NovelToon NovelToon
CINTA MANIS Sang Pewaris

CINTA MANIS Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Seorang presdir tampan pemilik gedung raksasa yang bernama Samuel, rela membesarkan seorang anak yang imut, lucu dan menggemaskan yang bernama Kenzo itu sendirian, dia memang anak yang nakal dan bandel namun sebenarnya dia anak jenius, puluhan baby sister sudah mengundurkan diri karena tidak sanggup melayani bocah yang sering dipanggil Yoyo itu.

Sehingga suatu hari ada anak magang yang bernama Rinjani, karena kesalahannya dia terpaksa menjadi baby sister demi kelangsungan magangnya di perusahaan itu.

Hingga seiring berjalannya waktu tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

Akankah Kenzo setuju?

Akankah mereka bisa bahagia selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Gadis masa lalu.

...Happy Reading...

Dalam perjalanan hidup, selalu ada kisah menarik yang mengiringi. Manis dan pahitnya pengalaman, akan memberikan banyak kenangan berharga. Meski tak semua berjalan mulus, namun setiap cerita yang hadir akan memberikan kesan yang membekas.

Begitu juga dengan kisah cinta Samuel dan juga gadis masa lalunya yang bernama Gladis, dia adalah wanita istimewa yang sangat Samuel cintai, bahkan dulu dia rela melakukan apa saja demi dia, semua yang gadis itu inginkan sebisa mungkin dia penuhi, sifat manjanya, sifat glamour nya selalu Samuel maklumi, hingga kesalahan terbesar dihidupnya pun terjadi gara-gara wanita yang satu ini.

Malam itu Samuel disuruh mengantarkan suami kakak kandungnya untuk periksa ke dokter, karena penyakit asmanya kambuh, saat itu Yoyo masih kecil baru mulai bisa jalan, dia ditinggal dirumah bersama neneknya, dan saat mereka bertiga dalam perjalanan ke rumah sakit, tiba-tiba Gladis ngotot minta dijemput, dia baru pulang selesai dari nongkrong bersama teman-teman sosialitanya, saat Samuel bilang sedang dalam perjalanan kerumah sakit mengantar kakak iparnya, Gladis tetap ngotot minta dijemput, akhirnya Samuel mengalah, karena Mall tempat nongkrong Gladis ternyata memang searah dengan jalan ke rumah sakit, kakaknya pun tidak keberatan, karna dia tau Samuel begitu menyayangi gadis itu.

Dan saat dalam perjalanan, Gladis tak henti-hentinya mengoceh, tanpa diduga ada panggilan video dari rekan kerja Samuel di luar negri yang ternyata seorang perempuan yang sangat cantik, dan saat itu Gladis yang mengangkatnya, hingga terjadilah adu mulut didalam mobil, sehingga konsentrasi menyetirnya tidak fokus, karena Gladis terus saja mengusiknya, dan terjadilah apa yang sudah digariskan dalam hidup.

Samuel mengerem mendadak mobilnya saat ada motor yang melintas didepannya, sehingga mobil berputar dan naas nya, saat mobil itu berputar badan mobil belakang menghantam pembatas jalan dengan kerasnya, sehinga kakak dan suaminya ikut rengsek terjepit didalam kursi belakang, dan saat itu juga ayah dan ibu Yoyo meninggal ditempat.

Setelah itu Samuel mengalami trauma yang cukup berat, hampir setengah tahun dia terpuruk dan saat itu Gladis lah yang membantu merawatnya dan membantu proses penyembuhan trauma itu, oleh karena itu Samuel sangat menyayanginya, bahkan dia memberikan satu anak cabang perusahaannya untuk Gladis sebagai hadiahnya, karena tidak meninggalkan dia disaat terpuruk dengan kejadiaan itu, dan Samuel pun memaafkan segala kesalahan Gladis.

Namun ternyata, pada suatu ketika Samuel memergoki Gladis sedang bercumbu dengan seorang pria didalam apartement miliknya, dan saat itupun, dia mendengar bahwa Gladis hanya ingin mengambil harta Samuel saja, ternyata setelah Samuel sakit, Gladis langsung berpaling mencari pria lain, dia tidak sudi punya pacar yang terganggu psikologinya, kebaikannya merawat Samuel hanya karena ingin menguasai hartanya saja.

" Sam.."

" Tunggu.. aku hanya ingin bicara sebentar saja!"

" Sam, please..." Gladis terus saja mengekori langkah Samuel dan Yoyo sampai di mobil.

" Yo..mommy mana?" Samuel tidak memperdulikan Gladis yang terus memohon kepadanya, bahkan dia ikut memanggil Jani dengan sebutan 'Mommy'.

" Astaga.."

" Mommy tertinggal, pasti dia masih di Restoran tadi Dad." Yoyo menepuk keningnya sendiri.

" Haish.."

" Kamu tunggu didalam mobil saja ya sayang."

" Daddy jemput Mommy kamu dulu!" Samuel langsung membukakan pintu mobil untuk Yoyo dan menguncinya dari luar.

" Okey Dad!" Yoyo mengganguk patuh, Samuel segera berbalik dan berjalan kembali kearah restoran sambil mengumpat Jani dengan kesal.

" Kemana dia."

" Kenapa tidak mengikutiku."

" Jangan-jangan dia malah kabur lagi."

" Awas saja kalau sampai dia mencuri kesempatan dalam kesempitan!"

" Aku kurung dia dikamar!" Umpat Samuel perlahan sambil berjalan kembali kedalam.

" Saaaaammm.." Gladis berlari dan memeluk tubuh Samuel dari belakang.

" Lepaaaassss!" Samuel malas sekali memegang tangan mulus wanita itu, dia masih takut kena setrum oleh rayuan maut wanita ini.

Bahkan seisi restoran melihat kearah mereka, karena kerasnya suara teriakan mereka, Jani pun langsung menoleh kearah mereka berdua.

" E... buset dah!"

" Kenapa itu pak Sam?" Jani menajamkan mata dan telinganya.

" Apa dia kekasihnya?" Jani bahkan berpindah ke kursi sebelah agar bisa melihat perdebatan mereka dengan jelas dengan tetap membawa jus nya yang masih tersisa setengah gelas.

" Wuuuuiiidiiihh.."

" Mirip kayak di drama korea ini." Jani duduk dengan rileks sambil terus menyeruput jusnya.

" Kenapa itu mbak?"

" Kok sampai peluk-pelukkan ditempat umum segala?" Tanya ibu-ibu disebelah Jani yang ikut menyaksikan aksi mereka.

" Nggak tahu buk, mungkin lagi marahan?" Ucap Jani pura-pura nggak kenal dengan Samuel.

" Bukan kalau itu mah, pasti perempuannya ketahuan selingkuh sama cowoknya."

" Trus ceweknya ngemis-ngemis gitu minta balikan." Ibuk itu sepertinya selalu update dunia perghibahan setiap harinya.

" Masak sih buk?"

" Kok ibuk bisa yakin gitu?" Jani menatap heran tapi kagum juga dengan dugaan ibu itu.

" Apalagi masalah dalam dunia percintaan, kalau nggak selingkuh ya diselingkuhi kan?"

" Siapa yang merengek minta balikan, pasti dia yang melakukan kesalahan."

" Dalam dunia sinetron yang lagi viral kan juga seperti itu kan?" Jawab ibuk itu dengan mulut yang sudah miring kanan kiri menghujat Gladis.

" Woaaahh... ibuk bener-bener luar biasa."

" Berarti mereka kalau disinetronkan pasti viral ya buk?"

" Laku mahal ini yak, pasti langsung booming ini buk!" Jani menanggapi ocehan ibuk itu dengan tak kalah serius, mereka bahkan melihat pertikaian Samuel layaknya menonton seri layar tancap.

" Iya mbak."

" Apalagi ganteng juga tuh cowoknya."

" Tapi jijai juga lihat ceweknya tuh, nggak tahu malu banget, peluk-pelukan ditempat umum!" Ibuk itu meliriknya dengan tatapan tidak suka.

" Iya sih buk, kayaknya tuh cewek cinta berat sama tuh cowok!"

" Sampai urat malunya sudah putus kali ya buk?" Jani bahkan menggelengkan kepalanya.

" Apa aku video in aja yah?"

" Siapa tahu followersku bertambah gitu, hihi.." Ibuk itu langsung mengeluarkan ponselnya.

" Waaah.. jangan buk!" Jani masih punya hati nurani, dia juga tidak tega kalau sampai Samuel viral dalam keadaan seperti itu, reputasinya sebagai presdir bisa terancam.

" Ini kan masalah pribadi."

" Sepertinya pria itu kaya raya buk!"

" Nanti kalau ibuk dituntut atas dasar pencemaran nama baik, waah.. bisa berabe buk!"

" Males kan capek-capek berurusan dengan kantor polisi hanya karena update di media sosial?"

" Saran saya nggak usah deh buk?" Jani langsung mencoba mempengaruhi ibuk itu.

" Benar juga ya mbak."

" Orang kaya kan bisa melakukan apa saja yang mereka mau."

" Kita sebagai orang biasa pasti akan selalu kalah dengan harta dan kekuasaan." Umpat Ibu itu yang langsung curhat.

" Memanglah buk, kita yang biasa-biasa ini apalah artinya?"

" Hanya remahan krupuk disisi toples." Ucap Jani langsung bersidekap dan kembali melanjutkan melihat drama live malam ini.

" Sam.. aku minta maaf." Gladis mengeluarkan air mata buayanya.

" Aku sudah tidak perduli lagi."

" Lepaskan aku!" Samuel mengibas-ngibaskan tangannya, masih mencoba tidak menyentuh tangan wanita itu, kalau saja dia bawa sarung tangan pasti sudah dia pakai sedari tadi.

" Sam.. aku minta maaf."

" Aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi."

" Aku sangat mencintaimu Sam!"

" Harusnya kamu tahu itu." Ucap Gladis semakin mendramatisir keadaan.

" Terserah!"

" Aku sudah tidak mengiginkan kamu lagi dihidupku!" Ucap Samuel sambil membuang nafasnya dengan kasar.

" Bohong!"

" Aku tahu seberapa besar cintamu untukku!"

" Kamu bahkan rela melakukan apapun untukku!"

" Aku tahu kamu masih mencintaiku Sam."

" Kita mulai semua dari awal okey?" Gladis tetap memeluk Samuel dengan erat.

" Haah!"

" Mungkin kesalahan terbesarku adalah memberimu cinta yang sangat besar saat itu, dan saat malam itu, kau kemanakan cinta yang aku berikan padamu?" Api kemarahan kembali berkobar di diri Samuel mengingat busuknya hati wanita ini.

" Maafkan aku Sam!"

" Alu tidak akan mengulanginya lagi."

" Aku janji, akan mencintaimu sepenuh hati." Padahal dalam hatinya dia hanya ingin menguasai hartanya kembali, karena perusahaan Samuel saat ini berkembang pesat melebihi milik kekasihnya.

" Buat apa?"

" Aku sudah tidak memerlukannya."

" Aku tak akan pernah lagi memberikan rasa cinta dengan sepenuh hati, agar aku tak merasakan rasa yang sesakit ini." Samuel masih membiarkan wanita ini bisa hidup senang dan tenang, karena dia mengingat kebaikan wanita ini merawatnya saat dia trauma dulu, walau dibelakang dia mendua, namun setidaknya dia sembuh juga berkat kepura-puraan Gladis dalam mencintainya.

" Sam.. please."

" Berikan aku kesempatan yang kedua." Gladis terus saja merengek dibelakang tubuh Samuel.

" Lupakan aku!"

" Semoga hidupmu menyenangkan bersamanya, Aku sudah selesai mencoba berada di dalamnya."

Samuel langsung memejamkan matanya, mencoba mengubur dalam-dalam semua perasaan dan luka lamanya terdahulu.

" Sam.." Teriak Gladis histeris.

" Haisshh... lepasss!"

" Jangan mengejarku kembali."

" Jangan membuat aku terpaksa membuat hidupmu tidak tenang!" Samuel langsung menghempaskan tangan Gladis dengan keras, dan langsung mengambil tissu diatas meja makan dan mengelap tangannya dengan kasar. Dia segera berjalan menuju kedalam dan mencari sosok Rinjani.

" Heh.. heh.. mbak.. mbak.."

" Kenapa pria itu berjalan kearah kita?" Ibu biang gosip tadi langsung kelabakan sendiri.

" HAH..?"

" Uhuukk... uhuukk..." Jani langsung tersedak jus yang dia minum, disisa-sisa sedotan terakhirnya.

" Mbak.. mbak.. gimana ini?"

" Apa dia mendengar umpatan kita?"

" Aku kan nggak jadi video in dia?"

" Mbak... kabur mbak... hayuukk..." Ibu itu menarik-narik tangan Jani untuk pergi dari sana.

" Lepaskan dia!" Samuel menatap tajam ibu itu.

" Hah?"

" Kenapa?"

" Kami nggak salah, tadi cuma ngomongin kenyataan saja kok?"

" Beneran pak!" Ibu itu gemetaran sendiri melihat wajah Samuel yang sudah memerah.

" Ckk.. ibuk, ngapain malah ngomong!" Jani berbicara perlahan sambil memejamkan matanya.

" Jadi kalian mengumpatku dari belakang!" Teriak Samuel tambah kesal.

" Habislah kita buk!" Jani mengibaskan jarinya, memberikan kode ke arah ibu itu agar segera pergi dari sana.

" Trus kamu gimana mbak?" Ibu itu berjalan mundur sambil komat-kamit ke arah Jani.

" Nggak papa!" Jani membentuk tanda 'O' ke arah ibu tadi.

" Nggak papa, apanya!"

" Kenapa kamu lama!"

" Ngapain masih disini!"

" Malah enak-enakkan menggosip lagi!"

" Ayo pulang!" Samuel langsung berkacak pinggang didepan Jani, sekarang giliran mereka yang menjadi pusat perhatian disana.

" Pulang kemana?"

" Udah sono bapak duluan saja!"

" Nanti aku nyusul deh!"

" Sono.. sono.. duluan!" Jani mengibaskan tangannya agar Samuel segera pergi dari sana, dia tidak mau dituduh menjadi orang ketiga diantara mereka nantinya.

" Enak saja!"

" Kamu mau menghindar ya!"

" TIDAK AKAN AKU BIARKAN..!" Samuel langsung mengangkat tubuh Jani dengan paksa keatas bahunya dan membawanya pergi dari sana.

" Arggghhh..."

" Turunkan aku pak!"

" Haduuuhhh... jadi tranding topik lagi!" Jani langsung menyembunyikan wajahnya dengan menutupi dengan rambut panjangnya yang sudah acak-acakan mirip rambut kuntilanak.

Untuk bisa bersama perlu keteguhan yang luar biasa dari sebelumnya. Jadi jangan jadikan perpisahanmu adalah sebuah akhir dari segala bentuk pelayaran, tapi jadikan ia sebagai awal kisah baru yang lebih indah dari sebelumnya.

..."Kita hanya perlu jeda untuk tidak lagi merasakan luka."...

..."Masa lalu hanyalah kisah lampau yang tak perlu diungkit-ungkit apalagi disesali."...

... "Jangan menggendong kenangan pahit terus-menerus jika derita ingin digerus."...

Author kasih double up nih untuk menemani weekend kalian?

Double juga hadiahnya ya bosque🥰

1
m Zaki mubalihg
banyak kata2 mutiaranya
Yant08
Luar biasa
Juragan Jengqol
ibunya ga ikut.... wah nyepelein ini namanya
Juragan Jengqol
sudah jam malam ini... 🤭🤣
Juragan Jengqol
lo juga ga berkelas jan. udah tau si bos punya trauma dan cemburuan, tapi ga bisa jaga mulut...
Juragan Jengqol
ya ga gitu juga jarkonah.... minum jus mah bisa kapan2 lah. lihat sikon lebih penting
Juragan Jengqol
Sayyidina Ali KW
Juragan Jengqol
sayyidina Ali KW
sri harjuni
bagus bnget
Nurjannah Rajja
O o oohhhhh udah ketemu benangnya tinggal jarumnya hehehe
Mas Al: Mbwak
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Ada 2 cara thor hihihi
@Al**
Bagus ceritanya
Rustan Sarny Apul Sinaga
eh kok the end thor...?
kaget aku tuh....he he he
Rustan Sarny Apul Sinaga
wes angel iki thor...
Suyatno Galih
kusut2 pada, penyesalan Samuel sm emaknya skrng krn ketergantungan nya sm rinjani, saat tragedi musibah dl pada ngupet kemana harta Mulu yg di agung kan
Suyatno Galih
sokorin lue Sam terlalu lebay jd ketahuan kan sm ibu Jani kan, mbuat masalah teros
Suyatno Galih
debat tak faedah
Suyatno Galih
modus si Sam, memang ada ya trauma ato depresi kumat obatnya di kekepin yg anget2 sm yg empuk2 gitu. akal akalan si sam itu mah
Suyatno Galih
Jani mulai nakal ya kamu, makkkk anak gadismu mulai nakal nihhhhh
Suyatno Galih
satu kata buat Samuel "LEBAY"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!