mengurus kepindahan ibu kerumah sakit milik mereka.
"Kamu gak sendirian, ada mama dan Bumi yang akan selalu ada buat kamu, kita akan lakuin yang terbaik untuk ibumu, kamu gak usah khawatir" ucap mama masih menenangkan Kahyangan yang kini entah dengan sebutan apa ia harus memanggilnya.
" Terima kasih, mah. kalian selalu ada untukku" tutur Kahyangan penuh haru, ia merasa menjadi gadis paling beruntung yang ada di tengah-tengah keluarga yang begitu hangat dan penuh kasih sayang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku akan menjadi gadis paling iri pada calon istrimu kelak, Bu. karna ia akan mendapatkan curahan kasih sayang yang berlimpah dari keluargamu.
Andai itu aku!!!
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Bisa di nego lah nanti kalo masalah siapa yang jadi mantu kedua babang ganteng 🤭🤭🤭
Asal disediain like komen vote hadiah aja yang banyak.. 😂😂😂
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.