NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Matahari Menghanguskan Serigala

​Angin di Puncak Kuali Naga seolah berhenti berhembus. Puluhan ribu pasang mata menatap pemuda berjubah abu-abu di tengah gelanggang batu giok itu dengan pandangan kosong, seakan akal sehat mereka baru saja dicabut paksa dari kepala.

​Inti Emas Tingkat Kedua!

​Bagi para penguasa sekte, mencapai ranah Inti Emas membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun pertapaan yang menyiksa, mengonsumsi ribuan pil mujarab, dan menantang bahaya demi mencari peluang. Namun di hadapan mereka, seorang pemuda yang bahkan kumisnya belum tumbuh dengan sempurna, memancarkan tekanan murni dari ranah tersebut!

​Wajah Ketua Sekte Serigala Darah, Xue Tu, berubah menjadi seputih kertas. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari dahinya. Tekanan api dari tubuh Ye Chen membuatnya merasa seperti sedang dipanggang hidup-hidup.

​"T-tidak mungkin... Urat nadimu hancur! Seluruh Kota Angin Hitam tahu kau adalah orang cacat!" Xue Tu menjerit histeris, menolak menerima kenyataan.

​Namun, ketakutan yang mencekik perlahan berubah menjadi kegilaan. Xue Tu tahu, jika ia mundur sekarang, ia tidak hanya akan kehilangan nyawa, tetapi seluruh sektenya akan menjadi bahan tertawaan dan dibantai.

​"Bocah cacat! Jangan berpikir kau bisa menakutiku dengan ilusi! Aku telah berada di ranah Inti Emas selama sepuluh tahun!"

​Xue Tu menggigit ujung lidahnya dan menyemburkan seteguk darah inti. Ia membakar esensi nyawanya tanpa ragu. Hawa spiritual berwarna merah darah meledak dari tubuhnya, membentuk bayangan serigala raksasa setinggi puluhan meter yang memancarkan bau busuk dan niat membunuh yang pekat.

​"Seni Rahasia Hukuman Darah: Serigala Pemakan Bulan!"

​Bayangan serigala raksasa itu melolong memekakkan telinga, lalu menerjang ke arah Ye Chen dengan mulut terbuka lebar, siap menelan sang pemuda beserta tanah pijakannya. Angin berbau anyir menyapu gelanggang, membuat para murid sekte rendah berhamburan mundur sambil memuntahkan isi perut mereka.

​Melihat serangan putus asa itu, wajah Ye Chen tetap sedingin es. Tidak ada rasa takut di matanya, hanya rasa jijik yang mendalam.

​"Sepuluh tahun berkultivasi, dan hanya ini yang kau miliki? Benar-benar sampah yang menyedihkan," ucap Ye Chen datar.

​Ia memegang gagang Pedang Bintang Merah dengan dua tangan. Api keemasan di sekujur tubuhnya tersedot masuk ke dalam bilah pedang, membuat pedang itu bergetar hebat dan memancarkan cahaya yang menyilaukan mata.

​"Seni Api Penyucian Sembilan Matahari."

​Suara Ye Chen tidak keras, namun entah mengapa terdengar jelas di telinga setiap orang di sana, membawa paksaan hukum alam yang mutlak.

​"Matahari Kedua: Tebasan Pembelah Neraka!"

​Ye Chen mengayunkan pedangnya ke atas. Sebuah garis api melengkung tipis melesat ke depan. Gerakannya tampak sangat lambat, namun pada kenyataannya melampaui kecepatan suara.

​Garis api itu bertemu dengan bayangan serigala darah raksasa milik Xue Tu.

​Tidak ada ledakan besar. Tidak ada benturan yang memekakkan telinga. Yang terjadi hanyalah pemandangan yang membuat jiwa semua orang bergetar ngeri.

​Garis api itu membelah serigala darah raksasa tersebut dari moncong hingga ke ekornya dengan kelembutan seolah memotong balok tahu yang rapuh. Setelah terbelah, api keemasan menjalar dengan cepat, membakar energi darah tersebut menjadi ketiadaan dalam sekejap mata.

​"T-tidak... AARGHHH!"

​Garis api itu tidak berhenti, melesat melewati tubuh Xue Tu. Ketua Sekte Serigala Darah itu mematung di tempatnya. Sebuah garis hangus perlahan muncul di tengah dahinya, turun ke hidung, dada, hingga perutnya.

​Sedetik kemudian, angin berhembus, dan tubuh Xue Tu hancur menjadi abu hitam yang tersapu ke udara. Tidak ada darah, tidak ada potongan tubuh. Ia terhapus bersih dari muka bumi.

​Seorang Ketua Sekte, ahli Inti Emas, tewas hanya dengan satu tebasan pedang!

​Keheningan yang mencekam kembali menelan gelanggang Puncak Kuali Naga. Sisa-sisa anggota Sekte Serigala Darah menjatuhkan senjata mereka, beberapa di antaranya jatuh pingsan karena teror murni, sementara yang lain kencing di celana.

​Di atas kapal raksasa yang melayang di udara, Lin Xuan mengangguk pelan. "Bersih dan efisien. Pemahaman Dao apinya semakin tajam."

​Namun, sebelum Ye Chen bisa kembali menyarungkan pedangnya, sebuah raungan penuh amarah meledak dari arah Tribun Kehormatan.

​"Bocah lancang! Beraninya kau!"

​Sesosok lelaki tua berjubah abu-abu melesat dari tribun dan melayang di atas gelanggang. Itu adalah Penatua Ku Ming, sosok penegak hukum dari Aliansi Langit Surgawi. Tekanan hawa murni dari tingkat Puncak Inti Emas meletus darinya, menekan udara di sekitar Ye Chen.

​Wajah Ku Ming berkerut menahan amarah dan kehilangan muka. "Kompetisi Seratus Sekte adalah acara suci di bawah perlindungan Aliansi! Siapa pun dilarang saling membunuh sebelum pertandingan resmi dimulai! Tindakanmu yang membantai Ketua Sekte Serigala Darah adalah sebuah penghinaan besar bagi Aliansi Langit Surgawi!"

​Meskipun Ku Ming terkejut dengan bakat mengerikan Ye Chen, ia adalah perwakilan Aliansi. Jika ia membiarkan hal ini terjadi, wibawa Aliansi akan hancur lebur. Terlebih lagi, ia berada di Puncak Inti Emas, dua tingkat lebih tinggi dari Ye Chen. Ia yakin bisa menekan pemuda ini.

​"Berlututlah dan terima hukuman dari Aliansi, atau aku sendiri yang akan menghapus kultivasimu hari ini!" ancam Ku Ming, membentuk segel tangan yang mengumpulkan hawa murni di langit, bersiap menekan Ye Chen.

​Mata Ye Chen menyipit tajam. Api di sekelilingnya kembali berkobar, menolak untuk tunduk pada tekanan Puncak Inti Emas tersebut.

​Namun, sebelum Ye Chen sempat mengangkat pedangnya lagi, suhu udara di seluruh Puncak Kuali Naga anjlok puluhan derajat dalam sekejap. Langit siang yang cerah tiba-tiba tertutup oleh awan kelabu. Kepingan salju mulai turun, menyentuh kulit para kultivator dan membuat darah mereka seolah membeku.

​Sebuah tawa dingin, merdu, namun dipenuhi arogansi yang membekukan jiwa terdengar dari atas kapal raksasa.

​"Menghukum murid Sekte Bintang Jatuh? Hanya anjing tua yang setengah kakinya sudah berada di dalam peti mati, beraninya menggonggong soal hukum di hadapan kami."

​Semua orang mendongak dengan bibir bergetar menahan dingin.

​Dari atas geladak kapal, sesosok gadis kecil bergaun biru melangkah turun. Ia tidak menggunakan pedang terbang, melainkan melangkah di udara kosong. Setiap kali ujung sepatu mungilnya menyentuh udara, sebuah bunga teratai es mekar, menopang tubuhnya hingga ia mendarat dengan anggun di samping Ye Chen.

​Itu adalah Su Yue'er. Rambut peraknya berkibar, dan mata biru kristalnya menatap Ku Ming seolah menatap serangga mati.

​Begitu ia mendarat, hawa murni yang luar biasa mengerikan meledak dari tubuh kecilnya. Berbeda dengan api Ye Chen yang meledak-ledak, hawa murni Su Yue'er terasa sunyi, mematikan, dan membekukan segala hal yang disentuhnya.

​Ranah Inti Emas Tingkat Kedua!

​Mata Ku Ming membelalak hingga nyaris keluar dari rongganya. Tangannya yang sedang membentuk segel sihir langsung terhenti.

​"L-lagi?! Dua orang?! Dua remaja di ranah Inti Emas?!" Ku Ming berteriak tanpa sadar, suaranya pecah karena panik.

​Ribuan penguasa sekte di tribun penonton berdiri serentak. Kekacauan meledak.

​"Gadis itu... umurnya tidak lebih dari tiga belas tahun! Inti Emas di usia tiga belas tahun?!"

​"Pola Qi di sekitarnya... itu bukan energi biasa. Itu adalah kekuatan fisik tingkat dewa! Garis keturunan langka!"

​"Sekte Bintang Jatuh... Sekte monster macam apa yang tersembunyi di gunung bobrok itu?!"

​Su Yue'er mengangkat satu jarinya yang lentik, mengarahkannya tepat ke wajah Ku Ming yang melayang di udara.

​"Kakak Seperguruan," ucap Su Yue'er dingin kepada Ye Chen tanpa menoleh. "Kau sudah mengambil jatah bermainmu dengan membunuh Ketua Sekte sampah itu. Biarkan aku yang membekukan mulut anjing tua dari Aliansi ini."

​Ye Chen mendengus, namun ia menyarungkan pedangnya dan mundur selangkah. Ia tahu betapa menakutkannya kekuatan es milik adik seperguruannya ini.

​Melihat dirinya diremehkan oleh gadis kecil, Ku Ming merasakan penghinaan yang tiada tara. "Jangan sombong, bocah! Kalian hanyalah berada di tingkat kedua! Aku akan menunjukkan kepada kalian apa itu kekuatan Puncak Inti—!"

​SYUT!

​Sebelum Ku Ming menyelesaikan kalimatnya, sebuah tekanan yang tidak terlihat, beratnya melampaui jutaan gunung, turun langsung dari haluan kapal raksasa di atas mereka. Tekanan itu murni, kuno, dan membawa Otoritas Mutlak yang langsung menghancurkan pertahanan hawa murni milik Ku Ming dalam sekedipan mata.

​BRUK!

​Tulang-tulang Ku Ming berderak keras. Ahli Puncak Inti Emas itu langsung terhempas dari udara, jatuh menghantam lantai gelanggang hingga lututnya menembus batu giok, berlutut dengan paksa menghadap kapal di atasnya. Darah segar menyembur dari mulutnya.

​Di atas haluan kapal, Lin Xuan berdiri dengan tenang, menatap arena yang kini senyap bagai kuburan.

​"Murid-muridku masih terlalu muda untuk mengotori tangan mereka dengan darah orang tua," suara Lin Xuan bergema lembut, namun setiap suku katanya membuat jiwa puluhan ribu kultivator di sana gemetar.

​"Jika Aliansi Langit Surgawi memiliki masalah dengan aturan yang kubuat... minta Ketua Tertinggi kalian untuk berlutut di luar Gunung Bintang Jatuh dan memohon penjelasanku."

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!