NovelToon NovelToon
Pudarnya Cinta

Pudarnya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:165.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Pernikahan yang terjadi karena cinta belum tentu akan membawa kebahagiaan.

Felisya harus menderita menerima perlakuan suami yang selalu berbuat sesuka hatinya.

Sikap Rangga yang berubah karena lingkungan membuatnya tak tahu diri sehingga tanpa di sadarinya rumah tangganya berada di ambang kehancuran.

Sanggupkah Felisya mempertahankan rumah tangganya bersama pria yang di nikahinya karena cinta, atau haruskah Felisya melepaskan pria itu...???

Yukk baca novelku...
Cerita yang di ambil dari kisah nyata, namun di poles dengan khayalan Author...

Chek it out yuk...!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Hai Readers...terima kasih ya udah mampir di karyaku....

Selamat membaca...happy Reading...

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

Santi adalah teman dekat Felisya selama di kantor, Santi banyak tahu masalah yang di hadapi Felisya, sedikit banyak Felisya pun sering curhat pada Santi.

"ya udah makasih ya San..." ucap Felisya, lalu dia pun memutuskan sambungan pangilannya.

Felisya pun membaringkan tubuhnya di samping kedua putrinya, lalu dia pun tertidur lelap.

******

5 hari sudah Felisya berada di rumah saudaranya, hari ini Felisya akan kembali ke kampung, namun dia hanya berniat untuk mengambil barang-barangnya lalu membawanya ke rumah kontrakkan yang di carikan Santi, kebetulan Santi sudah menemukan kontrakkan yang cocok buat Felisya tak jauh dari rumah Santi.

"Kamu yakin akan kembali ke kampung Rangga....??" tanya Raisya saat Felisya sedang mengemasi barang-barangnya akan berangkat.

"Iya kak...aku harus lewati semua ini...karena ini semua pilihan hidupku...tak ada yangbperlu di sesalkan...tetapi harus di jalani..." ujar Felisya dengan tabah.

"Tapi dek...kalau kamu nggak sanggup hidup di sana kami bisa kok bantu kamu...pokoknya jika ada masalah kamu langsung kasih tahu aku ya..." pesan Raisya merasa kasihan dengan hidup yang harus di jalani adiknya.

"Iya kak...yang penting kakak do'ain aku baik-baik di sana..." ujar Felisya tegar.

Sejak kecil Felisya memang seorang wanita yang tegar dan tabah, dia tak pernah mengeluh dengan apa yang di hadapinya, justru dia selalu membela Raisya jika ada orang yang menjahati kakaknya.

Felisya tak pernah menyusahkan kakaknya bahkan Felisya lah yang selalu membantu Raisya. Felisya selalu ada saat kakaknya membutuhkan bantuan dan bagi Raisya di saat adiknya kesulitan dia pun ingin menjadi orang pertama yang membantu adiknya itu.

"Ra....kapan kamu datang lagi??" tanya ibu Felisya menghampiri putrinya yang sedang menyusun barang-barangnya ke koper miliknya.

"Mhm...do'akan ibu, Feli mudah rejeki...jika ada kesempatan, Feli akan sering-sering datang kesini..."jawab Felisya.

"Anak-anak sudah besar...apa kamu ngga berniat untuk pindah lagi ke kota...???" tanya ayah Felisya.

"Mhm...untuk saat ini, Feli mau berjuang terlebih dahulu di sana yah...jika memang di sana tak ada lagi rejeki buat Feli dan anak-anak mungkin Feli akan kembali kesini yah..." jawab Felisya.

" kalau begitu...Ayah dan ibu tak tahu apa yang harus kami lakukan lagi...kami hanya bisa berdo'a yang terbaik untukmu..."Ucap Ayah Felisya lalu memberikan amplop coklat yang berisikan uang pada Felisya.

"apa ini yah?" tanya Felisya heran dengan apa yang di berikan Ayahnya padanya.

"Ini sedikit tabungan ayah dan ibu...ambillah, mana tahu uang itu bisa berguna untuk kehidupanmu di sana..." jawab Ibu Felisya.

"tapi buk..." Felisya berusaha menolak apa yang telah di berikan Ayah dan ibunya.

" sudahlah nak...kamu simpan ya..." pinta ibu Felisya.

Akhirnya mau tak mau Felisya pun menerima pemberian kedua orang tuanya dia pun menyimpannya di dalam tasnya.

Tibalah saatnya Felisya akan berangkat, Felisya menyalami dan memeluk tubuh renta sang Ibu. Felisya tak sanggup menahan air matanya, karena ingin rasanya meluapkan rasa pedih dan luka di hatinya pada sanh Ibu, namun Felisya tak ingin ibunya mengkhawatirkannya.

Setelah puas memeluk ibunya Felisya pin beralih ke dalam pelukkan sang Ayah, ingin rasanya Felisya berlama-lama di kota, namun saat ini dia sudah memiliki pekerjaan yang harus di tanghung jawabinya.

Felisya tak lupa berpamitan dengan kedua putra Raisya sangat di sayanginya.

"Bunda pergi ya nak...baik-baik disini..." pesan Felisya pada kedua putra Raisya yang juga memanggil dirinya bunda sama seperti Aiza dan Aida.

Raisya mengantarkan adiknya ke terminal bis, di sepanjang perjalanan Raisya masih saja membujuk Felisya untuk meninggalkan Rangga dan kembali menetap di kota bersama keluarganya.

Namun Felisya masih kekeh untuk tetap kembali ke kampung, walaupun Rangga telah menyakitinya namun rasa sayang dan cinta Felisya masih ada untuk suaminya itu.

"Ya udah...semua ini pilihanmu...jika kamu butuh bantuan langsung hubungi aku..." ujar Raisya pada adiknya saat melepas kepergian Felisya yang hendak menaiki bis bersama kedua putrinya.

"Iya kak...Feli hanya minta do'a dari kakak...agar Feli bisa kuat dan hidup Feli menjadi lebih baik dari pada sebelumnya..." pinta Felisya.

"Iya dek..." Raisya memeluk erat adiknya, walaupun berat namun hidup adalah sebuah pilihan, dia tak mungkin memaksakan keinginannya di dalam hidup adiknya.

Raisya melambaikan tangannya saat bis mulai melaju, tak terasa buliran bening pun mengalir di pipinya. Raosya ikut merasakan luka yang di rasakan adiknya.

Perasaan Felisya saat ini sudah mulai trnang, dia yakin akan menghadapi semua masalah ini sendiri, dan dia sudah bertekad akan meninggalkan Rangga walaupun hanya untuk sementara waktu, dia ingin menguji Rangga apakah Rangga sanggup hidup berpisah dengan dirinya.

Karena sejatinya dalam hidup rumah tangga, suami dan istri saling membutuhkan. Mereka takkan bisa hidup berpisah apalagi telah memiliki buah hati.

Jika rumah tangga yang di jalani harus hancur di tengah jalan, mungkin karena masalah yang di hadapi benar-benar sudah sangat berat sehingga tak dapat menemukan jalan keluar dari permasalahan itu.

Felisya yakin, apa yang kini di hadapinya adalah ujian hidup dalam berumah tangga, jika dia sanggup menjalaninya dan Rangga pun dapat memperbaiki sikapnya maka kebahagiaan akan menyertai hidup rumah tangga mereka hingga hari tua nanti.

Namun jika semua yang telah terjadi tak dapat di perbaiki maka perpisahanlah yang haris di lewatinya.

Felisya telah menyiapkan hati dan jiwanya untuk menerima apa yang akan terjadi dalam hidupnya nanti.

Felisya mendekap kedua putrinya yang terlelap di pangkuannya dengan erat, baginya hidupnya saat ini hanya untuk kedua putrinya. Felisya harus sanggup membesarkan kedua putrinya dan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka.

Pada jam 16.00 sore, bis pun berhenti tepat di simpang menuju rumah Rangga. Felisya turun dari bis dan mengangkat barang-barangnya lalu melangkah menggandeng kedua putrinya menuju rumah Rangga.

"Dari mana??" sapa seorang penduduk yang lewat pada Felisya heran saat melihat Felisya membawa banyak barang.

"Dari kota buk..." jawab Felisya jujur.

Selama Felisya pergi ke kota penduduk yang usil pun sudah banyak yang membicarakannya.

Mulai dari prasangka-prasangka buruk bagi orang-orang yang iri pada Felisya, dan prasangka-prasangka baik bailgi yang menyayangi Felisya.

Felisya bergaul dengan baik bersama masyarakat kampung, hanya saja setiap manusia memiliki tanggapan yang berbeda dengan sikap Felisya selama hidup bermasyarakat.

Kini Felisya dan kedua putrinya telah berada di teras rumah orang tua Rangga.

Felisya terus melangkah menuju pintu rumah yang tampak tertutup.

Felisya mengetuk pintu rumah.

Tok...tok...tok...

"Assalamu'alaikum..." ucap Felisya.

Bersambung...

Hai reader jangan lupa tinggalkan jejak ya...

**Rate...

Favorite...

Like...

Koment...

Hadiah...

serta Vote...

di tunggu ya...biar semakin semangat...

Terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏**

1
Zeya_
betul banget
Paulina
kisah sejuta rumah tangga...🤭🤭
Zeya_
hadir kembali untuk bersemangat 👏🏻👏🏻✨✨💪🏻💪🏻💪🏻
Zeya_
sudah like + favorit kaa.. 👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sulati Cus
akibat mudah mengeluarkan kata cerai
Sulati Cus
he klu itu emang jas selingkuhan istri mu ngapain jg di bawa plg kt guru tp kok..
Sulati Cus
bohong
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️
mampir..
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
ini udh smw aku like
Dhiro Muna
pingin bgt y di sayang mertua dg tulus...tp kbnyakn mertua pd cari muka..giliran di blkng kita aj kejelekan kita di buka semua ke org2😔
Dhiro Muna
aku kasih 1 vote y kak😊...awal cerita yg bgs dan menarik😀
Endang Purwati
Ranggaaaaaaaa,.......... Ranggaaaaaaaa,..........
Ranggaaaaaaaa...........


loh tu yaaaaaahhhh 😡😡😡😡
Endang Purwati
klo sdh jauh, gkk ada dekat....

bilang sayang2, ...... telaaaaattt
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💚🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💙💙💙💕💕💕🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🥀🥀🌷🌷🌷🖤🖤🖤
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
♥️♥️♥️💚💚💙💙💙💙
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌷🌷🌷🌷🖤🖤🖤🥀🥀🥀
Qirana
Salam 🙏🙏 Dari Kami Pasukan
Era Berdarah Manusia
I Firmo
💕💕💕🖤🖤🖤💕💕💕
Dhina ♑
"Terimakasih Rita..." ucap Gery pada resepsionas

itu ☝️☝️ resepsionis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!