NovelToon NovelToon
Dosenku Majikanku

Dosenku Majikanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Dosen
Popularitas:353.6k
Nilai: 5
Nama Author: Choi Nna

Jauh di negara Italia, kisah antara mantan jaksa yang mengubah profesi menjadi seorang dosen dengan seorang mahasiswi fakultas hukum yang tak lain ialah pembantu di rumahnya, mengawali hubungan sebagai dosen dan mahasiswi membuat keduanya sering bertemu. hingga akhirnya tumbuhlah benih cinta di antara keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi Nna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Torres berjalan paling depan, dan Nana berjalan paling belakang membawa hadiah tadi. Sedangkan Mike berjalan tepat didepan Nana. Meskipun tanpa melihat wajah Mike, Nana bisa tau bahwa unclenya sangat lesuh kelaparan, tampak dari caranya berjalan menunduk memasukkan kedua tangannya kedalam kantong jaketnya.

Mobil itu membelah jalanan yang kini mulai sepi. Tidak ada perbincangan sama sekali. Mike yang sedang mengemudi, tidak melepas masker dan topinya sama sekali. Mike juga tidak pernah berbicara lagi sejak Torres mengomelinya tadi. Sedangkan Nana juga tidak mau bicara, Nana tau Mike kesal pada mereka, jadi Nana hanya diam.

Ternyata kecanggungan didalam mobil itu tanpa pembicaraan sama sekali membuat ketiga manusia paruh baya itu sadar, tanpa Mike bertengkar dengan Nana akan membuat mereka kesepian.

Laura menyadarai hal itu, dan kembali merenungi perbuatannya di restoran tadi..." Apakah aku terlalu kelewatan menghukum mereka?" Batin Laura.

Tak lama kemudian mereka sudah memasuki pekarangan rumah.

"Semuanya! Mike kekamar duluan yah? Mike capek." Hanya itu yang Mike katakan dan langsung mendahului keempatnya.

"Nana juga, Nana mau istirahat." Setelah kepergian Mike, Nana juga pamit kekamar nya.

Setelah Nana dan Mike pergi. Mereka bertiga berdiri didepan tangga membahas sikap kedua anaknya itu.

"Apa mommy kelewatan menghukum mereka?" Tanya Laura kebingungan, Laura dapat sangat merasakan perubahan sikap Mike dan Nana.

"Kan Daddy udah ngomong sama mommy. Semakin mommy memaksa mereka, mereka sendiri akan semakin berjauhan. Bagaimana jika Mike tiba-tiba pulang ke apartemen? Jangan membuat keduanya saling menyalahkan?" Torres juga ikut kesal karena kejadian tadi, tanpa pamit, Torres langsung naik menuju kamarnya.

"Jangan dipikir lagi Bu. Besok pagi pasti baikan lagi kok. Lebih baik ibu bujuk bapak dulu." Saran Messina.

"Yah sudah. Naik yuk?" Ajak Laura. Mereka kemudian menaiki tangga dan menuju kamar masing-masing.

"Sayangg... Jangan ikut kesal gitu dong. Kan mommy jadi makin merasa bersalah." Laura masuk dan langsung memeluk suaminya dari belakang yang hanya menggunakan handuk.

Torres baru saja akan mandi, namun tiba-tiba istrinya datang memeluknya dari belakang.

Torres hanya diam tidak menjawab. Menurutnya sikap istrinya terlalu berlebihan untuk Nana dan juga Mike.

"...sayang jangan cuman diam aja dong, mommy minta maaf, setelah ini, mommy tidak akan berlebihan lagi menghukum mereka." Laura mengelus dada bidang suaminya yang masih membelakanginya. Laura yakin hanya dengan cara ini suaminya akan luluh.

"Sudahlah, daddy mau mandi, jangan ngajak daddy bergelut kalau mommy gak mau. Daddy juga masih kesal sama mommy" Torres menahan tangan Laura agar berhenti mengelus dadanya karena itu akan membuatnya hilang akal, dan tentu saja, rencananya untuk mendiami istrinya akan gagal.

"Kata siapa mommy tidak mau?" Bukannya melepas tangannya, Laura justru semakin membuat suaminya mendesah. "...apakah Daddy akan memaafkan ku dengan cara seperti ini?" Tangan Laura semakin merajalela mengelus badan polos suaminya itu.

"Apakah Daddy tau hadiah dariku?" Laura kemudian berjalan kedepan suaminya dengan tangannya yang setia membelai badan Torres.

Tampak badan Torres yang tidak kalah atletisnya dengan Mike. Laura kemudian memainkan jarinya mengikuti belahan otot sispack suaminya.

Torres mengalihkan pandangannya, karena jika dia melihat wajah Laura, dia pasti akan langsung memangsanya.

Torres diam tidak menjawab Laura.

Laura yang tidak hilang ide untuk membuat suaminya luluh pun melingkarkan tangannya di leher Torres dan mengecup nya...."sebenarnya aku ingin memberimu hadiah lebih dari ini, tapi jika daddy tidak mau yah sudah." Melihat Torres yang diam tidak membalas kecupannya, akhirnya Laura menjalankan ide terakhirnya.

Laura mundur dua langkah, "seriusan nih? Daddy gak mau?" Torres masih memalingkan wajahnya. Padahal sobatnya sudah menangis dari tadi.

Laura pun menuju kamar mandi, membuka pakaiannya disana dan menggunakan handuk, kemudian kembali membuka pintu kamar mandi untuk menggoda Torres.

Baru saja akan menarik pintunya, Torres sudah mendorongnya dan langsung menyerang Laura dengan ganasnya.

Laura tidak menolak ataupun membalas, seketika muncul ide Laura.

"Katanya tidak mau.. jangan menyentuh ku kalau Daddy belum memaafkan ku." Laura mendorong badan kekar Torres.

"Jika aku tidak memaafkan mu, bukankah kau tetap akan memberiku hadiah ulang tahunku?" Torres kemudian menutup pintu kamar mandi dengan kakinya dan berjalan mendekati Laura.

Laura hanya diam tidak menjawab, dia bingung harus mengatakan apa, sedangkan Torres sudah menindihnya ke dinding.

"A..a..a..ku.. aku.." ucapnya gagap karena Torres mulai menatapnya dengan tatapan intimidasi.

"Aku apa? Hem? Kenapa kau jadi gugup begini sayang? Bukankah tadi kau sangat agresif?" Torres mulai meliarkan tangannya satunya, sedangkan tangannya yang lain dia gunakan untuk menahan kedua tangan Laura di atas kepalanya.

Torres yang kini mulai menyentuh bagian sensitif Laura, membuatnya mendesah, dan itu mampu membuat Torres makin liar.

Torres kemudian mulai melepas handuk Laura. Sedangkan Laura tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena tangan kekar Torres menahan kedua tangannya.

Setelah melempar handuk Laura entah kemana, kini Torres pun membuka lilitan handuknya, kini badan mereka polos tanpa ada penghalang apapun.

"Bersenang-senanglah denganku sayang... Aku memaafkanmu kali ini." Torres kini mulai mencium leher Laura dan meninggalkan bekas disana. Tidak hanya sampai disitu, ciuman Torres juga mulai turun kebawah, dia memainkan dua barang yang sangat disukainya karena empuk.

Laura hanya mendesah mendapatkan perlakuan dari Torres.

Torres kemudian mengangkat badan Laura dan turun kedalam bathtub dengan posisi Laura diatas badannya.

"Aku memaafkanmu sayang. Tapi lain kali, jangan terlalu berlebihan. Apa kau mau keduanya malah semakin berjauhan?" Ucap Torres mengelus rambut Laura.

"Iya, mommy janji." Laura hanya mengangguk tersenyum.

Sementara....

Uncle aneh📩: apakah uncle sudah tidur?

Nana mengirimkan pesan pada Mike setelah mengirim pesan yang sama pada mommy dan juga ibunya.

Setelah beberapa saat Nana menunggu balasan dari mereka, tidak ada satupun yang membalas pesan Nana.

Nana kembali mengecek pesan untuk mereka.

"Ibu kayaknya udah tidur deh, pesanku pun tidak dibaca olehnya, mommy juga, tapi mommy masih online, apakah mommy lagi sibuk dikamar??.... Ah! Kurasa mommy lupa offline.. uncle Mike... Oh untunglah belum tidur." Nana melihat pesannya terbaca oleh Mike namun tidak mendapatkan balasan.

Nana tau, uncle Mike pasti juga kesal padanya.

Uncle aneh📩: tunggulah 18 menit dan jangan tidur dulu uncle.

Lagi-lagi Nana mengirimkan pesan pada Mike.

"Memangnya dia siapa menyuruhku menunggunya? Dan apa? 18 menit? Apa dia pikir itu waktu yang sebentar? Tapi mengapa dia menyuruhku untuk tidak tidur? Apakah dia akan menjahili ku lagi? Ok. Siapa takut, aku akan meladeni mu gadis kecil. Aku akan menunggumu dalam 18 menit." Mike penuh dengan tanda tanya.

Mike melihat jam di ponselnya, sudah hampir jam 11 malam.

"Apa yang akan dia lakukan sih? Ini udah hampir tengah malam. Bukankah besok dia kuliah?" Batin Mike.

# 18 Menit Kemudian

Tok! Tok! Tok!

"Tepat sekali!" Mike yang sedang menghitung menit kedelapan belas mendengar pintu kamarnya diketuk..." Tepat waktu juga dia." Batin Mike berjalan kearah pintu.

Mike membuka pintu dan melihat Nana datang membawa nampan berisi beberapa makanan.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa datang membawa makanan sebanyak ini?" Tanya Mike.

"Apa uncle tidak menyuruh ku masuk?" Bukannya menjawab Nana malah balik bertanya.

"Masuklah."

"Syukurlah!" Gumam Nana saat tidak mencium adanya asap rokok di ruangan itu. Dia khawatir unclenya akan merokok lagi.

Episode Selanjutnya....

Glek.... Tiba-tiba jantung Mike berdegup kencang mendengar ucapan Nana.

***

"Ternyata perhatiannya lebih daripada itu." Batin Mike.

Jangan lupa dukungannya 😀😀😀

Jika ingin author up dua kali hari ini,

jangan lupa...

1 like, komen, dan juga vote kalian sangat penting.

1
Muhamad Abin Zakaria
mana nih lanjutannya
tulip
penasaran sama endingnya
kira² mike sama Nana bersatu ga ya
Agip Awaliah
Luar biasa
Siti Magfiroh
keren.. lanjutkaan.. 🤗
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut dong
Muhamad Abin Zakaria
lanjut dong
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut dong kan jd penasaran nih
Muhamad Abin Zakaria
bagus di tgg ya klanjutanya..
Primanita Ulfah
mike tergoda jesse..nana tergoda crash..hemm
penasaran endingnya..smngt thor💪
Lesmono Wati
lanjuuuuuut......
Nona Ruhulessin
lama bangat lanjutannya
Retno Wulan
ayo dooooong lanjutin up datenya...
Retno Wulan
Kenspa lama skali blum up date lsjutannyaj
Firda a
wahhhh ternyata Mike narsis juga ya
Kartika
thor lama banget siich up nya...semangaat💪
Tina Agus
cool visual qresh
Roroazzahra
ahhhhh kena prank yaampu........author tega😑
Wulan Buasan
lanjut thor
Roroazzahra
nana kamu yg ngetok pintu aku yg deg-degan😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!