NovelToon NovelToon
Cinta Pangeran Tampan

Cinta Pangeran Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Angelina

"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.

"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.


"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.


"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.


"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus

"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.


"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.

"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.




Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.

Selamat Membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Hukum Lagi

Brayen pergi memantau karyawan-karyawan nya di kantor setelah rio pergi dari ruangannya. Para karyawan kebingungan karena tidak biasanya bos mereka itu berkeliling saat jam kerja, biasanya ia aka duduk manis di ruangannya menunggu para karyawannya datang menemuinya, tapi hari ini lain cerita, para karyawan yang melihat tuan nya itu muncul langsung bangkit berdiri memberi salam sambil menunduk kann kepala. Karyawan wanita merasa senang kemunculan tuannya itu, brayen terlihat lebih gagah dari biasanya. Dengan tidak memakai jas dan menggulung lengan kemeja putihnya, terpancar aura yang membuat para wanita ingin teriak-teriak kegirangan tapi lain halnya dengan laki-laki, mereka sangat iri melihat ketampanan tuan nya itu.

“Eh, lihat tuh tuan brayen tumben banget dia melihat kita bekerja.” Bisik karyawan perempuan

“Iya, dia terlihat sangat tampan kalau bergaya seperti itu. Meskipun aku telah menikah aku masih ingin menjadi penggemar nya.” Bisik teman disebelahnya

“Husss.. ngawur kamu, pikirkan anak dan suami mu, ibu-ibu seperti mu tidak pantas mengagumi lelaki lajang.”

“Kau juga tak perlu berharap tuan brayen menyukai mu, bahkan jika berbicara dengan nya saja kau tak mungkin mampu. Hihih” mengejek

Tuan brayen memperhatikan para karyawan nya, ternyata semua meja di tempati para karyawan yang sedang bergulat dengan pekerjaannya. Lalu ia pergi ke kantin, ingin memesan kopi. Sebenarnya ia bisa saja menyuruh yang lain untuk mengantar ke ruang kerja nya, tapi kali ini dia sepertinya ingin melakukan nya sendiri.

“Bagaimana sih ? aku sudah lelah di perlakukan sepert i ini rio, apa tidak ada pekerjaan yang bisa ku urus selain ini ?” ucap bella saat mereka duduk di kantin, padahal ini belum jam istirahat.

“aku juga bingung, mengapa usulan-usulan kita di tolak semua.” Balas rio

“Hhh, lalu kau yakin ingin melakukan rapat khusus dengan bos gila itu ?” bella

“tidak ada cara lain lagi bella, apa kau tidak lihat bagaimana sikap tuan brayen kepada kita ?” rio

“Ya sudah, kalau itu memang yang terbaik aku akan mengikut. Aku mau tahu rancana seperti apa yang dia mau. Manusia aneh itu susah sekali ditebak apa mau nya” bella

Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara tepuk tangan di belakang mereka, mereka langsung menoleh dan mengubah ekspresi muka yang tadi nya terlihat kesal menjadi tersenyum ketakutan.

“Bagus” brayen masih bertepuk tangan.

“Maaf tuan, itu ta” rio

Brayen mengangkat tangan nya mengisyarat kan untuk diam.

“ Apa seperti cara bekerja orang yang di percayai perusahaan ? orang lain bekerja mati-matian. Eh, kedua seketaris ini malah enak-enakan ngobrol di kantin.” Brayen

“maaf tuan” rio

“Apa kalian tidak paham maksud ku kemarin?“ geram.

“kalau kalian seperti ini bagaimana nasib perusahaan ini ? apa kalian tidak memikirkan itu ?” brayen.

“Maaf tuan, tadi saya hanya memberi tahu bella untuk rapat khusus dengan anda. Tidak ada maksud lain” rio

“Kau... mengapa kau diam saja?” tunjuk brayen kepada bella yang dari tadi menundukkan kepalanya.

Cih. Memang kalau aku berbicara sekalipun apa kau akan mendengarkan ku ? malah akan mengataiku gadis bodoh. Batin bella

“Sekali lagi aku mendengar mulut mu mengataiku awas kau. Kau tidak akan tenang hidup di dunia ini” brayen

Tuh kan, buat apa juga aku berbicara kau pasti sudah tahu isi kepalaku. Bella

“aku akan menghukum kalian berdua” ucap brayen meninggikan suara nya.

“tapi tuan” rio

“berani bicara lagi aku akan melipat gandakan hukuman mu.” Ancam brayen

“ya sudahh apa hukuman nya ?” tanya bella acuh tak acuh

“bersihkan semua toilet yang ada di sini” brayen kesal dengan sikap bella

Hah ? hukuman apa si ini ? siapa takut kalau hanya sekedar itu. Bella

“Tuan, toilet di perusahaan ini sangat banyak kami tidak mungkin bisa membersihkan nya semua.” Rio memelas.

“Tidak apa-apa tuan, kami akan melaksanakan sesuai dengan perintah tuan.” Ucap bella tersenyum

“kau ini apa-apaan ? apa kau tak membayangkan betapa banyak nya toilet disini ?” bisik rio

“kau takut ya ? padahal ini tidak menantang sama sekali” bisik bella

“Hentikan ! apa yang kalian lakukan ? tidak punya sopan santun.” Brayen

“kami pergi dulu tuan” ucap bella menarik tangan rio.

“hei, kau mau kemana ?” brayen

Hhh, bagaimana sih ? tadi katanya suruh bersihin toilet, kok malah nanya lagi. Si gila ini benar-benar ya. Bella

“Ingin menjalankan perintah mu tuan” bella kesal

“Enak saja kau, aku sudah mengatakan tidak boleh bekerja sama. Rio, kau bersihkan toilet dari lantai dasar sampai lantai 15. Dan kau, bersihkan lantai 15 sampai lantai 30. Mengerti ?” brayen

Waduh. Matilah aku, semua karyawan akan melhat dan menertawa kan ku, kenapa sih gadis ini selalu membuat ku sial ? tuan brayen juga semakin hari semakin gila, masa menghukum bersihiin toilet ? ini kan hukuman waktu masih sekolah dulu. Ohh tuhan . batin rio

Cih, si gila ini semakin hari semakin menjadi, Aku tak mengerti lagi jalan pikiran mu, jiwa mu benar-benar sakit. Bella

“Apa kau sekarang ganti profesi seketaris rio ?” ucap karyawan mengejek saat melihat rio memegang pengepel di tangannya.

“iya, kok sekarang jadi OB sih ? kau melakukan kesalahan apa kepada tuan ?” yang lain menimpali.

“haha, lihat muka nya jadi kelihatan kumal sekali” sambung karyawan lain

“Diam. Kalian ingin bermain-main dengan ku ? akan kupastikan besok aku tidak akan melihat mu lagi.” Ucap rio menahan malu. Kesal, marah semua menjadi satu yang menjadikan nya ingin menyiram para karyawan yang mengejeknya itu dengan air di ember yang ia pegang. Mereka pun langsung lari meninggalkan seketaris rio di toilet karena takut lelaki itu benar-benar melakukan seperti yang dikatakan nya.

“hhhh, aku ingin mengganti wajahku saja. seperti tidak punya harga diri sebagai kepercayaan perusahaan, Tuhan berikan mujizat mu padaku.” Keluh rio sambil memeras air pengepel

Sedangkan di sisi lain, bella terlihat sangat menikmati hukumannya. Ia tidak mempedulikan karyawan yang mencibirnya, ia sudah sangat terlatih dengan cibiran-cibiran yang menusuk.

“begini saja hukumannya ? haha, tidak menantang sama sekali. mengataiku gadis bodoh, padahal ia lebih bodoh dari ku. Dasar Sigila bodoh.” Gumam bella

“kau benar-benar tidak tahu di untung ya, masih lumayan tuan memberimu hukuman seperti itu. Kau malah mengatai nya bodoh.” Ucap karyawan yang baru saja keluar dari toilet

“Apa urusan mu” ucap bella meninggalkan karyawan tu.

“Kurang ajar, pantas saja tuan menyebutmu wanita bodoh. Kau tidak punya etika sedikitpun.” kesal karyawan itu.

“Tuan, saya ingin membersihkan kamar mandi di ruangan anda.” Ucap bella menatap pria yang didepan nya mesih terus memperhatikan laptop.

Kurang ajar, Kau pura-pura tak mendengarku apa memang kau itu tuli sih. Ingin sekali aku memukul kepalamu itu dengan pengepel ini. Bella

“TUAN” teriak bella kesal karena pertanyaan nya tidak di gubris.

Brayen menatap tajam wanita di depannya itu, memperhatikan dari atas sampai bawah lalu tersenyum sinis.

“sepertinya, gadis bodoh seperti diri mu lebih cocok menjabat sebagai kepala OB disini, haha” tawa brayen pecah melihat penampilan bella

Dasar sakit jiwa. Bella

“kenapa kau masih berdiri disini ? cepat bersihkan sana.” Ucap brayen

“Baik tuan” bella

Cih, aku takut penyakit jiwa nya itu menular, iii nggak kebayang kalau di perusahaan ini banyak orang gila . Batin bella bersumpah serapah

1
Rika Yunus
seru
Elisabeth Gening
Kevin cemburu buta ya
Elisabeth Gening
ceritanya bagus ya, saya suka membaca
Elisabeth Gening
salut pada vino yg mengangkat Rivael jadi keluarga nya
key
Ceritanya bagus banget. alurnya tidak bertele-tele tapi mudah dicerna.
Nenk Manieez
kasian kevin thor
Nenk Manieez
kevin payah,gk gercep
Nenk Manieez
mengandung bawang
Nenk Manieez
aq rasa papa angkat rafael yg udh ngerelain kakinya bwt rafael
Nenk Manieez
dodi nikah sama siapa thor???
Nenk Manieez
suka visual vino,cool abiiis
Nenk Manieez
ada apa ni kok si vino peduli amat y?
Nenk Manieez
malang sekali nasibmu rafael
Nenk Manieez
ternyata rafael semenyedihkn itu thor😭😭
Ros Konggoasa
aseee lanjut
Lisabrginting
yg 1blm kelar,ini juga mutar2 cerita kevin. aduh..maaf ya thor.cerita nya emang keren.tp berbelit2,kelamaan. pusing.🙏🙏
Susetiyanti RoroSuli
bagud
Syifaa Prasetya
ko gantengan vino dr pd brayen
Syifaa Prasetya
belum ketahuan arahnya kemana
Susetiyanti RoroSuli
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!