"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH EMPAT
Tengah sibuk merindukan wanita yang dicintai, Arjuna dibuat tersentak saat pintu kamarnya diketuk
Dengan malas pria tampan itu menuju pintu dan membukanya, saat pintu terbuka wajah kaku Joseph lansung ia dapati
"Ada apa? Jika William, saya tidak ingin bertemu! Kamu usir saja!"
"Tuan menerima telepon dari rumah besar, tuan Ronald ingin bertemu" Ujar Joseph
Arjuna menghela napasnya, sudah jelas jika kakek nya mendengar berita tentang William dan mungkin pria tua itu tengah merasakan sakit pada dadanya
"Kita berangkat sekarang"
Joseph setia menemani atasannya itu, membuka pintu setelah Arjuna duduk, ia mengitari bagian depan mobil lalu duduk dikursi kemudi
"Apa ada kabar tentang istri saya?"
"Nyonya Zoya kehilangan pekerjaannya, beberapa brand memutus kerja sama dengan nyonya Zoya karena skandal perselingkuhan itu" Joseph menjelaskan
"Kamu bodoh atau apa?" Joseph diam, ia hanya menjawab dan malah mendapat marah
"Maaf tuan"
"Maksud saya Aluna, apa kalian sudah menemukan dia?"
"Anggota kita masih terus melakukan pencarian" Jawab Joseph
"Kenapa pekerjaan kalian sangat lambat, kerahkan semua anggota kita!" Mudah saja Arjuna mengatakan itu
Jika mencari seseorang yang masih hidup mungkin akan mudah, tapi Arjuna menyuruh untuk menemukan orang yang telah dimakamkan
Bagaimana caranya mencari keberadaan seseorang yang sudah jelas tidak lagi hidup. Sungguh pekerjaan ini lebih sulit daripada harus menghabisi musuh
"Baik tuan"
Mobil mewah itu tiba didepan sebuah rumah mewah Ronald Bimantara, rumah tiga lantai bergaya eropa
"Dimana Opa?" Tanya Arjuna pada pelayan rumah yang berjejer menyambut
"Tuan besar ada dikamar"
Arjuna melangkah menuju kamar utama, saat pintu dibuka bertepatan dengan seorang dokter pria yang baru saja keluar
"Apa ada yang serius dokter?" Tanya Arjuna
"Tidak ada, tuan Ronald hanya mengalami stres" Jawab dokter paruh baya itu
Arjuna mengangguk kecil, dokter itu meninggalkan kediaman Bimantara dengan diantar oleh seorang pelayan
"Opa" Ronald yang tengah bersandar tersenyum mendapati sang cucu yang tengah mendekat
"Ada apa? Opa baik-baik saja kan?"
"Kamu cerewet, Opa ini masih belum mau mati" Ronald terkekeh
"Ck, opa ngomong apa sih, terus kenapa bisa seperti ini? Pasti jarang olahraga"
"Nak, kamu baik-baik saja?" Tanya Ronald prihatin
"Ya, semuanya baik"
"Maafkan Opa"
"Kenapa Opa minta maaf?" Tanya Arjuna
"Opa memaksa kamu bersama wanita seperti Zoya, bahkan Opa memaksa kamu untuk memberikan penerus bagi keluarga kita" Ronald merasa sangat bersalah pada cucu laki-lakinya
"Tidak masalah Opa, semua sudah berlalu"
"Tentang ayah kamu.." Ronald tidak sampai hati melihat keadaan cucunya seperti ini
Ia marah, William menyakiti Cucu kesayangannya bahkan Ronald baru tau jika kematian putrinya karena ulah William juga
"Opa sudah memindahkan nama perusahaan menjadi milikmu! Orang seperti William tidak pantas mendapatkan perusahaan itu" Ujar Ronald
Arjuna tersenyum, inilah yang ia inginkan. Jika perusahaan itu telah berpindah menjadi miliknya maka William tidak akan bisa melakukan apapun lagi
"Terima kasih Opa"
"William benar-benar keterlaluan, selama ini dia hidup enak karena harta yang dimiliki ibumu. Tapi apa? Dia malah berkhianat dan lebih parahnya dia berkhianat bersama menantunya sendiri" Ronald berdecih, merasa jika menantunya itu sangatlah menjijikan
"Sudahlah Opa, maafkan Arjuna yang sudah menguak kasus ini ke media. Nama keluarga kita jadi ikut terseret"
Arjuna sebenarnya tidak ingin melakukan semua ini jika dirinya tidak kehilangan wanitanya
Sebenarnya ia ingin mengambil alih Bimantara group setelah buah hatinya lahir didunia
Tapi William dan Zoya sudah sangat berani padanya, hingga dirinya tidak membutuhkan waktu lagi untuk menghancurkan mereka
"Tidak nak, kamu tidak salah. William memang tidak pantas mendapatkan semua itu"
Arjuna berada dikediaman besar Bimantara hingga malam hari, tidak ada yang serius pada pria tua itu namun Arjuna ingin menemani sang kakek
Setelah memastikan sang Opa telah beristirahat sepenuhnya, pria itu berlalu hendak meninggalkan rumah
Arjuna masih memiliki tugas penting yaitu menemukan keberadaan istrinya. Entah dimana kelinci kecilnya itu sembunyi hingga begitu sulit untuk ditemukan
Saat dirinya berada diluar rumah, bertepatan dengan sebuah mobil yang berhenti didepan rumah
Arjuna berdiri didepan beranda, menunggu seseorang yang ia kenal betul keluar dari kendaraan roda empat itu
Seorang wanita cantik menghampiri, Zoya menampilkan senyum terbaiknya berharap pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu kembali luluh
"Beib, kamu disini?" Tanya Zoya dengan wajah tidak tahu malunya
Arjuna menatap dengan jijik, bagaimana bisa ada wanita yang berwajah tebal seperti istrinya ini
"Mau apa kamu disini!" Tanya Arjuna dengan suara teramat dingin
"Aku denger kalau Opa sakit, makanya aku datang. Aku gak tau kalau kamu juga ada disini" Zoya tersenyum
Jelas saja jika ia berbohong, ia mendapat kabar dari pelayan yang bertindak sebagai mata-mata nya jika Arjuna berada dirumah besar
Zoya memanfaatkan itu untuk kembali menarik simpati pria tampan ini, bagaimanapun dirinya adalah cinta pertama bagi Arjuna dan tidak mudah untuk melupakan cinta pertama
"Sebaiknya kamu pergi! Opa akan semakin sakit jika bertemu kamu!"
Zoya tetap menampilkan senyum terbaiknya, dulu Arjuna pernah memuji jika senyumannya sangat menawan
"Maafkan aku, aku benar-benar menyesal, Arjuna. Kamu tau secinta apa aku sama kamu" Wanita cantik itu menunduk, menampilkan wajah sedih yang bisa membuat hati suaminya luluh
"Jika cinta, kamu tidak akan pernah tidur dengan mertuamu sendiri" Arjuna benar-benar jijik jika mengingatnya, bagaimana bisa dirinya jatuh cinta pada wanita seperti ini
Kenapa ia tidak bertemu Aluna lebih dulu, ia memang bertemu gadis itu saat hendak menjual diri, tapi ia tahu jika Aluna bukan wanita murahan seperti istri pertamanya ini
"Aku salah, aku minta maaf. Kita bisa perbaiki semuanya lagi, Arjuna! Aku janji akan berubah" Zoya hendak meraih tangan suaminya namun pria itu menepisnya
"Tidak perlu terlalu bermimpi, Zoya! Kamu sebaiknya persiapkan dirimu untuk sidang perceraian kita"
Wanita cantik itu menggeleng cepat, William tidak lagi memiliki apapun. Jika Arjuna menceraikannya maka bisa dipastikan jika ia akan hidup dalam kemiskinan
"Enggak, aku gak mau berpisah! Aku sangat mencintai kamu" Zoya berlutut memegang kaki suaminya agar Arjuna mau memaafkan dirinya
"Aku minta maaf, aku janji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi, aku khilaf" Zoya menangis, nasibnya sungguh buruk jika Arjuna benar-benar menceraikannya
"Sudahlah!" Arjuna menarik kakinya dengan kasar "Kamu tunggu saja surat dari pengadilan!"
Arjuna hendak berlalu namun ia menoleh pada beberapa pelayan "Jangan biarkan dia bertemu Opa! Jika itu terjadi kepala kalian akan menjadi makanan singa peliharaan ku"
Semuanya mengangguk, memangnya siapa yang ingin menjadi santapan seekor singa?
Pria tampan itu masuk kedalam mobil bersama asistennya yang setia lalu meninggalkan kediaman bak istana itu
"Arjuna" Zoya berteriak, jika tau begini akhirnya, maka ia tidak akan pernah tergoda oleh ayah mertuanya itu
"Sial" Zoya bangun dari posisinya "Kamu hanya milik aku Arjuna, hanya aku"
Zoya merasa dirinya menang, ini karena wanita yang merupakan istri kedua suaminya telah pergi untuk selamanya
Mobil kembali menuju Villa, disana Arjuna bisa mengenang kebersamaannya dengan wanita ceria itu
Sekarang Arjuna benar-benar merindukan istrinya, pertama kalinya jatuh cinta malah wanita yang dicintai pergi meninggalkannya
Sesampainya dirumah pria tampan itu memilih untuk masuk kekamar dan mengurung diri
Joseph membiarkan itu karena atasannya jelas ingin merenungi nasibnya. Jika dirinya ini bisa membantu maka Joseph akan melakukan apapun
Namun ia tidak bisa melakukan apapun, ia juga tidak bisa menghidupkan lagi orang yang sudah mati