NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan di Penginapan Kayu Mawar

Malam pun tiba. Penginapan Kayu Mawar yang biasanya ramai oleh para tamu kini berubah jauh lebih tenang. Di setiap sudut bangunan, para pendekar Kelompok Kayu Mawar dan Harta Langit berdiri dengan wajah waspada.

Di luar penginapan, ratusan prajurit istana Kekaisaran Zhou telah lebih dahulu mengambil posisi. Beberapa berjaga di pintu gerbang, sebagian lagi mengawasi atap dan jalan-jalan di sekitar penginapan.

Malam ini bukan malam biasa. Kabar bahwa Kaisar Zhou Ren akan datang secara pribadi telah membuat seluruh penginapan berada dalam penjagaan ketat.

"..."

Di ruang makan penginapan, Gao Rui mengangkat kepalanya. Tatapannya menembus jendela, melihat para penjaga yang terus berpatroli di luar.

"Penjagaannya benar-benar ketat..."

Di hadapannya masih tersaji berbagai hidangan makan malam. Malam itu ia sedang makan bersama orang-orang Kelompok Harta Langit. Lan Suya, Yuang Dao, Rou Xi, Bai Kai, dan beberapa anggota lainnya masih berada di ruang makan.

Gao Rui kembali menoleh kepada Lan Suya.

"Bibi Ya."

Lan Suya yang sedang menyeruput teh mengangkat wajahnya.

"Ada apa?"

Gao Rui menunjuk ke arah luar.

"Benarkah... Yang Mulia Kaisar akan datang ke sini malam ini?"

Lan Suya tersenyum lembut.

"Benar."

Ia meletakkan cangkir tehnya perlahan.

"Hari ini Kelompok Harta Langit akan mengadakan pertemuan dengan Yang Mulia."

Mendengar itu, rasa penasaran di wajah Gao Rui semakin jelas.

"Pertemuan?"

"Iya."

Gao Rui memiringkan kepalanya.

"Untuk membahas apa?"

Lan Suya tertawa kecil.

"Hehe... Kali ini... bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya."

Jawaban itu justru membuat Gao Rui semakin bingung.

Ia berpikir sejenak sebelum kembali bertanya,

"Kalau begitu... bolehkah aku ikut?"

"..."

Lan Suya terdiam. Tatapannya perlahan beralih kepada Yuang Dao seolah meminta pendapat. Namun Yuang Dao hanya berdiri tenang tanpa berkata apa pun.

Beberapa saat kemudian, Lan Suya kembali memandang Gao Rui. Ekspresinya sedikit menunjukkan rasa sungkan.

"Rui’er. Maafkan aku."

"Inisiatif pertemuan ini berasal dari Yang Mulia."

"Ia hanya menyebut namaku, Senior Yuang Dao, dan Senior Sha Nuo."

"Aku khawatir... kali ini kau tidak bisa ikut."

"..."

Gao Rui nampak sedikit terkejut mendengar nama Paman Nuo disebut Lan Suya.

“Eh.. Bibi Ya mengenal Paman Nuo?”

Lan Suya tertawa kecil.

“Tentu saja siapa orang yang tidak mengenal Paman Nuomu itu...”

Gao Rui sedikit terdiam.

"Oh..."

Di dalam benaknya, ia langsung memahami sesuatu.

"Pantas saja... Paman Nuo pasti pendekar yang sangat kuat."

"Selama ini hanya wawasanku saja yang terlalu sempit."

"Aku tidak mengenalnya, tetapi orang-orang besar seperti Bibi Ya, Senior Yuang Dao, bahkan Yang Mulia Kaisar ternyata sudah mengenalnya sejak lama."

Tanpa sadar, rasa kagumnya kepada Sha Nuo semakin bertambah.

Di sisi lain, Lan Suya justru memiliki pemikiran yang sama sekali berbeda.

"Sepertinya Senior Sha Nuo sudah memperkenalkan dirinya kepada Rui'er."

Bagaimanapun juga, Gao Rui adalah murid Boqin Changing. Menurutnya, sangat wajar apabila Sha Nuo telah mengatakan bahwa dirinya adalah tangan kanan sekaligus orang kepercayaan gurunya. Karena itulah, Lan Suya sama sekali tidak merasa aneh ketika Gao Rui menyebut nama "Paman Nuo" dengan begitu akrab.

Tanpa mereka sadari, keduanya sedang membuat kesimpulan masing-masing. Gao Rui mengira semua orang telah lama mengenal Sha Nuo sebagai pendekar kuat di luar sana. Sementara Lan Suya justru mengira Gao Rui mengenalnya karena Sha Nuo telah lebih dulu memperkenalkan identitasnya.

Tak seorang pun menyadari bahwa kedua dugaan itu lahir dari pemahaman yang berbeda. Bahkan Sha Nuo sendiri sama sekali tidak pernah menceritakan siapa dirinya kepada Gao Rui. Yang mereka bangun hanyalah hubungan sederhana layaknya seorang paman dan keponakan.

Gao Rui kemudian menganggukkan kepala pelan. Ia sama sekali tidak terlihat kecewa karena tidak ikut dalam pertemuan.

"Aku mengerti. Mungkin memang ada pembicaraan penting di antara orang-orang dewasa."

Lan Suya tersenyum lega melihat bocah itu begitu pengertian.

"Tidak perlu khawatir. Nanti kalau memang ada hal yang boleh kau ketahui, aku pasti akan memberitahumu."

Gao Rui tersenyum.

"Baik Bibi."

Pada saat itulah...

Tok!

Tok!

Seorang pelayan berjalan tergesa-gesa memasuki ruang makan.

"Nyonya!"

Lan Suya segera menoleh. Pelayan itu menangkupkan kedua tangannya.

"Yang Mulia Kaisar telah tiba."

Mendengar laporan itu, Lan Suya langsung berdiri.

"Baik."

Ia kemudian memandang Yuang Dao.

"Senior."

Yuang Dao menganggukkan kepala.

"Kita pergi."

Keduanya segera berjalan keluar menuju halaman depan penginapan untuk menyambut kedatangan Zhou Ren. Rou Xi dan Bai Kai pun mengikuti dari belakang.

Tak lama kemudian, ruang makan kembali menjadi jauh lebih sepi.

"..."

Gao Rui hanya melihat mereka pergi. Ia tidak ikut berdiri.

Di dalam hatinya, ia merasa malam ini memang bukan tempatnya untuk hadir.

"Biarlah... ini pembicaraan orang-orang dewasa."

Ia kembali duduk dengan santai. Lalu mengambil mangkuk nasinya dan melanjutkan makan malamnya.

Suasana ruang makan kembali dipenuhi suara dentingan sumpit yang pelan. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari lorong penginapan.

Gao Rui tanpa sadar mengangkat kepalanya. Seorang pria bertubuh tinggi besar tampak berjalan cepat melewati lorong. Rambut hitam panjangnya bergoyang mengikuti langkahnya. Itu adalah Sha Nuo.

"..."

Sha Nuo tampak sedikit tergesa-gesa. Namun ketika melewati ruang makan, langkahnya tiba-tiba terhenti. Ia melihat Gao Rui yang masih duduk sendirian sambil menikmati makan malam.

"Hm?"

Sha Nuo segera berbelok. Langkahnya berubah menuju meja Gao Rui.

Gao Rui sedikit terkejut.

"Paman?"

Tanpa banyak bicara, Sha Nuo langsung menarik sebuah kursi.

Bruk.

Ia duduk tepat di depan Gao Rui. Tatapannya kemudian beralih kepada berbagai hidangan yang masih memenuhi meja. Masih ada daging panggang, sup hangat, sayuran tumis, serta beberapa piring makanan lain yang belum disentuh.

Sha Nuo menelan ludah. Kemudian ia tersenyum lebar.

"Aku makan juga ya."

Gao Rui langsung tertawa kecil.

"Tentu, Paman. Silakan."

"Hahaha!"

Sha Nuo sama sekali tidak bersikap sungkan. Ia segera mengambil mangkuk kosong, mengisinya dengan nasi, lalu mulai mengambil berbagai lauk di atas meja.

"Hmm... enak. Masakan Penginapan Kayu Mawar memang luar biasa."

Gao Rui tersenyum melihat tingkahnya.

Tidak lama kemudian, keduanya mulai makan bersama. Sambil menikmati hidangan, mereka sesekali mengobrol. Sha Nuo menanyakan latihan Gao Rui. Gao Rui menceritakan berbagai kegiatannya beberapa hari terakhir.

Sesekali...

"Hahaha!"

Tawa Sha Nuo memenuhi ruang makan. Tak lama kemudian Gao Rui ikut tertawa. Suasana yang semula sunyi berubah menjadi hangat.

Beberapa pelayan yang lewat bahkan ikut tersenyum melihat keduanya.

Pada saat itulah, Rou Xi melintas di depan ruang makan. Ia memang ditugaskan mencari Sha Nuo yang belum datang.

Ketika berada di dekat ruang ia makan,  melihat Sha Nuo sedang duduk santai sambil makan bersama Gao Rui, langkahnya langsung berhenti.

"..."

Ia berkedip beberapa kali. Kemudian berjalan mendekati meja mereka.

Setelah tiba di depan meja, Rou Xi segera menangkupkan kedua tangannya.

"Senior Sha Nuo."

"Tuan Muda Rui."

Gao Rui segera membalas sapaan itu.

"Senior Xi."

Sha Nuo yang masih menggigit sepotong daging mengangkat kepalanya.

"Hm?"

Rou Xi tersenyum tipis.

"Senior."

"Yang Mulia Kaisar, Nyonya Lan Suya, Senior Yuang Dao, dan Jenderal Go Mu sudah berada di ruang pertemuan."

"Mereka semua sedang menunggu Senior."

Sha Nuo menatap Gao Rui, kemudian berkata...

“Kau mau ikut juga?”

1
tariii
👍👍👍👍
Gokil 332
jangan beri tahu biar gregetan nunggui momentumnya berhari hari 🤣🤣🤣
sabian andri
5 bab sekaligus pliiiiis.. 😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀💪💪💪
Ayyasying
bang folbek BG saya penulis baru
Aiby Kushina Uzumaki
jangan heran gitu lho paman nuo coba dong tanya siapa gurunya 😄😄😄
Raju
tanyakan aja lgsg lu muridnya siapa ??
HINATA SHOYO
kasih tau ssh identitas gaoru sma pmn nuo torrr
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!