Si Raja Es yang merupakan Ketua Osis SMA Generasi Bangsa, dipertemukan dengan badgirl kelas mujaer yang belangsak dan petakilan. Berulang kali membuat masalah, berulang kali ngebuat Elang kesal. Benci jadi cinta? Udah biasa.
Apa jadinya kalau cinta menjadi benci,
Lalu harus dipertemukan lagi oleh semesta?
Badgirl vs Ketos started>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blackblue_re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#25. The Legend of Ngibul
Suasana agak mendung membuat banyak siswa memilih untuk ngorok kembali ke alam barzah, ralat mimpi maksudnya. Termasuk Elang yang tidur sambil memeluk tas.
Guru masih belum masuk karena kejadian tadi pagi saat Gabriel meninju rahang Sandra sampai sampai giginya lepas! Anak hulk rupanya bisa sekolah di SMA Generasi Bangsa.
Sedangkan yang lainnya sibuk dengan kerjaan sendiri, seperti Selatan yang lagi mengobservasi kodok ena-ena, dia jongkok di situ hampir setengah jam.
Daniel menyoret-nyoret papan tulis dengan kata galau dan alay membuat orang muntaber. Kiki maen sama boneka chucky yang dia pungut di perosotan, sedangkan Rafael masih setia bersemedi di pojok kelas dengan macam-macam sesajen dan mulut komat-kamit.
Dan yang paling bobrok duo celurit kembar satu mak satu bapak, kelakuannya sama sama buat malu mak bapak. Luke dan Hans.
Mereka selonjoran kaki di lantai terus tarik celana sampai lutut, kalau Hans bisa jawab pertanyaan Luke maka Luke harus ikhlas bulu kakinya ditarik, begitu sebaliknya.
"Taik orang jepang apa?" tanya Hans songong dengan tangan yang siap membantai bulu kaki Luke.
"Ya batanglah! Lo jadi adek kok dungu sih?!" kata abang ganteng ngegas dan Hans mencabut bulu kaki Luke membuat cowok itu sontak meringis kesakitan.
"Eh monyong limbad!" latahnya.
"Jawabannya taikeh ikeh kimochii!" jawab Hans terburu lari dari kelas takut digeprak abangnya, namun baru sampai depan pintu dia balik lagi ke kelas dengan muka takut.
"Pak pitak datang coy!! Taburin garam!!!" teriaknya dan Pak pitak yang mendengar itu langsung menarik rambut Hans kasar dan sekarang rambutnya udah acak-acakan kek Zimbabwe kegulung topan.
Pak Azhar alias Pak pitak berdehem sebentar membuat para murid diam fokus ke arahnya.
"Selatan!" panggil Pak Azhar menoleh pada cowok rambut pirang yang sedang serius melihat kodok ena-ena.
"Selatan!!!" panggilnya lagi, namun tak didengar. Ketinggalan di rumah mungkin telinganya.
Karena marah Pak Azhar datang ke meja Selatan dan menampar dua kodok yang lagi sedap-sedapnya, kasian kodoknya ckckck.
"ANJ--- Eh bapak ganteng, makin tjakep aja rambutnya elah, kek kak Seto," ujar Selatan menyalami Pak Azhar namun ditepis dengan cepat.
"Kamu tipu bapak?! Dasar kecambah! Kamu gak punya bukti buat nuduh Zean!" geram Pak Azhar kalo di anime-anime hidungnya berasap, mata dia merah. Benteng dungs?
"Kok bapak tega sih salahin saya? Kalo bapak salah terus masuk neraka gimana? Pedih lo pak diazab, kek sinetron ituloh yang pas matinya dikuburin aja susah, pake acara bumi terbelah segala lagi, ckckck," suara Selatan, ngibulnya kelewat kreatif.
Julukan baru: The Legend of Ngibul.
Akhirnya tanpa babibu Selatan dibawa ke BK buat piknik? Bukan. Buat dibantai sama Madam Rose, siap siap tete-nya dicubit jadi bentuk nastar sama guru jijay itu.
____________
Gabriel menyusuri lorong kelas yang dipenuhi dengan senior yang menatapnya ganas. Dia tidak menunduk seperti junior kebanyakan karena sekarang tidak ada yang dia takuti.
Sesampainya di toilet dia masuk dengan membanting pintu, tanpa disangka Sandra, Angel, dan Bunga sedang di sana melotot pada Gabriel dengan tatapan takut.
"DASAR PSIKOPAT!!!" teriak Angel sambil membawa Sandra pergi disusul Bunga yang sengaja menyenggol Gabriel dengan bahu.
Gabriel tersenyum miring, musuhnya makin bertambah banyak dan semakin seru, dia akan menghancurkan geng sampah itu.
Usai membersihkan tangannya yang lecet karena pukulan tadi dia kembali ke kelas.
"Briel, si congek dibantai sama si pitak," seru Hans saat cewek gangster masuk. Tatapan para murid mulai sungkan padanya, mungkin Andri akan menjauhinya—
"Keren banget lo bro! Muka lo itu lo polos-polos bangsat.. Gemes dedek jadi pengen nabok," sahut Andri menguyel-unyel pipi Gabriel.
Gabriel hanya menarik sudut bibirnya. Lalu memilih duduk di meja sambil menangkupkan wajah.
"Eh, gue bilangin sekali lagi neng.. Si setan disandera sama si botak tengah," kata Hans lagi, kacang.
"Oi dupret! Itu telinga kemasukan laler? Perlu gue congkel?!" teriak Hans riwet sendiri.
"YAUDAH JEMPUT CINTA LO DI BK! APA SURUH-SURUH GUE PULA!!" bentak Gabriel marah. Oke, dia akan menyesal setelah berucap dan itu kebiasaan.
Ia seperti anak kecil yang terjebak ditubuh orang dewasa, emosinya bahkan tidak pernah bisa diredam walaupun ia berusaha setengah mati.
Hans menatap dengan kecewa, dan cewek itu menatapnya tak enak. "Maaf, Hans. Gak maksud," setelah mengatakan itu Gabriel pergi. Seperti biasa, melarikan diri selalu menjadi pilihan terbaik.
Seandainya dia bisa sedikit saja mengontrol emosinya saat makan malam itu mungkin ia masih bisa menatap dua orang yang selalu menjadi tiang hidupnya. Namun mereka benar-benar pergi, Bundanya sudah izin untuk pulang ke Aceh dan mengatakan bahwa Papanya pergi ke London mengurus pekerjaan yang selalu ia kejar sampai melupakan anaknya.
"Gue gak punya siapa-siapa," ringis Gabriel. Emosinya tiba-tiba memuncak, ia heran kenapa semalam saat Bundanya menelepon ia bahkan tidak merasakan apa apa.
Gabriel menatap langit yang begitu terik seakan meledeknya. "Semesta, bilang aja kalo lo benci gue," ucapnya bergumam sendiri di atap sekolah yang sepi. Bisa di tebak hidupnya akan berakhir di Rumah sakit jiwa.
"Di saat banyak orang yang sayang sama lo, lo bahkan gak pernah bersyukur," ujar seorang cowok di belakangnya, Luke. Gabriel sudah hafal suaranya.
"Hhh." gadis itu mendengus, baru saja ia ingin berteriak untuk melepas emosi.
"Gue bahkan gak pernah lo anggap," suara Luke ada sedikit terselip rasa sakit di sana, tak menunggu lama Luke kembali melanjutkan ucapannya. "Selatan bahkan rela gak tidur dulu pas lo tenggelam di got pak RT."
Sa ae kecambah toge, orang sedih malah becanda, ngajak olahraga emang.
"Gue gak mau lukain perasaan orang lagi. Sekali aja gue kehilangan orang yang sayang sama gue, lo harusnya tau penyakit gue." cewek itu membuang muka, menyembunyikan matanya yang mulai panas.
"Gak. Lo cakar gue pake samehada juga gue masih kuat selagi ada BPJS, boleh mah bantai aja gue." Gabriel menarik sudut bibirnya, benar kata Luke. Ia punya banyak orang yang peduli padanya.
"Kebanyakan makan indomie jurus ngibul lo makin upgrade ya?" celoteh Gabriel seadanya.
"Hm, makin banyak halusinasi juga. Masa pas nutup mata gue bayangin lo jadi dukun beranak sih? Ada-ada aja, ckckck."
"Alah, boong lo cemen." ketusnya, Luke menatap Gabriel yang moodnya mulai membaik lagi,
"When i close my eyes, you're there in my mind. And you'll never see that." ucap Luke hanya dalam hati.
"Ekhem. Maaf ganggu acara kalian. Tapi kak Gabriel dipanggil Pak Kepala Sekolah!" ucap Alaska, jantung Gabriel berdegub kencang.
"Di usir?"
*****
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️❤️
moga kedepannya Thor lebih teliti 👌🏻👍🏻💪
ceritanya bagus banget🤩