Bryan Saputra merupakan anak dari pengusaha terkenal dijodohkan dengan putri sahabat ayah nya.
Namun Bryan menolak perjodohan tersebut karena menyukai gadis lain.
Sang adik mengetahui jika kakak nya akan di jodoh kan membantu nya menjebak gadis yang disukai kakak nya karena ia juga menyukai gadis itu .
Gadis tomboy seperti Denada saputri yang bergabung dengan geng motor dan juga sangat dingin dan jutek.
Ketika ia juga mendengar akan di jodohkan dengan salah seorang putra sahabat ayah nya , dengan tegas Nada menolak nya . Ia berpikir jika ia masih muda dan ingin melanjutkan cita cita nya .
Namun seorang gadis menjebak nya hingga terpaksa harus menikah dengan kakak nya .
Kedua orang tua mereka terkejut ketika memperkenalkan sebagai suami/ istri karena ternyata mereka sudah di jodohkan sejak kecil.
Bagaimana kisah nya Bryan dan Nada yang hoby dengan Balap motor menghadapi kisah mereka ?
Happy reading guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risky hayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bryan yang romantis
Menikmati es cream bersama dengan orang yang di sukai di tempat yang ia sukai adalah impian bryan yang kini telah terwujud .
Namun semua akan hanya menjadi impian ketika sang mama memaksa nya menikah dengan orang yang belum ia kenal sama sekali .
Bryan yang memandang ke air danau lepas yang ada di depan nya .
Sesekali denada mencuri pandang pada pria tampan yang ada di samping nya tersebut .
" Ganteng sih , tapi dingin . Kenapa ia perhatian dengan ku ? Apa ia menyukai ku ?"
" Rasa nya tidak mungkin . Tapi bagaimana bisa mengetahui banyak tentang ku ."
" Jantung ku berdetak kencang berapa kali dekat dengan nya ."
" Apa aku menyukai nya ?"
" Tapi sayang ,,,, aku tak boleh memilih orang lain menjadi pendamping ku. "
" Haah,,,,."
Denada tengah terbang bersama pikiran nya yang membuat nya menghela nafas kasar nya .
Tanpa di sadari es cream itu berceceran di sudut bibir kanan kiri denada .
Bryan yang menoleh nya mengambil tisu mengusap bagian kotoran itu secara perlahan .
Denada terpukau dengan perlakuan bryan pada nya hingga membuat nya tak berkedip memandang lelaki yang kini duduk di samping nya tersebut .
" Kenapa ? Kau mau lagi ? "
Bryan yang menyadari pandangan denada bertanya pada gadis yang kini berada di depan nya .
Denada merasa terkejut dengan pertanyaan bryan ia merasa sedikit gugup lalu menggelengkan kepala nya .
Denada lalu menundukkan wajah nya karena malu ketahuan tengah memandang nya .
Bryan menarik wajah nya bersandar di pundak nya untuk memberi gadis itu kenyamanan .
" Lihat lah matahari terbenam sangat indah ! Apa kau menyukai nya ?"
Bryan yang kemudian membelai pelan kepala denada membuat denada merasa getaran aneh dalam diri nya .
" He'em."
Jawaban singkat denada mampu membuat bryan tersenyum .
Laki laki dingin itu memang dingin dan juga irit bicara tapi tidak pada denada .
Perempuan yang secara tak sengaja ia lihat beberapa kali di beberapa tempat .
" Aku akan sering mengajak mu kesini ."
Denada terkesiap mengangkat kepala nya menatap bryan yang memandang ke arah danau lepas.
" Kenapa ? Kau tidak menyukai nya ."
Ucapan bryan mendapat gelengan kepala dari denada .
" Lalu ,,, ?"
" Kenapa kau mengajak ku ?"
Pertanyaan konyol yang di lontarkan denada pada bryan membuat bryan tersenyum pada nya .
Yah, ini kali pertama bryan tersenyum pada nya dan ternyata cowok ini memiliki sisi romantis juga .
" Apa aku harus menjawab lagi ?"
Bryan mencoba untuk mengingatkan kembali pada denada tentang suapa dia .
" Tentu saja . Apa kau pernah mengatakan nya ? kenapa ?"
Bryan yang mendengar jawaban gadis nya menyentil kening kepala nya .
" Aduhh,,, . Kenapa menyentil ku ? Sakit ,,,."
Bryan mengusap pelan bekas ia menyentil nya lalu meniup nya terlihat sangat romantis.
" Sudah ,,,."
Bryan menatap tajam pada wajah imut yang terlihat begitu cantik di mata nya .
Denada mengangguk pelan lalu menundukkan wajah nya karena malu dengan tatapan mata bryan .
Bryan menarik wajah gadis itu ke dalam pelukan nya , memberikan rasa nyaman kepada nya .
" Aku akan mengantar mu pulang , hari sudah gelap ."
Denada mendongakkan kepala menatap bryan ketika mendengar perkataan nya .
" Tidak , aku akan pulang sendiri ."
Mendengar kata bryan akan mengantarkan nya pulang , denada merasa panik dan juga khawatir.
" Apa aku mengijinkan mu pulang sendiri ? Ayo !"
Bryan berdiri mengulurkan tanganya pada denada .
" Tapi,,,,."
" Sstt,,,,,.Aku tak kan membiarkan mu pulang sendiri . Apa kau takut dengan orang tua mu ?"
Denada hanya mengangguk pelan karena ia takut mengecewakan kedua orang tua nya tapi ia pun ingin kebahagiaan nya sendiri .
" Aku akan berhenti lebih jauh dari rumah."
Bryan menggenggam erat tangan denada mengajak nya berjalan menuju parkiran mobil .
Denada terlihat kaku dengan genggaman tangan itu , namun tak bisa menolak ajakan pria dingin yang saat ini di depan nya yangcnemberi rasa nyaman atas kegelisahan hati nya beberapa hari ini .
Denada tak berbicara sepatah kata apa pun pada bryan , ia masih malu berinteraksi dengan nya .
Dia hampir tak menyangka kejadian ini menimpa nya , orang yang beberapa hari lalu ia tabrak secara tak sengaja mengakui nya sebagai kekasih.
Dalam kehidupan nya yang jarang berteman dengan cowok kecuali geng motor bahkan ia yang bisa di bilang tomboy mempunyai cowok sebagai pasangan .
Beberapa saat bryan yang mengemudikan mobil berhenti agak jauh dari rumah denada .
Sedangkan denada masih terbang menerawang awan yang jauh memikirkan apa yang terjadi sekarang dan ke depan nya.
" Kita sudah sampai . Turunlah !"
Denada terkejut melihat sekeliling nya yang ternyata kawasan rumah nya namun bryan memarkir mobil nya agak jauh dari rumah denada .
Ketika denada hendak turun dari mobil bryan menarik tangan nya mencium lembut di pipi nya .
Denada lagi lagi terkejut dengan ulah bryan yang secara tiba tiba tersebut.
" Selamat malam gadis ku. "
Ucap bryan yang di angguki denada karena menahan malu .
Pipi imut nya yan memerah membuat bryan tersenyum penuh kemenangan .
Denada berlari agar tak ketahuan orang orang terdekat nya , ia takut membuat mama nya kecewa karena denada sendiri telah menyanggupi perjodohan tersebut .
Denada yang telah sampai di depan rumah memegang kembali pipi nya kemudian tersenyum sendiri .
Ia bahkan melupakan acara dinner dengan orangtua dan kakak nya .
Bersambung😊😊🙏🙏